Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pentingnya Gerakan 3M Terhadap Kesehatan Masyarakat Ledeng Heru Sulistiadinata; Suhada
aksararaga Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksaraga.v3i1.10

Abstract

Pandemi COVID-19 yang merebak di seluruh dunia telah membuat banyak perubahan terjadi pada seluruh organisme di dalam kota, termasuk masyarakat yang merupakan golongan rentan terpapar dan tertular COVID-19. Protokol kesehatan secara cepat diterapkan untuk memutus rangkai penyebaran COVID-19 seperti kampanye kesehatan dengan gerakan 3M. Meluasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia berdampak terhadap semua masyarakat di Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah resolusi (perubahan) permasalahan dengan segera, meningkatkan pemahaman kepada masyarakat tentang virus corona, meningkatkan kemampuan untuk pencegahan terjangkitnya covid 19, meningkatkan kemampuan agar tidak menularkan kepada lingkungan keluarga. Dengan gerakan 3M merupakan upaya dari Pemerintah untuk mencegah penularan virus corona agar tidak mudah menyebar khususnya masyarkat yang jarang begitu paham tentang bahaya dari virus corona.
Strategi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Mata Pelajaran PJOK Ditinjau dari Konsep Ilmiah, Teknologi dan Budaya Veny Juniarni Hardi; Giri Verianti; M Yusuf Nursyamsi; Suhada; Anjar Maulana Nuraziz
QUADHELIX (Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Prodi Magister Penjas Vol. 1 No. 1 (2024): QUADHELIX : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/quadhelix.v1i1.4

Abstract

Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pendemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Kebijakan ini mengharapkan satuan pendidikan dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Berdasarkan hal tersebut, kiranya sudah sepatutnya semua guru pengajar wajib memiliki strategi pembelajaran yang sesuai dengan keadaan tersebut, dan strategi itu haruslah berdasarkan pada konsep keilmiahan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan tidak meninggalkan wawasan budaya disetiap daerahnya. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, kami selaku orang akademisi pada bidang pendidikan jasmani perlu kiranya memberikan pengetahuan terkait dengan strategi pembelajaran tatap muka pada mata pelajaran PJOK khususnya kepada para guru pada mata pelajaran tersebut. Beberapa metode pelaksanaan dalam kegiatan ini adalah penyampaian menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, serta bimbingan tugas dalam pembuatan konten pelajaran PJOK berbasis teknologi. Sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para guru PJOK mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai tingkat Menengah, yang berada di Kabupaten Bekasi – Jawa Barat.
Sosialisasi Metode Pembelajaran dan Metode Melatih Futsal bagi Guru Pembina Ekstrakurikuler SMA/SMK di Kabupaten Garut Budiman Budiman; Suhada; Dadang Hermawan
aksararaga Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v8i1.169

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler futsal di tingkat SMA dan SMK merupakan salah satu wadah pembinaan minat, bakat, dan prestasi peserta didik. Namun, masih banyak guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang bertugas sebagai pembina ekstrakurikuler futsal belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai metode pembelajaran dan metode melatih yang sesuai dengan prinsip-prinsip kepelatihan olahraga. Kondisi tersebut berdampak pada pelaksanaan latihan yang cenderung belum terencana dan kurang sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru pembina ekstrakurikuler futsal SMA/SMK di Kabupaten Garut mengenai metode pembelajaran, metode melatih, serta penyusunan program latihan futsal. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi, simulasi, dan praktik penyusunan program latihan. Peserta kegiatan berjumlah 35 guru PJOK yang menjadi pembina ekstrakurikuler futsal di SMA dan SMK se-Kabupaten Garut. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan angket kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 64,75 pada saat pre-test menjadi 86,25 pada saat post-test atau meningkat sebesar 33,2%. Selain itu, peserta mampu menyusun rancangan program latihan sederhana yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan olahraga dan karakteristik peserta didik. Hasil angket juga menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memberikan respons positif terhadap materi dan metode pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru PJOK sebagai pembina ekstrakurikuler futsal serta dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembinaan futsal pelajar di Kabupaten Garut.
Social Behavior of Mobile Legends Esport Athletes Yuda Yudistira; Bangbang Syamsudar; Suhada
Journal of Physical and Outdoor Education Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Physical and Outdoor Education
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/jpoe.v8i1.441

Abstract

This study aims to describe the social behavior of Mobile Legends esport athletes in the UKM Esport of STKIP Pasundan Cimahi. The research employed a descriptive qualitative method with photovoice and semi-structured interview approaches. The population consisted of 15 athletes, and five main team members were selected as samples using purposive sampling. Data were collected through photo documentation and interviews to describe the athletes' social behavior both within and outside the team. The results indicate that social behavior within the team is reflected in cooperation, emotional support, and strategic communication during practice and matches. Conversely, social behavior outside the team shows limitations in social interaction due to intensive and unstructured training patterns. The conclusion of this study is that high training intensity can restrict social interaction outside the team while strengthening social solidarity within it.
Challenges and Perceptions of Female Futsal Athletes on Gender Stereotype Issues Wulan Sari; Bangbang Syamsudar; Suhada
Journal of Physical and Outdoor Education Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Physical and Outdoor Education
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/jpoe.v8i1.443

Abstract

This study aims to explore female futsal athletes' challenges and perceptions of gender stereotyping issues. Female futsal athletes often face social, physical, and psychological barriers stemming from the assumption that futsal is a masculine sport. This research used descriptive qualitative method with purposive sampling technique, involving 5 female futsal athletes from Venus Independent club. The research instruments were observation, in-depth interviews, and photovoice to comprehensively reveal the experiences and views of athletes. The results showed that gender stereotypes exert social pressure and affect athletes' self-confidence, but athletes are able to develop adaptive strategies to deal with them, such as improving selfquality and proving abilities through achievement. This study concludes that although gender stereotypes are still a significant challenge, female futsal athletes show resilience in the face of discrimination and form positive perceptions of their role in futsal sport. This research is expected to contribute in strengthening support for gender equality in sport, especially in futsal.
The Effectiveness of the Teaching Games for Understanding (TGfU) Model in Improving Students' Futsal Game Performance Budiman Budiman; Suhada; Elzas Nurajab; Diky Hadyansah; Dadang Hermawan
Journal of Physical and Outdoor Education Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Physical and Outdoor Education
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/jpoe.v8i1.507

Abstract

This study aimed to examine the effectiveness of the Teaching Games for Understanding (TGfU) model in improving students' futsal game performance at SMK Negeri 9 Garut, Indonesia. A quantitative approach employing a quasi-experimental method with a One Group Pretest–Posttest design was adopted. The participants consisted of 30 tenth-grade students selected through purposive sampling. Futsal game performance data were collected before and after the intervention using the Game Performance Assessment Instrument (GPAI). Data were analysed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, a paired-samples t-test, N-Gain analysis, and effect size. The findings revealed that the implementation of the TGfU model significantly improved students' futsal game performance. The mean score increased from 62.47 in the pretest to 81.63 in the posttest, while the paired-samples t-test indicated a statistically significant difference (p < 0.05). The N-Gain score of 0.58 indicated a moderate level of improvement, whereas the effect size demonstrated a large practical impact. These findings suggest that the TGfU model is an effective instructional approach for futsal education, as it enhances game performance, decision-making, tactical understanding, skill execution, and teamwork in authentic game situations.