Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Perilaku Berisiko Dengan Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Desa Mayangrejo Putra, Anak Agung Sagung Ayu Saraswati; Arini, Shintia Yunita; Lusno, Muhammad Farid Dimjati; Ardyanto w, Denny; Irwanto, Bian Shabri Putri; Syafi'i, Imam; Fadli, Rino Choirul; Rokhman, Arifatur
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2023): EDITION JULY 2023
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v11i2.4005

Abstract

Dengue hemorrhagic fever emerges in tropical countries like Indonesia. Bojonegoro is one of the highest districts with increased cases in East Java. The high incidence of dengue hemorrhagic fever in Bojonegoro is riveting to be explored related to some causative factors, including education and community behavior. Moreover, education affects an individual level of knowledge, which will impact a person's behavior that potentially affects the public health degree, especially the incidence of dengue hemorrhagic fever. This study aimed to determine the relationship between education and risky behavior in dengue hemorrhagic fever incidence in Mayangrejo Village, Bojonegoro Regency, East Java. A cross-sectional approach was used within a total population of 302 participants, and the Lemeshow sampling technique reached 67 respondents. Data were collected using a questionnaire distributed to residents' homes, while the Fisher's Exact Test was used for data analysis. The results showed a significant relationship between behavior and the incidence of dengue hemorrhagic fever (p-value = 0.024), and there was a relationship between education level and the incidence of the disease (p-value = 0.022). Performing health education and undertaking one House one Jumantik program is then recommended. 
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN KUALITAS TIDUR PEKERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA KONSTRUKSI Iasyah, Alifia Nezaluna Amalia; Irwanto, Bian Shabri Putri; Ernawati, Meirina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51849

Abstract

Konstruksi merupakan salah satu sektor pekerjaan yangmemiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Pekerja konstruksi seringkali menghadapi berbagai hal seperti menghadapi beban kerja fisik berat, jam kerja panjang, serta kondisi lingkungan yang menantang, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan keselamatan kerja. Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh pekerja konstruksi, yang dapat berdampak pada penurunan kinerja dan peningkatan risiko kecelakaan kerja. Salah satu faktor yang berperan penting dalam timbulnya kelelahan kerja adalah kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hubungan antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja pada pekerja konstruksi melalui pendekatan literature review. Artikel ilmiah yang dianalisis berasal dari berbagai sumber seperti Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, SINTA, dan Scopus dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021–2025). Hasil peninjauan menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur yang buruk dan meningkatnya tingkat kelelahan pada pekerja konstruksi. Faktor-faktor seperti kelelahan fisik, tekanan psikologis, kondisi lingkungan kerja, serta gaya hidup turut mempengaruhi kualitas tidur pekerja. Kelelahan yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada gangguan kesehatan fisik dan mental, serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, manajemen proyek perlu memperhatikan kualitas tidur sebagai bagian dari strategi pencegahan kelelahan kerja di sektor konstruksi.
LITERATURE REVIEW : ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA DI SEKTOR INFORMAL Putri, Devnia Pradia; Irwanto, Bian Shabri Putri; Ernawati, Meirina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.52009

Abstract

Sektor informal adalah pekerjaan tanpa struktur organisasi, hanya didasari kesepakatan, dan tidak jelas dalam sistem pengupahannya. Pekerja di sektor informal menghadapi risiko kesehatan yang cukup besar, khususnya terkait kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja di sektor informal melalui systematic literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dengan kata kunci “Kelelahan Kerja” dan “Pekerja Informal” pada publikasi berbahasa Indonesia periode 2021–2025. Sebanyak sepuluh artikel relevan dengan penelitian ini. Hasil telaah menunjukkan bahwa faktor internal yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah usia, status gizi, postur kerja, sikap kerja, kualitas tidur, tingkat kecemasan, dan kebiasaan merokok. Faktor pekerjaan yang berhubungan meliputi masa kerja, beban kerja, dan durasi kerja.Sedangkan, faktor lingkungan kerja yang berhubungan adalah iklim kerja dan kebisingan, sementara pencahayaan umumnya tidak berhubungan. Temuan ini menunjukkan bahwa kelelahan kerja pada pekerja sektor informal merupakan masalah multifaktorial, yang melibatkan aspek individu, tuntutan pekerjaan, dan faktor lingkungan.
Program “Kampung Emas” Sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kelurahan Embong Kaliasin, Surabaya Andriani, Dinda; Irwanto, Bian Shabri Putri
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i1.21563

