Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Efektivitas SNORT Sebagai Sistem Deteksi Intrusi pada Berbagai Macam Pola Serangan Siber Harry Pribadi Fitrian; Syifa Sopian Nudiansyah; Muhamad Rifky Raihan; Rafli Faturohman; Angga Antareza
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 7, No 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v7i6.8405

Abstract

Abstrak - Kemajuan teknologi informasi yang pesat telah mempermudah berbagai aspek kehidupan, termasuk komunikasi, Namun, di sisi lain, perkembangan ini juga meningkatkan resiko terhadap keamanan jaringan. Penelitian ini berfokus pada mengevaluasi sejauh mana Instrusion Detection System (IDS) berbasis Snort mampu mendeteksi dan menangani berbagai serangan siber, seperti Distributed Denial of Service (DDos), Denial of Service (DoS), brute force, dan port scanning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan mengkaji sejumlah jurnal dan artikel ilmiah terkait omplementasi Snort dalam mengatasi berbagai jenis ancaman siber. Hasilnya menunjukan bahwa Snort dapat mendeteksi berbagai pola serangan dengan tingkat akurasi yang baik. Selain memberikan peringatan, Snort juga mencatat log aktivitas yang sangat membantu dalam analisis mendalam,  Namun, salah satu tantangan utamanya adalah tingginya tingkat false positive, yang membutuhkan pembaharuan aturan secara berkala agar sistem tetap relevan. Kombinasi Snort dengan platform lain, seperti PsSense atau IPCop, terbukti mampu menigkatkan efektifitas detekti dan penanganan ancaman, Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Snort adalah solusi yang efektif dan efisien untuk menjaga sistem keamanan jaringan, terutama jika didukung oleh pemelharaan rutin dan pengembangan aturan yang berkelanjutan, Penelitian ini merekomendasikan agar studi selanjutnya menguji lebih banyak jenis serangan dan mengeksplorasi integrasi Snort dengan teknologi berbasis machine learning untuk meningkatkan keakuratan deteksi ancaman.Kata Kunci: Jaringan Komputer, Intrusion Prevention System, Intrusion Detection System, Snort, Keamanan Jaringan, Serangan Siber.  Abstract - The rapid advancement of information technology has facilitated various aspects of life, including communication, However, on the other hand, this development also increases the risk to network security. This research focuses on evaluating the extent to which the Snort-based Instrusion Detection System (IDS) is able to detect and handle various cyber attacks, such as Distributed Denial of Service (DDos), Denial of Service (DoS), brute force, and port scanning. The method used in this research is a literature study, by reviewing a number of journals and scientific articles related to the implementation of Snort in overcoming various types of cyber threats. The results show that Snort can detect various attack patterns with a good level of accuracy. In addition to providing alerts, Snort also records activity logs that are very helpful in in-depth analysis, however, one of the main challenges is the high false positive rate, which requires regular rule updates to keep the system relevant. The combination of Snort with other platforms, such as PsSense or IPCop, proved to be able to increase the effectiveness of threat detection and handling, Based on the research results, it can be concluded that Snort is an effective and efficient solution for maintaining network security systems, especially if supported by regular maintenance and continuous rule development, This research recommends that future studies test more types of attacks and explore in-depth analysis. Keywords: Computer Network, Intrusion Prevention System, Intrusion Detection System, Snort, Network Security, Cyber Attack.
Pengaruh Pengelolaan Bandwidth Berbasis QoS Terhadap Kinerja Jaringan dan Layanan Pendidikan di Perguruan Tinggi: Analisis Literatur Harry Pribadi Fitrian; Desi Ramadani; Dini Magmun Hariri; Sayyidah Muthi Nur Aisyah; Najwa Nabila
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i1.8700

