R. Siti Jundiah
Universitas Bhakti Kencana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP KLIEN KANKER PAYUDARA DI YAYASAN PRIANGAN CANCER CARE R. Siti Jundiah; Devi Widyaningsih; Sumbara Sumbara
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.130

Abstract

Kanker payudara akan berdampak pada fisik, psikologis, hubungan sosial, maupun lingkungan klien. Dampak tersebut mempengaruhi kualitas hidup klien kanker payudara sehingga membutuhkan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup klien kanker payudara di Yayasan Priangan Cancer Care. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel 65 klien kanker payudara. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan sosial dan WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (66,2%) klien kanker payudara mendapatkan dukungan sosial dan sebagian besar (69,2%) klien kanker payudara memiliki kualitas hidup baik. Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup klien kanker payudara di Yayasan Priangan Cancer Care (0.000< 0.05). Berdasarkan penelitian ini, diharapkan Yayasan Priangan Cancer Care dapat meningkatkan dukungan kepada klien kanker dengan memperbanyak program yang melibatkan keikutsertaan keluarga untuk memperkuat support system yang utama bagi klien sehingga kualitas hidup pada klien kanker payudara di Jawa Barat meningkat.
Pengalaman Suami yang Mengikuti Vasektomi di Kecamatan Cimahi Tengah : Experience of Husbands who Follow Vasectomy in Cimahi Tengah Subdistrict Fikri Mourly Wahyudi; R. Siti Jundiah; Novitasari Tsamrotul Fuadah; Inggrid Dirgahayu; Yuyun Sarinengsih
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 2 (2022): NJK Volume 18, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v18i2.123

Abstract

This research is based on the phenomenon of the low participation of men in family planning, which is only 1,5%, whereas the vasectomy method is only chosen by 0,3% of fertile-age couples. Various reasons make men's participation very low. This research was conducted to explore the experiences of husbands who had gone through vasectomy that could answer the phenomena. The study was conducted on 6 participants married men aged 44 to 62 years old, with the duration of vasectomy in 1 to 25 years. The method used is qualitative research with a phenomenological approach to explore the phenomena that exist in the experience of husbands who had gone through vasectomy procedures. The data of the research was collected through interviews with participants, checked with data triangulation, and analyzed by the Colaizzi approach. The study produced 8 themes: readiness to do vasectomy, pain, anxiety, getting rewards, no physical changes, no changes in sexual intercourse, and rumors, as well as 18 sub-themes. Researchers recommend health education and evaluation of vasectomy acceptors, and further researchers to continue research with other methods so deeper phenomena can be explored.
The Indonesia Colorectal Cancer Risk Assessment (Ina_Cocara):Identifikasi Profil Risiko Pada Mahasiswa Vivop Marti Lengga; R. Siti Jundiah; Sumbara Sumbara
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18784

Abstract

ABSTRACT Colorectal cancer is the third most common type of cancer and the second most common cause of cancer-related deaths worldwide, including Indonesia. The number of colorectal cancer patients diagnosed at a young age is still under-detected, so the risk of death is higher. This impact can be reduced by implementing a primary preventive strategy to determine the level of risk earlier through the latest instrument specifically for the Indonesian community and non-invasive in the form of The Indonesian Colorectal Cancer Risk Assessment (Ina_CoCaRA). This study aims to develop the Ina_CoCaRA nursing assessment instrument, as well as to analyze the risk profile of colorectal cancer incidence in nursing students. This quantitative study uses a descriptive method, to describe the risk profile of colorectal cancer in a group of students through the Ina_CoCaRA assessment instrument which has been tested for validity and reliability. The number of samples was 100 students with a sampling technique using the stratified random sampling technique. The results showed that the risk profile of colorectal cancer in students included no risk (27%) and low risk (73%). This means that most students have a risk, although in the low category, of developing colorectal cancer. This occurs due to lifestyle factors, especially frequent consumption of junk food, lack of exercise, and sedentary lifestyle factors. The risk profile of colorectal cancer in students using the Ina_CoCaRA instrument is low risk. If there is no change in a healthier lifestyle, the risk of developing colorectal cancer with increasing age can be categorized as moderate or even severe. The development of the Ina_CoCaRA instrument is still needed according to the age group and culture of each region to determine early detection instruments that can be given periodically so that colorectal cancer does not occur. Keywords: Colorectal Cancer, Ina_CoCaRA, Risk Assessment, Risk Profile  ABSTRAK Kanker kolorektal merupakan jenis kanker terbanyak ketiga dan menjadi penyebab kematian terbanyak kedua terkait kanker di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Jumlah pasien kanker kolorektal yang terdiagnosis pada usia muda masih kurang terdeteksi dengan cepat, sehingga risiko kematian menjadi lebih tinggi. Dampak ini dapat dikurangi dengan menerapkan strategi preventif primer untuk mengetahui tingkat risiko lebih dini melalui instrumen terbaru khusus masyarakat Indonesia dan noninvasif berupa The Indonesian Colorectal Cancer Risk Assessment (Ina_CoCaRA). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen pengkajian keperawatan Ina_CoCaRA, sekaligus menganalisis profil risiko kejadian kanker kolorektal pada Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode deskriptif, untuk menggambarkan profil risiko kanker kolorektal pada kelompok mahasiswa melalui instrumen pengkajian Ina_CoCaRA yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil risiko kanker kolorektal pada mahasiswa meliputi tidak berisiko (27%) dan berisiko rendah (73%). Artinya, sebagian besar mahasiswa memiliki risiko meskipun dalam kategori rendah untuk mengalami kanker kolorektal. Hal ini terjadi karena faktor gaya hidup terutama seringnya mengonsumsi junk food, kurang olahraga, dan faktor sedentary lifestyle. Profil risiko kanker kolorektal pada mahasiswa melalui instrumen Ina_CoCaRA yaitu berisiko rendah. Jika tidak ada perubahan gaya hidup yang lebih sehat, maka risiko terjadinya kanker kolorektal seiring bertambahnya usia dapat menjadi kategori sedang bahkan berat. Masih dibutuhkan pengembangan instrumen Ina_CoCaRA sesuai kelompok usia dan budaya tiap daerah untuk menetapkan instrumen deteksi dini yang dapat diberikan secara berkala sehingga kanker kolorektal tidak terjadi. Kata Kunci: Ina_CoCaRA, Kanker Kolorektal, Profil Risiko, Risk Assessment.