Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERENCANAAN TENAGA KERJA DAN SISTEM ALIH DAYA (OUTSOURCING) PADA PT. XYZ CABANG BANDUNG Tamimah Manal Ayuningrum; Resya Dwi Marselina; Yulia Aryanti; Tasya Nuri Nurrohmani; Muhamad Fakhri Hamdi; Muhamad Dzikri A
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2026): Mei : Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/ythe4f68

Abstract

This study analyzes the implementation of workforce planning and outsourcing systems at PT. XYZ Bandung Branch, with a focus on high employee turnover rate as the primary challenge. Using a descriptive qualitative method, data were collected through in-depth interviews with active area managers, a former area managers, and employees under other outsourcing companies in the Bandung region. The study also incorporated triangulation with academic literature and a review of labor regulations. The findings reveal that the company's workforce planning operates systematically through the utilization of Enterprise Resource Planning (ERP), talent management strategies, and a maximum position-filling policy within a seven-day timeframe. However, a critical gap was identified between procedural compliance and the normative protection of employee rights, particularly regarding the elimination of overtime compensation, which contradicts Article 27 of Government Regulation Number 35 of 2021. This gap, further compounded by a disproportionate supervisor-to-subordinate span of control and limited career advancement opportunities, positions the company within a low-road outsourcing model that structurally drives avoidable voluntary employee turnover. As a long-term solution, this study recommends a gradual transformation toward a high-road outsourcing model to ensure sustainable and competitive business operations.
Strategi Perencanaan Tenaga Kerja Berbasis Kompetensi untuk Meningkatkan Daya Saing pada UMKM Alpha Beta Amirrul Salam; Amelia Kristina; Aldi Hidayat; Dian Fitri Yani; TB. Hamim Riski; Resya Dwi Marselina
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jeb.v5i1.1823

Abstract

Perencanaan tenaga kerja berbasis kompetensi berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan perencanaan tenaga kerja berbasis kompetensi di UMKM Alpha Beta, Bandung, serta mengidentifikasi kendala dalam rekrutmen dan penempatan karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap pengelola usaha. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen masih berfokus pada seleksi administratif tanpa standar kompetensi dan uji kemampuan yang terstruktur, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara kompetensi karyawan dan kebutuhan pekerjaan yang berdampak pada rendahnya efektivitas penempatan serta produktivitas kerja. Penelitian merekomendasikan penerapan analisis kebutuhan tenaga kerja, pemetaan kompetensi, dan rekrutmen berbasis kompetensi sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya manusia dan daya saing UMKM.   Competency-based workforce planning plays an important role in improving the effectiveness of human resource management in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This study aims to analyze the implementation of competency-based workforce planning at Alpha Beta MSME in Bandung and identify challenges in employee recruitment and placement. A descriptive qualitative approach was employed using in-depth interviews with business managers. Data were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and triangulation to ensure the credibility of the findings. The results indicate that the recruitment process relies primarily on administrative screening without structured competency standards or skills assessments, resulting in a mismatch between employee competencies and job requirements. This condition reduces the effectiveness of employee placement and overall productivity. The study recommends implementing workforce needs analysis, competency mapping, and competency-based recruitment to improve human resource management practices and enhance the competitiveness of MSMEs.
Peran Strategi Rekrutmen dalam Optimalisasi Perencanaan Sumber Daya Manusia pada PT. Tekno Buana Globalindo Fitria Putri Athena; Fadhilatussyifa Salsabila; Hapita Dewi De Salsa; Humairah Agustina Kasim; Idhan Safari; Resya Dwi Marselina
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dxxdvq42

