Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Budaya Manonob sebagai Kearifan Lokal Pembalajaran Pendidikan Agama Kristen Natonis, Harun Yermia; Pasaribu, Jarusman; Hege Udju, Anita A; Djawa, Maya; Lopis, Yorhans S.; Roby Kause
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i2.2221

Abstract

Abstrak. Tujuan pkm tentang budaya manonob (gotong royong) adalah karena minimnya penghargaan terhadap budaya manonob yang dapat mempersatukan dan mengikatkan persaudaraan. Kurangnya kerjasama antar semua pihak di bidang pendidikan dalam menanamkan budaya manonob bagi setiap peserta didik. Budaya manonob penting ditanamkan untuk menciptakan hubungan yang harmoni dengan saling mengasihi, menolong dan saling pedili terhadap sesama. Melalui budaya Manonob peserta didik dapat bekerjasama dalam menciptakan hubungan yang baik, harmonis dan sejahtera dilingkungan dimana mereka berada. Metode yang dipakai adalah sosialisasi melalui ceramah, tanya jawab dan tindak lanjut. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagai kearifan lokal, budaya manonob seharusnya diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat lebih khusus dalam dunia pendidikan di Timor Tengah Selatan (TTS). Penerapan budaya manonob sebagai kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dapat menolong peserta didik menumbuhkan karakter yang kristiani dalam menciptakan hubungan yang harmoni, kerukunan, dan saling peduli antar sesama
Kajian Sosiologis Kinerja Sumber Daya Manusia Pada IAKN Kupang Berdasarkan Etika Protestan Djami, Marla Marisa; Se'u, Windynia Givens Giliary; Lopis, Yorhans S.; Kase, Juana
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v10i2.310

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan dan pengaruh etika kerja Protestan di kalangan dosen dan tenaga kependidikan IAKN Kupang berdasarkan teori Dr. Zainur Wula dan Max Weber. Etika kerja yang dimaksud mencakup kerja keras, kejujuran, profesionalisme, dan kesadaran atas pekerjaan sebagai panggilan (calling). Hasil wawancara menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut tercermin nyata dalam keseharian, ditandai dengan dedikasi tinggi, penilaian objektif, peningkatan kompetensi, dan manajemen waktu yang baik. Konsep calling dimaknai sebagai wujud syukur atas anugerah Tuhan serta bentuk ibadah dan pelayanan. Etika ini turut mendorong peningkatan kualitas institusi dan efisiensi kerja. Dalam kerangka teori Weber, etika Protestan dianggap mendukung produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, teori pilihan rasional menunjukkan bahwa agama memberikan pedoman moral dan motivasi rasional. Kesimpulannya, etika kerja Protestan berpengaruh pada perilaku individu, kemajuan institusi, dan mencerminkan nilai spiritual dalam dunia kerja.
Seminar Pemberdayan Perempuan Lintas Agama Melalui Pendekatan Moderasi Beragama di Kelurahan Namosain, Kota Kupang Lopis, Yorhans S.; Maria Manuain, Leryani Mince; Pellondou, Andri Oktovianus; Fointuna, Resta
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4068

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama perempuan dari berbagai agama, tentang pentingnya gizi seimbang dan peran mereka dalam mencegah stunting dengan pendekatan moderasi beragama di Kelurahan Namosain, Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif (Participatory Action Research/PAR), berupa seminar dan pelatihan selama dua hari dengan melibatkan 20 ibu rumah tangga dari berbagai agama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang stunting dan gizi, di mana mayoritas mampu menjelaskan definisi, penyebab, dan dampaknya. Pendekatan moderasi beragama terbukti efektif dalam memperkuat kerjasama lintas agama dan mendorong pembentukan kelompok ibu-ibu yang saling mendukung. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan moderasi beragama efektif dalam mendorong kerjasama dan kesadaran lintas agama. Untuk keberlanjutan program, direkomendasikan agar kegiatan serupa diperluas dengan dukungan fasilitas yang lebih baik dan evaluasi jangka panjang untuk mengukur dampaknya terhadap penurunan stunting. Kebijakan yang mendukung pemberdayaan lintas agama juga diperlukan agar masyarakat lebih sadar dan aktif dalam mengatasi masalah kesehatan bersama.