Abstract

The reduction in stunting rates must be more comprehensive in overcoming it, because this case is one of the national priorities in terms of human resource development. So that in handling stunting cases in Surabaya using the "Kampung Emas" program based on strengthening the 5 pillars of handling stunting. The method of this activity is carried out by means of Focus Discussion Group (FGD), mentoring and monitoring of stunting toddlers, education with lecture methods, community visits, and local market surveys. The results of the implementation of the "golden village" program based on the 5 pillars of stunting management include: health cadres and the village have a commitment to resolve stunting cases, 9 children are classified as stunted, increasing the understanding of education participants to 98% after being given education, getting food ideas after surveying the local market, namely cork fish potato sticks and moringa leaves, and moringa leaf pudding as an innovative healthy menu so that stunting toddlers are not bored. From these various activities, it succeeded in graduating 1 child who was classified as stunted.
Efektivitas upaya intervensi dalam mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi pada kelompok pra lansia dan lansia Ruth Abigail Vania Girsang; Khuliyah Candraning Dinayah; Aditya Sukma Pawitra; Bian Shabri Putri Irwanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23054

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi di Desa Suwaloh dengan jumlah kasus 74 orang yang penderitanya merupakan pra lansia dan lansia. Tujuan dari program “Suwaloh BERPOTENSI” adalah untuk memberikan upaya intervensi dalam mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi sesuai dengan kondisi sumber daya dan karakteristik masyarakat. Metode pelaksanaan program ini terdiri dari sosialisasi kesehatan (SOLASI), pembekalan berupa buku saku dan lagu (BUKSI dan LUSI), serta demonstrasi senam hipertensi (SELASI) yang dilangsungkan pada tanggal 17 Januari 2023. Sasaran dalam program ini adalah kelompok umur pra lansia dan lansia yang berjumlah 50 orang. Hasil yang telah dicapai pada Program “Suwaloh BERPOTENSI” adalah jumlah peserta yang hadir sebanyak 40 orang (80%) serta terjadi peningkatan pengetahuan >10% berdasarkan pre-test dan post-test. Oleh karena itu, program “Suwaloh BERPOTENSI” disimpulkan berhasil dilaksanakan dengan efektif dan optimal sebagai upaya intervensi penyakit hipertensi pada kelompok pra lansia dan lansia. Kata kunci: hipertensi; pra lansia; lansia; intervensi; sosialisasi Abstract Hypertension is a non-communicable disease with the highest prevalence in Suwaloh Village with 74 cases whose occupants are pre-elderly and elderly. The "Suwaloh BERPOTENSI" program aims to provide intervention efforts in preventing and controlling hypertension in accordance with the condition of resources and the characteristics of the community. The method of the program implementation consisted of health socialization (SOLASI), providing pocket book and song (BUKSI and LUSI), and demonstration of hypertension exercises (SELASI) which were held on January 17, 2023. The targets in this program were the pre-elderly and elderly age group with a total of 50 people. The results that have been achieved in the "Suwaloh BERPOTENSI" Program were the number of participants who attended by 40 people (80%) and there was an improvement in knowledge >10% between pre-test and post-test. Therefore, the "Suwaloh BERPOTENSI" program was concluded to have been successfully implemented effectively and optimally as an intervention effort for hypertension in the pre-elderly and elderly groups. Keywords: hypertension; middle age; elderly; intervention; socialization
Peran Dukungan Sosial pada Work-life Balance Bagi Pekerja Wanita Berstatus Menikah Darmabrata, Raiqah Pradanggi; Irwanto, Bian Shabri Putri; Ardyanto, Denny
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 13 No. 2 (2025): JKP DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i2.1238