Abstract

Strategi rekrutmen merupakan salah satu elemen penting dalam konsep perencanaan sumber daya manusia karena mampu memastikan ketersediaan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan organisasi serta tercapainya tujuan perusahaan yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi rekrutmen dalam optimalisasi perencanaan sumber daya manusia di PT. Tekno Buana Globalindo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan wawancara. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dengan Assistant Manager Human Capital (Strategic Planning) PT Tekno Buana Globalindo.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sumber daya manusia dilakukan melalui analisis kebutuhan tenaga kerja dengan mempertimbangkan tujuan strategis perusahaan dan efisiensi biaya. Rekrutmen dilaksanakan dengan menggunakan alur terstruktur serta kombinasi strategi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja melalui rekrutmen internal maupun eksternal sesuai dengan kebutuhan jabatan serta dengan mengutamakan kesesuaian kompetensi dan nilai perusahaan dalam proses seleksi. Dalam pemenuhan tenaga kerja perusahaan mengutamakan promosi dan rotasi internal untuk posisi staf serta rekrutmen eksternal digunakan untuk memperoleh tenaga kerja pada level manajerial Strategi rekrutmen yang terintegrasi dengan perencanaan sumber daya manusia terbukti mampu mendukung efektivitas pemenuhan tenaga kerja, efisiensi pengelolaan sumber daya manusia serta keberlangsungan operasional perusahaan, Pengembangan talent pool  internal serta kemitraan dengan institusi pendidikan turut mendukung keberlanjutan ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas.  Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi tersebut berperan penting dalam mengoptimalkan perencanaan sumber daya manusia melaui pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang tepat sasaran, efisien dan sesuai dengan tujuan organisasi.  
Analisis Perencanaan Tenaga Kerja untuk Meningkatkan Produktifitas Operasional pada UMKM Dinay Konveksi Amirrul Salam; Aldi Hidayat; Diki Achmad Hidayat; Bunga Septia Anjani; Resya Dwi Marselina
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qnn73d16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem perencanaan tenaga kerja pada UMKM Dinay Konveksi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan tenaga kerja, serta menganalisis implikasinya terhadap efisiensi dan produktivitas operasional perusahaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi internal, dan wawancara mendalam dengan 5 orang informan yang terdiri dari 1 kepala produksi dan 4 tenaga kerja harian lepas. Analisis data menerapkan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas yang diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Dinay Konveksi menerapkan perencanaan tenaga kerja berbasis fleksibilitas operasional dengan mengandalkan sistem harian lepas dan pemanfaatan tenaga kerja magang (PKL). Faktor utama yang memengaruhi kebutuhan tenaga kerja adalah fluktuasi volume pesanan pasar dan tingkat keterampilan praktis (pengalaman kerja), bukan pendidikan formal. Produktivitas operasional dioptimalkan melalui mekanisme alokasi silang (cross-sharing) beban kerja saat lonjakan pesanan terjadi, didukung oleh insentif non-finansial berupa pemberian reward kedisiplinan dan program motivasi psikologis (study tour). Sistem fleksibel ini terbukti efektif menjaga stabilitas output operasional tanpa membebani biaya tetap perusahaan.
Perencanaan Tenaga Kerja pada CV. Project Imaji Nusantara Bandung menggunakan Metode Workload Analysis Nayla Salsabilah; Resya Dwi Marselina; Nada Zahra Salsabila; Nadila Siti Fauziah; Najwa Ainun Nabila
Journal of Economics, Management, and Accounting Vol 2 No 1 (2026): July: Scripta Economica: Journal of Economics, Management, and Accounting
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/50jyet56

Abstract

Workforce planning plays a crucial role in ensuring the balance between workload and human resource capacity, particularly in creative industries characterized by project-based and flexible working systems. CV. Project Imaji Nusantara Bandung faces unstandardized task distribution dynamics, requiring a more measurable approach to identify workforce needs objectively. This study analyzes workforce planning, maps actual workload distribution, and determines optimal staffing requirements using the Workload Analysis (WLA) approach. A descriptive qualitative method with a case study design was applied. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation of work activities, and validated using source and method triangulation. Data analysis employed Workload Analysis calculations by comparing total working hours and employees’ effective working time. The results indicate workload imbalance with a total of 360 working hours per month and 154 hours of effective working time, leading to an optimal requirement of 3 employees. The findings emphasize the importance of data-driven workforce planning to improve operational efficiency and employee well-being.