Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

VALUASI EKONOMI PEMBANGUNAN KEBUN KELAPA SAWIT DALAM RANGKA MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI Husen Bahasoan
MediaTrend Vol 4, No 1 (2009): Maret
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/mediatrend.v4i1.1736

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi utama tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghasil devisa non migas bagi Indonesia. Seiring dengan bertumbuhnya luas perkebunan kelapa sawit, total produksi minyak kelapa sawit Indonesia meningkat tajam. Pembangunan perkebunan kelapa sawit seringkali menjadi penyebab utama bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Analisis finansial investasi perkebunan kelapa sawit skala besar layak untuk dilaksanakan karena manfaat yang diterima oleh investor lebih besar dibandingkan dengan total biaya yang dikeluarkan, sedangkan analisis ekonomi dengan turut memperhitungkan total biaya lingkungan dan biaya sosial yang terjadi, besarnya NPV tergantung dari berapa besarnya biaya lingkungan dan biaya sosial yang mungkin terjadi. Nilai total biaya lingkungan dan biaya sosial yang sebenarnya terjadi menentukan layak tidaknya investasi perkebunan kelapa sawit. Investasi perkebunan Kelapa Sawit Tidak hanya menilai analisa kelayakan finansial saja, tetapi harus melakukan valuasi ekonomi dengan memperhitungkan biaya lingkungan dan biaya sosial.
POLA PENGUASAAN LAHAN PERTANIAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA USAHATANI PADI SAWAH DI KABUPATEN BURU Husen Bahasoan
MediaTrend Vol 6, No 1 (2011): Maret
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/mediatrend.v6i1.1755

Abstract

Masyarakat agraris yang kegiatan ekonominya didasarkan pada land­base resources. Bentuk pengalihan hak garap adalah pola sakap dan pola sewa merupakan bentuk pengalihan hak garap yang paling umum dilakukan di pedesaan. Pada pola sewa, seluruh risiko kegagalan panen ditanggung sepenuhnya oleh penyewa, sedangkan pada pola sakap ditanggung bersama antara penyakap dan pemilik lahan. Tanggungan risiko ini berpengaruh terhadap keuntungan usahatani yang diterima penggarap. Pada pola sewa, keuntungan usahatani sepenuhnya milik penyewa, sedangkan pada pola sakap, mengingat risiko menjadi tanggungan bersama, maka keuntungan usahatani juga dibagi bersama dengan proporsi yang telah disepakati pada awal perjanjian. Produktifitas padi sawah bervariasi antar pola penguasaan lahan. Hasil uji beda dan regresi menunjukkan produktivitas padi sawah pada pola digarap sendiri dan pola sewa tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, berbeda nyata bila dibandingkan dengan pola sakap. Penerimaan dan pengeluaran usahatani pada pola sakap umumnya dibagi dalam proporsi yang sama antar pemilik lahan dan penyakap. Proporsi penerimaan manajemen yang diterima penyakap lebih besar dibandingkan pemilik lahan dan penyakap hanya menerima sepertiga bagian dari penerimaan atas biaya tunai usahatani.
ANALISIS EFISIENSI USAHATANI PADI SAWAH PADA PROGRAM PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU DI KABUPATEN BURU Husen Bahasoan
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 9, No 2 (2015): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.856 KB) | DOI: 10.15408/aj.v7i2.5180

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu : Menganalisis efisiensi teknis, alokatif dan ekonomis petani padi sawah pada peserta program  PTT dan bukan peserta program PTT.  Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat efisiensi petani padi sawahpada peserta program PTT dan bukan peserta program PTT. Jenis data yang dikumpulkan adalah data cross section. Penelitian yang dilakukan merupakan Micro Analysis yang akan menfokuskan penelaahan teoritis dan empiris terhadap kondisi riil usahatani padi sawah. Kondisi usahatani padi sawah yang akan diteliti meliputi kemampuan produksi  (frontier production), tingkat efisiensi usaha (technical efficiency) dan faktor-faktor internal dan eksternal yang diyakini mempengaruhi tingkat efisiensi teknis usahatani padi sawah. Pendekatan stochastic frontier dapat diperoleh dua kondisi secara simultan yakni faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi dan sekaligus inefisiensi petani. Pendekatan dilakukan dengan software Frontier Version 4.1.  Dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah: Penerapan program PTT lebih kepada sistem pengelolaan komponen teknologi, tanpa mengubah teknologi namun dapat mencapai peningkatan efisiensi di dalam usahatani padi sawah, Sebagian besar petani program PTT telah mencapai efisiensi teknis tetapi belum secara alokatif dan ekonomi, namun pencapaian efisiensi teknis alokatif dan ekonomi petani program PTT lebih tinggi dibandingkan dengan petani bukan program PTT. Variabel yang berpengaruh nyata terhadap  produksi batas (frontier)  pada petani peserta program PTT dan petani bukan program PTT adalah sama yaitu: benih, pupuk anorganik dan tenaga kerja, namun berbeda untuk faktor inefisiensi yang mempengaruhi pencapaian efisiensi teknis dimana pada program PTT adalah  umur, pendidikan dan dummy sistem tanam, pada petani bukan program PTT adalah pendidikan, dependency ratio, partisipasi dalam kelompok tani dan dummy sistem tanam.
Typology and inequality between island clusters and development areas in Maluku Province Husen Bahasoan; Dedi Budiman Hakim; Rita Nurmalina; Eka Intan K Putri
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.146 KB) | DOI: 10.22437/ppd.v7i2.7733

