Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ASRAMA DAN PRESTASI AKADEMIK: Pendekatan Kuantitatif atas Pengaruh Kehidupan Asrama Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Program Studi Pelayanan Pastoral, STP-IPI Malang Selatang, Fabianus
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswi Program Studi Pelayanan Pastoral STP-IPI Malang bermukim di asrama; dalam satu lingkungan yang nyaman dan terlindung. Keadaan tersebut mendorong tim peneliti untuk melakukan penelitian atas situasi mereka sebagai warga asrama dan sebagai mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh hidup berasrama terhadap prestasi akademik mahasiswa. Metode yang dipakai ialah metode kuesioner. Instrumen yang dipakai terkait metode kuisioner ini ialah angket dengan skala bertingkat. Variabel bebasnya ada lima antara lain lokasi (X1), pelayanan (X2), kapasitas (X3), dan pengelolaan (X4), sedangkan variabel terikatnya ialah prestasi akademik (Y). Sampel yang dipakai ialah simple random sampling. Jenis penelitiannya ialah penelitian kuantitatif. Desain penelitiannya ialah studi korelasional. Jumlah populasinya 45 orang, sedangkan sampelnya berjumlah 42 orang. Penentuan sampel menggunakan Rumus Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 0,05%. Analisa data yang dipakai ialah mengukur korelasi antar variabel dengan menggunakan metode korelasi multi variant dan analisa regresi linier berganda. Hasil pengujian hipotesa dengan uji T antara lain nilai Sig. X1 sebesar 0,946 nilai T hitung -0,068, X2 sebesar 0,311 dan nilai T hitung 0,1028, X3 sebesar 0,070 nilai T hitung 1,867, dan X4 sebesar 0,074 dan nilai T hitung 1.841. Pengujian hipotesa dengan uji F untuk melihat pengaruh secara simultan variabel bebas terhadap variabel terikatnya, diperoleh hasil nilai signifikansinya adalah 0,196 dan nilai F hitung 1,608. Sedangkan, berdasarkan analisa korelasi multi variant diperoleh data: X1= 0,013, X2=13,2; X3= 13,2; dan X4=14,8. Kesimpulannya H1 dan H2 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh X1 dan X2 terhadap Y, sedangkan H3 dan H4 diterima yang berarti terdapat pengaruh X3 dan X4 terhadap Y. Sedangkan, pengujian hipotesa dengan uji F tidak terdapat pengaruh secara simultan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan hasil analisa korelasi multi variant dan tabel nilai interpretasi nilai r, disimpulkan bahwa korelasi variabel X1 dengan Y “sangat rendah”, X2, X3 dan X4 dengan Y “tinggi”. Lebih lanjut, koefisen determinasi berganda (R2) atau R squared = 0,560 berarti secara bersama-sama 56 % perubahan variabel Y dapat dijelaskan oleh variabel X1, X2 X3, dan X4.
Memahami Manusia Dan Alam Dalam Terang Filsafat Proses Alfred North Whitehead dan Relevansinya Bagi Teologi Selatang, Fabianus
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensitas kedalaman pengalaman dan bukan banyaknya yang dialami, adalah adigium mendasar untuk menjelaskan gagasan mengenai manusia dan alam menurut Alfred North Whitehead. Oleh karen itu, tanggung jawab manusia untuk mengisi hidupnya yang autentik dan bermakna merupakan gambaran dari prinsip “proses” dalam kajian filsafat Proses Whitehead. Olehnya, tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan gagasan filsosofis Whitehead mengenai manusia sebagai (mikrokosmos) dan alam sebagai (makrokosmos) serta sumbangannya terhadap teologi. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan document studies. Literatur dari tulisan Whitehead atau tulisan orang lain tentangnya menjadi sumber informasi utama bagi penulis dalam rangka memahami gagasan manusia dan alam menurut Whitehead. “Proses menjadi” adalah frasa yang dipakai oleh whitehead untuk memahami entitas otonomitas manusia dan alam. Dari sinilah Whitehead hendak menegaskan satu pola relasi yang dinamis antara manusia dan alam. Sifat “dinamis dan berproses” inilah yang kemudian menurut penulis memberikan sumbangan besar terhadap bangunan teologi dari konsep filosofis Whitehead. Dalam hubungan dengan itu, kedalaman pengalaman manusia membawa sebuah konsekuensi perubahan. Perubahan terhadap cara pandang terhadap dirinya sendiri, alam dan Tuhan. Konsekuensi teologis dari gagasan ini sesungguhnya hendak menyatakan bahwa dunia termuat dalam Allah, itu sama benarnya dengan mengatakan bahwa Allah imanen dalam dunia. Selain itu, dengan mengatakan bahwa Allah transenden terhadap dunia, itu sama benarnya dengan mengatakan bahwa dunia transenden terhadap Allah.” Inilah sumbangan pemikiran Whitehead terhadap teologi.
Studi Fenomenologis tentang Stigma Disabilitas, Norma Sosial, dan Dinamika Masyarakat di Malang Fabianus Selatang; Timotius Tote Jelahu; Maria Maradhita
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11845

Abstract

Disabilitas seringkali dipandang sebagai aib menjadi tantangan besar dalam mewujudkan inklusi sosial. Pertanyaannya ialah bagaimana norma sosial dan struktur komunitas mempengaruhi proses inklusi anak disabilitas di Malang? Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana norma sosial dan struktur komunitas memengaruhi proses inklusi anak disabilitas. Peneliti menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data dari 6 orang tua dari A/OBK dan 4 anak disabilitas di Malang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahap horizontaling, clustering of meanings, dan textural description. Hasilnya menunjukkan bahwa relasi sosial keluarga dengan anak disabilitas dan komunitas bersifat dinamis dapat berubah melalui pengalaman emosional dan kedekatan relasional, bukan semata ditentukan oleh stigma yang bersifat tetap. Temuan ini memperkenalkan konsep ambivalensi komunitas sebagai ruang dan sumber eksklusi maupun inklusi sosial terhadap disabilitas. Hal ini membuka perspektif baru bahwa inklusi tidak selalu hadir secara penuh atau jelas, tetapi melalui proses negosiasi sosial yang kompleks. Kontribusi artikel ini pada pengembangan gagasan tentang ambivalensi struktural komunitas terhadap disabilitas dan menawarkan perspektif baru tentang transformasi sosial berbasis relasi dan pengalaman langsung, bukan hanya berbasis intervensi institusional atau kebijakan.
BIAK: Ruang Interaksi Sosial Antar Penyandang Disabilitas Fabianus Selatang; Jenitriana Neonbasu
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 1 No. 1 April 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.483 KB) | DOI: 10.53544/jpp.v1i1.139

Abstract

This research aims to describe the effect of BIAK implementation on social interaction between people with disabilities in Seruni Complex. This type of research is non-experimental research using a descriptive quantitative approach. The population in this study was 46 people with different types of limitations. The determination of samples using purposive sampling techniques, so the samples in this study were 10 children with disabilities classification of the deaf. The data was collected through an indirect closed questionnaire technique in which the questionnaire contained a list of statements about others and was filled in by respondents who knew about the person. Analyze data using spss software program version 16. The results showed that the hypothesis test using the t test analysis, obtained t count by 2,800, so that t count > t Table (2,800 > 1,812) which is statistically 49.5% Biak implementation affects social interaction between people with disabilities. This research illustrates that there is a positive and significant influence of BIAK implementation on social interaction between people with disabilities in Komplekss Seruni. In conclusion, through the implementation of BIAK, social interaction between people with disabilities will be better.
ANALISIS KEHIDUPAN SISWA MENGEMBANGKAN BUDAYA LOKAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH MENENGAH AGAMA KATOLIK (SMAK) BHAKTI LUHUR MALANG Maria Dara Sintani; Yuliana Eni Yuliati; Fabianus Selatang; Maria Vianti Desa
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 2 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.37 KB) | DOI: 10.53544/jpp.v2i2.271

Abstract

Diversity of culture, ethnicity, language is not only a wealth or treasure in living together, but can also threaten unity, harmony and harmony. Conflicts between cultures, ethnicities and languages ​​often occur in social life. This has a negative impact not only on inter-ethnic life, but also on religious life. The purpose of this study is to examine the threat aspect of cultural diversity, as an opportunity to build and strengthen a sense of brotherhood, love for others and uphold mutual respect and respect for differences as the capital of religious and social life by students of SMAK Bhakti Luhur Malang. The method used by the researcher is a qualitative method. The researcher used a descriptive approach. Sources of data are students in grades 1, II and III. The researcher chose 3 students as representatives of the population. In addition, data was also taken from teachers and school principals. The technique of determining the informant uses a purpose sampling technique. Researchers also refer to research results that have been published in national journals in order to map the novelty of this research. The data collection technique is open interview. The instrument used by the researcher was a list of questions. The analysis technique goes through three stages, namely reduction, display and data verification. The author concludes that tensions and conflicts are caused by a lack of understanding and awareness in addressing ethnic, linguistic and cultural differences. The development of local culture in schools as a constructive step in order to develop religious values. Therefore, it is necessary to liven up local cultural values ​​as a living laboratory for students so that they can be used as a basis for developing an attitude of religious moderation in the wider community.