Abstract

Abstrak - Penelitian ini mengkaji pengelolaan bandwidth berbasis Quality of Service (QoS) untuk meningkatkan kinerja jaringan dan mendukung layanan pendidikan di perguruan tinggi. Dengan meningkatnya kebutuhan akan jaringan yang stabil, QoS menjadi faktor penting dalam mengelola lalu lintas data yang signifikan. Melalui tinjauan literatur, penelitian ini mengevaluasi implementasi Simple Queue, Per Connection Queue (PCQ), Queue Tree, dan Hierarchical Token Bucket (HTB) berdasarkan parameter QoS seperti throughput, delay, jitter, dan packet loss.  Simple Queue dan PCQ memastikan distribusi bandwidth yang efektif dan merata, sedangkan Queue Tree cocok untuk jaringan besar. HTB sangat baik dalam memprioritaskan layanan penting dalam jaringan kecil. Telah dibuktikan bahwa pendekatan QoE meningkatkan pengalaman pengguna, khususnya dalam aplikasi multimedia. Hasilnya menunjukkan bahwa pengelolaan bandwidth berbasis QoS mendukung akses stabil ke platform pembelajaran digital, ujian online, dan layanan akademik lainnya. Temuan ini menekankan perlunya penerapan kebijakan jaringan yang optimal untuk memenuhi tuntutan pendidikan digital yang terus berkembang.Kata Kunci: Quality of  Service, Bandwidth, Kinerja Jaringan, Layanan Pendidikan, Perguruan Tinggi. Abstract - This research examines Quality of Service (QoS) based bandwidth management to improve network performance and support educational services in higher education. With the increasing need for a stable network, QoS becomes an important factor in managing significant data traffic. Through literature review, this research evaluates the implementation of Simple Queue, Per Connection Queue (PCQ), Queue Tree, and Hierarchical Token Bucket (HTB) based on QoS parameters such as throughput, delay, jitter, and packet loss.  Simple Queue and PCQ ensure effective and even bandwidth distribution, while Queue Tree is suitable for large networks. HTB is excellent at prioritizing critical services in small networks. It has been demonstrated that the QoE approach improves user experience, especially in multimedia applications. The results show that QoS-based bandwidth management supports stable access to digital learning platforms, online exams, and other academic services. These findings emphasize the need for optimal network policy implementation to meet the growing demands of digital education.Keywords: Quality of Service, Bandwidth, Network Performance, Educational Services, Higher Education.
Analisis Kinerja Protokol Routing OSPF dalam Topologi Jaringan Skala Menengah Menggunakan Cisco Packet Tracer Harry Pribadi Fitrian; Rahma Aulia Dini; Mendy Esa Agustina; Achmad Zidan Djulfiqor; Muhammad Faqih Dienul Haq; Hanif Al Muzhaffar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i6.10091

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja protokol routing Open Shortest Path First (OSPF) pada topologi jaringan skala menengah menggunakan Cisco Packet Tracer. Pengujian dilakukan dengan membangun skenario jaringan multiarea yang terdiri dari Area 0 sebagai backbone, Area 1, dan Area 2. Tahapan penelitian meliputi perancangan topologi, konfigurasi OSPF, verifikasi tabel routing, dan evaluasi parameter Quality of Service (QoS) berdasarkan throughput, delay, jitter, packet loss, dan waktu konvergensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSPF mampu membangun adjacency secara stabil dengan status FULL di seluruh router tanpa terjadi flapping. Rata-rata waktu konvergensi tercatat sebesar 2,4 detik, sedangkan nilai QoS yang diperoleh meliputi delay 17,9 ms, jitter 6,3 ms, packet loss 1,7%, dan throughput 5,1 Mbps. Temuan ini membuktikan bahwa OSPF efektif dalam mempertahankan efisiensi routing dan kestabilan jaringan pada skala menengah, sehingga protokol ini direkomendasikan untuk implementasi pada sistem jaringan dengan kebutuhan performa tinggi dan topologi yang dinamis.Kata Kunci: OSPF; routing dinamis; topologi jaringan; QoS; Cisco Packet Tracer; Abstract - This research aims to analyze the performance of the Open Shortest Path First (OSPF) routing protocol on a medium-scale network topology using Cisco Packet Tracer. The evaluation was conducted by implementing a multi-area network consisting of Area 0 as the backbone, Area 1, and Area 2. The research stages include topology design, OSPF configuration, routing table verification, and Quality of Service (QoS) assessment based on throughput, delay, jitter, packet loss, and convergence time. The results show that OSPF successfully built stable adjacency across all routers with FULL status and no flapping. The average convergence time recorded was 2.4 seconds, while the QoS results indicated delay of 17.9 ms, jitter of 6.3 ms, packet loss of 1.7%, and throughput of 5.1 Mbps. These findings demonstrate that OSPF is highly effective in maintaining routing efficiency and network stability in medium-scale environments, making it suitable for networks that require high performance and dynamic topology support.Keywords: OSPF; dynamic routing; network topology; QoS; Cisco Packet Tracer;
Analisis Keamanan Jaringan Komputer Terhadap Ancaman Phising pada Pengguna E-Commerce Harry Pribadi Fitrian; Wida Waryani; Namia Resca Kirana
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 7, No 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v7i6.8388

