Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KARAKTERISTIK MANTRA DI KECAMATAN RANCAKALONG KABUPATEN SUMEDANG Noer Fatonah, Siti Saleha; Budiman, Arip; Sukmana, Ece
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32950

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik mantra yang digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Fokus kajian terbatas pada lima jenis mantra, yaitu pengasihan/ asihan, pengobatan/ jampe, tatacara, kekuatan/ ajian dan Tolak Malapetaka/ singlar.. Analisis dilakukan melalui perspektif semiotik dan psikoanalisis dengan mengacu pada empat tokoh: Michael Riffaterre (heuristik dan hermeneutik), Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos), Charles Sanders Peirce (ikon, indeks, simbol), serta Sigmund Freud (simbolisme dan alam bawah sadar). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi teks mantra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra di Rancakalong memiliki ciri khas dalam struktur bahasa berupa repetisi, diksi simbolik, dan metafora yang berfungsi sebagai media spiritual, sosial, dan estetis. Analisis semiotik memperlihatkan bahwa setiap mantra memuat makna berlapis, mulai dari makna literal hingga simbolisme budaya dan mitologis. Analisis psikoanalisis menyingkap adanya simbol-simbol bawah sadar yang berkaitan dengan rasa takut, harapan, dan keyakinan masyarakat terhadap kekuatan adikodrati. Selain fungsi praktis, mantra juga berperan dalam pewarisan nilai-nilai kearifan lokal Sunda. Hasil kajian ini direkomendasikan sebagai bahan ajar sastra lisan dalam pendidikan, sehingga dapat memperkaya pemahaman siswa terhadap tradisi dan identitas budaya lokal.
Think-Pair-Share untuk Pengurangan Bilangan Bulat Siswa Kelas V Ernawati, Wawat; Kuswara; Djuanda, Dadan; Sukmana, Ece; Hartini, Dede Reni
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3297

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas V dalam operasi pengurangan bilangan bulat yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share (TPS) pada pembelajaran matematika materi pengurangan bilangan bulat. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 28 siswa kelas V SD Negeri Cijaha. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas siswa dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan menghitung pengurangan bilangan bulat. Indikator keberhasilan ditetapkan berdasarkan peningkatan aktivitas belajar dan persentase ketuntasan belajar siswa dengan patokan KKM sebesar 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pra-siklus hanya 21,4% siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah penerapan model TPS, persentase ketuntasan meningkat menjadi 46,4% pada siklus I dan mencapai 89% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model TPS efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa serta pemahaman konsep pengurangan bilangan bulat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TPS mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas V, serta menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna.
Nilai Karakter dalam Kakawihan Kaulinan Barudak sebagai Media Pengembangan Profil Pelajar Pancasila Widaningsih, Eva; Sukmana, Ece; Kuswara, Kuswara
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v13i2.32-47

Abstract

Penelitian ini menyoroti penurunan pemahaman dan nilai karakter anak terhadap kakawihan kaulinan barudak di era globalisasi dan digital, ketika anak-anak lebih mengenal permainan modern dibandingkan permainan tradisional yang kaya makna. Fokus kajian mencakup oray-orayan, ayang-ayang gung, tokecang, paciwit-ciwit lutung, dan pérépét jengkol, dengan analisis makna lirik dan gerakan serta nilai karakter silih asih, silih asah, dan silih asuh melalui pendekatan semiotika Roland Barthes dan Charles Sanders Peirce. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa lirik dari buku Peperenian Urang Sunda karya Rahmat Taufiq Hidayat dkk dan dokumentasi gerakan dari video YouTube. Analisis dilakukan melalui lapisan denotasi, konotasi, dan mitos serta model triadik Peirce (ikon, indeks, simbol) untuk mengungkap makna budaya dan karakter anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik dan gerakan kakawihan tidak hanya mencerminkan realitas sosial, tetapi juga sarat pesan moral yang mendukung pengembangan karakter. Nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh terejawantahkan melalui interaksi, kerja sama, serta tanggung jawab dalam permainan. Dengan demikian, kakawihan kaulinan barudak terbukti menjadi media pendidikan karakter yang kontekstual, menyenangkan, dan relevan untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila.