Dodik Hartono
STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pemasangan WSD (Water Sealed Drainage) Di RSUD Dr. Abdoer Rahem Situbondo Jainal Yusuf; Titik Suhartini; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selang dada atau gembok salir air yang dikenal dalam dunia medis sebagai water sealed drainage (WSD) merupakan tindakan medis bertujuan mengeluarkan cairan atau udara dari rongga dada melalui selang. Pemasangan WSD membutuhkan tindakan pembedahan yang biasanya dapat menimbulkan kecemasan pada pasien. Salah satu tatalaksana untuk mengurangi kecemasan pada pasien adalah dengan di lakukan terapi non-farmakologis, salah satunya tekik relaksasi benson. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pemasangan WSD di RSUD Abdoerrahem Situbondo. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain penelitian pre-post desaign. Data diambil pada tanggal 15 Juni - 13 Juli 2023 di RSUD dr. Abdoer Rahem kepada 30 responden secara accidental sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data meliputi editing, coding, scoring, dan tabulating. Kemudian dianalisis dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan kecemasan pasien pemasangan WSD sebelum dilakukan terapi relaksasi Beson adalah sangat berat yaitu 30 responden (100%) dan tingkat kecemasan pasien pemasangan WSD setelah dilakukan terapi relaksasi Beson di dapatkan nilai kecemasan ringan yaitu 9 responden (30%), dan kecemasan sedang yaitu 21 orang (70%). Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan P Value = 0,000 < dari α = 0,05 yang berarti terdapat perbedaan atau pengaruh yang bermakna tingkat kecemasan pasien yang terpasang WSD sebelum dan sesudah teknik relaksasi benson. Diharapkan pasien yang sedang dalam masa perawatan di rumah sakit atau akan dilakukan tindakan baik pemasangan WSD atau yang lainnya untuk bisa menerapkan tindakan teknik relaksasi benson ini selama menjalankan perawatan di RS ataupun saat mengalami kecemasan
Hubungan Mekanisme Koping Dengan Perilaku Pengobatan Pasien TB Paru Di Rumah Sakit Islam Masyithoh Bangil Muhammad Ubaidillah; Dodik Hartono; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita TB Paru dapat menyebarkan bakteri Mycobacterium tuberculosis ke udara dalam bentuk percikan dahak droplet nuclei ketika penderita sedang batuk ataupun bersin. Pada proses tersebut kemungkinan dapat terjadi penularan ketika sedang kontak dengan penderita TB paru.Mayoritas menemukan bahwa pasien yang sudah terkontaminasi dengan pasien tb paru, memiliki kualitas hidup yang buruk.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan mekanisme koping dengan perilaku pengobatan pasien tb di rumah sakit islam masyithoh bangil. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik korelasi dengan desain penelitian cross sectional.Penelitian ini di lakukan di rumah sakit islam masyithoh bangil pada tanggal 08-09 september 2023 yang dilakukan secara door to door.Populasi penelitian sejumlah 48 responden.Tehnik sampling dilakukan menggunakan Probability sampling.Sehingga sample sejumlah 30 responden yang memenuhi syarat penelitian.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner subjective wellbeing scale. Analisis data yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan uji spearman rank.Hasil penelitian menunjukkan data mekanisme koping sebagian besar adalah mekanisme koping tinggi yaitu 30 responden (74%). dan kualitas hidup sebagian besar adalah kualitas hidup baik yaitu 20 responden (70%). Hasil uji spearman rank didapatkan bahwa nilai p=0.013 sehingga nilai p-valeu < α=0,05.Hal ini menunjukkan ada Hubungan mekanisme koping dengan perilaku pengobatan pasien tb paru di rumah sakit islam masyithoh bangil.Diharapkan kepada penderita tb paru untuk lebih meningkatkan mekanisme koping supaya perilaku pengobatan lebih baik
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Yang Menjalani Hemodialisa Di RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Elly Mega Wulandari; Rizka Yunita; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal yaitu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang tidak bisa menjadi normal kembali, dan yang bisa dilakukan hanyalah mempertahankan fungsi ginjal yang ada pada suatu derajat yang memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal. Faktor penyebab gagal ginjal yaitu diabetes dan hipertensi. Penelitian ini Bertujuan untuk menganalisis bagaimana hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif korelatif,Adapun desain penelitian adalah cross sectional.Data diambil dengan menyebarkan kuesioner pada pasien gagal ginjal yang sedang menjalani hemodialisa di ruang hemodialisa rsud dr r soedarsono kota pasuruan yang dilaksanakan pada tanggal 14 sampai 19 agustus 2023 dengan jumlah populasi 42 pasien gagal ginjal yg menjalani hemodialisa ,sampel yg diteliti sebanyak 38 responden dan diambil dengan cara purposive sampling.pengumpulan data meliputi editing,coding,scoring dan tabulating,kemudian data dianalisis dengan uji spearman rank. Dari 38 responden yang diteliti Sebagian besar (36,8%) usia 36-45 tahun, sedangkan tingkat Pendidikan responden Sebagian besar (44,7%) berpendidikan SD, jenis pekerjaan responden Sebagian besar (42,1%) swasta,jenis kelamin responden Sebagian besar (55,3%) Perempuan. Dukungan sosial responden (42,1%) tinggi, kualitas hidup responden (52,6%%) sedang. Dan analisis hasil penelitian menggunakan spearman rank didapatkan nilai sig (2- tailed) lebih kecil dari 0,05 atau 0,01 dapat disimpulkan dalam penelitian ini H0 di tolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup. Diharapkan keluarga atau orang sekitar penderita dapat mengunggah kesadaran,memberikan dukungan sosial pada penderita gagal ginjal yang menjalani hemodialisa untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Hubungan Penerimaan Diri Dengan Perilaku Perawatan Diri Pada Pasien Gangren Di Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo Candra Putra Kurniawan; Ro’isah; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan tubuh dan dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Penerimaan Diri Dengan Perilaku Perawatan Diri Pada Pasien Gangren Di Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Jenis penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 30 responden, sampel menggunakan metode total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner penerimaan diri dan kuesioner perilaku perawatan diri. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik spearman rank. Hasil penelitian ini menunjukkan penerimaan diri sedang dan perilaku perawatan diri cukup pada pasien gangren sejumlah 8 responden (26,7%). Hasil analisis didapatkan ada hubungan penerimaan diri dengan perilaku perawatan diri pada pasien gangren Di Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo dengan nilai p value < α (0,05). Dukungan yang baik akan mempengaruhi kondisi psikis pasien DM yang dapat meningkatkan rasa percaya diri terhadap diri sendiri sehingga penerimaan diri cenderung tinggi, dengan adanya penerimaan diri yang baik dapat meningkatkan perilaku perawatan diri pasien diabetes melitus
Perbedaan Skala Nyeri Dan Kualitas Penyembuhan Pasien Post Sectio Caesarea Dengan Metode Eracs Dan Non Eracs Di Ruang Bersalin RS Sahabat Pasuruan Putri Anugrah Heni Fajarnia; Dodik Hartono; Nafolion Nur Rahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan sectio cesarea (SC) merupakan proses pembedahan untuk melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut dan dinding rahim. Persalinan dengan metode SC ini dapat dilakukan atas dasar indikasi medis baik dari sisi ibu dan janin. (Cunningham et al, 2018). Enhanced recovery after caesarean section (ERACS) merupakan salah satu teknik operasi yang dikembangkan pada persalinan sesar dan diperkenalkan sejak tahun 2016. Indikasi faktor ibu melakukan tindakan SC dengan ERACS dan SC Non ERACS adalah CPD (cephalopelvic Dysproportional), usia ibu, ketuban pecah dini, plasenta previa, riwayat sayatan pada uterus, persalinan tidak maju, penyakit ibu yang berat atau kelainan tali pusat. Indikasi faktor janin adalah janin besar, gawat janin, letak janin dan janin abnormal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskkripsi kuantitatif. Deskripsi kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi suatu keadaan secara tujuan (Notoatmodjo, 2011). Populasi yang digunakan adalah sebagian besar ibu melahirkan post op sc eracs dan post op sc non eracs di ruang bersalin RS sahabat. Peneitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan crossectional yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antar variable. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan pada skala nyeri dan kualitas penyembuhan post sc eracs dan post sc non eracs di dapatkan data bahwasanya skala nyeri dan kualitas penyembuhan post sc eras didapakan nilai signifigan sebesar 0,003 ≤ 0.005, sedangkan pada skala nyeri dan kualitas penyembuhan post sc non eracs di dapatkan nilai signifigan sebesar 0,006 ≥ 0.005.
Hubungan Antara Kesejahteraan Psikologis Dan Konsep Diri Dengan Kinerja Perawat Di RSAD Brawijaya Surabaya Susi Susanti; Dodik Hartono; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja perawat adalah hasil dari pelayanan keperawatan yang menjadi penentu kualitas pelayanan kesehatan dan faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan dimata masyarakat dan menunjukkan pelayanan.Kesejahteraan psikologis dan konsep diri mewujudkan keadaan positif. Keduanya saling mempengaruhi dan bersama-sama berkontribusi pada kinerja yang lebih baik,Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan Kesejahteraan psikologis dan konsep diri dengan kinerja perawat di RSAD Brawijaya Surabaya.Desain penelitian ini desain studi analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Metode sampling menggunakan total sampling,dengan populasi 30 dan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data meliputi coding, editing, dan tabulating.Kemudian data yang diperoleh dilakukan uji statsitik analisis bivariat dengan uji korelasi spearmank.Hasil penelitian di dapatkan variabel kesejahteraan psikologis p=0,001 dan variabel konsep diri p=0,023. Hal ini menunjukkan ada hubungan Kesejahteraan psikologis dan konsep diri dengan kinerja perawat di RSAD Brawijaya Surabaya. Seseorang dapat dikatakan memiliki kesejahteraan psikologis ketika dapat berfungsi positif secara psikologis Perawat yang memiliki kesejahteraan psikologis dapat berfungsi secara positif akan membuat perawat mampu menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik.Konsep diri seseorang menentukan seseorang tersebut dapat menghadapi tantangan yang ada dihadapannya dengan semangat yang tinggi. Tanpa adanya konsep diri yang positif maka seorang individu tidak akan memiliki semangat dan gairah untuk melakukan hal yang lebih baik .Diharapkan Rumah Sakit dapat mengembangkan dan memberikan edukasi tentang kesehatan mental serta berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan mental dan konsep diri
Pengaruh Modern Dressing Terhadap Proses Penyembuhan Luka Diabetic Foot Di RSUD Grati Pasuruan Dwi Novita Sari; Titik Suhartini; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah melebihi kadar normal sehingga menyebabkan ketoasidosis. komplikasi dari diabetes adalah luka pada ekstremitas bawah yang disebut luka diabetes (ulkus) atau diabetic foot sebagai akibat dari gangguan neuropati dan vaskuler. Kondisi luka pasien yang mengalami proses inflamasi yang panjang akan menyebabkan infeksi dan jaringan mati, sehingga menyebabkan kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh modern dressing terhadap proses penyembuhan luka diabetic foot di RSUD Grati Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperiment. Data diambil melaui pengukuran dengan kuesioner LUMT (Skala Leg Ulcer Measurement Tool). Sebelum diberikan intervensi, luka diabetic foot responden akan diukur menggunakan kuesioner LUMT. Intervensi modern dressing diberikan dua kali dalam seminggu. Setelah intervensi dilakukan luka diabetic foot responden akan diukur kembali menggunakan kuesioner LUMT. Pengambilan data dilakukan pada pada tanggal 31 Agustus sampai 5 September 2023. Besar sampel 36 responden yang dan diambil dengan cara Purposive sampling. Pengumpulan data meliputi editing, codding, processing,cleanin. Kemudian data dimasukkan pada Excel dan dianalisis menggunakan SPSS 25 dengan uji paired t-test. Hasil dari 36 responden yang diteliti, sebagian besar (52,8%) berjenis kelamin laki-laki, usia (41,7%) 66-70 tahun, lama pengobatan (77,8%) > 10 tahun, Pendidikan (36,1%) SD, pekerjaan (33,3%) wiraswasta dan konsumsi obat DM (91,7%). Sedangkan proses penyembuhan luka sebelum intervensi didapatkan skor rata-rata 29,06 dan sesudah intervensi 27,14, yang artinya ada proses penyembuhan luka yang terjadi. Analisis hasil penelitian menggunakan uji paired t-test, dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara modern dressing. Diharapkan perawat sebagai caregiver mampu melakukan perawatan luka dengan metode modern dressing sebagai upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang optimal untuk meningkatkan proses penyembuhan pasien.
Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Stage V Yang Menjalani Hd Di RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Mohammad Ali Bahruddin; Dodik Hartono; Sunanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) merupakan kerusakan fungsi ginjal yang tidak dapat pulih kembali, terapi pada penderita CKD yaitu hemodialisis. Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dapat membantu pasien dalam menurunkan Kecemesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Pasien Chronic kidney disease (CKD) Stage V Yang Menjalani HD Di RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pre-post design. Populasi sebanyak 33 responden dan sampel sebanyak 30 responden yang memenuhi syarat inklusi penelitian, dipilih melalui tekhnik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner penilaian Kecemasan, kemudian data dikumpulkan melalu proses Editing, Coding, Scoring, dan Tabulating. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed rank test.Hasil penelitian ini menunjukkan Kecemasan Pada Pasien CKD Stage V Yang Menjalani HD Sebelum Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) yang terbanyak adalah Kecemasan sedang yaitu sejumlah 12 responden (40.0%), Kecemasan Pada Pasien CKD Stage V Yang Menjalani HD sesudah Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) yang terbanyak adalah Kecemasan ringan yaitu sejumlah 14 responden (46.7%).Hasil uji analisis didapatkan Ada Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Pasien Chronic kidney disease (CKD) Stage V Yang Menjalani HD Di RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan nilai yaitu p=0,000 dengan tingkat signifikan 0,05 (p=0,000 ≤α 0,05). Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk mengurangi kecemasan jika pasien mengalami kecemasan, sehingga membuat pasien lebih nyaman dan tidak megkhawatirkan hal negatif saat prosedur Hemodialisis dilakukan, selain itu perlunya edukasi kepada pasien dan keluarga pasien agar bisa melakukan terapi SEFT secara maksimal agar dapat menurunkan kecemasan dan badan menjadi rileks
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dan Koping Perawat Dengan Kelelahan Kerja Perawat Di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan Kimon Budi Laksana Putra; Titik Suhartini; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat merupakan sumber daya manusia terpenting di rumah sakit karena memberikan pelayanan yang konstan dan terus menerus, Kondisi inilah yang membuat Perawat lebih rentan mengalami kelelahan kerja. kecerdasan emosinal, dan koping perawat yang tinggi dapat memenuhi kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk Hubungan antara kecerdasan emosional dan koping perawat dengan kelelahan kerja perawat di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan. Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Seluruh Perawat di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan sebanyak 38 Perawat, penentuan sampel menggunakan tekhnik Total sampling sebanyak 38 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner kecerdasan emosional, koping perawat dengan kelelahan kerja perawat. Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan Spearman Rank Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kecerdasan emosional Perawat yang terbanyak adalah Kecerdasan emosional sedang yaitu sejumlah 19 responden (50,0%). Koping Perawat yang terbanyak adalah Koping perawat sedang sebanyak 17 responden (44,7%), hasil uji analisis mengunakan Spearman Rank Test Ada Hubungan Kecerdasan emosional dengan kelelahan kerja di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan Didapatkan hasil bahwa nilai p=0,000 dengan tingkat signifikansi α=0,05 (p<α=0,05). dan Ada Hubungan koping perawat dengan kelelahan kerja di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan Didapatkan hasil bahwa nilai p=0,000 dengan tingkat signifikansi α=0,05 (p<α=0,05). Perawat yang tidak dapat mengelola emosinya akan mudah terpengaruh oleh situasi di luar dirinya, misalnya jika menghadapi pasien yang pemarah, perawat yang kurang dapat mengelola emosinya dengan mudah dapat terpancing emosinya dan menjadi kurang simpatik dalam pelayanannya kepada pasien dan pada akhirnya menjadi berpengaruh buruk. Perawat dituntut untuk sigap, cepat, terampil, dan memiliki kecakapan dalam memberikan asuhan keperawatan.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Jiwa Terhadap Pengetahuan Penanganan ODGJ Pada Kader Di Wilayah Kerja Puskesmas Winongan Villa Leonanda; Nafolion Nur Rahmat; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa menjadi masalah kesehatan global yang hingga kini masih memelukan penanganan yang efektif.Salah satu cara untuk meningatkan kualitas penanganan orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ ) yaitu dengan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan jiwa dalam melakukan asuhan keperawatan kepada penderita gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh edukasi kesehatan jiwa terhadap pengetahuan penanganan ODGJ pada kader. Teknik sampling yang di gunakan yaitu purposive sampling.Kriteria inklusi di dalam penelitian ini yaitu kader kesehatan jiwa di wilayah kerja puskesmas winongan yang bersedia mengikuti edukasi sedangkan kriteria eksklusi yaitu kader yang pernah mengikuti edukasi kesehatan jiwa,bukan merupakan kader di wilayah puskesmas winongan serta ada kendala dengan alasan yang tepat.Jumlah responden sebanyak 33 kader dan di ambil dengan cara Purpose sampling.Pengumpulan data meliputi coding, editing, dan tabulating,kemudian data di analisa secara manual dan komputer dengan uji statistik yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Paired T - Test. Hasil penetian menunjukan hasil signifikansi p = 0,000.Hasil tersebut menunjukan bahwa ada pengaruh edukasi kesehatan jiwa terhadap pengetahuan penanganan odgj pada kader di wilayah kerja puskesmas winongan. Diharapkan Puskesmas Winongan Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan dapat meningkatkan pengetahuan kader dalam pelayanan ODGJ.