Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Literasi Bahasa Inggris melalui Metode Bercerita Indonesian Folk Tales bagi Siswa Sekolah Dasar Yuswin Harputra; Yulia Rizki Ramadhani; Bismar Sibuea
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Maret
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v1i2.134

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah memberikan peningkatan keterampilan berbahasa Inggris dengan metode bercerita Indonesian Folk Tales bagi Siswa Sekolah Dasar Negeri No. 200405 Padangsidimpuan sehingga siswa dapat terampil bahasa Inggris dengan kemampuan bercerita. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyampaian materi dan storytelling perform. Evaluasi dilaksanakan sebelum, selama, dan setelah kegiatan pengabdian berlangsung dengan bentuk observasi. Hasil yang diharapkan dari pengabdian ini adalah meningkatnya keterampilan berbahasa Inggris bagi siswa, yaitu mampu memahami teks Bahasa inggris dan mampu bercerita Indonesian Folk Tales dalam bahasa Inggris
Kemampuan Membaca Kritis dalam Kurikulum Pendidikan di Turki dan Indonesia: Sebuah Analisis Perbandingan Yulia Rizki Ramadhani; Azwar Ananda; Nurhizrah Gistituati; Rusdinal Rusdinal; Yuswin Harputra
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5311

Abstract

This study compares the Turkish and Indonesian education curricula regarding critical reading skills. Critical reading is important for understanding and evaluating texts critically, rationally, and reflectively. In this study, data was collected from both countries to compare their critical reading skills using the comparative descriptive method. The Turkish Language Curriculum (TLCC) has a teaching hierarchy that allows for gradually developing reading skills according to grade level. The focus is on higher-order thinking skills such as classifying, interpreting, critiquing, and evaluating texts. TLCC teaches reading strategies, identifying main ideas, and evaluating media texts. In Indonesia, the Merdeka Curriculum emphasizes critical and creative thinking in reading learning. The approach is student-centered and actively engages students in the learning process. It also focuses on developing creativity, scientific reasoning, reflection, and applying Pancasila values. In conclusion, TLCC provides a gradual teaching structure and focuses on higher-order thinking skills, while the Merdeka Curriculum in Indonesia encourages critical and creative thinking in broader learning. It is recommended to improve student feedback, use diverse reading materials, and integrate concrete steps in developing reading skills with critical and creative thinking.
Sosialisasi Kiat Sukses Promosi Pariwisata Digital Bagi Konten Kreator, Duta Pariwisata, dan Pegawai Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Padangsidimpuan Yuswin Harputra; Abdul Rahman Suleman; Azhar Harahap; Kasmawati; Muhammad Noor Hasan Siregar
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/kalandra.v5i4.677

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi pariwisata Kota Padangsidimpuan yang belum diimbangi dengan kemampuan promosi digital yang optimal di kalangan konten kreator, duta pariwisata, dan pegawai Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) setempat. Tim dosen Universitas Graha Nusantara (UGN) bekerja sama dengan Dispora Kota Padangsidimpuan menyelenggarakan sosialisasi bertajuk “Kiat Sukses Promosi Pariwisata” pada Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Aula Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Padangsidimpuan. Metode pelaksanaan berupa ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan materi meliputi pemasaran berbasis media sosial dan konten visual, kolaborasi dengan influencer dan komunitas lokal, optimasi kehadiran digital (SEO dan Google My Business), pemanfaatan user-generated content (UGC) dan pengelolaan ulasan, serta penyusunan paket wisata tematik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap strategi promosi pariwisata digital serta munculnya komitmen untuk menerapkan materi yang diperoleh dalam pengelolaan destinasi dan konten pariwisata di Kota Padangsidimpuan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan melalui promosi digital yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Guru Dalam Mengembangkan Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Indonesian Folk Tales Untuk Penguatan Literasi Siswa SMP Yulia Rizki Ramadhani; Yuswin Harputra; Elissa Evawani Tambunan
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/kalandra.v5i4.678

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kemampuan guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Angkola Timur dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan mampu menumbuhkan minat baca serta literasi siswa. Padahal, cerita rakyat Indonesia (Indonesian folk tales) memiliki potensi besar sebagai sumber materi pembelajaran Bahasa Inggris yang dekat dengan budaya siswa sekaligus efektif untuk penguatan literasi. Tim dosen Universitas Graha Nusantara (UGN) menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan bagi 13 guru SMP Negeri 4 Angkola Timur melalui pelatihan dan pendampingan pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Indonesian folk tales. Metode pelaksanaan berupa pelatihan, diskusi, dan pendampingan penyusunan bahan ajar, meliputi pemilihan dan adaptasi cerita rakyat, pengembangan media pembelajaran, teknik storytelling dan reading aloud, integrasi empat keterampilan berbahasa, serta penyusunan asesmen literasi berbasis cerita rakyat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran Bahasa Inggris yang inovatif dan kontekstual, serta komitmen guru untuk menerapkan bahan ajar berbasis folk tales di kelas guna mendukung penguatan literasi siswa SMP Negeri 4 Angkola Timur.
The Relationship Between Reading Interest And Reading Literacy In Indonesian Folk Tales-Based English Learning Yuswin Harputra; Yulia Rizki Ramadhani
ETANIC Journal Of English Language Teaching And Applied Linguistics Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/journaletanic.v4i2.679

Abstract

Reading interest is an important affective factor influencing students' reading literacy, yet evidence in Indonesian EFL contexts using local culture-based materials remains limited. This study examined students' reading interest, English reading literacy, and the relationship between the two following Indonesian Folk Tales-based English learning. A quantitative correlational design was employed with 30 eighth-grade students of SMP Negeri 4 Angkola Timur selected through total sampling. Data were collected using a 22-item Reading Interest Questionnaire and a 35-item English Reading Literacy Test. Descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and Pearson Product-Moment correlation were used for data analysis. The findings showed that students' reading interest was at a moderate-to-high level (M = 72.79%), while their English reading literacy was at a moderate level (M = 68.74%). Both variables were normally distributed (p > .05). Pearson correlation analysis revealed a significant moderate positive relationship between reading interest and English reading literacy (r = 0.497, p = 0.005), indicating that students with higher reading interest tended to achieve better reading literacy. These findings suggest that Indonesian Folk Tales-based learning can foster reading interest and support English reading literacy development. The study highlights the value of culturally relevant reading materials in promoting EFL literacy in Indonesian junior high schools.