Abstract

Abstrak - Phishing merupakan teknik penipuan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi sensitif, seperti kata sandi dan nomor kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas tepercaya. Meningkatnya ancaman phising terhadap e-commerce penting untuk melakukan analisis mendalam terhadap keamanan jaringan komputer dalam konteks e-commerce, guna mengidentifikasi dan mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh serangan phishing. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan memahami berbagai aspek keamanan jaringan komputer dalam konteks e-commerce, khususnya dalam pencegahan serangan phishing. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan literatur review untuk menganalisis keamanan jaringan komputer terhadap ancaman phising. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis keamanan jaringan komputer sangat penting untuk melindungi pengguna e-commerce dari serangan phishing. Penelitian mengidentifikasi bahwa phising secara khusus menargetkan sektor sensitif e-commerce, dengan faktor-faktor seperti minimnya kesadaran pengguna dan kebijakan keamanan yang lemah berkontribusi terhadap keberhasilan serangan. Selain itu, edukasi pengguna dan penerapan langkah-langkah keamanan yang tepat dapat mengurangi risiko phising, sehingga kolaborasi antara penyedia layanan e-commerce dan pengguna sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman.Kata kunci: phising, e-commerce, ancaman dan keamanan jaringan Abstract - Phishing is a fraudulent technique that aims to obtain sensitive information, such as passwords and credit card numbers, by posing as a trusted entity. The increasing threat of phishing to e-commerce makes it important to conduct an in-depth analysis of computer network security in the context of e-commerce, in order to identify and reduce the risks posed by phishing attacks. The purpose of this research is to analyze and understand various aspects of computer network security in the context of e-commerce, especially in the prevention of phishing attacks. This research method uses descriptive qualitative with a literature review approach to analyze computer network security against phishing threats. The results showed that analyzing computer network security is very important to protect e-commerce users from phishing attacks. The research identified that phishing specifically targets the sensitive sector of e-commerce, with factors such as lack of user awareness and weak security policies contributing to the success of the attack. In addition, user education and the implementation of appropriate security measures can reduce the risk of phishing, so collaboration between e-commerce service providers and users is necessary to create a secure environment.Keywords: phishing, e-commerce, threat and network security
Analisis Efektivitas Firewall dalam Memfilter dan Melindungi Lalu Lintas Jaringan Harry Pribadi Fitrian; Bayu Fajri Noorjamil; Fitri Rahmawati; Saskia Aulia Rachman
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i1.8554

