Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN UDARA BERTEKAN TERHADAP GAGALNYA PENGISIAN AIR TAWAR TANKI HIDROPOR PADA KL-02 SULTAN HASANUDDIN Abdul Basir; Suyuti; Abu Bakar; Syah Rizal
JURNAL VENUS Vol 7 No 13 (2019): Maret
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.344 KB) | DOI: 10.48192/vns.v7i13.299

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa penggunaan udara bertekanan terhadap gagalnya pengisian air tawar tanki hidropor pada KL-02 Sultan Hasanuddin sehingga kebutuhan air untuk MCK crew dan taruna tidak terpenuhi. Metode yang digunakan beberapa referensi, rumus, dan program SPSS dengan memperlihatkan hasilnya bahwa tekanan udara dan air di dalam hidropor bila tidak seimbang jumlahnya sangat berpengaruh langsung terhadap jumlah air yang mengalir ke MCK, ini penting untuk diketahui bagi yang terlibat langsung dalam pengoperasian system tanki hidropor air tawar di KL-02 Sultan Hasanuddin..
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH KERATAAN UJUNG FLUNYER INJECTOR TERHADAP PEMAKAIAN BAHAN BAKAR GENERATOR NO. 1 PADA LAB. ENGINE HALL POLITEKNIK ILMU PELAYARAN MAKASSAR Abdul Basir; Joni Turiska; Sukur; Abu Bakar; Zainal Yahya Idris
JURNAL VENUS Vol 6 No 11 (2018): Juni
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.281 KB) | DOI: 10.48192/vns.v6i11.301

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh kerataan dudukan ujung flunyer injector terhadap pemakaian bahan bakar generator no.1 pada lab. Engine hall PIP Makassar sehingga generator dapat diparalel dengan RPM seimbangan dengan generator no.2. Metode yang digunakan beberapa rumus dan program SPSS yang memperlihatkan hasilnya bahwa kerataan dudukan ujung nozzle sangat berpengaruh langsung terhadap penggunaan bahan bakar, ini penting untuk diketahui yang telibat langsung dalam pengoperasian parallel generator pada lab. Engine Hall.
ANALISIS TINGKAT IMPLEMENTASI JAM KERJA DAN JAM ISTIRAHAT DI KAPAL YANG BERBENDERA INDONESIA (Studi Kasus di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Pelabuhan Makassar) Tri Iriani Eka Wahyuni; Rachmat Tjahjanto; Abu Bakar; Agustina Setyaningsih; Hadi Setiawan
JURNAL VENUS Vol 5 No 10 (2017): Desember
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.372 KB) | DOI: 10.48192/vns.v5i10.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jam kerja dan jam istirahat telah diimplementasikan di kapal yang berbendera Indonesia (studi kasus pada Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Pelabuhan Makassar). Jenis penelitian yang dilakukan melaui pendekatan kuantitatif. Metode penelitian menggunakan metode analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Anak Buah kapal (ABK) pada kapal-kapal berbendera Indonesia yang sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Pelabuhan Makassar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan menggunakan purposive sampling. Data yang didapatkan diolah dengan menggunakan analisis deskriptif sedangkan perhitungan data menggunakan SPSS versi 20,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi atas penerapan jam kerja dan jam istirahat di kapal berbendara Indonesia telah berada pada kategori tinggi. Meskipun masih terdapat beberapa indikator yang harus ditingkatkan untuk lebih meningkatkan pengimplemtasian jam kerja dan jam istirahat dalam kapal secara umum.
Upaya Membangun Skema Kerjasama Penempatan Praktek Laut/Darat Taruna Politeknik Pelayaran Barombong pada Perusahaan Pelayaran dan Pengelola Pelabuhan Abu Bakar; Sidrotul Muntaha; Ahmad Fauzi; Adnan
Hengkara Majaya Vol. 5 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v5i1.84

Abstract

Merchant Marine Polytechnic (Poltekpel) Barombong is a public university within the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia which is under and responsible for organizing vocational education, research, and, and community service in the field of shipping which was established on June 28, 1980 under the name of the Basic Sailing Education and Training Center (BPLPD) Barombong and With the Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia (PM) number PM 29 Year 2019 dated April 15, 2019, BP2IP Barombong changed its institution to Polytechnic of Shipping Barombong. Placement of Prala Taruna/Prada is an absolute obligation must be planned by educational institutions to ensure that all students are able to be facilitated to get a place of implementation of Prala and Prada according to Vision Mission.Therefore this research aims to know the extent of the scheme of cooperation efforts carried out by Poltekpel Barombong with Shipping Companies, SOEs and Government Agencies for placement and knowing how the scheme of the process of setting up/placement of prala/prada for Taruna Poltekpel Barombong. This research is descriptive qualitative research with data collection, observation, interviews, and documentation. Observation is done by looking at and observing how to report the sign off of Prala by post-prala cadets, conducting interviews with respondents who have disembarked from the ship and analyzing complete report file documents and using the survey method of collecting data from a sample of the population to represent the entire population as a data collection tool. D-III Program with the number of 54 Midshipmen all declare Prala/Prada looking for its own Company, DP-III Establishment Program with the number of 32 Midshipmen all declare Prala/Prada is looking for its own Company and DP-IV Establishment Program with a total of 41 Midshipmen all stating Prala/Prada is looking for its own Company. From the results of the data analysis shown as many as 384 shipping companies in six cities in Indonesia and as many as 1,483 in nine countries, opportunities and percentage of cadets placement of marine practices and land practices Polytechnic of Marine Barombong, have the opportunity to be improved by creating and implementing a cooperation scheme placement of Prala/Prada Taruna. ABSTRAK Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong merupakan perguruan tinggi negeri di lingkungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang berada di bawah dan bertanggung jawab menyelenggarakan program pendidikan vokasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pelayaran yang didirikan pada tanggal 28 Juni 1980 dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran Dasar (BPLPD) Barombong dan Dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI (PM) Nomor PM 29 Tahun 2019 tanggal 15 April 2019, BP2IP Barombong berubah kelembagaan menjadi Politeknik Pelayaran Barombong. Penempatan Taruna Prala/Prada menjadi kewajiban yang mutlak harus direncanakan oleh lembaga pendidikan untuk memastikan bahwa semua anak didik mampuh difasilitasi untuk mendapatkan tempat pelaksanaan Prala dan Prada sesuai Visi Misi.Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana upaya skema kerja sama yang dilakukan oleh Poltekpel Barombong dengan Perusahaan Pelayaran, BUMN dan Instansi Pemerintah untuk penempatan dan mengetahui bagaimana skema proses pengaturan /penempatan prala/prada bagi Taruna Poltekpel Barombong. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data, melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan cara melihat dan mengamati cara pelaporan sign off Prala oleh para taruna pasca prala, melakukan wawancara terhadap responden yang sudah turun dari kapal dan menganalisa dokumen berkas laporan lengkap serta menggunakan metode pendekatan survey pengumpulan data-datanya dari sampel atas populasi untuk mewakili seluruh populasi sebagai alat pengumpul data. Program D-III dengan jumlah 54 Taruna semua menyatakan Prala/Prada mencari sendiri Perusahaan, Program DP-III Pembentukan dengan jumlah 32 Taruna semua menyatakan Prala/Prada mencari sendiri Perusahaan dan Program DP-IV Pembentukan dengan jumlah 41 Taruna semua menyatakan Prala/Prada mencari sendiri Perusahaan. Dari hasil analisis data yang ditampilkan sebanyak 384 perusahaan pelayaran di enam kota di Indonesia dan sebanyak 1.483 pada sembilan negara, peluang dan presentase penempatan taruna praktek laut dan praktek darat Politeknik Pelayaran Barombong, mempunyai peluang kedepan untuk ditingkatkan dengan membuat dan menerapkan skema kerjasama Penempatan Taruna Prala/Prada.
Optimalisasi Perawatan Injector Guna Menunjang Performa Mesin Induk Di Kapal TB. MDM Banjar Fahridhal Khaeril, Muh.; Made Alet, I; Bakar, Abu; Sukur; Syamsu
LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Logic : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab kinerja injector yang kurang optimal pada mesin induk, pengaruh kinerja injector yang kurang optimal, dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan optimalisasi kinerja injector guna mendukung kinerja mesin induk. Dengan metode pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan telaah pustaka, penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan data primer maupun sekunder. Berdasarkan hasil temuan penulis, temperatur gas buang pada silinder kanan mesin induk 1, 2, dan 8 Kapal TB. MDM Banjar berada pada kondisi anomali. ditemukan saat kapal berlayar dari Loleba menuju Weda, Halmahera, pada tanggal 27 Juli 2023. Gas buang mesin induk pada silinder 1, 2, dan 8 memiliki temperatur yang tidak normal, yang oleh masinis dianggap sebagai anomali. Berdasarkan hasil temuan penelitian, terdapat penyumbatan pada lubang orifice injector bahan bakar, dan seiring berjalannya waktu, gesekan dengan bahan bakar bertekanan tinggi dan kotoran pada bahan bakar dapat menyebabkan lubang orifice membesar. Temuan ini memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan suhu gas buang di silinder 1, 2, dan 8 mesin utama.
Pengaruh Temperatur dan Waktu Sludging Heavy Fuel Oil terhadap Efisiensi Kerja Fuel Oil Purifier di MV. Pos Logistics 2 Bakar, Abu; Adnan; Saleh, Muhammad; Alet, I Made; Andriani, Suci
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i1.98

