Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Literature Review: Effect of Pegagan Embun (Hydrocotyle sibthorpioides Lam.) Extract on NK and CD8 Cell Activity Gusriyani, Sri; Aldi, Yufri; Umar, Salman; Afriwardi, Afriwardi
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 12 No 2 (2023): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v12i2.644

Abstract

There have been many traditional plants used for treatment, one plant that is widely used by the community for treatment is Hydrocotile sibthorpioides L. which is efficacious as an immunomodulator. In this plant, there are flavonoid compounds, namely rutin which has activity to increase the body's immune system, especially in NK and CD8 cells. NK (Natural Killer) and CD8 (Cluster of Differentiation 8) cells are components of the immune system that play an important role in immunomodulatory activity. This article review was conducted to obtain information on the effect of Hydrocotile sibthorpioides L. extract on NK and CD8 cell activity in the body. The writing method in making this research article review is comparative, which is taken from a collection of national journals and international journals. Various research results that have been obtained state that Hydrocotile sibthorpioides L. extract can affect the activity of NK and CD8 cells in improving the immune system.
Analisis Kadar Total Fenolik Sediaan Teh Herbal Dari Kulit Buah Naga Super Merah (Selenicereus costaricensis) Dan Daun MINT (Mentha piperita L.) Yesti, Yulia; Fadhilah, Nailatul; Putra, Billy Harnaldo; Elfia, Mega; Devitria, Rosa; Gusriyani, Sri; Saputra, Harry Ade
Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta - JPPIE
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jppie.v3i2.1526

Abstract

Teh herbal atau herbal tea merupakan salah satu produk minuman campuran teh dan tanaman herbal yang memiliki khasiat dalam membantu pengobatan suatu penyakit atau sebagai penyegar. Teh herbal dapat dikonsumsi sebagai minuman sehat yang praktis untuk menjaga kesehatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit buah naga super merah (Selenicereus costaricensis) yang diperoleh dari Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam dan daun mint (Mentha piperita L.) yang diperoleh dari Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, Potensi kulit buah naga super merah sebagai obat masih belum termanfaatkan dengan optimal. Salah satu cara untuk mendapatkan khasiatnya, yaitu kulit buah naga super merah (Selenicereus costaricensis) atau super red ini dikonsumsikan dengan daun mint (Mentha piperita L.) dalam bentuk kering yang kemudian diseduh dan diminum. Minuman ini biasanya disebut dengan teh herbal. Tujuan penelitian adalah mengetahui kadar total fenolik terbaik dari 5 variasi komposisi pada sediaan herbal kulit buah naga super merah dan daun mint. Variasi komposisi kulit buah naga super merah dengan daun mint adalah 9:1; 8:2; 7:3; 6:4; 5:5. Uji kadar total fenolik dilakukan menggunakan metoda spektrofotometri UV-Vis. Kadar total fenolik dari 5 variasi komposisi sediaan teh hebal kulit buah naga super merah dan daun mint dengan kadar total fenolik tertinggi pada formulasi 5:5 dengan nilai total kadar fenolik yaitu 0,255 %. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin sedikit kulit buah naga super merah dan semakin banyak daun mint maka semakin tinggi kadar total fenolik. Untuk peneliti selanjutnya disarankan menggunakan metoda freeze drying untuk pengeringan agar tidak merusak senyawa yang terdapat dalam sampel.
Pengaruh Pemberian Salep Fraksi Etil Asetat Daun Binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis terhadap Penyembuhan Luka Eksisi pada Tikus Gusriyani, Sri; Yesti , Yulia; Harnaldo Putra, Billy; Ade Saputra, Harry; Maulidya, Reza
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Bulan November 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i2.3305

