Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EDUKASI DAN DONASI HAND SANITIZER SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TRANSMISI COVID-19 DI KELURAHAN NGAGLIK KOTA BATU JAWA TIMUR Santy Irene Putri; Aris Widiyanto; Joko Tri Atmojo; Asruria Sani Fajriah; Prima Soultoni Akbar; Rina Tri Handayani; Hendra Dwi Kurniawan
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v2i2.262

Abstract

Angka penularan Covid-19 di Kota Batu semakin meningkat. Kelurahan Ngaglik merupakan salah satu zona merah persebaran Covid-19 di kota Batu. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan merupakan salah satu faktor yang menyumbang angka kasus Covid-19 semakin meningkat. Tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mencegah transmisi Covid-19 serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam melakukan protokol kesehatan secara disiplin melalui edukasi dan pemberian donasi hand sanitizer pada Kelurahan Ngaglik Kota Batu, Jawa Timur. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di lokasi yakni di Kelurahan Ngaglik dan disiarkan secara online melalui youtube. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 03 Januari 2021 di  Kelurahan Ngaglik, Kota Batu dengan dihadiri lurah dan juga perangkat kelurahan serta babinsa. Target dalam pelaksanaan program ini difokuskan terhadap masyarakat yang kurang mampu di wilayah Kelurahan Ngaglik Kota Batu. Hasil yang sudah dicapai dalam pengabdian ini adalah terdistribusinya hand sanitizer kepada masyarakat kurang mampu di Kelurahan Ngaglik, Kota Batu. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan berupa edukasi kesehatan serta donasi hand sanitizer di Kelurahan Ngaglik Kota Batu dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Setelah dilaksanakan kegiatan, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19   Kata kunci: edukasi kesehatan, donasi hand sanitizer, pencegahan transmisi, Covid-19   The number of Covid-19 transmission in Batu City is increasing. Ngaglik Village is one of the red zones for the spread of Covid-19 in Batu City. The low level of public awareness to implement health protocols is one of the factors contributing to the increasing number of Covid-19 cases. The purpose of carrying out this community service activity is to prevent the transmission of Covid-19 and to raise public awareness in implementing health protocols in a disciplined manner through education and donating hand sanitizers to the Ngaglik Village, Batu City, East Java. The implementation method for community service activities is carried out at a location, namely in the Ngaglik Village and broadcast online via YouTube. This community service activity was carried out on January 3, 2021 in the Ngaglik Village, Batu City, attended by the village head and also village officials and babinsa. The target in the implementation of this program is focused on underprivileged people in the Ngaglik Village area, Batu City. The results that have been achieved in this service are the distribution of hand sanitizers to the underprivileged in Ngaglik Village, Batu City. Community service activities that have been carried out in the form of health education and hand sanitizer donations in Ngaglik Village, Batu City can be carried out properly and smoothly. After carrying out the activities, it is hoped that the community can improve discipline in complying with health protocols to reduce the spread of Covid-19.   Keywords: Covid-19, hand sanitizer donation, health education, transmission prevention
The Effect of Distance to Health Care Facilities on Tuberculosis Treatment Compliance in Tuberculosis Patients: A Meta-Analysis Rizki Aqsyari; Hendra Dwi Kurniawan; Safaruddin Safaruddin
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v4i2.957

Abstract

Patient adherence to tuberculosis (TB) treatment is an essential factor in ensuring therapeutic success, preventing relapse, and mitigating the rate of drug resistance in the community. One structural barrier frequently associated with suboptimal adherence levels is the geographical distance between the patient's residence and healthcare facilities. Given that previous literature still exhibits variations in empirical findings, this study aims to quantitatively synthesize and estimate the magnitude of the effect of healthcare facility distance on the treatment adherence of TB patients. This systematic review and meta-analysis was designed in adherence to the standard Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. The literature search strategy focused on the Google Scholar database by establishing inclusion criteria based on the PICO framework: TB patients (Population), easily accessible healthcare facilities (Exposure), inaccessible healthcare facilities (Comparator), and the level of treatment adherence (Outcome). Statistical synthesis was executed using Review Manager 5.3 software. The eligibility evaluation identified three case-control primary studies included in the analysis. The forest plot visualization confirmed that patients facing inaccessible healthcare facilities possess a significantly higher probability of non-adherence by 3.76 times compared to patients with easy access (aOR = 3.76; 95% CI = 2.11–6.70; p = 0.0001). Although the statistical test demonstrated perfect methodological homogeneity across the studies (I² = 0%), an indication of potential publication bias was detected through the funnel plot visualization. In conclusion, geographical distance barriers are proven to significantly degrade TB treatment adherence. Proactive policy interventions, such as service decentralization and community-based medical governance innovations, are highly crucial to overcome these spatial obstacles.
Relationship Between Digital Health Literacy and Hypertension Preventive Behavior among Adolescents in Urban Areas Hendra Dwi Kurniawan; Safaruddin Safaruddin; Rizki Aqsyari
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v4i2.975

Abstract

Hypertension in adolescents is an emerging public health concern because it can increase the risk of cardiovascular complications later in life. The advancement of digital technologies has made digital health literacy an important factor in shaping hypertension prevention behaviors. This study aimed to analyze the association between digital health literacy and hypertension prevention behaviors among adolescents in urban areas. A cross-sectional observational analytic design was employed, with a sample of 225 adolescents selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires on digital health literacy and hypertension prevention behaviors and analyzed using the Chi-square test. The results showed that most respondents had good digital health literacy and demonstrated appropriate hypertension prevention behaviors. Bivariate analysis indicated a significant association between digital health literacy and hypertension prevention behaviors (p < 0.001; OR = 3.225; 95% CI: 1.713–6.071). Adolescents with good digital health literacy were more likely to engage in hypertension prevention behaviors. Enhancing digital health literacy is a crucial strategy for promotive and preventive efforts targeting hypertension among adolescents in urban settings.
Efektifitas Media Leaflet “Gizi Baduta” terhadap Pengetahuan Ibu Balita dalam Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI untuk Balita Usia 6-24 Bulan Fara Khansa Azizah; Hendra Dwi Kurniawan; Rohmi Rohmi
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1205

Abstract

Permasalahan gizi anak usia dini menjadi tantangan kesehatan masyarakat global dengan dampak jangka panjang. Laporan UNICEF–WHO–World Bank Joint Child Malnutrition Estimates 2025 menunjukkan sekitar 148 juta anak balita di dunia mengalami stunting dan 45 juta wasting, menandakan dunia belum berada pada jalur pencapaian target SDGs. Usia 6–23 bulan merupakan periode kritis MP-ASI karena kebutuhan gizi meningkat sementara kapasitas konsumsi terbatas. Di Indonesia, prevalensi stunting masih mencapai 19,8% pada tahun 2024. Pengetahuan ibu berperan penting dalam praktik MP-ASI, namun bukti efektivitas media leaflet terstandardisasi masih terbatas, sehingga penelitian ini relevan secara ilmiah dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian menggunakan quasi experimental design pretest–posttest with control group, serta menggunakan uji analisis Paired Sample T-Test. Jumlah sampel 50 Dengan tahap Pretest, Intervensi, Post test. Tujuan : mengevaluasi efektivitas penggunaan media leaflet "Gizi Baduta" terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita dalam praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) untuk anak usia 6–24 bulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan ditandai dengan nilai Sig. 0.00 < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat keefektivitasanLeaflet “Gizi Baduta” terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita dalam praktik pemberian makanan pendamping ASI. Penggunaan Leaflet “Gizi Baduta” efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita 6-24 bulan dalam praktik pemberian MP-ASI.
Terapi Akupresur sebagai Penatalaksanaan Non Farmakologi untuk Menurunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi: Systematic Review Hendra Dwi Kurniawan; Fara Khansa Azizah; Aris Widiyanto
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1392

Abstract

Hipertensi adalah masalah kesehatan global yang berisiko tinggi. Terapi farmakologi sering digunakan, namun memiliki efek samping dan biaya tinggi. Akupresur menjadi alternatif non farmakologi yang aman dan mudah dilakukan. Teknik ini menekan titik tubuh tertentu untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini merupakan systematic review dengan menggunakan diagram PRISMA. Proses pencarian artikel menggunakan 3 data based yaitu PubMed, BASE, ScienceDirect dengan artikel yang dipublikasi dari tahun 2015 – 2025. Kata kunci yang digunakan yaitu acupressure “therapy” OR “acupressure” AND “non farmakologis therapy” AND “bloods pressure” AND “hipertention”. Kriteria inklusi yaitu artikel full paper dan artikel akses terbuka, artikel harus menyatakan bahwa populasinya adalah penderita hipertensi dan hasil yang dianalisis adalah tekanan darah serta berbahasa inggris. PICO dalam penelitian ini yaitu Population : penderita hipertensi, Intervention : acupressure therapy, Comparison : non acupressure therapy, Outcome: bloods pressure. Sebanyak 10 artikel penelitian yang melibatkan 458 penderita hipertensi dipilih untuk analisis systematic review. Hasil penelitian menunjukkan terdapat adanya pengaruh pemberian terapi akupresur terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi. Terapi akupresur yang diberikan pada pasien hipertensi secara rutin dan teratur dapat menurunkan tekanan darah. Pemberian terapi akupresur dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.  
Peningkatan Kesadaran Olahraga Rutin Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Hendra Dwi Kurniawan; Rahmat Pannyiwi; M. Khalid Fredy Saputra
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus, obesity, and heart disease are increasing public health problems. One of the main risk factors for NCDs is the lack of physical activity and low public awareness regarding the importance of regular exercise. This community service program aimed to improve public knowledge and awareness regarding the importance of regular exercise as an effort to prevent non-communicable diseases. The implementation methods included health education, simple exercise demonstrations, group exercise sessions, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 40 participants consisting of community members and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 56 to 88 in the post-test. In addition, participants demonstrated increased motivation to engage in regular physical activity and understood the benefits of exercise in maintaining body health. This program proved effective in increasing public awareness regarding the importance of regular exercise as a promotive and preventive effort against non-communicable diseases. Keywords: Regular Exercise, Non-Communicable Diseases, Physical Activity, Health Promotion, Community Service ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, dan penyakit jantung merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat di masyarakat. Salah satu faktor risiko utama PTM adalah kurangnya aktivitas fisik dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya olahraga rutin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya olahraga rutin sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi olahraga sederhana, senam bersama, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 56 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi dalam melakukan aktivitas fisik secara rutin dan memahami manfaat olahraga dalam menjaga kesehatan tubuh. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya olahraga rutin sebagai upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular. Kata Kunci: Olahraga Rutin, Penyakit Tidak Menular, Aktivitas Fisik, Promosi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat