Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perhitungan Dan Dampak Pph Pasal 21 Di PDAM Duasudara Kota Bitung Berdasarkan Tarif Efektif Rata-Rata Salindeho, Alfred; Gazali, Ahmad; Pesak, Pricilia Joice
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i1.986

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak perhitungan PPh Pasal 21 bagi karyawan PDAM Kota Bitung berdasarkan PP 58 Tahun 2023 dengan UU HPP No 7 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitatif yaitu data yang berupa angka-angka. Pengumpulan data dilakukan dengan obeservasi dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan penerapan PP 58 Tahun 2023 pada pemotongan PPh 21 Perumda Air Minum (PDAM) Dua Sudara Kota Bitung memberikan dampak yang positif, dapat dilihat pajak penghasilan yang dipotong rata-rata mengalami penurunan dibanding dengan menggunakan Metode Gross sehingga penghasilan yang diterima karyawan rata-rata mengalami kenaikan. Dampak untuk Perusahaan, perhitungan untuk masa pajak menjadi menjadi lebih mudah atau ringkas karena tidak perlu menghitung pengurang dan PKP setahun lagi serta jumlah pajak yang disetor pada Masa tersebut berkurang dibanding menggunakan Metode Gross.   The purpose of this study is to analyze the impact of calculating Article 21 Income Tax for employees of PDAM Bitung City based on PP 58 of 2023, in conjunction with Law No. 7 of 2021 on HPP. This study employs a quantitative descriptive method, utilizing numerical data to support its findings. Data collection is carried out through observation and documentation, and data analysis involves data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study show that the application of PP 58 of 2023 on the deduction of Article 21 Income Tax of Perumda Air Minum (PDAM) Dua Sudara Bitung City has a positive impact, it can be seen that the income tax deducted on average has decreased compared to using the Gross Method so that the income received by employees on average has increased, while for companies the calculation for the tax period becomes easier or more concise because there is no need to calculate deductions and PKP for another year and the amount of tax paid during that period is reduced compared to using the Gross Method  
Edukasi Literasi Keuangan Digital untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Risiko Pinjaman Online Ilegal Pesak, Pricilia Joice; Evinita, Lenny Leorina
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v4i3.1685

Abstract

Penyebaran internet di Indonesia memungkinkan akses ke layanan keuangan digital, tetapi juga membuat generasi muda menghadapi risiko mendapatkan pinjaman ilegal secara online. Tujuan penelitian pengabdian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif seminar literasi keuangan digital satu hari di Sekolah Tinggi Teologi Anderson Manado (STTAM) dalam meningkatkan kesadaran peserta dan pengetahuan mereka tentang pinjol ilegal. Metode yang digunakan terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pre-test dan post-test dengan evaluasi Kirkpatrick level 1–2. Sebanyak 28 mahasiswa mengisi pre-test dan 22 mahasiswa mengisi post-test; 20 responden dilakukan analisis berpasangan. Pada tahap pelaksanaan terdiri dari seminar, penjelasan studi kasus, kuis dan tanya jawab. Instrumen pengetahuan terdiri dari lima item berbobot setara yang masing-masing memiliki skor maksimal lima puluh.  Hasil post-test menunjukkan bahwa rerata skor meningkat dari 23,57 (SD 10,62; median 20; rentang 10–40) menjadi 46,36 (SD 6,58; median 50; rentang 30–50) dibandingkan dengan pre-test. Pada analisis berpasangan, rerata skor meningkat dari 25,50 menjadi 47,00 dengan selisih 21,50 poin; uji t berpasangan menunjukkan perbedaan sangat signifikan, t(19)=7,58; p=3,68×10–7; dan ukuran efek d_z=1,70. Respon peserta juga sangat positif dengan rincian sebagai berikut materi relevan 4,82/5 dan penyajian jelas 4,73/5; indikator menambah pengetahuan dan mendorong kehati-hatian masing-masing menerima 5,00/5. Satu hari seminar interaktif terbukti efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa STTAM tentang keuangan digital dan kesiapsiagaan terhadap pinjol ilegal.
Evaluasi Coretax Berbasis Technology Acceptance Model: Perspektif Aparat Pajak Pesak, Pricilia Joice; Evinita, Lenny Leorina; Miran, Michael; Gazali , Ahmad; Salindeho , Alfred
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1120