Abstract

Latar belakang: Work-life Balance sebagai kondisi yang mencerminkan keseimbangan kehidupan pekerjaan dengan kehidupan personal menekankan pentingnya keterlibatan dan komitmen individu yang seimbang pada aspek pekerjaan maupun personal. Peran wanita berstatus menikah sebagai pekerja sekaligus pasangan atau ibu menyebabkan wanita cenderung merasakan sulit dalam memperoleh Work-life Balance yang berkualitas. Tujuan: Tujuan adanya studi ini yaitu untuk memahami peran dukungan sosial dalam mencapai Work-life Balance bagi tenaga kerja wanita yang telah berstatus menikah. Metode: Studi ini menggunakan metode narrative literature review dengan kata kunci “Work-life Balance”, ”Dukungan sosial”, ”Wanita”, dan ”Perempuan” dalam Bahasa Indonesia dan ”Social support”, ”Work-life balance”, ”Women” dalam Bahasa Inggris. Sebanyak 394 artikel diperoleh dan menghasilkan 7 artikel yang akan ditelaah. Hasil: Hasil telaah menunjukkan dukungan sosial berperan pada tercapainya Work-life Balance yang berkualitas pada pekerja perempuan. Dukungan sosial yang bersumber dari keluarga, teman, kolega, dan tempat kerja hadir dalam bentuk dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasional, dan dukungan persahabatan. Kesimpulan: Tujuh artikel yang ditelaah menjelaskan adanya peran dukungan sosial pada pencapaian Work-life Balance bagi tenaga kerja wanita yang berstatus menikah. Mayoritas dukungan sosial yang diberikan dalam bentuk dukungan emosional dan dukungan instrumental.
Program Sahabat Obat Sebagai Upaya Pengendalian Hipertensi di Desa Purwosari Kecamatan Babadan Kholifatul Ibra Tyra Zahrani; Bian Shabri Putri Irwanto
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v6i1.139

Abstract

Hypertension is one of the leading causes of mortality worldwide and remains a major public health problem. Based on the 2024 Health Profile of Puskesmas Babadan, hypertension was the most prevalent non-communicable disease, with 263 recorded patients, indicating the need for community-based interventions to improve hypertension management. The Sahabat Obat Program was an innovative initiative conducted by the Faculty of Public Health, Universitas Airlangga, in 2025 to support hypertension control in Purwosari Village. The program aimed to increase medication adherence among hypertension patients and improve knowledge of hypertension management among pre-elderly and elderly individuals. Implementation involved situational analysis using the PRECEDE–PROCEED model, problem prioritization using the USG method, problem analysis using a fishbone diagram, and selection of alternative solutions using the MEER approach. The program was conducted in January 2025 at the Purwosari Village Hall, involving 50 pre-elderly and elderly hypertension patients and 31 family members as Medication Taking Companions (PMOs). The findings showed an increase in participants’ knowledge regarding adherence to antihypertensive medication. In conclusion, the Sahabat Obat Program positively contributed to improving medication adherence, and community members are encouraged to maintain adherence, strengthen family support, adopt healthy lifestyles, and routinely monitor blood pressure to support sustainable hypertension control. 
The Relationship between Work Stress and Metabolic Syndrome with the Mediation of Emotional Eating and Mood Disturbances Among Mining Workers Septa Indra Puspikawati; Atmaka, S.Gz, MPH, Dominikus Raditya; Shintia Yunita Arini; Bian Shabri Putri Irwanto; Asri Meidyah Agustin; Miko Ardiansyah; Erni Astutik; Eka Cahya Febriyanto
Media Gizi Indonesia Vol. 21 No. 2 (2026): MEDIA GIZI INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v21i2.209-218

Abstract

The prevalence of metabolic syndrome is increasing globally due to various factors that influence the progression of this syndrome. Identifying the factors that influence the development of metabolic syndrome is important, especially among working populations. This study aimed to explore the association between job-related stress and metabolic syndrome in mining workers, with emotional eating and mood disorders as mediating factors. An observational analytic method with a cross-sectional study design was employed. The research subjects were 131 workers from a mining contractor company in East Kalimantan, who were chosen after the research objectives were explained and their informed consent was obtained. The independent variable examined was work stress, and the dependent variable was metabolic syndrome. Emotional eating and mood disturbances were included as mediating variables in the analysis. Data were collected through measurements and questionnaire completion. The data were analyzed using path analysis techniques, and SPSS version 26 was used for statistical processing. The results showed that there was no relationship between work stress and metabolic syndrome mediated by emotional eating and mood disturbances. However, a relationship was found between work stress and the mediator variables of emotional eating and mood disturbances.
Analisis Tingkat Kelelahan Kerja (Fatigue) pada Pekerja di PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk Aruko, Rahma Putri; Irwanto, Bian Shabri Putri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7811

Abstract

Industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi sehingga penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) menjadi sangat penting, khususnya dalam mengendalikan kelelahan kerja (fatigue) yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelelahan kerja serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada pekerja di PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan partisipasi aktif melalui kegiatan MBKM. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) terhadap 689 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami tingkat kelelahan sedang, yang ditandai dengan penurunan konsentrasi, kelelahan fisik, serta penurunan kewaspadaan selama bekerja. Pengukuran iklim kerja panas menunjukkan nilai Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) berada di bawah ambang batas namun mendekati batas tersebut. Selain itu, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, pengelolaan bahan kimia, serta implementasi Emergency Response Plan (ERP) telah berjalan sesuai standar, meskipun masih terdapat faktor risiko psikologis seperti beban kerja dan tekanan kerja yang tinggi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi K3 di PT GMF AeroAsia telah berjalan dengan baik, namun masih diperlukan upaya peningkatan dalam pengendalian kelelahan kerja, faktor psikososial, dan kondisi lingkungan kerja untuk mendukung keselamatan dan produktivitas pekerja secara optimal.
Uji Kelayakan Teknis dan Performa AUVEST: Rompi Pendingin Otomatis Berbasis Wearable Thermoelectric Cooler untuk Mitigasi Risiko Heat Stress Wildan, Muchammad Adam; Rayhana, Amelia Avril; Nabila, Nadia Hanifan; Irwanto, Bian Shabri Putri
National Journal of Occupational Health and Safety Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heat stress is a serious threat to construction workers that can reduce productivity and even threaten lives. Existing cooling vest innovations still have limitations, such as weight, manual systems, and the risk of leakage. This study aims to analyze the effectiveness of the Automatic Vest (AUVEST), an automatic cooling vest based on Wearable Thermoelectric Cooler and the Internet of Things (IoT), in preventing the risk of heat stress. The method used is experimental with trials on one construction worker in indoor and outdoor environments. AUVEST is equipped with temperature sensors (DS18B20, TMP102) and humidity (DHT11), whose data is processed by an ESP8266 microcontroller to automatically activate the Peltier module based on the Heat Stress Index (HSI) indicator ≥28 and internal temperature ≥35°C. The performance test results show that AUVEST successfully activates the cooling system automatically in outdoor environments, with the temperature reduction rate reaching a peak of 6.91°C in the 7th minute and stabilizing at 6.65°C. AUVEST weighs only 992 grams and has a battery life of 8 hours, outperforming similar products. It was concluded that AUVEST is effective as an innovative, ergonomic, and intelligent solution for heat stress prevention in construction workers. Keywords: Heat Stress, Construction, Automatic Cooling Vest, Wearable Thermoelectric Cooler