Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA TERHADAP KETERAMPILAN MENGHADAPI BENCANA ALAM GEMPA BUMI DI SDN KABUPATEN KLATEN Akbar Amin Abdullah; Yeni Rusyani; Tia Nur Hanifah
STIKES DUTAGAMA KLATEN Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Fakultas Kesehatan Universitas Safin Pati
Publisher : STIKES DUTAGAMA KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5737/e-journal.v15i1.582

Abstract

Bencana gempa bumi dapat mempengaruhi beberapa aspek kehidupan, sarana prasarana, lingkungan dan ekonomi. Dampak aspek bencana gempa bumi berupa kematian, kehilangan keluarga, rumah, kerusakan jalan serta lahan perkebunan (Amri, 2016). Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang gempa bumi. Pendidikan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang sangat efektif dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan sehingga masyarakat tidak hanya tahu, sadar, dan mengerti, tetapi juga mau, bisa dan terampil melakukan suatu anjuran yang berhubungan dengan kesehatan. (Fitriani, 2014). Jenis penelitian ini menggunakan quasy exsperiment dengan metode pendekatan kuantitatif. (Sugiyono, 2018). Rancangan atau desain penelitian ini menggunakan pretest-posttest one group design, yaitu rancangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan sebab akibat atau sebelum dan sesudah dengan cara melibatkan satu kelompok subyek (Sugiyono, 2017). sampel penelitian ini berjumlah 30 orang dengan kriteria inklusi: Siswa dengan usia 10-11 tahun, siswa kelas 5. Hasil penelitian adalah Terdapat pengaruh pendidikan kesiapsiagaan bencana terhadap keterampilan menghadapi bencana alam gempa bumi di SDN 1 Gedaren ditandai dengan nilai p = 0,02 (p<0,05).
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Akbar Amin Abdullah; Yeni Rusyani; Tia Nurhanifah; Mudy Oktiningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v9i2.262

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit jangka panjang yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang berbeda, kurang aktif, dan kelebihan berat badan, dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkendali, yang dapat menyebabkan diabetes melitus tipe 2. Ketidakstabilan glukosa darah merupakan masalah umum pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hal ini dapat terjadi ketika makanan, olahraga, dan pengobatan seseorang tidak bekerja sama dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode pendekatan quasy exsperiment. Rancangan atau desain penelitian ini menggunakan pretest-posttest one group design. populasi dalam penelitian ini berjumlah 103 orang degan teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah 50 responden. Kriteria inklusi: responden dengan kriteria dewasa lansia, responden yang mengalami diabetes melitus, responden terdaftar sebagai pasien Puskesmas. Kriteria eksklusi: reponden tidak mengikuti kegiatan senam kaki, responden mengikuti senam kaki tetapi tidak sampai selesai. Analisis data uji bivariat menggunakan uji t-test. Hasil penelitian ini antara lain senam kaki berpengaruh signifikan terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Gunem, dengan p value 0,001. Setelah dilakukan intervensi senam kaki, rata-rata kadar gula darah adalah 143,13 mg/dl. Simpangan baku sebelum dan sesudah intervensi senam kaki adalah 25,445 mg/dl. Nilai terendah setelah intervensi adalah 99 mg/dl, dan nilai tertinggi setelah intervensi adalah 182 mg/dl.
Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Self Care Managemen Pada Pasien Jantung Di Poli Jantung Rsi Pati Anis Inayah; Akbar Amin Abdullah; Ratna Ratna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3632

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan kesehatan merupakan upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok maupun masyarakat, sehingga melakukan apa yang diharapkan oleh pendidik. Dalam kesehatan, maka edukasi diberikan kepada klien atau keluarganya sehingga mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan kesehatannya. Penyakit jantung merupakan sindrom klinis yang bersifat kompleks dimana terjadi penurunan kemampuan memompa darah dari jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen di dalam tubuh. Tujuan edukasi yang diberikan oleh peneliti kepada klien gagal jantung adalah meningkatkan kemampuan klien mengambil keputusan yang terbaik bagi kesehatan sehingga klien dapat mencapai kesehatan yang diharapkan. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang self care managemen pada pasien jantung di poli jantung RSI Pati Metode: Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan PreExperimental design. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan One Group Pretest-Posttest. Penelitian yang digunakan yaitu dengan uji non parametrik test dengan uji Wilcoxon untuk membandingkan subjek yang sama antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Hasil: Dengan menggunakan Uji Wilcoxon didapatkan bahwa ada pengaruh antara Pendidikan Kesehatan terhadap self care managemen pada pasien jantung dengan hasil uji statistic yang menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai ρ value = 0.000 < α = 0.05 yang berarti hal ini menunjukkan bahwa Ha1 diterima. Jadi kesimpulan dari penelitan yaitu ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan self care managemen pada pasien jantung di poli jantung RSI Pati.
Pengaruh Pemberian Variasi Makanan Sitarik (Nasi Yang Menarik) Terhadap Nafsu Makan Anak Dengan Picky Eater di Rsi Sultan Hadlirin Jepara Nor Maziddah; Akbar Amin Abdullah; Ratna
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.82

Abstract

Nafsu makan anak berperan penting dalam tumbuh kembang. Anak dengan perilaku picky eater sering menolak variasi makanan sehingga berisiko mengalami gangguan gizi. Salah satu upaya menstimulasi nafsu makan adalah memberikan variasi makanan Sitarik (Nasi yang Menarik), yakni nasi yang disajikan dengan bentuk, warna, dan kombinasi lauk yang menarik bagi anak.Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi makanan Sitarik terhadap nafsu makan anak picky eater di RS Sultan Hadlirin Jepara.Metodologi: Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif eksperimen. Sampel berjumlah 11 anak picky eater yang dipilih dengan purposive sampling. Intervensi berupa pemberian makanan Sitarik selama 2 hari (3 kali makan per hari). Instrumen pengukuran nafsu makan menggunakan lembar observasi, sedangkan analisis data memakai uji Wilcoxon.Hasil: Sebelum intervensi, semua responden (100%) memiliki nafsu makan kurang. Setelah intervensi, nafsu makan meningkat menjadi cukup (27,3%) dan baik (72,7%). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,004 (<0,05), menandakan terdapat pengaruh signifikan pemberian Sitarik terhadap peningkatan nafsu makan.Kesimpulan: Variasi makanan Sitarik efektif meningkatkan nafsu makan anak picky eater di RS Sultan Hadlirin Jepara dan dapat dijadikan alternatif perawatan untuk mencegah gangguan gizi. 
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Perawat Tentang Infeksi Nosokomial Dengan Perilaku Hand Hygiene di Rumah Sakit X Yogyakarta Florianus Hans Matheus Mawo; Erlangga Mandala Sakti; Akbar Amin Abdullah
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 3 (2024): July : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v1i3.270

Abstract

Background:Hand hygiene is an effective step to break the chain of infection transmission, so that nosocomial incidence can be reduced. Infection prevention and control absolutely must be carried out by nurses, doctors and all people involved in patient care. Nurses' hand hygiene behavior is one of the factors that has a big influence on preventing nosocomial infections in hospitals. At Hospital X in 2014 the proportion of phlebitis incidents was 6.5%. Phlebitis is a nosocomial infection. The results of observations of four nurses who carried out medical procedures, one of them did not wash his hands before and after carrying out procedures on patients, while the other three had already washed their hands. Research Objective: To determine the relationship between nurses' knowledge and attitudes about infections nosocomial with hand hygiene behavior at Hospital Data analysis used the Chi-square test with a confidence level of 95% (α= 0.05). Research Results: Characteristics of nurses at Hospital 56.7%). Most of them were women, namely 25 nurses (83.3%). The most work period is 1-5 years (56.7%). The highest level of education was D3 nursing (93.3%). Good knowledge about nosocomial infections was 26 nurses (86.7%). Most of the attitudes were positive, namely 27 (90.0%) nurses. Most of them had good hand hygiene behavior19 (63.3%). There is a relationship between nurses' knowledge about nosocomial infections and hand hygiene behavior with a p value of 0.012 (p<0.05). There is a relationship between nurses' attitudes and hand hygiene behavior p of 0.041 (p<0.05). Conclusion: There is a relationship between nurses' knowledge about nosocomial infections and hand hygiene behavior and there is a relationship between nurses' attitudes and hand hygiene behavior.
Hubungan Perilaku Merokok Keluarga dengan Kejadian Bronkopneumonia pada Balita: The Relationship between Family Smoking Behavior and the Incidence of Bronchopneumonia in Toddlers Esti Dwi Apriliani; Akbar Amin Abdullah; Feri Catur Yuliani
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronchopneumonia is one of the leading causes of death in young children worldwide, including in developing countries. Smoking behavior within the family environment also increases the incidence of this disease. The research aims to determine the relationship between family smoking behavior and the incidence of bronchopneumonia in toddlers. The research method is quantitative correlational with a cross-sectional approach. A sample of 46 toddlers was selected using purposive sampling. The research was conducted in the children's room of RSI Sultan Hadlirin Jepara. The instrument consists of a smoking behavior questionnaire and medical record data on the occurrence of bronchopneumonia. The analysis uses the Chi-Square test with signification 5%.. The research findings showed that 47.8% of children had severe smoking behavior and 95.7% experienced bronchopneumonia. Analysis revealed a significant relationship between family smoking behavior and the occurrence of bronchopneumonia in toddlers, with a p-value of 0.003. The conclusion is that family smoking behavior increases the risk of bronchopneumonia in toddlers. Further research is needed on other factors related to the development of bronchopneumonia.
FACTORS RELATED TO COMPLIANCE DIET FOR CHRONIC KIDNEY FAILURE PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS AT PATI ISLAMIC HOSPITAL Nining Rokhyati; Feri Catur Yuliani; Rizal Fajri; Akbar Amin Abdullah
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 11 (2025): OCTOBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v4i5.1093

Abstract

Chronic kidney failure (CKD) is a condition characterized by progressive and irreversible decline in kidney function. One of the main therapies for CKD patients is hemodialysis, which requires adherence to a special diet to prevent complications and maintain quality of life. This study aims to analyze the relationship between age, gender, education level, length of hemodialysis, knowledge level, and family support with dietary compliance in CKD patients undergoing hemodialysis at RSI Pati. This study used a quantitative method with a cross-sectional design with a total sampling technique, involving 50 respondents who met the inclusion criteria. The instrument used was a questionnaire on respondent characteristics, knowledge, family support, and dietary compliance. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that the variable that had a significant relationship with dietary compliance was the level of knowledge (p = 0.011). Meanwhile, age (p = 0.386), gender (p = 0.248), education level (p = 0.071), duration of hemodialysis (p = 0.137), and family support (p = 0.498) did not show a significant relationship. Dietary compliance in patients with chronic kidney disease (CKD) undergoing hemodialysis is largely influenced by their level of knowledge. It is recommended that healthcare professionals develop structured and ongoing educational programs, tailored to patient needs, to improve dietary compliance.
Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Koping Keluarga Pasien ICU Di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Palangka Raya Fittauli Nababan; Akbar Amin Abdullah; Bunari Bunari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1532

Abstract

Latar Belakang: Keluarga pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) rentan mengalami stres dan kecemasan akibat kondisi pasien yang kritis. Perilaku caring perawat melalui komunikasi, empati, dan dukungan emosional diduga berperan dalam membantu keluarga mengembangkan mekanisme koping yang adaptif. Tujuan: Mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien ICU di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel berjumlah 30 keluarga pasien ICU menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Assessment Caring Tool (ACT) dan Brief COPE Inventory (BCI), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki koping adaptif sebanyak 24 orang (80%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien ICU, dengan nilai Pearson Chi-Square sebesar 18,600 dan p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien ICU. Semakin baik perilaku caring perawat, semakin adaptif mekanisme koping keluarga pasien, sehingga penerapan perilaku caring perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pelayanan keperawatan yang berorientasi pada keluarga.
Hubungan Mutu Pelayanan Dengan Loyalitas Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Mata RS Bhayangkara Palangka Raya Yety Muntiasari; Akbar Amin Abdullah; Bunari Bunari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1554

Abstract

Latar Belakang: Mutu pelayanan merupakan faktor penting yang memengaruhi loyalitas pasien dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan loyalitas pasien rawat jalan di Poliklinik Mata RS Bhayangkara Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 150 pasien rawat jalan yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Mayoritas responden berusia 26–45 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SMA/SMK, dan bekerja di sektor swasta. Sebagian besar responden menilai mutu pelayanan dalam kategori baik dan memiliki loyalitas tinggi. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan dengan loyalitas pasien (p < 0,05). Responden yang menilai mutu pelayanan baik cenderung memiliki loyalitas lebih tinggi dibandingkan responden yang menilai mutu pelayanan kurang baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan dengan loyalitas pasien rawat jalan di Poliklinik Mata RS Bhayangkara Palangka Raya. Peningkatan mutu pelayanan berpotensi meningkatkan loyalitas pasien.
Efektivitas Pemberian Fototerapi Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Total Di Ruang Perinatologi RSI Sultan Hadlirin Jepara Ekamila Setiyarini; Ratna; Akbar Amin Abdullah
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.84

Abstract

Hiperbilirubinemia merupakan suatu keadaan klinis yang kerap dijumpai pada neonatus, yang ditandai dengan diskolorasi kekuningan pada kulit serta sklera akibat akumulasi bilirubin dalam sirkulasi darah. Apabila tidak mendapatkan penatalaksanaan yang adekuat, peningkatan kadar bilirubin berpotensi menimbulkan komplikasi neurologis yang berat. Fototerapi telah lama diimplementasikan sebagai modalitas utama dalam menurunkan konsentrasi bilirubin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas fototerapi dalam mereduksi kadar bilirubin total pada neonatus dengan hiperbilirubinemia di ruang perinatologi Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara. Penelitian ini mengaplikasikan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan retrospektif serta rancangan pre-post test tanpa kelompok pembanding. Sampel penelitian berjumlah 72 bayi yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, dengan sumber data berasal dari rekam medis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar bilirubin total sebelum pemberian fototerapi mencapai 17,84 mg/dL dan mengalami penurunan menjadi 10,53 mg/dL setelah intervensi, dengan selisih penurunan rata-rata sebesar 7,31 mg/dL. Uji statistik mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan pasca pemberian fototerapi (p=0,000). Dengan demikian, hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa fototerapi efektif dalam menurunkan kadar bilirubin total pada neonatus yang mengalami hiperbilirubinemia.