Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Kewirausahaan Eco-Creative Warga RT 6 Brajan Tamantirto Kasihan Bantul Triyono Triyono; Mamnuah Mamnuah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.940

Abstract

Warga RT 6 Brajan Tamantirto Kasihan Bantul terdiri dari kurang lebih 35 Kepala Keluarga. Sebagian besar warga bekerja sebagai buruh dan pedagang kecil. Pekerjaan buruh yang digeluti antara lain buruh bangunan, konveksi, sablon, tukang parkir dan satpam. Pekerjaan buruh konveksi mendominasi terutama pekerja wanita sebagai tukang jahit konveksi. Mereka bekerja di rumah menggunakan mesin jahit sendiri, sedangkan bahan kain yang telah dipotong diambil dari pabrik konveksi kaos “Gareng”. Selain itu ada usaha sablon yang melayani pembuatan gambar pada kaos dengan teknik sablon. Karena pendidikan dan pengalaman yang terbatas, usaha ini kurang dikelola secara profesional. Hasil dari buruh konveksi sangat tergantung pada jumlah yang bisa mereka kerjakan dengan upah yang relatif kecil. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga tentang batik ecoprint pada produk kaos konveksi serta keterampilan promosi menggunakan media sosial. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan dengan metode penyuluhan, pelatihan batik ecoprint dan pendampingan pembuatan konten promosi pada media sosial dan platform marketplace. Tahapan pelatihan dimulai dari persiapan alat dan bahan, persiapan pencetakan, pencetakan, pengukusan (steaming), pengeringan dan fiksasi pewarnaan. Pendampingan promosi dilaksanakan dari pembuatan konten promosi produk dalam bentuk foto dan video produk, pembuatan akun, pemasangan konten serta posting di media sosial. Antusiasme warga peserta pelatihan merupakan modal dasar dalam keberlanjutan program yang bisa ditindaklanjuti di masa yang akan datang sehingga manfaat program lebih terasa bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Berdasarkan respon warga yang positif, maka kegiatan pengembangan ecoprint bisa dilanjutkan lebih intensif serta dibentuk pengurus kegiatan yang dapat menggerakan organisasi kreatif, inovatif dan produktif dengan manajemen yang lebih baik.
PPM INOVASI ECOPRINT DI BRAJAN TAMANTIRTO KASIHAN BANTUL Mamnuah Mamnuah; Triyono Triyono; Dwi Sri Handayani; Dwi Ernawati
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 3: September-Desember 2023
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v3i3.3009

Abstract

Warga RT 6 Brajan Tamantirto Kasihan Bantul merupakah wilayah dengan usaha konveki. Salah satu produk yang dikembangkan saat ini adalah batik Ecoprint Batik ini merupakan batik yang ramah lingkungan dengan bahan dasar pewarna alami dari zat warna hijau daun, akar atau batang atau tanin. Batik ini dikembangkan pada tahun 2022 saat masa Pandemi covid-19. Pemasaran batik Ecoprint belum dilakukan secara luas dan konvensional. Ecoprint mudai talun 2022 dilakukan dengan bahan dasar pembuatannya adalah kaos. Semakin banyaknya Masyarakat yang telah mengenal ecoprint, maka perlu adanya inovasi bahan dasar untuk dibuat ecoprint selain kaos. Tujuan PPM ini adalah mengajarkan Masyarakat untuk melakukan inovasi dibidang ecoprint. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan praktik secara berkelompok. Hasil PMM yang telah dilakukan yaitu pembuatan kain ecoprint dan mug ecoprint
PkM Pelatihan Skrining Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Mamnuah Mamnuah; Dwi Ernawati; Triyono Triyono
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2224

Abstract

The high incidence of schizophrenia in the Kasihan I Community Health Center (Puskesmas) area (107 residents) necessitates greater adres understanding of how to screen for and assess the stability of people with mental disorders, which is currently still limited. This activity aims to improve the knowledge of mental health cadres regarding schizophrenia and the use of instruments for early detection of mental health problems. The activity began with a Focus Group Discussion (FGD) and was followed by training for 32 mental health cadres. Participants’ understanding was assessed using pre-test and post-test instruments. There was a significant increase in knowledge, with the average pre-test score of 68.75 rising to 84.68 on the post-test. The group of homemakers showed the highest score increase, while the group with an educational background experienced a ceiling effect. Community-based screening training is highly effective in improving mental health literacy. For future training, it is recommended to use visual and interactive methods (role-playing) to accommodate participants with a basic education background.