Abstract

Abstrak - Firewall memainkan peran krusial dalam menjaga keamanan jaringan dengan melindungi data dan sistem dari ancaman siber yang semakin kompleks. Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas firewall dalam menyaring dan melindungi lalu lintas jaringan melalui pendekatan studi literatur. Fokus utama terletak pada perbandingan antara firewall tradisional dan Next-Generation Firewall (NGFW) dalam hal deteksi ancaman, pencegahan serangan seperti DDoS, malware, dan ransomware, serta kemudahan konfigurasi. Temuan menunjukkan bahwa firewall tradisional memiliki keterbatasan dalam menghadapi ancaman yang lebih rumit, sementara NGFW menawarkan perlindungan yang lebih canggih berkat fitur seperti Deep Packet Inspection (DPI), Intrusion Prevention System (IPS), dan web filtering. Namun, tantangan seperti kebutuhan teknis yang tinggi, biaya perangkat keras yang signifikan, dan risiko kesalahan konfigurasi menjadi hambatan utama dalam implementasinya, terutama di lingkungan besar. Penelitian ini menekankan pentingnya konfigurasi yang tepat dan pembaruan sistem untuk menjaga efektivitas firewall menghadapi ancaman yang terus berkembang. Selain itu, disarankan untuk mengembangkan metode otomatisasi konfigurasi menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu organisasi kecil dengan keterbatasan teknis serta melakukan uji coba penerapan NGFW di infrastruktur modern seperti cloud dan IoT guna meningkatkan kinerja serta perlindungan jaringan. Kata Kunci: Firewall, Keamanan Jaringan, Filtering, Deteksi Ancaman, NGFW Abstract - Firewalls play a crucial role in ensuring network security by protecting data and systems from increasingly complex cyber threats. This study explores the effectiveness of firewalls in filtering and securing network traffic through a literature review approach. The primary focus lies in comparing traditional firewalls and Next-Generation Firewalls (NGFWs) in terms of threat detection, prevention of attacks such as DDoS, malware, and ransomware, as well as ease of configuration. Findings indicate that traditional firewalls face limitations in addressing more sophisticated threats, whereas NGFWs offer enhanced protection through features like Deep Packet Inspection (DPI), Intrusion Prevention System (IPS), and web filtering. However, challenges such as high technical requirements, significant hardware costs, and configuration errors pose major obstacles to their implementation, particularly in large-scale environments. This study highlights the importance of proper configuration and regular system updates to maintain the effectiveness of firewalls against evolving threats. Additionally, it is recommended to develop automated configuration methods using artificial intelligence to assist small organizations with limited technical expertise and to conduct trials of NGFW implementations in modern infrastructures like cloud and IoT to enhance performance and network protection. Keywords: Firewall, Network Security, Filtering, Threat Detection, NGFW
Analisis Penerapan Fiber Optik Menggunakan Metode FTTH (Fiber To The Home) pada Area Komplek Harry Pribadi Fitrian; Lailani Alifah; Adnan Fariz Irawan; Bimo Saputra; Muhammad Maulana Raffael
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i6.10105

Abstract

Abstrak - Kebutuhan masyarakat akan layanan internet berkecepatan tinggi dan stabil di area perumahan mendorong penggunaan teknologi fiber optik dengan metode FTTH (Fiber To The Home). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan jaringan FTTH pada area komplek melalui metode studi literatur dari berbagai jurnal, buku, dan standar teknis terkait. Pembahasan difokuskan pada perangkat utama seperti OLT dan ONT, proses distribusi jaringan, serta perhitungan power link budget sebagai acuan kelayakan jaringan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan FTTH mampu memberikan kualitas layanan yang optimal dengan redaman dan rise time yang masih berada dalam batas standar, sehingga layak untuk digunakan dalam distribusi layanan triple play di kawasan perumahan. Selain itu, penggunaan perangkat pendukung seperti OTDR, RFTS, dan simulasi OptiSystem terbukti membantu dalam proses pengukuran, analisis performansi, serta perancangan jaringan. Penelitian ini diharapkan memberikan gambaran komprehensif mengenai implementasi FTTH dan faktor-faktor teknis yang memengaruhi kualitas jaringan fiber optik di lingkungan komplek.Kata kunci : Fiber Optik; FTTH (Fiber to the home); Digitech University; Abstract - The growing demand for fast and stable internet access in residential areas has encouraged the adoption of fiber-optic networks using the FTTH (Fiber To The Home) method. This study analyzes the implementation of FTTH in a housing complex based on a literature review of journals, books, and relevant technical standards. The discussion focuses on key components such as OLT and ONT, the structure of network distribution, and the use of power link budget calculations as an indicator of network feasibility. The findings show that FTTH can deliver reliable service quality, with attenuation and rise-time values remaining within acceptable limits, making it suitable for supporting triple-play services in residential environments. The use of tools such as OTDR, RFTS, and OptiSystem simulations also contributes to more accurate performance assessment and network design. This study is expected to provide a clear overview of FTTH implementation and the technical factors that influence fiber-optic network performance in housing complexes.Keywords: Fiber Optic; FTTH (Fiber to the home); Digitech University;
Pengaruh Jarak Terhadap Kualitas Transfer Data dan Kapasitas Bandwidth pada Jaringan Fiber Optik untuk Optimalisasi Kinerja Jaringan Komunikasi Harry Pribadi Fitrian; Lintang Sari Irvaniati; Mochammad Rival Sopyan; Firdaus Firdaus; Dede Siska
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i1.8590

Abstract

Abstrak - Jaringan fiber optik adalah solusi utama untuk komunikasi data berkecepatan tinggi yang andal. Namun jarak transmisi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas transfer data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jarak terhadap kinerja jaringan fiber optik berdasarkan parameter seperti kecepatan transfer data, delay, jitter dan packet loss.Metode penelitian dilaksanakan dengan mempelajari literatur dari berbagai jurnal ilmiah yang pernah membahasnya kinerja jaringan fiber optik pada jarak yang berbeda. Temuan literatur kemudian diperluas untuk mengidentifikasi pola perubahan parameter kinerja akibat peningkatan jarak transmisi. Penelitian ini berfokus pada jaringan fiber optik dengan jarak transmisi yang berbeda-beda misalnya 5 km, 10 km dan 15 km seperti yang dilaporkan pada penelitian sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan jarak transmisi secara sistematis menyebabkan penurunan kecepatan. transfer data, peningkatan latensi, jitter, dan kehilangan paket. Faktor utama yang mempengaruhi degradasi ini adalah redaman sinyal, hamburan sinyal, dan interferensi yang meningkat pada jarak transmisi yang lebih jauh.Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengelolaan jaringan fiber optik, khususnya pada perancangan sistem komunikasi jarak jauh. Strategi optimasi seperti pemilihan komponen berkinerja tinggi, perencanaan topologi jaringan yang sesuai dan penerapan metode Pemantauan dan pemeliharaan terstruktur merupakan kunci untuk menjaga kualitas dan kinerja jaringan fiber optik.Kata kunci: Jaringan Fiber Optik, Kecepatan Transfer Data, Jarak Transmisi, Kualitas Performa Jaringan Abstract - fiber optik networks are the ultimate solution for reliable high-speed data communication. However, the transmission distance has a significant influence on the quality of data transfer. This study aims to analyze the effect of distance on fiber optik network performance network based on parameters such as data transfer rate, delay, jitter and packet loss. The research method is carried out by studying the literature from various scientific journals that have discussed the performance of fiber optik networks. various scientific journals that have discussed the performance of fiber optik networks at different distances. at different distances. The literature findings were then expanded to identify patterns of changes in performance parameters due to an increase in transmission distance. transmission distance. This research focuses on fiber optik networks with different for example 5 km, 10 km and 15 km as reported in previous studies. reported in previous studies. The analysis results show that an increase in transmission distance systematically leads to a decrease in speed. data transfer rate, increased latency, jitter, and packet loss. The main factor affecting these degradations are signal attenuation, signal scattering, and interference which increase at longer transmission distances. interference which increases at longer transmission distances. This research makes an important contribution to the management of fiber optik networks, particularly This research makes an important contribution to the management of optical fiber networks, especially in the design of long-distance communication systems. Optimization strategies such as selection of high-performance components, suitable network topology planning and the application of structured Monitoring and maintenance methods are key to maintain the quality and performance of fiber optik networks.Keywords: fiber optik Network, Data Transfer Speed, Transmission Distance, Quality Network Performance
Analisis Peningkatan Kinerja Jaringan Melalui Reduksi Delay, Jitter, dan Peningkatan Throughput pada Infrastruktur Software-Defined Networking di Digitech University Harry Pribadi Fitrian; Adkia Adkia; Sindi Rahmadani; Raisya Puspa Kencana; Ihsan Tafaquh Fiddin
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i1.8627

