Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Matra

Penggunaan Metode Drill Untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa Dalam Bermain Alat Musik Angklung Di Kelas X IPA 2 MAN 1 Kragilan Ahmad Mujahid; Suhaya Suhaya; Rian Permana
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCultural Arts Learning has a goal to grow skills, but found a problem related to skills. This is because the use of learning methods used cannot stimulate students so that students become inactive. The purpose of this study was to stimulate skill's student by using the drill method in playing 'angklung' musical instrument. The method used is the Classroom Action Research (CAR) method, while the design used is the Kemmis and Taggart model which begins with planning, acting, observing and reflecting. The average score achieved in the pre-action was 65.06. In the first cycle, the average score achieved by the students was 71.3. In cycle II the average score achieved by students is 82.6. It can be concluded that the use of the drill method can improve skill's students in playing 'angklung' musical instrument, it can be used as recommendation material in improving student skills. Keywords: Drill Method, Skill, Angklung  ABSTRAKPembelajaran Seni Budaya memiliki tujuan yaitu untuk menumbuhkan keterampilan, namun ditemukan suatu permasalahan yang berkaitan dengan keterampilan. Hal tersebut disebabkan karena penggunaan metode pembelajaran yang digunakan tidak dapat menstimulasi siswa sehingga siswa menjadi tidak aktif. Tujuan dariopenelitianoini untuk menstimulus meningkatkanoketerampilan siswa denganomenggunakanometodeodrill dalam bermain alat musik angklung. Metodeoyang digunakan adalahometodeoPenelitian TindakanoKelas (PTK), sedangkan desain yang digunakan yaitu model Kemmiso&oTaggart yangodimulai denganorencana (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), refleksi (reflecting). Hasilorata-rata nilaioyang dicapaiopada pratindakanoadalah 65,06. Padaosiklus I, hasil rata – rata nilaioyang dicapaiosiswa adalahosebesar 71,3. Padaosiklus II hasilorata – rata nilai yang dicapaiosiswa adalahosebesar 82,6. Denganodemikianodapat ditarik kesimpulan bahwaopenggunaan metode drill dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam bermain alat musik angklung, hal tersebut dapat dijadikan sebagai bahan rekomendasi dalam meningkatkan keterampilan siswa. Kata Kunci: Metode Drill, Keterampilan, Angklung
FORM OF PRESENTATION AND SHIFT FUNCTION OF DODOD ANGKLUNG ART IN PAMATANG VILLAGE, MEKARWANGI VILLAGE, SAKETI SUB-DISTRICT, PANDEGLANG REGENCY Ardiansyah Nugraha; Rian Permana; Suhaya Suhaya
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dodod angklung is one of the traditional arts of Pandeglang, this art arose because the past farming community created an art from the lives of farmers. The name dodod anklung is taken based on the musical instruments used, namely dodod and angklung, this art developed in the Banten area, to be precise, in Pamatang Village, Mekarwangi Village, Saketi District, there is a Sanghiang Sri dodod angklung group whose existence is still known by the public. This research is included in qualitative research, namely research that provides an overview of the conditions or symptoms that occur without leaving the object under study. In this study, researchers used qualitative research methods. Dodod and also angklung consisting of dodod indung, dodod turulung, dodod percussion, angklung indung, angklung percussion, angklung turulung, angklung goong, angklung goong 2, angklung enclok 1, angklung enclok 2, and angklung nying each instrument has a sound In the beginning, the art of dodod angklung in Pamatang village had a sacred function because it was used by the people in the past to perform rituals related to agriculture, the ritual consisted of the rituals of tatanen, ngalaksa, and apostles.  FORM OF PRESENTATION AND SHIFT FUNCTION OF DODOD ANGKLUNG ART IN PAMATANG VILLAGE, MEKARWANGI VILLAGE, SAKETI SUB-DISTRICT, PANDEGLANG REGENCY