Abstract

This research aims to determine the influence of fuel temperature and fuel sludging time entering the purifier for the purification process and to find out what the fuel temperature settings are and the slugging time to get the maximum purifier clock. The methods used in the research are research experimental, which is descriptive quantitative in nature. The samples taken were HFO purifier working hours data on board MV. Pos Logistic 2 by using tables and graphs quantitative analysis of quantities total hours worked when operated . This research set the temperature and sludging time when operating. The results of the study show the maximum working hours of the HFO purifier on board the MV. Pos Logistic 2 are determined by the temperature setting of the heavy fuel oil entering the purifier and the sludging time setting. Setting temperature and time of HFO purifier sludging from the research results found achievement the maximum working hours for an HFO purifier are when setting a temperature of 90oC and fifty minute sludging time setting (50’). It is known that the results the achievement of working hours for 15 days of data collection reached 362 hours, the maximum working hours presentation amount was 91% of the total working hours standardized in the manual book of 400 hours. The results of this study are suggested to get the maximum working hours when operating a Heavy Fuel Oil Purifier using 380 Cst Heavy Fuel Oil fuel, the temperature setting to enter the furifier is 90oC, the sludging time is 50 minutes and the ship's officers (engine officers) must be able and pay attention to adjustments and settings in the digital control device of the purification system, when changing the use of the type of fuel used on board the ship so that the achievement of Heavy Fuel Oil Purifier working hours can be maximized according to the manual.
Modifying The KL Barombong: Influence of Length Extension on Speed, Resistance, and Fuel Consumption Adnan, Adnan; Sunusi, Sahabuddin; Bakar, Abu; Saleh, Muhammad; Sutanto, Heri
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v9i4.21817

Abstract

This study investigates the effects of extending the hull length of the KL Barombong training vessel, specifically on speed resistance, engine power requirements, propeller efficiency, and fuel consumption. The objective is to assess how these modifications impact overall vessel performance, particularly fuel efficiency and operational costs. Using Maxsurf simulation software, we analyzed the vessel's performance before and after the modification. Results show that extending the hull increased hydrodynamic resistance, requiring more engine power and raising fuel consumption by 12-15%. Additionally, the propeller efficiency declined due to the higher load. These findings emphasize the need for engine-propeller optimization during vessel modifications to ensure operational efficiency and sustainability. Recommendations for future modifications and system upgrades are also provided.