Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KARAKTERISTIK MANTRA DI KECAMATAN RANCAKALONG KABUPATEN SUMEDANG Noer Fatonah, Siti Saleha; Budiman, Arip; Sukmana, Ece
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32950

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik mantra yang digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Fokus kajian terbatas pada lima jenis mantra, yaitu pengasihan/ asihan, pengobatan/ jampe, tatacara, kekuatan/ ajian dan Tolak Malapetaka/ singlar.. Analisis dilakukan melalui perspektif semiotik dan psikoanalisis dengan mengacu pada empat tokoh: Michael Riffaterre (heuristik dan hermeneutik), Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos), Charles Sanders Peirce (ikon, indeks, simbol), serta Sigmund Freud (simbolisme dan alam bawah sadar). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi teks mantra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra di Rancakalong memiliki ciri khas dalam struktur bahasa berupa repetisi, diksi simbolik, dan metafora yang berfungsi sebagai media spiritual, sosial, dan estetis. Analisis semiotik memperlihatkan bahwa setiap mantra memuat makna berlapis, mulai dari makna literal hingga simbolisme budaya dan mitologis. Analisis psikoanalisis menyingkap adanya simbol-simbol bawah sadar yang berkaitan dengan rasa takut, harapan, dan keyakinan masyarakat terhadap kekuatan adikodrati. Selain fungsi praktis, mantra juga berperan dalam pewarisan nilai-nilai kearifan lokal Sunda. Hasil kajian ini direkomendasikan sebagai bahan ajar sastra lisan dalam pendidikan, sehingga dapat memperkaya pemahaman siswa terhadap tradisi dan identitas budaya lokal.
Think-Pair-Share untuk Pengurangan Bilangan Bulat Siswa Kelas V Ernawati, Wawat; Kuswara; Djuanda, Dadan; Sukmana, Ece; Hartini, Dede Reni
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3297

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas V dalam operasi pengurangan bilangan bulat yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share (TPS) pada pembelajaran matematika materi pengurangan bilangan bulat. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 28 siswa kelas V SD Negeri Cijaha. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas siswa dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan menghitung pengurangan bilangan bulat. Indikator keberhasilan ditetapkan berdasarkan peningkatan aktivitas belajar dan persentase ketuntasan belajar siswa dengan patokan KKM sebesar 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pra-siklus hanya 21,4% siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah penerapan model TPS, persentase ketuntasan meningkat menjadi 46,4% pada siklus I dan mencapai 89% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model TPS efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa serta pemahaman konsep pengurangan bilangan bulat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TPS mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas V, serta menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna.
Nilai Karakter dalam Kakawihan Kaulinan Barudak sebagai Media Pengembangan Profil Pelajar Pancasila Widaningsih, Eva; Sukmana, Ece; Kuswara, Kuswara
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v13i2.32-47

Abstract

Penelitian ini menyoroti penurunan pemahaman dan nilai karakter anak terhadap kakawihan kaulinan barudak di era globalisasi dan digital, ketika anak-anak lebih mengenal permainan modern dibandingkan permainan tradisional yang kaya makna. Fokus kajian mencakup oray-orayan, ayang-ayang gung, tokecang, paciwit-ciwit lutung, dan pérépét jengkol, dengan analisis makna lirik dan gerakan serta nilai karakter silih asih, silih asah, dan silih asuh melalui pendekatan semiotika Roland Barthes dan Charles Sanders Peirce. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa lirik dari buku Peperenian Urang Sunda karya Rahmat Taufiq Hidayat dkk dan dokumentasi gerakan dari video YouTube. Analisis dilakukan melalui lapisan denotasi, konotasi, dan mitos serta model triadik Peirce (ikon, indeks, simbol) untuk mengungkap makna budaya dan karakter anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik dan gerakan kakawihan tidak hanya mencerminkan realitas sosial, tetapi juga sarat pesan moral yang mendukung pengembangan karakter. Nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh terejawantahkan melalui interaksi, kerja sama, serta tanggung jawab dalam permainan. Dengan demikian, kakawihan kaulinan barudak terbukti menjadi media pendidikan karakter yang kontekstual, menyenangkan, dan relevan untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila.
Representasi Penguasa dan Oposisi dalam Cerita Rakyat “Buaya Putih dan Keuyeup Bodas”: Representations of Authority and Opposition in the Folktale "Buaya Putih and Keuyeup Bodas" Marini Ganthina Putri; Ece Sukmana; Kuswara; Asep Saepurokhman
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 1 (2026): Deiksis
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/dj.v13i1.10696

Abstract

This research is motivated by the importance of preserving folktales as a medium for cultural reflection and social critique, particularly in the context of development and power relations. The folktale "Buaya Putih and Keuyeup Bodas" was chosen because it contains ideological and ecological symbols that remain relevant to contemporary socio-political dynamics. This study aims to examine the representation of power and opposition within the story using Propp’s narrative analysis, Barthes’ semiotics, and Hall’s theory of representation. A descriptive method was employed with a phenomenological approach to the text and interviews with local communities. The analysis reveals that the character Buaya Putih represents hegemonic power that is greedy and exploitative, while Keuyeup Bodas symbolizes an oppositional force that upholds ecological harmony and the interests of the people. The tale conveys a critique of development projects, such as the Jatigede Dam, that disregard ecological balance and community participation. Thus, folktales serve not only as entertainment but also as spaces for education and reflection on power practices and social injustice. This study underscores the need for interdisciplinary approaches in uncovering cultural meanings in folklore to ensure their continued relevance and reinterpretation by current generations.
Penerapan strategi pembelajaran aktif index card match dalam pembelajaran materi tokoh sejarah kerajaan Hindu, Budha, dan Islam Nurul Alif Hanifah; Ece Sukmana; Risa Marini; Julia Marini; Ani Hernawati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 3 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i3.30691

Abstract

Berdasarkan observasi yang dilakukan pada siswa kelas V SDN Karangpawulang, terlihat bahwa hasil belajar pada meteri Tokoh Sejarah pada Masa Kerajaan Hindu, Budha, dan Islam masih dibawah KKM yaitu 70. Hal tersebut dipengaruhi oleh rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Rendahnya motivasi belajar pada diri siswa dipengaruhi oleh kinerja guru dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik minat siswa untuk belajar. Berdasarkan permasalahn tersebut, dilakukan penelitian dengan menerapkan Stratergi Pembelajaran Aktif Index Card Match, agar proses dan hasil pembelajaran mengalami peningkatan. Index Card Match merupakan salah satu strategi pembelajaran aktif yang menyemangkan, dalam pelaksanaannya siswa benar-benar dilibatkan secara aktif serta terdapat game dan kuis didalamnya. Penelitian ini menggunakan metode PTK dengan desain penelitian mengacu kepada Kemmis dan Tggart, yang terdiri dari perencanaan, Tindakan, observasi, den refleksi. Adapun nstrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman onservasi, wawancara, catatan lapangan, serta tes hasil belajarsiswa. Penelituan ini dilakukan sebanyak tiga siklus. Pada sikluis I 55% siswa mencapai ketuntasan. Pada siklus II 70% siswa mencapai ketuntasan. Pada siklus III 95% siswa mencapai ketuntasan., pada siklus III target tercapai. Target yang dtentukan yaitu 90% dari jumlah siswa mencapai KKM. Berdasarkan peneliitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Index Card Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Tokoh Sejarah pada Masa Kerjaan Hindu, Budha, dan Islam.
EFEKTIVITAS MODEL GROUP INVESTIGATION DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Ramandha, Tasya; Saepurokhman , Asep; Sukmana, Ece
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59379

Abstract

Speaking skills are essential language competencies that play a vital role in daily life and form an integral part of Indonesian language learning in elementary schools. However, students speaking abilities remain low, with students being passive during interactions and lacking confidence. This condition occurs due to teacher-centered learning methods. This study aims to determine the process, results, and improvement of the speaking skills of fifth-grade elementary school students in North Sumedang District for the 2025/2026 academic year using the Group Investigation model. The method employed was a quasi-experiment with cluster random sampling, dividing the population of 122 students into three regional clusters: urban, semi-urban, and border schools, resulting in an effective sample size of 64 students. The research instruments included teaching modules, observation sheets, performance assessment tests, and learning motivation questionnaires. Data analysis was conducted using a non-parametric statistical approach through the Wilcoxon Signed-Rank Test via SPSS version 27. The data analysis results showed a  value of -6,960 with a  of -1,96, yielding the condition    with a significance value of 0,000 < 0,05. This is further supported by the fact that all 64 students (100%) experienced a significant score increase with an average of 91 in the very good category. Therefore, the success level of speaking instruction through the Group Investigation model is high.
NILAI GAPURA PANCA WALUYA DALAM WAWACAN BABAD SUMEDANG SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SASTRA Nur Fadilah, Fitri; Sukmana, Ece; Kuswara
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63138

Abstract

Character education is an essential aspect of education because it aims not only to develop students’ intellectual abilities but also to strengthen moral values, social responsibility, and cultural identity. Traditional literary works can serve as a medium for character development because they contain local wisdom and life values inherited from society. This study aims to analyze the ethnopedagogical values of Gapura Panca Waluya in the Sundanese traditional literary work Wawacan Babad Sumedang and to explain its relevance as a source of character strengthening for students in literary learning. This research employed a qualitative approach with a descriptive analytical method. The data source was the text of Wawacan Babad Sumedang manuscript variant Plt-29-Peti-121 by Abdoerachman. Data were collected through documentation studies and textual analysis by identifying, interpreting, and categorizing cultural values based on the concepts of cageur, bageur, bener, pinter, and singer. The results showed that Wawacan Babad Sumedang contains significant ethnopedagogical values representing the ideal Sundanese human character (jalma anu masagi). The value of cageur reflects self-control and inner balance, bageur represents social concern and respect, bener emphasizes integrity and responsibility, pinter illustrates intelligence and wisdom, while singer reflects creativity and adaptability. These findings indicate that traditional Sundanese literature has relevance as a source of character education and can be integrated into literary learning based on local cultural values.