Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penanda DNA: Uji Halal pada Makanan Olahan Daging Menggunakan Primer Multiplex PCR (Polymerase Chain Reaction) Hanina Dzikrina; Diah Puspita Sari; Nurul Faridah; Salsabila Shafa Saidah; Salma Annisa Nur Alifah; Diah Kusumawaty
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 12 No. 1 (2022): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v12i1.36437

Abstract

Multiplex-PCR (mPCR) is a technique that is gaining popularity due to its ability to detect multiple species in a single tube, resulting in faster results with more efficient and cost-effective resources than the conventional PCR method. This study aimed to design mPCR genetic markers for the detection of bovine/rat/chicken/pork organisms in processed foods. The procedure was divided into two stages: in silico and in vitro. The primers were designed based on mitochondrial cytochrome genes obtained from the NCBI GeneBank. Following alignment, the selected DNA fragments were used as the target sequence for the primer design. The sequences of all primer pairs were aligned on the Oli2go primary pooler to determine whether there was a possibility of cross reaction. The results of this study indicated that primers designed for the COX1 gene in rats and bovine, the KEF22 r01 gene in pork, and the ND6 gene in chicken produced amplicons with sizes of 622 bp, 552 bp, 588 bp, and 272 bp, respectively.  However, the amplicons generated from pork, bovine and mouse marker primers were difficult to distinguish when electrophoresed in the same 2% agarose gel. Meanwhile, the amplicons of the primer markers of chickens can be distinguished when electrophoresed with pork/cows/rat. The study concludes that the designed primer pairs can be used together in mPCR if the difference in amplicon size is greater than 200 bp.Key words: Multiplex PCR; DNA markers; Halal meat test.ABSTRAKMultiplex-PCR merupakan metode yang saat ini sedang populer untuk digunakan karena dapat melakukan pendeteksian lebih dari satu spesies dalam satu tabung, sehingga hasil yang diperoleh lebih cepat, efisien, dan murah dibanding metode PCR biasa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang penanda genetik multipleks-PCR untuk deteksi adanya organisme sapi/tikus/ayam/babi pada makanan olahan. Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap, yaitu secara in silico dan in vitro. Primer dirancang dengan menggunakan gen sitokrom mitokondria yang didapat dari GeneBank NCBI. Setelah dilakukan alignment, fragmen DNA yang terpilih dijadikan sebagai target sekuen untuk desain primer. Semua sikuen pasangan primer di-alignment pada Oli2go primer pooler untuk melihat kemungkinan adanya cross reaction.  Hasil dari penelitian ini yaitu primer tikus dan sapi dirancang dengan menggunakan gen COX1, primer babi menggunakan gen KEF22_r01, dan primer ayam menggunakan gen ND6 menghasilkan amplikon dengan ukuran berturut-turut 622 pb, 552 pb, 588 pb dan 272 pb. Namun, amplikon yang dihasilkan dari primer penanda babi, sapi dan tikus sulit dibedakan saat dielektroforesis dalam sumur gel agaros 2% yang sama. Sedangkan amplikon dari pasangan primer penanda ayam dapat terbedakan saat dielektroforesis baik bersama babi/sapi/tikus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil rancangan primer penanda telah dapat digunakan secara bersama jika perbedaan ukuran amplikon >200 pb.Kata kunci: Multiplex PCR; Penanda DNA; Uji halal daging.
Pengaruh Tingkat Inflasi, Fluktuasi Harga Emas, Dan Jumlah Nasabah Terhadap Penyaluran Pembiayaan Rahn Pada PT. Pegadaian (PERSERO) Periode 2012-2021 Diah Puspita Sari; Budiman, Septian
Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa Vol. 8 No. 02 (2023): JESPB Edisi Oktober 2023
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jespb.v8i02.972

Abstract

This study aims to analyze PT Pegadaian (PERSERO)'s distribution of rahn financing, which is influenced by inflation rates, fluctuations in gold prices, and the number of customers. This research is quantitative, using secondary data. In collecting data, this study uses two methods, namely the method of documentation and the method of literature. The samples used were 10 samples from PT. Pegadaian's financial statements from 2012 to 2021. In this study, the data analysis technique used is multiple linear regression analysis. Data processing in this study uses e-views software version 10. Partial test results state that (1) the inflation rate has a negative and insignificant effect on the distribution of Rahn financing; (2) fluctuations in the price of gold have a significant effect on the distribution of Rahn financing; and (3) the number of customers has a negative and insignificant effect on the distribution of Rahn financing. Rahn's financing distribution is influenced by the inflation rate, gold price fluctuations, and the number of customers based on simultaneous test results.
Meningkatkan Perilaku Pro-Lingkungan Melalui Sosialisasi Pengelolaan Sampah Catherine Agnesia Putri; Dhiya Fauziyyah Sudirman; Diah Puspita Sari; Fina Alfiah Wulandari; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i12023p1-9

Abstract

Increasing population growth will indirectly impact the emergence of various problems, including environmental problems, especially waste problems. One alternative solution for dealing with waste issues is to employ waste management. Pro-Environmental Dissemination to residents who live on Jalan KH. Ahmad Dahlan, Oebobo District, Kupang City, aims to increase knowledge about good waste management. This study used a one-group pretest and posttest experimental design. There were 12 participants (n=12) aged 20-24 years old. The experiment was conducted by giving a pretest related to the knowledge of managing waste, that is the urgency of waste problems, pro-environmental behavior, waste utilization, and waste management. Next, participants were given treatment through pro-environmental socialization through materials delivery and discussions on waste problems and management. After treatment, each participant was given a posttest containing the same questions as the previous pretest. The outcomes of this exercise show that spreading pro-environmental behavior can raise public awareness of trash management and utilization. Abstrak Jumlah penduduk yang terus meningkat akan berdampak tidak langsung pada munculnya berbagai masalah, salah satunya adalah masalah lingkungan, khususnya masalah sampah. Pengelolaan sampah menjadi alternatif yang dapat digunakan untuk menangani permasalahan sampah. Sosialisasi Pro-Lingkungan kepada warga yang bermukim di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan sampah yang baik. Penelitian ini menggunakan desain ekperimen pre-test dan post-test satu kelompok. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang (n=12) yang berumur 20-24 tahun. Eksperimen dilakukan dengan memberi partisipan pretest yang berkaitan dengan pengetahuan pengelolaan sampah, yaitu urgensi permasalahan sampah, perilaku pro-lingkungan, pemanfaatan sampah, dan pengelolaan sampah. Selanjutnya, partisipan diberikan perlakuan berupa sosialisasi pro-lingkungan melalui penyampaian materi serta diskusi mengenai permasalahan sampah dan pengelolaan sampah. Setelah diberikan perlakuan, kepada masing-masing partisipan diberikan posttest, posttest berisi pertanyaan yang sama dengan pretest sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sosialisasi perilaku pro-lingkungan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan dan pengelolaan sampah.
Peningkatan Literasi Digital : Membangun Masyarakat yang Cerdas, Beragama dan Mandiri melalui Dasawisma RW 07 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur Maulana, Ahmad; Abra Saputra Siregar; Amalia; Agatha Anggraeni Dewi; Tatik Yuniarti; Boby Setiawan; Firza Arief Rahmatullah; Dimas Artha Antariksa; Intan Nurbaiti; Muhammad Tsani Irsyadi; Wenny Asti Pratiwi; Reski Wahyudi; Ika Dwi Rachmawati; Fian Khamil Arifin; Diah Puspita Sari; Nurikha Pramudhita; Audy Salsabillah; Dwi Rabita; Ardison; Septiawan Jiwandono
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2025): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut masyarakat untuk memiliki literasi digitalyang memadai agar dapat berpartisipasi aktif dalam era digital. Namun, masih banyak warga,khususnya di Dasawisma RW 07 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, yang memiliki keterbatasandalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara optimal. Oleh karena itu, pengabdian inibertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat setempat guna membangun kecerdasandan kemandirian dalam menggunakan teknologi. Program ini dirancang untuk meningkatkanpemahaman masyarakat tentang penggunaan internet secara bijak, keamanan digital, sertapemanfaatan platform digital untuk produktivitas sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini jugabertujuan memberdayakan kelompok Dasawisma sebagai agen perubahan dalam mendorongliterasi digital di lingkungannya. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan,dan sosialisasi dengan pendekatan partisipatif. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif praktik langsung, dan diskusi kelompok. Peserta terdiri dari ibu-ibu Dasawisma dan wargaRW 07 yang dibagi dalam beberapa sesi pelatihan sesuai dengan tingkat pemahaman awal.Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai literasi digital, termasukcara mengidentifikasi hoaks, menggunakan aplikasi produktif, dan menjaga privasi data. Pesertajuga menjadi lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan sehari-hari,seperti berjualan online dan mengakses informasi resmi. Program pengabdian ini efektif dalammeningkatkan literasi digital masyarakat Dasawisma RW 07 Kelapa Dua Wetan. Dukunganberkelanjutan dari pemerintah dan stakeholder diperlukan agar kemampuan ini dapat terusberkembang, sehingga tercipta masyarakat yang cerdas dan mandiri di era digital.