Abstract

This study aims to analyze patterns of economic growth and island cluster inequality in Maluku Province during the period 2010-2016. The data in this study are secondary data using quantitative descriptive methods and analytical typology analysis tools and theil index. The results showed that the VIII-IX island cluster which was classified as advanced and fast growing but had a very high inequality compared to other island cluster groups was Tual City, Southeast Maluku Regency and Aru Islands Regency. The division of the Maluku region in the Klassen typology is based on the center of growth with the hinterland area. Southern Maluku as a development area is classified as developed and fast-growing where Tual City is a center of growth but has a very high inequality compared to Maluku in the northern region.
Integrasi Tanaman Padi dan Ternak Sapi Di Desa Savana Jaya Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru Husen Bahasoan; Sandi Buamona
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v4i1.4237

Abstract

Sistem integrasi padi sapi merupakan sistem pertanian yang mampu memberikan keuntungan karena penggunaan pakan ternak dan pupuk kandang yang bisa meningkatkan produktivitas dan produksi petani. Permasalahan di Desa Savana Jaya Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru limbah yang begitu banyak terutama jika setelah panen jumlah jerami padi yang dibuang tersebut tidak sedikit. Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar limbah panen tanaman padi bisa dimanfaatkan adalah penggunaan limbah tersebut sebagai pakan ternak. Pemanfaatan limbah tanaman padi yang diolah menjadi pakan ternak dan pemanfaatan limbah kotoran ternak sapi menjadi pupuk organik serta manajemen pengelolaan dalam pemeliharaan ternak sapi dengan baik. Integrasi tanaman padi dan ternak sapi berguna dalam meningkatkan pendapatan petani dalam usahatani padi dan ternak. Peningkatan dan penggunaan teknologi serta manajemen yang baik untuk meningkatkan kualitas dan produksi ternak sapi.  
Pemberdayaan Pemimpin Desa dalam Mendorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Lokal Berbasis Desa Wisata Bahasoan, Husen; Wargadinata, Betty; Ansari, Ansari; Fauziansyah, Fauziansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i2.1478

Abstract

This article is the result of a community service activity was conducted by the Young Generation of the Lecturer Communication Forum (GM FKD) on March 20, 2025, in West Bandung Regency. Its objective was to empower village leaders in promoting the growth of MSMEs and the creative economy based on local potential. With its significant tourism potential, the village has opportunities to develop culinary businesses, handicrafts, and tourism services. However, challenges such as limited capital and lack of marketing knowledge remain obstacles. This activity included seminars, education, and interactive discussions attended by 30 village officials. The materials covered business strategies, digital marketing, and safe access to financing. As a result, village leaders gained a better understanding of their role in developing MSMEs and the importance of innovation in marketing. With support from various stakeholders, the village has the potential to become a creative economy hub based on tourism. This initiative is expected to improve community welfare and serve as a model for sustainable MSME development.ABSTRAKArtikel ini merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh Generasi Muda Forum Komunikasi Dosen (GM FKD) pada 20 Maret 2025 di Kabupaten Bandung Barat. Tujuannya adalah memberdayakan pemimpin desa dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Dengan potensi wisata yang besar, desa ini memiliki peluang untuk mengembangkan usaha kuliner, kerajinan, dan jasa wisata. Namun, tantangan seperti keterbatasan modal dan kurangnya pemahaman pemasaran masih menjadi kendala. Kegiatan ini meliputi seminar, edukasi, dan diskusi interaktif yang diikuti oleh 30 perangkat desa. Materi mencakup strategi bisnis, pemasaran digital, dan akses permodalan yang aman. Hasilnya, pemimpin desa semakin memahami peran mereka dalam mengembangkan UMKM serta pentingnya inovasi dalam pemasaran. Melalui dukungan berbagai pihak, desa ini berpotensi menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis wisata. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi model pengembangan UMKM yang berkelanjutan.
Analisis Hubungan Kualitas Pengelolaan Aset Tetap dengan Kinerja Keuangan Pemerintah Provinsi Ridha, Noorsyah Adi Noer; Maulana, Dede Yusuf; Bahasoan, Husen
Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jmae.v4i2.1743

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan antara kualitas pengelolaan aset tetap dan kinerja keuangan pemerintah provinsi. Urgensi mengenai tuntutan akuntabilitas dan transparansi, di mana aset tetap menjadi komponen krusial dalam laporan keuangan daerah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, menggunakan data sekunder dari laporan keuangan pemerintah provinsi dalam periode tertentu. Analisis regresi linear sederhana diterapkan untuk menguji hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kualitas pengelolaan aset tetap dengan kinerja keuangan pemerintah provinsi, dibuktikan dengan koefisien regresi 0,78 dan p-value di bawah 0,05. Temuan ini didukung oleh data bahwa provinsi dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Aset Daerah (BPKAD) terkait aset yang rendah memiliki rasio kemandirian keuangan rata-rata 75,3%, jauh lebih tinggi dari provinsi dengan temuan tinggi (42,1%). Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa perbaikan pada indikator kualitas pengelolaan aset tetap, seperti akurasi pencatatan dan optimalisasi pemanfaatan, secara langsung berkorelasi dengan peningkatan kinerja keuangan, yang terlihat dari rasio kemandirian dan efektivitas belanja. Temuan ini menegaskan bahwa investasi dalam perbaikan manajemen aset akan memberikan dampak positif pada akuntabilitas dan kinerja fiscal serta menjadikan kualitas pengelolaan aset tetap merupakan faktor penting dalam menentukan kinerja keuangan pemerintah daerah.
Spatial Autocorrelation Analysis of Agricultural Commodity Regionalization in Buru Regency Bahasoan, Husen
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 5 No. 01 (2026): December - January, International Journal of Economics, Business and Innovatio
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijebir.v5i01.2819

Abstract

The agropolitan concept is expected to boost farmers' welfare and increase the share of the agricultural sector in the regional gross domestic product (RGDP). The purpose of this study is to examine the distribution pattern of agricultural commodities in Buru Regency based on spatial autocorrelation and to determine agropolitan districts that can be developed based on the results of cluster and outlier analysis. This study uses secondary data and analyzes it using spatial autocorrelation and LQ analysis techniques. The results show that the LQ (Location Quetient) value for rice is relatively uniform in Buru Regency, with only three subdistricts statistically included in the high cluster. The LQ values for tubers are relatively concentrated in Buru Regency, and the High High cluster values for several areas indicate that there are areas with LQ values > 1 in two other subdistricts that function as buffers. Clove LQ values > 1 are found in eight subdistricts in Buru Regency, with only two subdistricts statistically included in the high clove production cluster, while other areas function as buffers. Coconut LQ values > 1 are found in ten subdistricts in Buru Regency, with only five subdistricts statistically included in the high coconut production cluster, while other areas serve as buffers.
Scale Up UMKM melalui Pendampingan Pemasaran Digital Berbasis Media Sosial dan E-Commerce Rosalia, Nirma; Bahasoan, Husen; Latif, Isnawati; Royyana, Fia; Arumsari, Kusuma
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1848

Abstract

Keterbatasan literasi digital merupakan hambatan utama peningkatan skala usaha (scale-up) UMKM di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pendampingan pemasaran digital berbasis media sosial dan e-commerce pada 20 UMKM kuliner dan kriya di Bekasi melalui pendekatan handholding intensif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan literasi digital peserta sebesar 78% dan kenaikan rata-rata omzet penjualan sebesar 42% selama tiga bulan masa intervensi. Seluruh mitra (100%) berhasil mengintegrasikan Instagram, TikTok, Shopee, dan Tokopedia sebagai kanal pemasaran dan transaksi utama. Disimpulkan bahwa pendampingan langsung secara berkelanjutan jauh lebih efektif dibandingkan pelatihan teoretis singkat dalam menjamin keberlanjutan transformasi digital UMKM. Program ini merekomendasikan replikasi model pendampingan serupa guna mengakselerasi ekonomi mikro di tingkat lokal.
The Effect of ESG (Environmental, Social, and Governance) Practices on the Performance and Well-Being of Lecturers at Private Universities in Indonesia Firdaus Aziz; Ansari; Astuti; Husen Bahasoan
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i2.3977

Abstract

This study examines the effect of Environmental, Social, and Governance (ESG) practices on the performance of lecturers at private universities in Indonesia, with lecturer well-being considered as a mediating factor. Growing attention to sustainability in higher education has raised questions about how institutional governance and social responsibility influence academic staff outcomes. The objective of this research is to analyze whether ESG practices improve lecturers’ performance directly and indirectly through their well-being. A quantitative causal explanatory design was employed. Primary data were collected through questionnaires from 120 lecturers at private universities selected using purposive sampling. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling to evaluate both measurement and structural models. The results indicate that ESG practices have a positive and significant effect on lecturer performance and lecturer well-being. In addition, lecturer well-being significantly mediates the relationship between ESG practices and performance. These findings highlight the importance of ESG for lecturer welfare.