Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Motivasi Perawat Dengan Tingkat Keaktifan Kegiatan Prolanis Di Klinik Cantik Sehat Heriani Aninda Wangi Sundawi; Yeni Rusyani; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1488

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya motivasi perawat dalam memberikan pelayanan, edukasi, dan pendampingan kepada peserta program. Tujuan: Mengetahui hubungan motivasi perawat dengan tingkat keaktifan kegiatan Prolanis di Klinik Cantik Sehat Heriani. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 25 perawat yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner motivasi perawat dan keaktifan Prolanis. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki motivasi tinggi sebanyak 15 orang (60%), motivasi sedang 8 orang (32%), dan motivasi rendah 2 orang (8%). Tingkat keaktifan Prolanis menunjukkan 17 responden (68%) aktif dan 8 responden (32%) kurang aktif. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value = 0,003 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi perawat dengan tingkat keaktifan kegiatan Prolanis. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara motivasi perawat dan tingkat keaktifan kegiatan Prolanis. Semakin tinggi motivasi perawat, semakin tinggi keaktifan dalam pelaksanaan Prolanis.
Hubungan Waktu Tanggap Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit Bhayangkara TK. III Palangkaraya Biddokkes Polda Kalimantan Tengah Abdul Rokim; Yeni Rusyani; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1490

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien mencerminkan perbandingan antara harapan pasien dengan pelayanan yang diterima selama proses perawatan. Dalam era persaingan global pelayanan kesehatan, rumah sakit dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif guna meningkatkan kepuasan pasien serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu tanggap perawat dengan kepuasan pasien di rumah sakit bhayangkara Tk. III palangkaraya biddokkes polda kalimantan tengah. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 57 responden. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Spearman rank didapatkan nilai p(0,000)<α(0,005) dimana nilai p-value lebih kecil dari nilai alpha dan Ha diterima. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan waktu tanggap perawat dengan kepuasan pasien di rumah sakit bhayangkara Tk. III palangkaraya biddokkes polda kalimantan tengah.
Hubungan Dukungan Petugas Dan Akses Pelayanan Kesehatan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TBC Di Puskesmas Cluwak Yetti Indarwati; Yeni Rusyani; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis menjadi masalah kesehatan di masyarakat, baik Indonesia maupun Internasional. Sekitar ¼ populasi penduduk dunia terinfeksi dan 89% TBC diderita oleh orang dewasa, sisanya 11% anak. Angka kesembuhan kasus TB terkonfirmasi di Pati tahun 2024 sebesar 72,1%, angka keberhasilan pengobatan sebesar 85,7%. Pasien merasa malas melanjutkan proses pengobatannya sampai dinyatakan sembuh, kebanyakan kasus ditemukan penderita TB merasa sembuh setelah minum OAT selama 2 bulan, karena gejala penyakitnya sudah dirasa berkurang. Untuk mewujudkan kepatuhan minum OAT perlu adanya faktor pendukung, salah satunya dukungan petugas dan akses pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan petugas dan akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TBC diPuskesmas Cluwak. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional. Sampel sebanyak 30 pasien. Pengumpulan data dengan kuisioner terstruktur, mencakup kuesioner dukungan petugas, akses pelayanan kesehatan dan MMAS. Analisis data menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics, menggunakan uji korelasi Spearman (Rho). Hasil: Menunjukan hubungan antara dukungan petugas (p=0,003 koefisien korelasi 0,524) dan akses pelayanan kesehatan (p=0,004 koefisien korelasi 0,513) dengan kepatuhan berobat pada pasien TBC. Hasil keduanya menunjukan arah korelasi positif (searah) dengan kategori kuat.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan petugas dan akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat pasien TBC di Puskesmas Cluwak.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Kepedulian Masyarakat Dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue Keling Tri Enik Pujiati; Yeni Rusyani; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1516

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi diakibatkan oleh virus dengue. Gejala DBD yaitu demam naik turun, gusi, mulut, sakit pada ulu hati terus menerus dan memar di kulit. Di Indonesia DBD salah satu masalah kesehatan masyarakat karena penderitanya tiap tahun semakin meningkat. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat kepedulian masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre eksperimen. Sampel penelitian ini berjumal 277 orang responden dengan random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan 15 kuesioner kepedulian dalam pemberantasan (PSN). Analisi data yang dilakukan didapat hasil wilcoxom signed rank test diperoleh asymp. Sig (2-tailed), sebesar 0,002(0<0,050 sehingga H0 ditolah dan H1 dierima. Hasil Penelitian: Sebelum edukasi, responden berkepedulian tinggi sebanyak 152 orang (54,87%), sedang 105 orang (37,91%), dan rendah 20 orang (7,22%). Setelah edukasi, terjadi peningkatan: kepedulian tinggi naik menjadi 237 orang (85,56%), sedang 30 orang (10,83%), dan rendah turun menjadi 10 orang (3,61%). Uji Wilcoxon menunjukkan \(p=0,001 < 0,05\), berarti terdapat pengaruh signifikan dari edukasi terhadap tingkat kepedulian. Simpulan: Terdapat pengaruh signifikan atara edukasi kesehatan dan tingkat kepedulian masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD di Desa Klepu
Hubungan Response Time Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Di RS PKU Muhammadiyah Cepu: The Relationship Between Response Time and Patient Satisfaction Levels at PKU Muhammadiyah Hospital Cepu Yuanah Kumalasari; Yeni Rusyani; Luluk Dernawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1584

Abstract

Latar Belakang: Response time di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi kepuasan pelayanan. Namun, dalam pelaksanaannya masih dapat ditemukan adanya variasi waktu tanggap petugas dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidakpuasan keluarga, terutama ketika keluarga merasa pasien belum segera mendapatkan penanganan setelah tiba di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara response time dengan tingkat kepuasan pasien IGD di RS PKU Muhammadiyah Cepu. Metode Penelitian: Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian retrospektif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 responden. Hasil Penelitian: responden dalam penelitian ini berjumlah 66 responden berjenis kelamin perempuan (71%), adapun capaian response time pelayanan IGD di RS PKU Muhammadiyah Cepu sebagian besar (83.9%) berada dalam kategori cepat (5 menit), dan diketahui bahwa sebanyak 53 responden (57%) responden puas dengan pelayanan IGD RS PKU Muhammadiyah Cepu. Hasil uji bivariat menggunakan analisis Chi Square menunjukkan nilai p adalah 0.049, nilai p < 0.05 dengan nilai koefisien korelasi 0.200. Kesimpulan: Response time pelayanan IGD di RS PKU Muhammadiyah Cepu berhubungan dengan kepuasan pasien di IGD