Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUDIDAYAAN BIBIT UMBI GARUT DI DUSUN KORIPAN 2, DESA DLINGO, BANTUL ARTIKEL Fadia Fitriyanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.302 KB)

Abstract

Tujuan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) 001didusun Koripan 2 Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakartaini adalah pemberdayaan masyarakat melalui pembudidayaan bibit tanaman umbi Garut, sehinggapendapatan ekonomi masyarakat akan meningkat. Target khusus dan luaran yang dihasilkan dariprogram KKN PPM ini adalah pertama pemberdayaan masyarakat melalui pembudidayaan bibittanaman umbi Garut dimana tanaman umbi garut ini dibuat menjadi emping dan menjadi makanankhas dari daerah Koripan II. Persoalannya adalah keterbatasan jumlah pasokan bahan baku untukpembuatan emping garut ini sangat kurang karena masa panen yang lama yaitu 8 bulan. Dengandemikian dapat dilakukan pembibitan untuk tanaman umbi garut ini dengan menggunakan polybaguntuk memperpendek masa panen, sehingga tidak perlu menunggu 8 bulan. Dengan mengadakanpelatihan budidaya tanaman umbi garut terlebih dahulu kepada masyarakat khususnya kelompoktani, bagaimana cara melakukan pembibitan untuk tanaman umbi garut ini, diikuti denganpendampingan pembudidayaan bibit tanaman tersebut.Metode yang akan dipakai untuk mencapai tujuan tersebut yaitu untuk persoalan pembudidayaantanaman umbi Garut, langkah awal mengadakan pelatihan pembibitan umbi Garut, danpendampingan pembibitan tanaman umbi Garut. Langkah selanjutnya kegiatan yang dilakukandalam pembudidayaan umbi Garut, pertama menghubungi pemateri, mengadakan pelatihanpembudidayaan kepada Kelompok Tani, pendampingan pembibitan.Pelatihan pembudidayaan umbi garut ini diikuti oleh masyarakat Dusun Koripan II khususnyakelompok Tani. Dalam proses pelatihan yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan yang dilakukanpemateri, masyarakat berkesempatan untuk bertukar pendapat antara Narasumber danmasyarakat itu sendiri untuk menambah pengetahuan dalam penanaman umbi garut. Kegiatanpendampingan pembibitan tanaman umbi garut disediakan dua lahan pembibitan umbi garut yaitumenggunakan sistem polybag dan lahan biasa. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perbedaanantara penanaman pembibitan dipolybag dan dilahan biasa sehingga dapat diketahui keunggulanmasing-masing.
PENINGKATAN PERAN ‘AISYIAH DALAM MELAKUKAN PENDAMPINGAN HUKUM BAGI MASYARAKAT MISKIN MELALUI PEMBENTUKAN PARALEGAL Isti’anah ZA; Fadia Fitriyanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.726 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.873

Abstract

Pergerakan Aisyiyah di bidang hukum diwujudkan dengan membentuk Majelis Hukum dan HAM (MHH) baik di tingkat Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah maupun di tingkat Pimpinan Daerah di seluruh Indonesia Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa Permasalahan dalam pengabdian ini adalah kurangnya Sumber Daya Manusia yang dimiliki Aisyiyah untuk melakukan pendampingan hukum bagi warga masyarakat yang tidak mampu. Program ini diajukan bertujuan untuk membentuk paralegal sebagai pelaksana bantuan hukum bagi masyarakat miskin melalui kegiatan pelatihan. Solusi yang ditawarkan bagi permasalahan tersebut adalah dengan membentuk paralegal melalui pelatihan paralegal dan simulasi penyelesaian masalah hukum dengan studi kasus-kasus hukum aktual. Metode yang ditawarkan dalam program pengabdian masyarakat ini ialah dengan menyelenggarakan pelatihan bagi 50 kader Aisyiyah perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) di seluruh DIY, dengan narasumber pengabdi, didukung beberapa narasumber kompeten, dilanjutkan dengan tanya jawab dan simulasi dalam bentuk penyelesaian kasus-kasus hukum aktual. Metode yang ditawarkan dalam program kegiatan masyarakat ini ialah dengan memberikan sosialisasi peran paralegal dengan penyuluhan serta pendampingan praktek studi kasus bagi Kelompok bagi 50 kader Aisyiyah perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) di seluruh DIY,Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Pendampingan praktek studi kasus dilakukan dengan metode pembahasan kasus hukum sederhana yang ada disekitar masyarakat. Hasil pretest dan posttest diperoleh peningkatan pemahaman mengenai paralegal sebesar 34%, pemahaman mengenai peran paralegal sebesar 32%, pemahaman mengenai peran organisasi ‘Aisyiyah dalam melakukan pendampingan hukum bagi masyarakat miskin melalui pembentukan paralegal sebesar 36%, pemahaman terhadap tindakan penyelesaian sengketa sebesar 31%. Sehingga secara keseluruhan pemahaman peserta terhadap paralegal, peran dan tindakannya, peran organisasi ‘aisyiyah serta prosedur penyelesaian sengketa dengan pihak lain mengalami peningkatan. Selain itu juga, Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman sebagai paralegal dan berperan aktif dan bermanfaat bagi penyelesaian kasus-kasus hukum yang ada di masyarakat bagi masyarakat miskin. Sehingga secara keseluruhan pemahaman peserta terhadap para legal, peran dan tindakannya mengalami peningkatan yang signifikan.