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerimaan sistem pajak digital Coretax oleh aparat pajak menggunakan kerangka kerja Technology Acceptance Model (TAM). Berbeda dengan studi sebelumnya yang berfokus pada sektor swasta, penelitian ini menekankan konteks sistem wajib dalam lembaga pemerintah. Data dikumpulkan dari 32 responden di KPP Pratama Bitung dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh signifikan terhadap niat (t = 9,763; p < 0,000) dan penggunaan aktual (t = 84,538; p < 0,000). Persepsi ini juga memediasi pengaruh pelatihan terhadap niat menggunakan. Di sisi lain, persepsi tentang kegunaan tidak secara signifikan mempengaruhi niat untuk menggunakan sistem. Pelatihan memainkan peran penting dalam menciptakan persepsi positif terhadap sistem, sementara kualitas sistem hanya mempengaruhi seberapa mudah sistem tersebut digunakan. Temuan ini menyoroti pentingnya pelatihan berdasarkan kebutuhan dan antarmuka yang ramah pengguna dalam mendorong adopsi teknologi di sektor publik. DJP sebaiknya memanfaatkan implikasi praktis ini untuk meningkatkan strategi mereka dalam mengadopsi sistem digital.   This study analyzes revenue from the Coretax digital tax system for tax officers using the Technology Adoption Model (TAM) framework. In contrast to previous studies that focused on the private sector, this study emphasizes the context of mandatory systems in government institutions. Data were collected from 32 respondents at KPP Pratama Bitung and analyzed using SEM-PLS. Results showed that ease of use perception significantly influenced intent (t = 3.729; p < 0.001) and actual use (t = 4.025; p < 0.001). This perception also mediates the effect of training on intention. On the other hand, perceptions of usability do not significantly affect the intention to use the system. Training plays an essential role in shaping a positive perception of the system, while the system's quality only affects how easy it is to use. These findings highlight the importance of need-based training and a user-friendly interface in driving technology adoption in the public sector. DJP should leverage these practical implications to improve its strategy for adopting digital systems.  
Analisis Efektivitas Sistem Pengendalian Piutang Pada PT Samudera Puranabile Abadi Bitung Gazali, Ahmad; Pesak, Pricilia Joice; Salindeho, Alfred
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.1135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem pengendalian piutang dan mengidentifikasi cara meminimalkan risiko piutang tidak tertagih pada PT Samudera Puranabile Abadi Bitung. Fenomena yang mendasari penelitian ini adalah adanya piutang macet yang dapat mengganggu likuiditas perusahaan. Studi ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, melalui tiga tahap utama: pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Proses analisis ini memungkinkan untuk menemukan pola dan hubungan antara berbagai bagian sistem pengendalian internal berdasarkan temuan lapangan. Analisis didasarkan pada teori pengendalian internal COSO, yang mencakup lima komponen utama, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian piutang perusahaan telah berfungsi secara efektif di seluruh komponen COSO, berkontribusi pada kelancaran arus kas dan manajemen risiko kredit. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan kebijakan kredit dengan sistem pengawasan internal. Keunikan penelitian ini terletak pada penerapan model COSO dalam konteks industri pembuat kapal, yang masih kurang dieksplorasi di Indonesia.   This study aims to analyze the effectiveness of the receivables control system and identify ways to minimize the risk of uncollectible receivables at PT Samudera Puranabile Abadi Bitung. The underlying phenomenon of this study is the existence of bad receivables that can disrupt the company's liquidity. This study uses a qualitative descriptive methodology, with data collection techniques such as interviews, observations, and documentation. The data obtained was analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model, through three main stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. This analysis process makes it possible to find patterns and relationships between different parts of the internal control system based on field findings. The analysis is based on COSO's internal control theory, which includes five main components, namely the control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring. The findings of the study show that the company's receivables control system has functioned effectively across all components of the COSO, contributing to smooth cash flow and credit risk management. The implications of this study highlight the importance of integrating credit policy with an internal supervisory system. The uniqueness of this research lies in the application of the COSO model in the context of the shipbuilding industry, which is still underexplored in Indonesia.  
Moderasi Transparansi Media Sosial pada Pengaruh Koneksi Politik terhadap Indikasi Kecurangan Laporan Keuangan Karundeng, Frandy E F; Pesak, Pricilia J
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v2i1.268

Abstract

Banyak top management perusahaan di Indonesia yang terkoneksi secara politik. Sayangnya, banyak juga kasus korupsi di Indonesia yang melibatkan perusahaan-perusahaan yang memiliki koneksi politik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji dan menganalisis pengaruh koneksi politik terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Selanjutnya, melihat perkembangan penyebaran informasi melalui media sosial yang begitu cepat dan mudah, maka transparansi media sosial digunkan sebagai variabel yang moderasi hubungan antara koneksi politik dan kecurangan laporan keuangan. Penelitian ini dalakukan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2021, dan menggunakan alat uji statistik smartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koneksi politik tidak berpengaruh pada indikasi kecurangan laporan keuangan. Berdasarkan model Bensih M-Score, perusahaan tidak tergolong sebagai manipulator laporan keuangan. Selain itu, para elit politik dalam perusahaan juga akan cenderung untuk menjaga legitiamasi dari masyarakat, sebab jika informasi kecurangan terungkap di publik, maka akan merusak citra publik dan bisa mengancam karir politknya. Begitu juga dengan transparansi media sosial tidak mampu memoderasi karena masyarakat menganggap informasi yang diungkapkan perusahaan tidak merefleksikan kondisi yang sebenarnya. Akhirnya, penelitian ini diharapkan bisa menjadi sumber masukan yang valid dalam mentukan indikasi kecurangan laporan keuangan, serta bisa menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam menentukan komposisi dewan komisaris dan direksi perusahaan. There are many top management of companies in Indonesia who are politically connected. Unfortunately, there are also many corruption cases in Indonesia that involving companies with political connections. Therefore, this study was conducted to examine and analyze the effect of political connections on indications of fraudulent financial statements. Furthermore, looking at the fast and easy dissemination of information through social media, the social media transparency is used as a variable that moderates the relationship between political connections and fraudulent financial statements. This research was conducted on mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020-2021, and used the smartPLS statistical test tool. The results of the study showed that political connections have no effect on indications of fraudulent financial statements. Based on the Benih M-Score model, the sample companies is not classified as a financial statements manipulator. In addition, the political elites within the company will also tend to maintain legitimacy from the public, because if fraudulent information is revealed, it will harm the public image and could threaten their political career. Likewise, the transparency of social media is not able to moderate because the public considers that the information disclosed by the companies do not reflect the real conditions. Finally, this research is expected to be a valid source of input in determining indications of fraudulent financial statements, and can be taken into consideration by companies in determining the composition of the company's board of commissioners and directors.