Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENENTUAN DESAIN TRAY DAN PLATE PADA KOLOM DISTILASI UNTUK PEMISAHAN ALPHA TERPINEOL DARI TERPENTIN DENGAN KAPASITAS 4.500 TON/TAHUN Alfida Bella Virnanda; Zakijah Irfin; Ariani Ariani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6627

Abstract

Menara distilasi memainkan peran vital dalam industri kimia untuk memisahkan campuran berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponennya. α-terpineol merupakan senyawa turunan dari α-pinene yang membutuhkan kemurnian tinggi untuk berbagai aplikasi industri. Oleh karena itu α-terpineol yang sudah dihasilkan perlu dilakukan distilasi lebih lanjut untuk mendapatkan kemurnian yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain menara distilasi kolom untuk pemurnian α-terpineol dari terpentin dengan kapasitas 4.500 ton/tahun yang dimana difokuskan pada perhitungan tray dan plate. Metode perancangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada persamaan Antoine dan Van der Waals yang mana dilakukan untuk melakukan pendekatan dalam segi termodinamika. Pendekatan ini meliputi perhitungan keseimbangan materi, energi, desain tray, serta bejana luar. Proses perancangan dimulai dengan pengumpulan data awal seperti laju alir, tekanan operasi, dan temperatur. Perhitungan dilakukan menggunakan aplikasi miicrosoft excel untuk menentukan kondisi operasi pada feed, distilat, dan bottom yang diperoleh dari neraca massa. Spesifikasi menara distilasi yang dirancang meliputi penggunaan tray tipe sieve dengan bahan konstruksi carbon steel SA-167 grade 10 type 310. Berdasarkan hasil perhtiungan, didapatkan diameter kolom distilasi adalah 1,16 meter dengan flooding velocity sebesar 1,053 m/s dan area aktif sebesar 1,01 m2.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PADA INDUSTRI CHEMICAL CONSTRUCTION DENGAN METODE ADSORPSI KARBON AKTIF Ali Syauqi Hakim; I Komang Budi Arta; Ariani Ariani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.6726

Abstract

Limbah cair adalah air yang telah terkontaminasi oleh zat pencemar, baik dari kegiatan industri, domestik, maupun pertanian. Instalasi Pengolahan Air Limbah yang  beroperasi  dengan  baik  maka  akan  menghasilkan  limbah  cair  keluaran yang sesuai dengan  baku mutu  lingkungan. Kekeruhan dari limbah cair dapat menandakan adanya partikel tersuspensi, kandungan zat-zat kimia yang berbahaya, dan mengotori badan air yang dapat memberikan asumsi negatif terhadap perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon aktif terhadap kekeruhan dan padatan tersuspensi yang ada pada PT Additon Karya Sembada Tbk menggunakan metode adsorpsi. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengalirkan air limbah dari bak  penampung  secara  kontinyu ke dalam kolom adsorpsi. Proses adsorpsi menggunakan variabel yaitu : massa adsorben (300 gram dan 400 gram) dan waktu proses adsorpsi (1-2 jam). Sedangkan, parameter yang diukur adalah pH, turbidity, bau, dan Total Dissolved Solid (TDS). Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan karbon aktif dapat mengurangi kekeruhan atau turbidity 59% untuk 400 gram karbon aktif dan 62% untuk 300 gram karbon aktif dari kekeruhan awal. Namun, penggunaan karbon aktif juga meningkatkan nilai tingkat partikel tersuspensi atau TDS. Sehingga diperlukan adanya tambahan proses pengolahan limbah untuk mengurangi nilai TDS.
KINERJA HEAT EXCHANGER – 03 TIPE SHELL AND TUBE PADA UNIT KILANG PPSDM MIGAS CEPU Anisa Nurul Izza; Kharistya Indah Putri; Ariani Ariani; Dwi Purwanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7524

Abstract

Penurunan kinerja Heat Exchanger (HE) umumnya disebabkan oleh terbentuknya lapisan fouling, yaitu endapan yang terbentuk pada permukaan penukar panas sehingga menurunkan laju perpindahan panas. Evaluasi terhadap parameter seperti efisiensi, fouling factor (Rd), dan pressure drop diperlukan untuk mengetahui kelayakan operasional unit HE-03 di Kilang PPSDM Migas Cepu. Penelitian ini bertujuan untuk menilai performa aktual HE-03 berdasarkan data operasional harian. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer berupa suhu masuk dan keluar serta laju alir fluida panas dan dingin yang diukur langsung pada inlet dan outlet sisi shell dan tube selama lima hari berturut-turut, serta data sekunder yang diperoleh dari dokumen spesifikasi unit, yang memuat ukuran bagian shell (diameter, jumlah baffle, jarak antar baffle) dan bagian tube (diameter tube, jumlah tube, pitch, dan panjang tube). Analisis dilakukan terhadap nilai koefisien perpindahan panas bersih dan kotor, fouling factor, serta tekanan di sisi shell dan tube.Hasil menunjukkan efisiensi perpindahan panas sebesar 66,81%, masih di bawah standar kinerja industri sebesar 80. Nilai fouling factor yang diperoleh adalah 0,00689 hr.ft².°F/Btu, lebih tinggi dari batas toleransi 0,005 hr.ft².°F/Btu, yang menunjukkan terbentuknya lapisan fouling pada permukaan perpindahan panas. Meskipun demikian, pressure drop sebesar 0,02508 psi (shell) dan 0,001484 psi (tube) masih jauh di bawah ambang batas 5–10 psi. Dengan demikian, HE-03 masih dinyatakan layak beroperasi. Namun, perawatan rutin dan pemantauan berkala sangat disarankan untuk mencegah penurunan performa lebih lanjut akibat fouling.
ANALISIS KINERJA HEAT EXCHANGER-02 PADA CRUDE DISTILLATION ATMOSPHERIC UNIT PPSDM MIGAS CEPU Kharistya Indah Putri; Anisa Nurul Izza; Ariani Ariani; Dwi Purwanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7525

Abstract

Pada industri pengolahan crude oil, menjaga kinerja perpindahan panas yang optimal sangat penting untuk memastikan efisiensi energi dan kestabilan operasi. Heat exchanger (HE) merupakan komponen penting dalam proses pengolahan crude oil, khususnya pada tahap pemanasan awal sebelum crude oil masuk ke dalam furnace. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja HE-02 tipe shell and tube yang digunakan pada Crude Distillation Atmospheric Unit di PPSDM Migas Cepu serta memberikan rekomendasi untuk pengoptimalan alat berdasarkan hasil analisis yang diperoleh. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter efisiensi perpindahan panas, fouling factor (Rd), dan pressure drop. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi perpindahan panas HE-02 hanya mencapai 66,18%, lebih rendah dari standar minimum 80%, dengan nilai Rd sebesar 0,294 hr.ft².°F/Btu yang jauh melebihi batas maksimum 0,005 hr.ft².°F/Btu. Penurunan kinerja ini disebabkan oleh pembentukan kerak dari endapan parafin dan senyawa sulfur dalam crude oil. Meskipun demikian, sistem masih layak secara hidraulik karena pressure drop yang didapatkan sebesar 0,0104 psi di sisi shell dan 0,002567 psi di sisi tube, di mana hal ini sudah di bawah batas maksimal yang diizinkan yaitu 10 psi. Diperlukan tindakan preventif berupa pembersihan rutin dan evaluasi operasional untuk memulihkan performa alat dan menjaga efisiensi proses secara berkelanjutan.