Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Impact of Decreasing Rubber Prices on Consumption Patterns of Society from the Perspective of Islamic Economics (A Case Study in Padang Pelawi Village, Sukaraja District, Seluma Regency) Ahmad Cholil; Romi Adetio Setiawan; Uswatun Hasanah
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v12i1.4574

Abstract

This study aims to find out how the consumption pattern of the people in Padang Pelawi Village was before and after the decline in the selling price of rubber and what was the Islamic economic view of the consumption patterns of the people in Padang Pelawi Village after before and after the decline in the selling price of rubber. This research uses a qualitative descriptive approach using field research types. The results of this study indicate that when the price of rubber before the decline in the consumption pattern of the people in Padang Pelawi Village could still be fulfilled properly. However, after the decline in the selling price of rubber, the consumption pattern of the people in Padang Pelawi Village was very difficult in terms of meeting their needs. Because of this, rubber farmers in Padang Pelawi Village sometimes look for other solutions, such as borrowing money from their neighbors and taking loans from food stalls. The view of Islamic economics on the consumption patterns of the people in Padang Pelawi Village is still not in accordance with Islamic consumption values. First, when the price of rubber is rising, people are often wasteful in terms of consuming something. Second, some people in Padang Pelawi Village spend their wealth only in halal forms and some people in Padang Pelawi Village also take actions that are not in accordance with Islamic teachings, namely by weighing the rubber latex so that it becomes heavy when weighed. Third, the people in Padang Pelawi village live in a luxurious style by buying expensive goods, but after that these items are no longer used.
Implementasi Akad Murabahah pada Pembiayaan KPR IB Hijrah : (Studi Pada Bank Muamalat Kantor Cabang Bengkulu) Novi Talia; Desi Isnaini; Uswatun Hasanah
An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : PRODI PERBANKAN SYARIAH INSTITUT AGAMA ISLAM (IAI) SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/nisbah.v7i1.4723

Abstract

Perkembangan perbankan syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang berlandaskan prinsip syariah. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan keraguan dan perbedaan pemahaman masyarakat terhadap implementasi akad syariah, khususnya akad murabahah pada pembiayaan kepemilikan rumah. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) iB Hijrah yang ditawarkan oleh Bank Muamalat kerap dipersepsikan memiliki kesamaan dengan pembiayaan konvensional, terutama terkait penetapan margin yang dianggap menyerupai bunga. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep normatif akad murabahah dan implementasinya di lapangan, sehingga diperlukan kajian empiris yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi akad murabahah pada pembiayaan KPR iB Hijrah di Bank Muamalat Kantor Cabang Bengkulu serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pegawai Bank Muamalat yang memahami dan terlibat langsung dalam pelaksanaan pembiayaan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi akad murabahah pada pembiayaan KPR iB Hijrah telah sesuai dengan ketentuan syariah. Hal ini ditunjukkan melalui kepemilikan objek pembiayaan oleh bank sebelum dijual kepada nasabah, transparansi harga pokok dan margin keuntungan, serta pelaksanaan akad yang terbebas dari unsur riba, gharar, dan maysir. Prosedur pembiayaan meliputi pengajuan berkas, analisis dan verifikasi kelayakan, appraisal rumah, pembelian rumah oleh bank, hingga penandatanganan akad. Kendala yang dihadapi antara lain rendahnya pemahaman nasabah terhadap konsep murabahah, kesalahpahaman margin sebagai bunga, serta minimnya literasi keuangan syariah. Secara umum, implementasi KPR iB Hijrah berjalan dengan baik, namun peningkatan edukasi masyarakat masih sangat diperlukan.
Implementasi Produksi Sirup Markisa di Bank Sampah Hidayah dalam Perspektif Ekonomi Syariah M. Zaki Rael Mayunja; Arya Gunawan; Uswatun Hasanah
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v11i3.31793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan pembuatan sirup markisa di Bank Sampah Hidayah dari sudut pandang ekonomi syariah dan perannya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.Proses pembuatan sirup marisa ini dilakukan melalui kolaborasi antara pelaku UMKM dan mahasiswa KKN dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada di masyarakat.Pendekatan yang diterapkan dalam studi ini adalah metode deskriptif kualitatif yang melibatkan observasi dilapangan dan pendampingan dalam proses produksi.Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembuatan sirup markisa sudah mencerminkan prinsip-prinsip ekonomi syariah,seperti di antaranya halal,kemanfaatan (maslahah),kolaborasi (ta'awun),keadilan,serta pengelolaan sumber daya yang produktif dan berkelanjutan.Proses produksi dilaksanakan dengan memperhatikan aspek kebersihan,kualitas produk,dan integritas dalam pengolahan serta transaksi.Selain memberikan keuntungan ekonomi melalui peningkatan nilai produk dan pendapatan masyarakat,kegiatan ini juga berdampak sosial dan lingkungan karena berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan manajemen lingkungan.Namun,ada beberapa tantangan yang dihadapi,antara lain minimnya modal,pemasaran yang masih terbatas,dan kurangnya inovasi dalam kemasan serta teknologi produksi.Oleh karena itu,diperlukan dukungan melalui pelatihan,pemanfaatan media digital,penguatan manajemen usaha syariah,serta kerjasama dengan pemerintah dan lembaga terkait agar usaha ini bisa tumbuh secara berkelanjutan.Dengan demikian,pembuatan sirup markisa di Bank Sampah Hidayah dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan UMKM berbasis ekonomi syariah yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Implementasi Qris pada UMKM dalam Perspektif Ekonomi Syariah (Studi Kasus di Bank Sampah Hidayah Kota Bengkulu) Putri Maryani; Fadillah Nurul Fauziah; Uswatun Hasanah
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v11i3.31794

