Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Composition and Percentage Comparison of Bycatch between Conventional Gillnets and Modified Gillnets Afni Afriani; Irnawati Sinaga; Fandi Handika Arta
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 31 No. 2 (2026): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.31.2.163-169

Abstract

Sibolga, as one of the major fishing port cities in North Sumatra, is an area where surface gillnets are commonly used in pelagic fishing operations. However, the use of gillnets currently faces significant challenges, including high bycatch levels and threats to the sustainability of pelagic fish ecosystems. This study employed an experimental fishing method, specifically surface gillnet trials. The trials were conducted using gillnets with mesh sizes of 2” and 2.5”. The results show that the modified gillnet with a 2.5-inch mesh size yields a significantly higher target catch percentage (HTU) of 73% compared to the conventional gillnet with a 2-inch mesh size, which yields only 27%. This significant difference highlights the importance of selecting the appropriate mesh size to optimize gear selectivity. The principle of geometric selectivity can explain the 46% difference in HTU between the two types of gillnets. Furthermore, the use of conventional gillnets with a 2-inch mesh size resulted in a higher HTS (62%) than modified gillnets with a 2.5-inch mesh size (38%). These data indicate that smaller mesh sizes tend to be less selective and capture more non-target species. A larger L value indicates this, compared to the length of the first fish caught (Lc), suggesting that the fishing practices employed do not threaten the sustainability of fish populations.
ANALISIS KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN GILLNET DASAR (BOTTOM GILLNET) DI PERAIRAN PULAU TELLO NIAS SELATAN Afni Afriani; Fandi Handika Arta; Alesman Zebua; Riki Saputra
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penangkapan ikan merupakan salah satu kegiatan utama dalam sektor perikanan yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan, khususnya protein hewani, serta berkontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Salah satu alat tangkap yang sering digunakan oleh nelayan adalah gillnet dasar atau bottom gillnet. Gillnet dasar merupakan jaring yang dipasang di dasar perairan dan dirancang untuk menangkap ikan atau biota laut lain yang hidup di dasar laut atau dekat dasar perairan. Penggunaan alat ini dianggap efektif karena mampu menangkap berbagai jenis ikan demersal, yang hidup di area dasar laut. Penelitian ini dilaksanaan pada bulan Juni sampai Juli 2024 yang bertempat di perairan Pulau Tello Nias Selatan. Metode yang digunakan deskriptif dengan bentuk penelitian survei yaitu pengumpulan, penyajian dan penganalisaan data sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai komposisi hasil tangkapan gillnet dasar mulai dari jumlah, berat serta jenis ikan Berdasarkan hasil identifikasi jenis ikan selama 2 trip penangkapan secara keseluruhan terdiri dari 8 jenis Dimana hasil tangkapan tertinggi adalah jenis ikan kuwe (Caranx ignobilis) yaitu 31%, ikan tenggiri (Scomberomorus sp) 21%, ikan sebelah (Psettodes erumei) 16%, kakap (Lutjanus campechanus) 14% dan terendah ikan bayam (Chlorurus sordidus) yaitu 2%. Secara keseluruhan komposisi hasil tangkapan utama alat tangkap gillnet terdiri dari 57%, sedangkan hasil tangkapan sampingan terdiri dari 43%.