Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Coaching Clinic Teknik Dasar Bolabasket pada Anak Usia Sekolah Dasar Muhammad Ivan Miftahul Aziz; Andi Sahrul Jahrir; Andi Febi Irawati; Sufitriyono; Sudirman Burhanuddin
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v2i1.30

Abstract

Anak usia sekolah dasar adalah tahap penting dalam perkembangan fisik, mental, dan sosial mereka. Pengenalan olahraga, khususnya bola basket, melalui coaching clinic merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan minat olahraga sejak dini. Artikel ini membahas kegiatan coaching clinic yang dilakukan di Makassar dengan melibatkan 20 peserta anak usia sekolah dasar. Program ini bertujuan untuk mengajarkan teknik dasar bola basket, seperti dribbling, passing, dan shooting, serta menanamkan nilai-nilai sosial seperti kerja sama dan disiplin. Metode pelatihan mencakup sosialisasi dan demonstrasi langsung, yang dirancang untuk mendorong perkembangan motorik, keseimbangan, serta keterampilan sosial peserta. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman teknik bola basket dan mendorong aktivitas fisik anak-anak, yang diharapkan dapat memunculkan potensi atlet muda di masa depan.
Sosialisasi Pemahaman Masyarakat Tentang Kebugaran Jasmani Menghadapi SNBT Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar Muhammad Ivan Miftahul Aziz; Irvan; Sufitriyono; Andi sahrul Jahrir; Muhammad Akbar Syafruddin
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi terkait Tes Keterampilan Olahraga dan Kebugaran Jasmani dalam konteks Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya siswa, terhadap pentingnya kebugaran jasmani dan aturan tes keterampilan. Program ini ditujukan untuk mengatasi kurangnya pemahaman tentang kebugaran jasmani dan tantangan pelaksanaan tes keterampilan yang jarang diterapkan di satuan pendidikan, terutama di Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi, program ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap kebugaran jasmani sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini memperkenalkan materi Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) yang relevan dengan kebutuhan peserta. Hasilnya, peserta memahami berbagai aspek kebugaran jasmani, seperti kesehatan fisik, aktivitas fisik, nutrisi, penurunan risiko penyakit, manfaat kesehatan mental, gaya hidup sehat, pendidikan, instrumen pengukuran, dan pengaruh lingkungan. Sosialisasi ini juga menumbuhkan antusiasme peserta untuk mempersiapkan diri lebih baik dalam mengikuti SNBT, terutama di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar.
Sosialisasi Gerak Mobility Pada Siswa SMA Kabupaten Gowa Muslim Bin Ilyas; Andi Sahrul Jahrir; Muhammad Ivan Miftahul Aziz; Muhammad Syachrul Syamsuddin; Harvina Mukrim
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v2i2.220

Abstract

This community service activity aims to improve the understanding and skills of high school students in Gowa Regency in carrying out mobility movements as part of efforts to maintain functional fitness and prevent the risk of injury. Good joint mobility is the main foundation in carrying out physical activities efficiently and safely, especially for adolescents who are in the growth phase. The method used is participatory practice-based socialization with an educational and interactive approach, involving PJOK teachers and students directly. The material provided includes basic concepts of mobility, dynamic mobility drills, and the application of exercises in daily routines. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the importance of body mobility, increased movement skills, and the emergence of awareness of the importance of maintaining fitness through good mobility. Teachers also showed high enthusiasm in integrating mobility materials into learning. This activity was concluded to be effective in building a culture of movement and fitness awareness in the school environment, and is recommended to be replicated in other schools as part of physical education learning innovation.
Sosialisasi Gerakan Seni Tunggal Pencak Silat Pada Siswa SMA Insan Cendekia Muslim Bin Ilyas; Imam Suyudi; Wahyudin; Muhammad Qasash Hasyim; Andi Sahrul Jahrir
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v3i2.334

Abstract

The socialization activity of the single artistic movement of pencak silat for students of SMA Insan Cendekia aimed to improve students’ knowledge, understanding, and interest in pencak silat as an Indonesian cultural heritage as well as a medium for character building among students. This activity involved 50 students and was conducted through lecture methods, demonstrations, direct practice, discussions, and question-and-answer sessions. The materials presented included an introduction to pencak silat, character values contained in pencak silat, and practice of the basic movements of single artistic pencak silat. The results of the activity showed that the students demonstrated high enthusiasm during the socialization program. Before the activity was conducted, most participants had limited understanding of the single artistic form of pencak silat. After participating in the program, students began to understand that pencak silat is not only a martial art sport but also contains elements of art, culture, discipline, sportsmanship, and self-control. In addition, students were able to practice the basic movements of single artistic pencak silat quite well under the guidance of the instructors. This socialization activity also had a positive impact on increasing students’ self-confidence, cooperation, and awareness in preserving local culture. Through this activity, students gained new experiences that could support the development of positive character while fostering a sense of love for Indonesian cultural heritage. Therefore, the socialization of single artistic pencak silat movements can serve as an alternative educational activity in schools to support cultural preservation and character development among students
Hubungan Sport Commitment dengan Konsistensi Kehadiran Latihan Atlet Bola Basket A. Febi Irawati; Andi Sahrul Jahrir
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i4.5001

Abstract

Konsistensi kehadiran latihan merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan proses pembinaan atlet karena menentukan kontinuitas adaptasi fisik, penguasaan keterampilan, serta kesiapan menghadapi kompetisi. Salah satu faktor psikologis yang diduga memengaruhi konsistensi kehadiran latihan adalah Sport Commitment, yaitu komitmen atlet untuk mempertahankan keterlibatan dalam aktivitas olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan serta kontribusi Sport Commitment terhadap konsistensi kehadiran latihan atlet bola basket BKMF Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 38 atlet yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Sport Commitment diukur menggunakan Sport Commitment Questionnaire-2 (SCQ-2), sedangkan konsistensi kehadiran latihan diperoleh melalui persentase kehadiran atlet berdasarkan data absensi latihan selama periode penelitian. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor Sport Commitment memiliki nilai rata-rata 95,87 ± 10,21, sedangkan rata-rata konsistensi kehadiran latihan mencapai 88,05 ± 8,47%. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Sport Commitment dan konsistensi kehadiran latihan (r = 0,648; p < 0,001). Hasil regresi linear sederhana menunjukkan bahwa Sport Commitment memberikan kontribusi sebesar 42,0% terhadap variasi konsistensi kehadiran latihan (R² = 0,420; β = 0,648; F = 26,152; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat Sport Commitment yang dimiliki atlet, semakin tinggi pula konsistensi kehadiran latihan yang ditunjukkan. Oleh karena itu, penguatan Sport Commitment perlu menjadi salah satu fokus dalam proses pembinaan atlet untuk mendukung keberlangsungan latihan secara optimal.
Analisis Physical Self-Concept Mahasiswa Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat Aktivitas Fisik Andi Sahrul Jahrir; Muhammad Ivan Miftahul Aziz
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i4.5003

Abstract

Physical Self-Concept merupakan salah satu aspek psikologis yang berperan penting dalam pembentukan persepsi individu terhadap kemampuan, kondisi, dan penampilan fisiknya. Pada mahasiswa bidang keolahragaan, Physical Self-Concept yang positif dapat mendukung keterlibatan dalam aktivitas fisik, kepercayaan diri, dan perkembangan kompetensi olahraga. Physical Self-Concept dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya jenis kelamin dan tingkat aktivitas fisik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Physical Self-Concept berdasarkan jenis kelamin dan tingkat aktivitas fisik pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain survei cross-sectional yang melibatkan 128 mahasiswa sebagai sampel penelitian. Physical Self-Concept diukur menggunakan Physical Self-Description Questionnaire Short (PSDQ-S), sedangkan tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire Short (IPAQ-S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki Physical Self-Concept yang positif dengan skor rata-rata sebesar 4,39 ± 0,56. Mahasiswa laki-laki memiliki Physical Self-Concept yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa perempuan (4,56 ± 0,47 vs 4,16 ± 0,53; p = 0,001). Selain itu, terdapat perbedaan Physical Self-Concept berdasarkan tingkat aktivitas fisik, di mana mahasiswa dengan tingkat aktivitas fisik tinggi menunjukkan skor tertinggi (4,71 ± 0,38), diikuti tingkat aktivitas fisik sedang (4,33 ± 0,45), dan rendah (3,98 ± 0,49). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik memberikan pengaruh yang besar terhadap Physical Self-Concept (Partial Eta Squared = 0,241). Temuan ini mengindikasikan bahwa jenis kelamin dan tingkat aktivitas fisik merupakan faktor yang berkontribusi dalam pembentukan Physical Self-Concept pada mahasiswa. Oleh karena itu, peningkatan partisipasi dalam aktivitas fisik perlu didorong untuk mendukung perkembangan fisik dan psikologis mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.