Abstract

The emergence of digital technology in payment systems has encouraged Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) to switch to cashless payment options, including the introduction of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). However, many UMKM, such as Bank Sampah Hidayah located in Bengkulu City, have not yet fully leveraged the benefits of QRIS. This study aims to evaluate the implementation of QRIS in these UMKM through the perspective of Islamic economics. A qualitative approach was used, employing a case study methodology. Data was collected through primary and secondary data namely direct observation and discussions with staff and other parties involved in the daily operations of Bank Sampah Hidayah, as well as the collection of documents from various literature sources, including books, academic journals, and official documents related to QRIS, SMEs, and the principles of Islamic economics. The research findings indicate that QRIS enhances transaction efficiency, simplifies processes, and assists SMEs in maintaining clearer and more efficient financial operations. However, challenges exist, such as limited technological understanding and a societal preference for cash transactions. When evaluated from an Islamic economics perspective, QRIS adheres to the principles of justice and transparency and avoids practices involving riba and gharar, thereby functioning as a legitimate payment method that aligns with the principles of.
POTENSI EKONOMI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI POC EM4 DAN ECO ENZYME BERBASIS EKONOMI SYARIAH Arora Yuliani; Rifati Rifati; Uswatun Hasanah
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1437

Abstract

Permasalahan sampah organik di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas konsumsi masyarakat. Sampah organik yang tidak dikelola secara optimal tidak hanya menimbulkan pencemaran lingkungan, tetapi juga menghilangkan potensi nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair (POC) berbasis EM4 dan Eco Enzyme dalam perspektif ekonomi syariah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan analisis empiris sederhana berbasis simulasi usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan sampah organik dengan EM4 mampu menghasilkan POC berkualitas dalam waktu relatif singkat, sedangkan Eco Enzyme memiliki nilai tambah sebagai produk multifungsi yang dapat digunakan sebagai pupuk, pembersih alami, dan bioaktivator. Dari sisi ekonomi, usaha ini memiliki biaya produksi rendah dengan potensi margin keuntungan yang cukup tinggi. Dalam perspektif ekonomi syariah, kegiatan ini mencerminkan prinsip maslahah, keberlanjutan, dan keadilan ekonomi serta bebas dari unsur riba, gharar, dan maisir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengolahan sampah organik menjadi POC dan Eco Enzyme berpotensi besar sebagai model usaha berbasis ekonomi sirkular yang sejalan dengan prinsip ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat.