Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengembangan dan Validasi Metoda Disolusi Tablet Salut Enterik Ketoprofen saafrida, Saafrida -; Umar, Salman; Lucida, Henny
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 9 No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.9.3.285-290.2022

Abstract

Tablet salut enterik Ketoprofen adalah obat yang beredar luas di  Indonesia. Digunakan  untuk mengatasi nyeri arthiritis tulang, rematik dan demam. Namun, sejauh ini uji disolusinya secara spesifik belum tersedia dalam farmakope manapun.  Uji disolusi termasuk parameter yang harus diperhatikan untuk mengetahui kualitas produk obat sediaan padat. Tujuan dari penelitian ini adalah  mengembangkan dan memvalidasi metode pegujian disolusi dari tablet salut enterik ketoprofen. Profil disolusi diamati terhadap 3 produk tablet salut enterik ketoprofen yang beredar di kota Padang. Uji disolusi dilakukan dua tahap menggunakan 750 mL larutan HCl 0,1 N ( tahap asam) dan 1000 mL larutan dapar fosfat pH 6,8 dan 7,4 (tahap basa), alat tipe 1 (keranjang) dan tipe 2 (dayung) kecepatan 50 dan 75 rpm. Hasil uji disolusi selanjutnya ditentukan secara spektrofotometri UV. Metoda uji disolusi  hyperdiscriminating  diperoleh pada uji disolusi menggunakan alat tipe 1,  kecepatan rotasi 75 rpm dan  media disolusi 1000 mL dapar fosfat pH 6,8 dengan nilai Q45 ≥ 75%. Spesifiitas, linieritas  (r = 0,9988), presisi (RSD = 1,12%) dan akurasi (recoveri = 95,7 - 97,6%)  memenuhi syarat keberterimaan sesuai pedoman ICH dan USP. Uji disolusi yang dikembangkan dapat digunakan untuk tujuan pengawasan mutu tablet salut enterik ketoprofen .  
PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DAN PEMBUATAN SEDIAAN CELUP DAUN KELOR BAGI MASYARAKAT DI SAKO KECAMATAN LUBUK KILANGAN KOTA PADANG Aldi, Yufri; Umar, Salman; Azukhruf, Wanda Sabila; Alianta, Aditya Alqamal
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 7 No 4 (2024)
Publisher : LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v7i4.818

Abstract

Moringa leaf (Moringa oleifera Lam.) is a traditional medicinal plant widely recognized in Indonesia and frequently utilised by the local community. Numerous studies have demonstrated its efficacy in boosting the immune system. In light of this, enhancing community awareness regarding the health benefits of Moringa leaves is essential. The objective of this initiative was to educate the community on how to process Moringa leaves accurately and appropriately, including proper dosage frequency based on the severity of illness and duration of use. This activity took place in Batu Gadang Village, Lubuk Kilangan District, specifically on Jl. Sako. Participants included 30 PKK Cadres and Bundo Kandung from the same area. The methodology involved educational lectures followed by hands-on training. The training focused on proper harvesting techniques and the preparation of Moringa leaf powder in accordance with traditional medicinal practices. A question-and-answer session was conducted to ensure participants fully grasped the material. The results indicated a high level of engagement, evidenced by active participation in both the Q&A and practical sessions. It can be concluded that the community now has a better understanding of the medicinal uses of Moringa leaves. Participants are encouraged to continue preparing Moringa leaf infusions to promote improved immunity.
Comparative Anti-Inflammatory Effect of Aceclofenac with Saccharin and Aceclofenac in Carrageenan-Induced Granuloma Pouch Model in Mice Usman, Hendrizal; Umar, Salman; Aldi, Yufri; Rahmadevi, Rahmadevi; Zaini, Erizal
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/pbsj.v7i1.48792

Abstract

Aceclofenac is a non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) that inhibits cyclooxygenase (COX) and suppresses prostaglandin synthesis. Its clinical utility, however, is limited by poor aqueous solubility and low bioavailability. This study evaluates the anti-inflammatory activity of a multicomponent crystal (MC) of aceclofenac with saccharin using a carrageenan-induced granuloma pouch model in mice. Male mice were divided into three groups (n = 3 per group): control, aceclofenac, and aceclofenac-saccharin multicomponent crystal, administered intraperitoneally. Inflammatory response was assessed via exudate volume and TNF-α levels. Both aceclofenac and MC significantly reduced exudate volume and TNF-α compared to the control (p < 0.05), with the MC group showing the greatest reduction. Although not statistically different from aceclofenac in TNF-α suppression, the MC demonstrated superior performance overall. The enhanced efficacy may be attributed to improved solubility and drug delivery. These outcomes support co-crystallization as a promising approach to optimize NSAID therapy.
Uji Efektifitas Antiinflamasi Sediaan Ko-Amorf Ketoprofen-L-Arginin Dengan Metode Paw Edema Pada Tikus Wistar Jantan Firdaus, Wahyu Alfath; Umar, Salman; Zaini, Erizal
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.23675

Abstract

Inflamasi merupakan suatu bentuk respon terhadap kerusakan jaringan pada tubuh. Ketoprofen merupakan golongan senyawa antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang memiliki kelarutan yang rendah dalam air. Formulasi ko-amorf ketoprofen dan l-arginin dengan perbandingan molar 1:1 mampu memperbaiki kelarutan dan disolusi ketoprofen. Ko-amorf ketoprofen-l-arginin diuji aktifitasnya dengan metode Paw Edema. Sediaan diujikan kepada tikus jantan galur Wistar dengan bobot sekitar 200 g. Penelitian dilakukan terhadap 15 tikus yang dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan; suspensi CMC-Na 0,5%; suspensi ketoprofen murni dengan dosis 3,6 mg/200 gBB; suspensi ko-amorf ketoprofen-l-arginin 5,3 mg Kg/200 gBB (setara 3,6 mg/200 gBB ketoprofen murni). Pemberian obat diberikan secara per oral, 30 menit kemudian diikuti induksi karagenan 1% secara intraplantar untuk memicu edema. Pengukuran volume edema dilakukan setiap 60 menit selama 360 menit menggunakan alat plethysmometer. Data volume udem diubah menjadi persentase rata-rata volume udem dianalisis secara statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan suspensi ko-amorf ketoprofen – L-arginin 1:1 mampu menurunkan volume edema pada kaki tikus Wistar jantan dibandingkan suspensi ketoprofen murni dan CMC-Na 0,5%.