Abstract

Latar Belakang: Luka merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan kerusakan pada jaringan tubuh. Penyembuhan luka adalah suatu bentuk proses usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kulit. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui konsntrasi yang paling efektif pada salep fraksi etil asetat sebagai penyembuhan luka eksisi pada tikus. Metode Penelitian ini dilakukan dengan cara melukai punggung tikus dengan diameter  2cm. Pengolesan salep dilakukan 2 kali sehari selama 14 hari. Hewan di bagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol (-), Basis, kontrol (+), and Konsentrasi 5,10,15%. Parameter yang di gunakan ialah presentase luas penyembuhan luka, waktu epitelisasi dan histopatologi. Salep daun binahong dibuat menjadi 3 konsentrasi yaitu 5%, 20%, 15%. Salep fraksi etil asetat daun binahong. dapat memberikan pengaruh dalam proses penyembuhan luka eksisi pada tikus. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil yang terbaik yaitu pada konsentrasi 15%, dengan presentasi penyembuhan luka 95,60 %, waktu epitelisasi hari ke 6, histopatologi pada fibroblast skor 3, kolagen 3, dan inflamasi 3. Simpulan dan Saran Perlakuan yang paling efektif adalah pemberian salep konsentrasi 15%.Di buktikan dengan uji One Way Anova dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 dan data berdistribusi normal. Pada penelitian selanjutnya disarankan mengukur kadar hidroksiprolin.
Pengaruh Pemberian Krim Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper ornatum N.E.Br.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus Gusriyani, Sri; Yulia Fitri; Yulia Yesti; Harry Ade Saputra; Billy Harnaldo Putra; Rama Feriska Putra
An-Najat Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i3.3258

Abstract

Luka bakar (combustio) adalah kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas sepeti air, api, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Luka bakar akan mengakibatkan tidak hanya kerusakan kulit, tetapi juga mempengaruhi seluruh sistem tubuh. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian krim ekstrak daun sirih merah terhadap peningkatan sel fibrolast dalam proses penyembuhan luka bakar pada tikus. Metode yang digunakan ialah pembagian kelompok hewan uji menjadi 4 kelompok yaitu kelompok 1 kontrol negatif tikus dilukai tidak diberikan apa-apa, kelompok 2 kontrol positif dimana tikus dilukai diberikan obat pembanding burnazin plus, kelompok 3 tikus dilukai dengan diberikan sediaan basis krim, kelompok 4 tikus dilukai dengan diberikan sediaan krim ekstrak 15%. Lalu setiap kelompok tikus dilukai dengan menggunakan besi baja yang dipanaskan di api biru selama 5 menit lalu ditempelkan ke punggung tikus 5 detik dengan kedalaman 2 mm sampai dermis karena dalam penelitian ini menggunakan luka derajat 2. Berikan sediaan krim 200mg selama 7 hari 2 kali sehari dioleskan ke punggung tikus. Pengukuran parameter yang dilakukan yaitu luas persentase penyembuhan luka bakar, dengan rata-rata luas presentase penyembuhan luka pada konsentrasi 15% menghasilkan 27,5%. Kesimpulannya bahwa krim dengan sediaan ekstrak daun sirih merah (Piper ornatum N.E.Br) konsentrasi 15% dapat memberikan pengaruh dalam proses penyembuhan luka bakar pada tikus. Sarannya dapat disarankan untuk peneliti selanjutnya agar dapat menggunakan metode lain yang bisa digunakan untuk penyembuhan luka bakar dengan menggunakan larutan hidroksiprolin.
ANTIOXIDANT POTENTIAL OF EXTRACT OF BLACK RICE, BAJAKAH WOOD ROOT AND KEBIUL SEED Yesti, Yulia; Kintoko, Kintoko; Nugraha, Ari Satia; Putra, Billy Harnaldo; Gusriyani, Sri; Saputra, Harry Ade; Alfarisyi, Muhammad Iqbal
JURNAL KATALISATOR Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Katalisator, Volume 10 No 2 Oktober 2025
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v10i2.3457

Abstract

Exposure to free radicals and oxidative stress are major factors in various degenerative diseases, such as cardiovascular disease, diabetes, cancer, and neurodegenerative diseases. Therefore, the use of natural antioxidant sources is important to reduce the negative effects of free radicals. This study compares the natural antioxidant potential of black rice, bajakah root, and kebiul seeds, whereas previous studies have only identified the antioxidant potential of a single natural ingredient. This study aims to measure the antioxidant potential, such as total polyphenols, total flavonoids, and antioxidant activity, of these three natural materials using distilled water, 70% ethanol, and 96% ethanol as solvents. The experimental research method involved testing antioxidant activity and measuring total phenolics and flavonoids. The results showed that the 70% ethanol extract of black rice had the highest total polyphenol content at 6.83±0.28 mgGAE/g (0.007±0.00%), the 70% ethanol extract of bajakah wood root had the highest flavonoid content at 8.77±0.02 mgQE/g (0.009±0.00%), and the distilled water extract of kebiul seeds showed the strongest antioxidant activity based on an IC50 value of 5.96 ± 0.01 ppm. This study concluded that black rice has potential as a primary source of phenolics and anthocyanins, while bajakah wood root and kebiul seeds are sources of flavonoids with strong antioxidant activity.