Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN PENERAPAN INSTRUKSI PENGGUNAAN APD PADA KARYAWAN PANEN DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Jamiatun Nisa; Rusli Anwar; Yuanita
JURNAL AGRIMENT Vol 7 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.673 KB) | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v7i1.597

Abstract

This research aims to evaluate the level of employee compliance in using PPE, know the work productivity of harvest employees, describe the characteristics of workers then know the level of understanding of employees in using PPE and know the rate of occurrence of work accidents and know the extent of providing PPE for employees. Data collection related to compliance with the implementation of apd use of harvest employees is obtained through observation methods, interviews and data from the company. To analyze this data, the analysis of the data used in this study is collected from research sources using descriptive and mathematical analysis methods that are then averaged and calculated percentages. Based on the results of the employee compliance rate in the highest use of PPE, namely 100% boots. The highest crop work productivity was in afd 1 with an average achievement of 105.6%. Characteristics of respondents that the age of the most workers is at the age of 20-30 years elementary education level and work experience 1-2 years. Respondents' understanding of PPE is a percentage of 92%. Cases of work accidents occurred in February and October in 2020 a total of 3 times. Fulfillment of APD with 30 needs available only 29
ANALISIS BEBAN KERJA KARYAWAN DENGAN METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE) PADA UNIT PEMUPUKAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Arief Rahman; Muhammad Alamsyah; Rusli Anwar
Sebatik Vol. 27 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i1.2232

Abstract

Sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam perusahaan. Penggunaan sumber daya manusia yang tidak optimal dapat menimbulkan kerugian oleh perusahaan dan tenaga kerja. Apabila jumlah tenaga kerja terlalu sedikit akan menyebabkan penumpukan pekerjaan. Sedangkan kelebihan tenaga kerja dapat menimbulkan kerugian akibat pemborosan. Sumber daya manusia perlu dikelola secara profesional agar terwujudnya keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan dengan tuntutan pekerjaan dan kemampuan perusahaan. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengukur beban kerja karyawan pemupukan di Afdeling 3 Mutiara Estate PT Sentosa Kalimantan Jaya dengan mendeskripsikan karakteristik masing-masing responden, menganalisis rata-rata penggunaan waktu kerja, dan perhitungan Full Time Equivalent (FTE) serta solusi alternatif yang perlu dilakukan perusahaan. Terdapat 2 (dua) metode yang digunakan adalah Work Sampling, mengamati aktivitas karyawan dengan interval 15 menit dan metode Full Time Equivalent (FTE) menganalisis beban kerja masing-masing responden sehingga dapat menentukan kategori underload, overload, dan optimal. Hasil penelitian yang dilakukan melalui karakteristik karyawan pemupukan adalah jenis kelamin perempuan, usia berkisar antara 31 – 41 tahun, berat badan berkisar antara 40 – 63 kg, tinggi badan berkisar antara 140 – 169 cm, tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan lama bekerja 0,5 – 8 tahun, rata−rata penggunaan waktu kerja waktu kerja produktif 78,8%, waktu tidak produktif 11,2% dan waktu pribadi 10%, dan perhitungan metode Full Time Equivalent (FTE) 7 responden bersifat (Underload) mendapatkan hasil nilai FTE 5,38 dibulatkan menjadi 5 karyawan pemupukan serta solusi alternatif yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan penambahan target pekerjaan atau efisiensi jumlah karyawan agar beban kerjanya bisa Optimal.
PENINGKATAN KUALITAS BIOAKTIVATOR KEONG MAS DENGAN PENAMBAHAN RUMEN KAMBING YANG BERBEDA Rusmini Rusmini; Daryono Daryono; La Mudi; Rusli Anwar; Ali Sadikin
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i2.16764

