Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : HENGKARA MAJAYA

Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen terhadap Pelayanan Jasa Bunker Selama Pandemi Covid-19 di PT. Pelayaran Athalla Putra Albertha Lolo Tandung; Sidrotul Muntaha; Elza Ardhya Narantaka; Theo Johannes Frans Kalangi; Widianti Lestari
Hengkara Majaya Vol. 4 No. 2 (2023): September
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v4i2.75

Abstract

Pelayaran Athalla Putra Cipunagara operates in the field of oil fuel distribution. The presence of numerous similar companies offering bunker services emphasizes the significance of providing excellent customer service as an added value for the company. Maintaining the quality of service is crucial in the competitive bunker service business. Implementing an effective working system is necessary for the company to compete with others and enhance the quality of service provided to consumers. The working system adopted by PT. Pelayaran Athalla Putra Cipunagara includes the implementation of Standard Operating Procedures (SOP). This document outlines systematically ordered procedures to complete tasks. SOPs are incredibly useful for standardizing employee performance and ensuring efficient work outcomes. Throughout the pandemic, various activities involving gatherings have been postponed to prevent the spread of the coronavirus. Additionally, the government has prohibited the public from hosting wedding recePT.ions. These circumstances have inevitably led to a decline in the number of consumers for PT. Pelayaran Athalla Putra Cipunagara. ABSTRAK PT. Pelayaran Athalla Putra Cipunagara sebagai perusahaan yang bergerak di bidang distribusi bahan bakar minyak. Banyaknya perusahaan serupa yang menawarkan jasa pelayanan bunker menjadikan kualitas jasa layanan yang baik kepada pelanggan (customer) sebagai nilai tambah perusahaan. Pentingnya menjaga kualitas jasa pelayanan perlu dilakukan dalam persaingan bisnis pelayanan bunker. Sistem kerja yang baik juga perlu diterapkan oleh perusahaan agar mampu bersaing dengan perusahaan lainnya guna meningkatkan kualitas jasa pelayanan yang diberikan kepada konsumen.Sistem kerja yang diterapkan oleh perusahaan PT. Pelayaran Athalla Putra Cipunagara yang pertama adalah menerapkan Standar Operasional Prosedur, dokumen ini mencantumkan prosedur yang ditata secara urut, untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. SOP sangat berguna untuk menyeragamkan kinerja para karyawan, serta memastikan hasil kerja tetap efektif. Selama pandemi, berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang harus ditunda demi mencegah penyebaran virus corona, lalu pemerintah juga melarang masyarakat membuat acara resepsi pernikahan. Kondisi tersebut tentu saja memberikan dampak terhadap menurunnya jumlah konsumen dari PT. Pelayaraan Athalla Putra Cipunagara.
Analisis Tingkat Pemahaman Crew dalam Pelaksanaan Prosedur Bunkering di Kapal MT. Sambu Faisal Saransi; Sidrotul Muntaha; Bella Badria Ananta
Hengkara Majaya Vol. 5 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v5i1.83

Abstract

Prosedur Bunkering merupakan kegiatan pengisian bahan bakar kapal yang merupakan proses penting yang harus dipahami oleh seluruh crew di kapal khususnya di kapal MT. Sambu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman crew kapal dalam melakukan kegiatan Bunkering di kapal MT. Sambu. Penelitian dilaksanakan di PT. Samudera Indonesia Shipping (Crewing Management), PT. Pertamina International Shipping (Ship Owner) di kapal MT. Sambu. Metode penelitian ini mengunakan metode kualitatif, pengumpulan data diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan crew kapal yang mengikuti kegiatan Bunkering. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa seluruh Crew di kapal MT. Sambu telah paham dengan prosedur yang benar ketika melakukan kegiatan bunkering sehingga tidak menimbulkan kesalahan prosedur dan tidak terjadi kecelakaan kerja di kapal MT. Sambu.
Upaya Membangun Skema Kerjasama Penempatan Praktek Laut/Darat Taruna Politeknik Pelayaran Barombong pada Perusahaan Pelayaran dan Pengelola Pelabuhan Abu Bakar; Sidrotul Muntaha; Ahmad Fauzi; Adnan
Hengkara Majaya Vol. 5 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v5i1.84

