Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Intervensi Kebijakan Kelengkapan H-1 Terhadap Penurunan Waktu Tunggu Pemulangan Pasien Rawat Inap Ambun Pagi di RSUP Dr. M. DJamil Padang Susi Marleni Syam; Yanuar Jak; Eka Yoshida
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8337

Abstract

Proses pemulangan pasien rawat inap merupakan salah satu indikator penting efisiensi dan mutu pelayanan rumah sakit. Waktu tunggu pemulangan yang panjang dapat berdampak pada rendahnya kepuasan pasien, keterlambatan rotasi tempat tidur, serta ketidakefisienan alur pelayanan. RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai rumah sakit rujukan nasional menghadapi tantangan tingginya tingkat hunian tempat tidur dan fluktuasi kepatuhan perencanaan pulang kelengkapan H-1. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas intervensi kebijakan kelengkapan H-1 terhadap penurunan waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan evaluasi before–after. Penelitian dilaksanakan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Desember 2025–Januari 2026. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen rekam medis dan catatan administrasi pemulangan pasien rawat inap. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap sebelum dan sesudah penerapan kebijakan kelengkapan H-1. Penerapan kebijakan kelengkapan H-1 terbukti mampu menurunkan rata-rata waktu tunggu pemulangan pasien, sehingga proses discharge menjadi lebih cepat dan terkoordinasi. Selain itu, tingkat kepatuhan terhadap kelengkapan H-1 memiliki hubungan yang bermakna dengan durasi waktu tunggu pemulangan, di mana semakin tinggi kepatuhan terhadap kelengkapan H-1, semakin singkat waktu tunggu pemulangan pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa intervensi kebijakan kelengkapan H-1 efektif dalam menurunkan waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan manajemen pelayanan rawat inap di rumah sakit rujukan. Kata Kunci: Kebijakan Kelengkapan H-1, waktu tunggu pemulangan, discharge planning, rawat inap
Pengaruh Faktor Sarana dan Prasarana terhadap Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ali Sibroh Malisi Jagakarsa Tahun 2025 Abdul Hakim; Eka Yoshida; Purwanti Aminingsih
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 4 (2025): Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran,
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v3i4.5558

Abstract

An empirical gap was identified in the initial survey, which revealed rooms with substandard lighting and temperature, and Google reviews indicated that some inpatient nurses performed poorly. The purpose of this study was to identify and analyze the influence of facilities and infrastructure on nurse performance. The research method used a mixed method with a sequential explanatory design, with a sample of 35 inpatient nurses and interviews with hospital management. Quantitative analysis using Chi-Square and Multivariate Logistic Regression and qualitative analysis with inpatient room observation and department interviews. The results of the study were obtained from the variables of lighting, temperature, work support equipment and technological support related to nurse performance (p-value <0.05). Logistic regression analysis showed that the lighting variable was 2.7 times greater (p-value 0.019), temperature 2.9 times greater (p-value 0.054), work support equipment 1.1 times greater (p-vaue 0.032) and technological support 1.5 times greater (p-value 0.040) on good nurse performance compared to poor nurse performance. Conclusion Lighting, temperature, work support equipment, and technological support significantly influence nurse performance, with temperature being the most dominant variable. Suggestions for improving facilities and infrastructure are recommended to further enhance nurse performance.
Analisis Determinan yang Mempengaruhi Persepsi Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rawat Inap RSKB Columbia Asia Pulomas Tahun 2025 Atika Kharisma; Eka Yoshida; Ahdun Trigono
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 4 (2025): Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran,
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v3i4.5559

Abstract

Patient safety is a primary concern for healthcare facilities. Nurses carry a crucial responsibility in safeguarding patient safety. This study aims to examine the determinants that influence nurses’ perceptions of patient safety in the inpatient wards of RSKB Columbia Asia Pulomas. The research employed a mixed-method sequential explanatory design, beginning with a quantitative study followed by a qualitative phase. The quantitative participants consisted of 64 inpatient nurses selected through total sampling, while the qualitative participants comprised 3 key informants chosen via purposive sampling. The quantitative instrument was a validated and reliable questionnaire, and the qualitative data were collected using a semi-structured interview guide. Quantitative data were analyzed using chi-square tests and multivariate logistic regression analysis. The chi-square results indicated that interpersonal communication (p=0.000), work motivation (p=0.000), attitude (p=0.000), scheduling (p=0.000), and handover processes (p=0.000) were significantly associated with patient safety. Meanwhile, the multivariate logistic regression revealed two statistically significant factors: handover (p=0.018), which increased the likelihood of good patient safety by 19.057 times, and attitude (p=0.039), which increased it by 16.6 times compared to poor patient safety. In contrast, interpersonal communication (p=0.913), motivation (p=0.782), and scheduling (p=0.998) were not significant after controlling for other variables. The qualitative findings reinforced the quantitative results. Based on this study, it is recommended to enhance the implementation of nurse handovers using the SBAR approach and to optimize positive nursing behaviors toward patient safety culture.