Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Bimbingan Insentif Tahfidzul Qur’an Dan Qiratul Kutub Murid Dayah Jeumala Amal Lung Putu Kabupaten Pidie Jaya Rachmat Tullah Abdurrahman; Amiruddin; Barrulwalidin; Miranda
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jkdm.v2i1.582

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan bimbingan tahfidzul qur’an dan bimbingan belajar kitab turas murid dayah jeumala amal lung putu pidie jaya. Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Hasil yang diperoleh bahwa kegiatan bimbingan tahfidzul qur’an dan bimbingan kitab turas pada LPM KITABAH dayah jeumala amal sudah terlaksana dengan yang diharapkan, adapun kegiatan bimbingan tahfidzul qur’an dan bimbingan belajar kitab turas memiliki perkembangan yang relatif meningkat dalam pencapaian proses pelaksanaannya. Maka dari itu besar harapan kegiatan ini terus dapat berlanjut supaya lebih mencapai efektifitas dan efensiensi pembelajaran di Dayah Jeumala Amal.
Optimalisasi Potensi Gen Z Di Pedesaan Dalam Mengikuti Seleksi CPNS 2024 Ibnu Phonna Nurdin; Dara Fatia; Annisah Putri; Uswatun Nisa; Saleh Sjafei; Riki Yulianda; Devi Intan Chadijah; Rachmat Tullah; Moh. Asri; Susvia Delta Kusdiane; Fasih Vidiastuti Sholihah
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v5i1.150

Abstract

The narrowing of the workplace is one of the reasons for the high unemployment rate in Indonesia. This unemployment is also experienced by Generation Z, who are in the territory of Indonesia in general and the province of Aceh in particular. Therefore, it takes skills and skills for Generation Z to get a job. In addition to being an alternative job, being a civilian apparatus of the state also helps the government to realize the golden generation in 2045 because who will be the PNS at that time many are from Generation Z. There are 3 main activities given during this training: provision of choosing the right formation and instance, provisioning provisions for passing grade CPNS approval, and provision filling answers at the time of the CAT test. These three main activities are the core activities that are mandatory, followed by Generation Z as an initial step for implementing the CPNS test in 2024. The results of this dedication demonstrate that the participants understand the material given. The hope of this activity is that the participants can pass the CPNS test in 2024. 
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Sejak Dini Dalam Membentuk Karakter Di TK Al-Aziziyah Samalanga Rachmat Tullah
Teladan: Jurnal Pendidikan Umum dan Karakter Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/jpuk.v1i2.42

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauhmana dampak internalisasi nilai-nilai Pendidikan Islam dalam pembentukan karakter murid TK Al-Aziziyah Samalanga. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan model Participatory Action Reseach atau sering disebut dengan PAR. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan sumber data. Kemudian kembali mengklasifikasi data yang berhubungan dengan berbagai proses dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pendidikan islam dalam membentuk karakter serta apa saja faktor penghambat internalisasi nilai-nilai Pendidikan Islam dalam membentuk karakter murid di TK Al-Aziziyah Samalanga, yaitu dengan proses Pembelajran, pembiasaan, keteladanan dan evaluasi, dengan menginternalisasikan nilai-nilai jujur, Amanah, adil, tolong-menolong dan rendah hati. Sehingga tanggung jawab para pendidik yang mulia ini memberikan dampak perubahan yang sangat signifikan kepada murid dari hasil sikap yang diterapkan serta perubahan prestasi yang diperoleh oleh murid TK Al-Aziziyah Samalanga. Adapun penghambat dalam internalisasi nilai-nilai Pendidikan islam hanya seperti padam listrik, banjir dan curah hujan yang cukup tinggi dan hal ini jika dipersentasekan tidak memberikan dampak yang besar.
Penguatan Pendidikan Karakter sebagai Upaya Preventif Dekadensi Moral Siswa Rachmat Tullah
Teladan: Jurnal Pendidikan Umum dan Karakter Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/jpuk.v1i1.88

Abstract

Penelitian ini adalah gabungan dari metode literatur dan metode observasi. Dimana, metode literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis bahan bacaan dari beberapa sumber, Metode observasi yang digunakan untuk mengumpulkan data langsung dari objek penelitian yaitu mengamati dan mencatat perilaku siswa dan lingkungan sekolah yang relevan dengan permasalahan yang dibahas sekaligus untuk memperkuat hasil analisis data yang diperoleh dari metode literatur. Maraknya penyimpangan moral terjadi menjadi sebuah refleksi, untuk itu sikap yang ditempuh untuk meminimalisir dekadensi moral dengan melakukan penguatan Pendidikan karakter terhadap siswa supaya menjadi langkah preventif dalam dekadensi moral tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan karakter menjadi faktor dalam membentengi Perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas, kejahatan remaja yang terindikasi dari dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Adapun penanggulan yang dilakukan dengan berbagai cara diantaranya menginternalisasi nilai dalam pembelajaran, peran guru dan pembiasaan positif. Tiga elemen tersebut, pada elemen pertama memenuhi ranah kognitif siswa untuk memiliki kapasitas pengetahuan dengan yang layak tentang moralitas , elemen kedua guru memberikan keteladanan, inspirasi dan motivasi yang mendukung kuat pembentukan karakter siswa secara mentalitas. dan elemen yang ketiga, melakukan pembiasaan yang menjadikan sesuatu akan menjadi ringan untuk dilakukan dan akhirnya bermuara menjadi kebiasaan.