Abstract

Merchant Marine Polytechnic (Poltekpel) Barombong is a public university within the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia which is under and responsible for organizing vocational education, research, and, and community service in the field of shipping which was established on June 28, 1980 under the name of the Basic Sailing Education and Training Center (BPLPD) Barombong and With the Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia (PM) number PM 29 Year 2019 dated April 15, 2019, BP2IP Barombong changed its institution to Polytechnic of Shipping Barombong. Placement of Prala Taruna/Prada is an absolute obligation must be planned by educational institutions to ensure that all students are able to be facilitated to get a place of implementation of Prala and Prada according to Vision Mission.Therefore this research aims to know the extent of the scheme of cooperation efforts carried out by Poltekpel Barombong with Shipping Companies, SOEs and Government Agencies for placement and knowing how the scheme of the process of setting up/placement of prala/prada for Taruna Poltekpel Barombong. This research is descriptive qualitative research with data collection, observation, interviews, and documentation. Observation is done by looking at and observing how to report the sign off of Prala by post-prala cadets, conducting interviews with respondents who have disembarked from the ship and analyzing complete report file documents and using the survey method of collecting data from a sample of the population to represent the entire population as a data collection tool. D-III Program with the number of 54 Midshipmen all declare Prala/Prada looking for its own Company, DP-III Establishment Program with the number of 32 Midshipmen all declare Prala/Prada is looking for its own Company and DP-IV Establishment Program with a total of 41 Midshipmen all stating Prala/Prada is looking for its own Company. From the results of the data analysis shown as many as 384 shipping companies in six cities in Indonesia and as many as 1,483 in nine countries, opportunities and percentage of cadets placement of marine practices and land practices Polytechnic of Marine Barombong, have the opportunity to be improved by creating and implementing a cooperation scheme placement of Prala/Prada Taruna. ABSTRAK Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong merupakan perguruan tinggi negeri di lingkungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang berada di bawah dan bertanggung jawab menyelenggarakan program pendidikan vokasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pelayaran yang didirikan pada tanggal 28 Juni 1980 dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran Dasar (BPLPD) Barombong dan Dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI (PM) Nomor PM 29 Tahun 2019 tanggal 15 April 2019, BP2IP Barombong berubah kelembagaan menjadi Politeknik Pelayaran Barombong. Penempatan Taruna Prala/Prada menjadi kewajiban yang mutlak harus direncanakan oleh lembaga pendidikan untuk memastikan bahwa semua anak didik mampuh difasilitasi untuk mendapatkan tempat pelaksanaan Prala dan Prada sesuai Visi Misi.Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana upaya skema kerja sama yang dilakukan oleh Poltekpel Barombong dengan Perusahaan Pelayaran, BUMN dan Instansi Pemerintah untuk penempatan dan mengetahui bagaimana skema proses pengaturan /penempatan prala/prada bagi Taruna Poltekpel Barombong. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data, melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan cara melihat dan mengamati cara pelaporan sign off Prala oleh para taruna pasca prala, melakukan wawancara terhadap responden yang sudah turun dari kapal dan menganalisa dokumen berkas laporan lengkap serta menggunakan metode pendekatan survey pengumpulan data-datanya dari sampel atas populasi untuk mewakili seluruh populasi sebagai alat pengumpul data. Program D-III dengan jumlah 54 Taruna semua menyatakan Prala/Prada mencari sendiri Perusahaan, Program DP-III Pembentukan dengan jumlah 32 Taruna semua menyatakan Prala/Prada mencari sendiri Perusahaan dan Program DP-IV Pembentukan dengan jumlah 41 Taruna semua menyatakan Prala/Prada mencari sendiri Perusahaan. Dari hasil analisis data yang ditampilkan sebanyak 384 perusahaan pelayaran di enam kota di Indonesia dan sebanyak 1.483 pada sembilan negara, peluang dan presentase penempatan taruna praktek laut dan praktek darat Politeknik Pelayaran Barombong, mempunyai peluang kedepan untuk ditingkatkan dengan membuat dan menerapkan skema kerjasama Penempatan Taruna Prala/Prada.
Analisis Efektivitas Pengoperasian ECDIS untuk Keselamatan Pelayaran pada Kapal Latih Laksamana Muda John Lie Nenny; Muntaha, Sidrotul; Kendek, Meti; Mulyono; Budiawan
Hengkara Majaya Vol. 5 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v5i2.90

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of ECDIS operations in KL. Laksamana Muda John Lie, to find out the obstacles in operating ECDIS on KL. Laksamana Muda John Lie, and to find out about the efforts made to increase cadets' understanding of ECDIS operations for shipping safety. This research uses qualitative research. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation with data analysis techniques, data processing is carried out through a data triangulation process, both obtained from the results of observations, interviews, and documentation. The effectiveness of ECDIS operations in supporting shipping safety on the KL training ship. Laksamana Muda John Lie was not able to operate properly because the data displayed was not updated, which resulted in him not being able to detect nearby ships, and not being able to connect well with other navigation tools such as Radar and AIS. The obstacles in the operation of ECDIS are that the information data is not updated due to the tool having to subscribe to the developer, so that not having a subscription can result in a lot of information not being updated, as well as connections with other navigation tools not being able to run well. Efforts made in increasing the understanding of Cadets/I regarding the operation of ECDIS, namely through practical learning on board the ship by introducing the form and equipment of ECDIS as well as how to operate it through recorded videos and YouTube as a solution to the problems that exist with ECDIS equipment in KL. Laksamana Muda John Lie. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui efektivitas pengoperasian ECDIS pada KL. Laksamana Muda John Lie, untuk mengetahui kendala dalampengoperasian ECDIS pada KL. Laksamana Muda John Lie, dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahamanTaruna dalam pengoperasian ECDIS untuk keselamatan pelayaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data dilakukan pengolahan data melalui proses trianggulasi data, baik yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, maupun dokumentasi. Efektivitas pengoperasian ECDIS dalam menunjang keselamatan pelayaran pada Kapal latih KL. Laksamana Muda John Lie belum dapat berjalan dengan baik karena data yang ditampilkan tidak terupdate, sehingga menyebabkan tidak dapat mendekteksi kapal-kapal yang ada disekitar, serta tidak dapat terkoneksi baik dengan alat navigasi lainnya seperti Radar dan AIS. Kendala-kendala dalam pengoperasian ECDIS yaitu tidak terupdatenya data informasi disebabkan oleh alat tersebut yang harus berlangganan dengan pengembang, sehingga ketika tidak belangganan dapat menyebabkan banyaknya informasi yang tidak terperbaharui, serta koneksi dengan alat navigasi lainnya tidak dapat berjalan dengan baik.. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pemahaman Taruna/I terkait pengoperasian ECDIS yaitu melalui pembelajaran praktek di atas kapal dengan mengenalkan bentuk dan perlatan ECDIS serta cara pengoperasiaanya melalui hasil video rekaman dan youtube sebgai solusi atas kendala-kendala yang ada pada perlatan ECDIS pada KL. Laksamana Muda John Lie.