Abstract

Abstrak - Kebutuhan akan jaringan yang efisien dan andal semakin meningkat, mendorong pengembangan Software-Defined Networking (SDN) sebagai solusi inovatif pengganti jaringan konvensional. Teknologi ini memisahkan bidang kontrol dan data, memungkinkan pengelolaan jaringan yang lebih fleksibel dan terpusat. Penelitian ini menganalisis kinerja SDN berdasarkan parameter Quality of Service (QoS), yaitu latensi, jitter, dan throughput. Hasil pengujian menunjukkan bahwa SDN mampu menurunkan latensi hingga 18 ms dan jitter hingga 2,7 ms, dibandingkan jaringan konvensional yang masing-masing mencapai 37,7 ms dan 40,3 ms. Throughput SDN juga lebih unggul, mencapai 98,2 Mbps dibandingkan jaringan konvensional sebesar 95 Mbps. Keunggulan SDN terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan trafik yang dinamis melalui kontrol terpusat, memberikan stabilitas koneksi untuk aplikasi real-time seperti konferensi video dan layanan streaming. Selain itu, SDN memungkinkan pengelolaan jaringan yang lebih efisien serta pengurangan biaya operasional melalui optimalisasi sumber daya. Dengan fleksibilitas ini, SDN menjadi solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan jaringan modern yang kompleks. Penelitian ini merekomendasikan uji implementasi SDN pada topologi jaringan yang lebih kompleks di lingkungan nyata, untuk mengevaluasi efisiensi dan skalabilitasnya. Pelatihan tenaga TI dan kebijakan keamanan yang menyeluruh juga disarankan guna memaksimalkan manfaat SDN. Temuan ini diharapkan mendukung pengembangan jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif.Kata Kunci: Software Defined Networking, Quality of Service, Delay, Jitter, Throughput.   Abstract - The increasing demand for efficient and reliable networks has spurred the advancement of Software-Defined Networking (SDN) as a cutting-edge replacement for traditional network architectures. By decoupling the control and data planes, SDN enables centralized and flexible network management. This study evaluates SDN's performance based on Quality of Service (QoS) metrics, including latency, jitter, and throughput. Findings indicate that SDN can reduce latency to 18 ms and jitter to 2.7 ms, significantly outperforming conventional networks, which record 37.7 ms and 40.3 ms, respectively. SDN also excels in throughput, reaching 98.2 Mbps compared to 95 Mbps in traditional systems. Its primary strength lies in adapting to dynamic traffic patterns via centralized control, ensuring stable connections for real-time applications such as video conferencing and streaming services. Additionally, SDN optimizes resource use, facilitating more efficient network management and lowering operational costs. These features position SDN as a strategic response to the complexities of modern networking demands. The study advocates for further testing of SDN in complex real-world network topologies to assess its scalability and efficiency. It also underscores the importance of comprehensive IT staff training and robust security frameworks to fully harness SDN's potential. These findings aim to contribute to the evolution of smarter, more adaptable, and efficient networking systems. Keywords: Software Defined Networking, Quality of Service, Delay, Jitter, Throughput.