Abstract

Keong mas merupakan hama bagi tanaman padi tetapi dapat dijadikan sebagai bioaktivator.  Bioaktivator keong mas sebelumnya hanya mengandung bakteri Pseudomonas flourescens dan kandungan unsur hara masih rendah.  Rumen kambing merupakan limbah dari peternakan yang kebanyakan malah menjadi limbah yang mencemari lingungan.   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bioaktivator keong mas yang dikombinasikan dengan rumen kambing baik dari sifat fisik, kandungan unsur hara dan jenis mikroorganisme.  Penelitian terdiri dari dua perlakuan yaitu pembuatan bioaktivator keong mas dengan penambahan rumen kambing cair (r1),  dan pembuatan bioaktivator keong mas dengan penambahan rumen kambing padat (r2). Pembuatan bioaktivator keong mas dengan penambahan rumen kambing dengan cara difermentasi selama 18 hari. Sifat fisik bioaktivator keong mas dengan penambahan rumen kambing cair dan padat  diamati mulai dari awal pembuatan bioaktivator keong mas sampai jadi.  Uji analisa kimia bioaktivator  keong mas meliputi pH, dan kandungan unsur hara makro  N, P dan K dan uji analisa kandungan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik bioaktivator keong mas kombinasi rumen kambing hasil analisis unsur hara N, P, dan K untuk kedua  perlakuan bioaktivator keong mas  denga Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik bioaktivator keong mas kombinasi rumen kambing lebih baik karena telah jadi pada hari ke-18, kandungan unsur hara bioaktivator keong mas kombinasi rumen kambing pada kedua taraf perlakuan meliputi unsur  N, P, dan K sudah memenuhi standar Pupuk Permentan No.28 Permentan/SR.130/5/2009 dan peningkatan jumlah bakteri sebanyak 7 jenis pada taraf perlakuan r1 dan 8 jenis pada taraf perlakuan r2.
Identification of Secondary Metabolite Compounds in Nut Grass (Cyperus rotundus L.) Using Different Solvents Types Arief Rahman; Rusli Anwar; Yuliana Sabarina Lewar
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 15 No. 3 (2023): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v15i3.2788

Abstract

Nutgrass is a common weed often found in agricultural fields. Its high population in agricultural land can have negative implications for farmers as it may prevent farmed crops from growing and producing as well. However, nutgrass has the potential to be developed into a biopesticide due to its phytochemical compounds. The purpose of this study is to identify secondary metabolite compounds present in nutgrass extract. On nutgrass extracts, the study used phytochemical screening techniques with ethanol (polar) and n-hexane (non-polar) solvents. According to the findings, ethanol and n-hexane solvents produced nutgrass extract yields of 10.81% and 0.65%, respectively. Alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids were all present in nutgrass extracts made with ethanol, whereas only steroid components were present in extracts made with n-hexane. Saponins, tannins, alkaloids, flavonoids, and steroids are only a few of the secondary metabolite substances found in nutgrass extracts.
SOSIALISASI TENTANG PERKOPERASIAN BAGI KELOMPOK DASAWISMA LILY KELURAHAN HARAPAN BARU KOTA SAMARINDA Sukariyan Sukariyan; Muhamad Yazid Bustomi; Budi Winarni; Rusli Anwar; Ernita Obeth; Sri Ngapiyatun; Jamaluddin Jamaluddin; Rossy Mirasari; Puspita Puspita; Arief Rahman; Humairo Aziza; Fahrizal Fahrizal; Pandu Rochman Suosa Putra; Andi Lelanovita Sardianti; Sri Marlendi; Jumri Jumri
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 1 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i1.18820

Abstract

Salah satu upaya dalam pemanfaatan potensi masyarakat yaitu dengan berkumpul dan bekerjasama untuk mencapai tujuan dan kemajuan bersama. Masyarakat dapat membentuk kelompok atau komunitas agar dapat berinteraksi untuk mencapai kemajuan anggota masyarakat yang tergabung di suatu wilayah. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan sosialisasi pentingnya perkoperasian bagi masyarakat yang tergabung dalam kelompok dasawisma lily RT 25 Kelurahan Harapan Baru. Kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan dasawisma RT 25 yang berlokasi di Perum Rindang Luhur Kota Samarinda. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Peserta kegiatan diberikan materi tentang pentingnya berkoperasi, prinsip-prinsip koperasi, manfaat bagi anggota koperasi, serta bagaimana partisipasi anggota koperasi. Hasil kegiatan yaitu terbentuk koperasi dengan jumlah anggota 27 orang, dengan beberapa aktivitas yang dilakukan yaitu kegiatan simpan pinjam, dan jual beli olahan produk yang dihasilkan oleh anggota koperasi. Dengan berkoperasi masyarakat dapat saling membantu dalam mencapai kebutuhan ekonominya. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami pentingnya koperasi, dan adanya komitmen baik dari pengurus koperasi maupun anggora koperasi yang bergabung agar dapat memajukan koperasi dan dapat mensejahterakan anggota koperasi. Partisipasi anggota yang aktif akan mendukung kemajuan dan keberlanjutan koperasi yang dijalankan.
PEMANFAATAN BUNGA PUKUL DELAPAN (Turnera subulata) SEBAGAI TANAMAN INANG BAGI PREDATOR DAN PARASITOID ULAT API (Studi Kasus PT. Tritunggal Sentra Buana) Ismail Ismail; Rusli Anwar; Wartomo
JURNAL AGRIMENT Vol. 6 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v6i2.588

Abstract

This research is motivated by the importance of knowledge about alternative pest control that is safe but still supports the achievement of maximum oil palm production so that the balance of the oil palm plantation ecosystem can occur. The purpose of this study is to determine the technical cultivation and benefits of the Turnera subulata flower as a host plant for predators and parasitoids that function as biological agents for caterpillars and can be a reference for controlling caterpillar pests that are safe and still support the achievement of maximum oil palm production. The method used in this research is field observation and documentation from the company. The scope of this research covers the technical aspects of the biological control of caterpillars. This research data uses primary data and secondary data obtained from field observations and literature studies in the form of company reports in the form of percentages. The realization of Turnera subulata planting reached 21,659 m on CR road and 19,914 m on MR road. The planned planting of Turnera subulata is 57,200 m on the CR road and 45,823 m on the MR road. For the realization of the planting of Turnera subulata itself using seeds that are ready for planting. To obtain the seedling, the company conducts its nurseries. The seedling technique was done using the stem cutting technique. The stems for the cutting technique were taken from the Turnera subulata plant stems that have grown large. The type of stem taken is the old Turnera subulata plant stem. For seed care, the seeds are always watered every morning and evening like other flower plants. For the natural enemy insects, been proven that there are 6 natural enemy insects associated with Turnera subulata plants, 3 predators, and 3 parasitoids, each with a large enough number of insects. The types are Eocanthecona furcellata, Cosmolestes sp., Sycannus dichotomus, Spinaria spinator, Fornicia sp., and Chaetexorista javana. The development and the implementation of a control system are by optimizing the conservation and utilization of these biological control agents is a wise step to obtain an effective, efficient and environmentally friendly technique for controlling caterpillars. The presence of Turnera subulata plants can be used to suppress the development of pests in oil palm plantations by increasing the potential for natural enemies, both predators, and parasitoids. The diversity of wild plants with flowers can increase the variety of insects so that the balance of the ecosystem occurs.
Evaluate The Application Of The 4 Principles Correctly On Fertilizing Aktivities For Empty Plam Oil Sri Ngapiyatun; Robet; Puspita; Wartomo; Humairo Aziza; Rusli Anwar; Arief Rahman
JURNAL AGRIMENT Vol. 10 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v10i1.3352

Abstract

This research is based on the soil conditions at PT. Cipta Davia Mandiri which tend to be rocky and sandy so that fertilization is needed. One of the right fertilizers is empty bunch fertilizer because it can improve soil structure, soil texture, aeration and increase soil absorption capacity to water. This study aims to determine the evaluation of the application of the 4 right principles in empty bunch fertilization activities referring to the 4 right and to determine the achievement of the target results of empty bunch fertilization work based on the 4 right principles. The method used is the Quantitative method using saturated sampling (census sampling) where all populations are used as samples. In this study, the sample used was 10 employees because the fertilization employees only numbered 10 people. Fertilization activities were carried out in block 227A division 08. Based on the results of the research on the 4 Right Principles in the application of empty fruit bunch fertilizer, all of them have met the accuracy requirements, both the right type with an average value of 100%, the right dose with an average of 91.48%, the right time with an average of 100%, and the right method with an average of 95.39% and the achievement of the work target of empty fruit bunch fertilization employees on average reached the work target of up to 31 trees/HK from the target of 32 trees/HK with a percentage value of 96.87%.
Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Menjadi Pupuk Organik Padat Menggunakan Bioaktivator Mikroorganisme Lokal Nasi Basi: Utilization of Tofu Dregs Waste to Become Solid Organic Fertilizer Using Local Microorganism Bioactivator Stale Rice Daryono Daryono; Rusmini; Nur Hidayat; Yuanita; Riama Rita Manullang; Zainal Abidin; Rusli Anwar; Silvi Dwi Mentari; Roby; La Mudi; Faradilla; Anis Syauqi
Jurnal Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2440

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi banyaknya limbah ampas tahu yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat hannya sebagai limbah yang terbuang, dengan adanya penelitian ini mencoba menggunakan bioaktivator mikroorganisme nasi basi sebagai bahan fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah: 1).Mengamati sifat fisik pembuatan pupuk organik padat (Kompos). 2).Menganalisa kandungan unsur hara pupuk organik padat N, P, K, C-organik, C/N Rasio dan pH. 3).Membandingkan hasil unsur hara Standar Mutu Pupuk Organik padat Peraturan Menteri Pertanian syarat kompos nomor 261/Permentan/SR.310/4/2019SNI 2019. 4).Penghitungan lama waktu jadinya pupuk organik padat dari limbah ampas tahu. Dari hasil penelitian ini Sifat fisik pupuk organik padat setelah matang adalah: suhu mencapai 26◦C, terjadi perubahan warna yang awalnya putih berubah menjadi coklat tua serta tidak beraroma menyerupai warna tanah. Hasil analisis kandungan unsur hara makro untuk perlakuan T1 adalah sebesar N 2.123 %, C-Organik 41.768, C/N rasio 19.675 % pH.5.69 dan Unsur hara perlakuan T2 yaitu C-Organik 44.304, C/N rasio 23.344% dan pH.5.78, sudah memenuhi Standar Mutu Pupuk Organik padat Peraturan Menteri Pertanian syarat kompos nomor 261/Permentan/SR.310/4/2019, sedangkan unsur hara perlakuan T1 yaitu P 0.034 %, K 0.033 %, dan unsur hara perlakuan T2 yaitu N 1.898 %, P 0.029 %, K 0.019 % belum memenuhi standar Permentan pupuk kompos padat nomor 261/Permentan/SR.310/4/2019. Lama waktu proses pembuatan pupuk organik padat limbah ampas tahu T2 matang di hari ke-15 lebih cepat dari T1 yang matang di hari ke-18.
Karakteristik Kimia dan Fisika Biji Kakao (Theobroma cacao l.) Hasil Fermentasi Wadah Kotak Kayu dan Wadah Plastik: Chemical and Physical Characteristics of Fermented Cocoa Beans (Theobroma cacao l.) Wooden Boxes and Plastic Containers Anis Syauqi; Harminto Lahamuddin; Rudi Djatmiko; Ahmad Zamroni; Rusli Anwar; Syafi'i
Jurnal Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2449

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas yang memegang peranan cukup penting di Indonesia saat ini, salah satunya sebagai sumber devisa Negara. Salah satu proses yang sangat berperan penting pada kualitas biji kakao yang dihasilkan adalah proses fermentasi dan proses pengeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik kimia dan fisik biji kakao (Theobroma cacao L.) hasil fermentasi wadah kotak kayu dan wadah plastik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu perhitungan rata-rata, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan 1 menggunakan kotak kayu pengadukan 24 jam, perlakuan 2 kotak kayu pengadukan 48 jam, perlakuan 3 wadah plastik pengadukan 24 jam, perlakuan 4 wadah plastik pengadukan 48 jam. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah uji kadar air, kadar lemak, asam lemak bebas, dan kadar kulit biji. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan kandungan kadar air dengan wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 5,26%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 5,53%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 5,22% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 5,42%. Kandungan kadar lemak dengan wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 26,87%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 28,31%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 23,52% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 28,01%. Kandungan asam lemak bebas yaitu wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 0,39%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 0,40%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 0,38% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 0,40%. Kandungan kadar kulit biji yaitu wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 11,18%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 11,35%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 11,05% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 11,22%.
Tingkat Pengetahuan Karyawan Pemupukan Kelapa Sawit Terhadap Prinsip 4T di PT. REA Kaltim Plantations: Level of Knowledge of Palm Oil Fertilizer Employees Regarding the 4R Principles at PT. REA Kaltim Plantations Jamaluddin; Taman Alex; Rusli Anwar; Frendi Pangaribuan; Mujibu Rahman
Jurnal Loupe Vol 19 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i02.2925

Abstract

Perkembangan dan produksi kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh penggunaan pupuk dan ketersediaan nutrisi tanaman di tanah. Perawatan selanjutnya harus dilakukan untuk membangun pengembangan tanaman kelapa sawit, sehingga persiapan kelapa sawit yang baik harus mengacu pada penggunaan perawatan pemupukan dengan 4T (Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Cara dan Tepat Waktu). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan karyawan terhadap pemupukan kelapa sawit dengan aturan 4T. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah persepsi, dokumentasi dan selanjutnya dibedah menggunakan teknik grafis subyektif untuk menentukan tepat jenis, dosis yang tepat, cara yang tepat dan waktu yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tingkat pengetahuan kegiatan pemupukan kelapa sawit yang dilaksanakan di PT. Rea Kaltim Plantations telah cukup memenuhi standar 4T dari SOP perusahaan. Karyawan pemupukan cukup tahu tentang tepat cara pemupukan dengan persentase rata-rata 65,3%, tepat dosis dengan persentase rata-rata 64,2%, tepat jenis dengan persentase rata-rata 58,7%, dan tepat waktu dengan persentase rata-rata 47,4%.