Claim Missing Document
Check
Articles

UNINTENDED PREGNANCY: KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF YOUNG ADOLESCENT Nurina Sari Supriatna; Restuning Widiasih; Mira Trisyani
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 2, No 2 (2019): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.937 KB) | DOI: 10.36780/jmcrh.v2i2.97

Abstract

Unintended Pregnancy (KTD) is one of the adolescent health problems as the number has increased annually and impacted to adolescent, physically and psychologically. Many studies assessed adolescents' knowledge of KTD in middle and late adolescent groups. However, the study that assesses early adolescents (12-15 years) about KTD are limited. The aim of this study was to examine early adolescent knowledge and attitudes about KTD. This research was quantitative descriptive research. This study involved 373 female students in Jatinangor, West Java. Data were collected by a questionnaire that assessed adolescents' knowledge and attitude of KTD and were analyzed using statistical analysis. Results showed that teenagers' knowledge of KTD was good, and their attitudes towards KTD showed a conative attitude, adolescents have carried out behavior that might cause of KTD. Early adolescents have good knowledge about KTD, however, they knew risky behavior may happen to them. It is necessary to increase early adolescents’ awareness of KTD.  Keywords: adolescence, attitude, knowledge, unintended pregnancy.
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENCARIAN INFORMASI KESEHATAN MELALUI MEDIA TELEPON SELULER DI DESA CILAYUNG KECAMATAN JATINANGOR Mira Trisyani Koeryaman; Ryan Hara Permana; Irfan Ardiansyah
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.534 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i4.14893

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang melalui peran serta masyarakat dalam meningkatkan penggunaan perangkat telepon seluler media dalam pencarian informasi kesehatan sebagai  upaya pencegahan terhadap factor resiko penyakit. Program kegiatan PKM ini dirancang sebagai tindak lanjut dari kegiatan OKK  dalam bidang kesehatan. Dalam hal ini Unpad berkontribusi sebagai institusi pendidikan yang memberikan pendidikan non formal di masyarakat melalui pelatihan penggunaan perangkat lunak untuk dimanfaatkan sebagai sarana sumber pencarian informasi kesehatan bagi masyarakat. Melalui PKM ini diharapkan dapat menjalin kemitraan antara stake holder dan Universitas.Metode yang digunakan pada kegiatan ini melalui dua tahapan, tahap pertama melakukan survey untuk mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik masyarakat pengguna telepon seluler, tahap kedua melaksanakan pelatihan dalam bentuk ceramah, demonstrasi dan simulasi tentang tata cara mengakses informasi kesehatan yang resmi dan terpercaya, selain itu masyarakat berlatih untuk mengetahui melakukan pencarian informasi yang diharapkan. Untuk mengetahui keberhasilan pelatihan ini, tim PKM akan melakukan evaluasi melalui penilaian keaktifan peserta selama proses pelatihan serta mengobservasi langsung kemampuan peserta dalam pemanfaatan media tersebut.Dengan demikian diharapkan dari kegiatan ini, para peserta dapat menularkan kepada anggota masyarakat lainnya untuk memanfaatkan perangkat seluler yang dimiliki sebagai media sumber informasi kesehatan, sehingga diharapkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat desa semakin bertambah.
Latihan Kegeldan Nyeri Saat Berhubungan Seksual pada Perempuan Pasca Terapi Kanker Dewi Puspasari; Mira Trisyani; Restuning Widiasih
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.64 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v1i1.50

Abstract

Efek samping radioterapi adalah pemendekan dan pengeringan vagina yang menyebabkan nyeri saat melakukan hubungan seksual (dispareunia). Hal ini mengakibatkan gangguan fungsi seksual yaitu keinginan, gairah, orgasme, dan kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas latihan kegeldalam mengatasi keluhan nyeri saat berhubungan seksual pada perempuan pasca terapi kanker serviks. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan jumlah responsden 26 orang kelompok intervensi dan 26 orang kelompok kontrol pada perempuan setelah radioterapi. Tingkat nyeri dalam penelitian ini diukur dengan Female Sexual Function Index (FSFI). Pengaruh latihankegelterhadap nyeri diuji dengan t-tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada kedua kelompok dengan nilai p=0.002. Latihan kegel terbukti menurunkan nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia) sebanyak 3,897 kali (OR=3,897). Berdasarkan hasil penelitian ini, perawat diharapkan dapat memberikan intervensi latihan kegeluntuk menurunkan nyeri pasca terapi kanker serviks.Kata kunci:Dispareunia, latihan kegel, pasca terapi kanker serviks AbstractRadiotherapy for cervical cancer has side effects which cause the vagina become smaller and drier so that it could reduce the flexibility and lubrication of the vagina. These side effects could change the sexual functions, which is pain during sexual intercourse. This study proves the effectiveness of Kegel exercises to overcome pain during sexual intercourse (dyspareunia) for the women after a cervical cancer therapy. Method The Quasi-experimental was conducted to 26 intervention group and 26 control group. The sampling technique used consecutive sampling method. FSFI (Female Sexual Function Index) were obtained in order to measure dyspareunia. A t-test was used to examine differences between two groups. Result findings The Kegel exercises gave a significant changing of dyspareunia level with p value=0,002. There was significance difference of dyspareunia level between intervention and control groups. Kegel exercises provided opportunies to decrease dyspareunia as much as 3,897 times (OR=3,897). Conclusion The Kegel exercises are proved to reduce effectively to solve dyspareunia for women after a cervical cancer therapy. Nursing role are to promote, prevent and rehabilitate (health education, Kegel exercises sosialization, and health care training) the complaint of women after cervical cancer therapy as an effort to improve health status of women with cervical cancer.Key words:After cervical cancer therapy, dyspareunia, kegel exercises
Process Evaluation: Standard, Effectiveness, Efficiency and Sustainability of Maternity Nursing Care Laili Rahayuwati; Ermiati E; Mira Trisyani
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 2 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.262 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i2.233

Abstract

Although globally there is a change in the trend of epidemiology from infectious diseases to chronic diseases, the prevalence and incidence of infectious diseases as well as MMR (Maternal Mortality Rate) and IMR (infant mortality rate) in Indonesia is still high. In year 2000, Faculty of Nursing of the Universitas Padjadjaran in collaboration with Hasan Sadikin Hospital built a model of treatment room, which was affiliated with obstetric gynecology room for improving integrated quality of health care services and education. The model built in this room aimed to : 1) Improve the quality of health care service; 2) to develop the student’s experiences with patients; 3) Provide quality nurse education to support students; 4) encourage students to improve the results of clinical prctice. The objective of process evaluation in this study was to give an insight to an appropriate model for maternity nursing service. This results showed on the one hand , there are some records not yet achieved an ideal standard , lack of effectiveness and efficiency of care delivery, namely: 1 ) the ratio of midwives and patients are not ideal ; 2 ) No one consultant obstetrician gynecologist and one doctor for every room . As well as challenges to sustainability care that meets the standards of maternity care. Conclusion: this study recommends to take a comprehensive strategic planning for improving nursing and midwifery services that involve all relevant stakeholders in the government, civil society, service delivery, education, and professional organizations.Keywords:Effectiveness, efficiency, evaluation, maternity nursing care, standard.Proses Evaluasi: Standar, Efektifitas, Efisiensi, dan Keberlangsungan Pelayanan Keperawatan MaternitasAbstrakMeskipun secara global ada perubahan dalam tren epidemiologi dari penyakit menular ke penyakit kronis, prevalensi dan insiden penyakit menular serta MMR (Angka Kematian Ibu) dan AKB (angka kematian bayi) di Indonesia masih tinggi. Tahun 2000, Fakultas Keperawatan Unpad bekerja sama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung membangun sebuah model dari ruang perawatan, yang berafiliasi dengan ruang obstetrik ginekologi. Model yang dibangun tersebut bertujuan untuk; 1) meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan; 2) pengembangan pengalaman mahasiswa dengan pasien; 3) penyediaan pendidik perawat yang berkualitas untuk mendukung mahasiswa; 4) mendorong mahasiswa untuk meningkatkan hasil praktek klinis. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan informasi dan evaluasi tentang standar, efektifitas, efisiensi, dan keberlangsungan (sustainaibility) pelayanan keperawatan maternitas. Hasil penelitian menunjukkan: di satu sisi, ada beberapa catatan tidak belum tercapainya standar ideal, kurang efektivitas dan efisiensi perawatan persalinan, yaitu: 1) rasio bidan dan pasien tidak ideal; 2) ada satu konsultan ginekolog obstetri dan satu dokter untuk setiap kamar. Serta tantangan terhadap keberlangsungan asuhan perawatan maternitas yang memenuhi standar. Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan untuk mengambil perencanaan strategis yang komprehensif untuk meningkatkan pelayanan keperawatan dan kebidanan yang melibatkan semua pihak terkait di pemerintah, masyarakat sipil, pelayanan, pendidikan, dan organisasi profesiKata kunci:Asuhan keperawatan maternitas, efektifitas, efisiensi, evaluasi, standar
Hubungan Sumber Informasi dan Usia Remaja Puteri dengan Perilaku Perawatan Diri saat Menstruasi Tetti Solehati; Ermiati E; Mira Trisyani; Yanti Hermayanti
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.366 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v5i2.452

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok rawan terjangkit infeksi saluran reproduksi, salah satunya disebabkan pola perilaku belum mendukung dalam perawatan diri saat menstruasi yang menyebabkan meningkatnya angka keputihan patologis. Pola perilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh usia dan informasi. Pada pondok pesantren biasanya guru memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi sesuai dengan ajaran islam yang dirasakan lengkap untuk siswinya sehingga akan berpengaruh pada perilaku kesehatan reproduksi mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sumber informasi dan usia siswi dengan perilaku perawatan diri saat menstruasi. Metode: Desain penelitian deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sample total sampling dengan jumlah 100 siswi kelas VIII dan IX. Kegiatan: Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah Garut tahun 2016. Instrumen terdiri dari quisioner data sumber informasi dan usia, serta lembar ceklis perilaku perawatan diri saat menstruasi. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengahnya responden berusia 15 tahun (27%), seluruh responden (100%) mendapatkan informasi, hampir seluruh responden (82%) mendapatkan informasi dari ibu, dan hampir seluruh responden (87%) berperilaku tidak mendukung. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa hanya variabel usia yang memiliki nilai signifikan terhadap perilaku perawatan diri saat menstruasi (p = 0,033), sedangkan variabel sumber informasi tidak ada yang memiliki nilai yang signifikan seperti dari; ibu (p = 1,000), koran (p = 0,767), TV (p = 0,338), internet (p = 0,296), guru (p = 0,682), teman (p = 0,675), petugas kesehatan (p = 0,208), dan informasi lainnya (p = 0,780). Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan perilaku perawatan diri saat menstruasi.Kata kunci: Perawatan diri saat menstruasi, siswi, sumber informasi. The Correlation between Information Source and Age of Adolscent Girls to Self Care Practices of Menstrual Hygiene BehaviorAbstractYoung female are prone to contracting of reproductive tract infections, one of which is due to a behavioral pattern in self-care during menstruation that leads to increase of pathological vaginal discharge. A person’s behavior patterns can be affected by age and information. In the boarding school, usually teachers provide education about reproductive health in accordance with Islamic teachings so that will affect the behavior of their reproductive health. The purpose of this study was to determine the relationship between the source of information and the age of female students with self-care behavior during menstruation. Method: Descriptive correlational research design was used in this study. Sampling technique was total sampling of 100 students of class VIII and IX. Activity: The research was conducted at Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah Garut in 2016. The instrument consisted of information questionaire and data of age, as well as checklist of self-care behavior during menstruation. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. The results showed that almost half (27%) of respondents aged 15 years, all respondents (100%) received information, almost all respondents (82%) received information from mothers, and almost all respondents (87%) had unsupport behavior. The correlation test results showed that only the variable of age had significant value to the self-care behavior during menstruation (p = 0,033),whereas the variable of information source had not significant value such as from mother (p = 1,000), news paper (p = 0,767), TV (p = 0,338), internet (p = 0.296), teachers (p = 0.682), friends (p = 0,682), health providers (p = 0,208), and other informations (p = 0,780). Conclusion There was a significant relationship between age and self-care behavior during menstruation.Keywords: Self-care during menstruation, student, source of information.
Food and Activities Taboos among Sundanese Pregnant Women Mira Trisyani Koeryaman; Kim Hee Kyung; Restuning Widiasih
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1615.18 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v7i1.993

Abstract

Taboos are found everywhere including Indonesia. There are different types of taboos in Indonesia especially during pregnancy. This study aimed to identify the practice of taboos related to food and activities among Sundanese pregnant women in West Java, a province with the largest population. A cross-sectional study was conducted with 312 pregnant women, who come to antenatal care at maternal and child health clinics of hospital, health care center and private midwifery clinics at four districts area in West Java province (Cianjur, Bandung, Sumedang and Garut) from October–December 2014. The data were selected purposively used the questionnaires included important demographic characteristics and questions regarding food and activities taboos during pregnancy. SPSS Win.12.0 were used for data analysis. The practice of food and activities taboo among pregnant women showed were about 29.4% very often, 42.1% often, 22.4% rarely, and 6.1% never in avoid to eat certain foods and to do particular activities during pregnancy. No statistically significant association was found between food and activities taboo during pregnancy and data demographics of respondents (p>.05). Still often done by pregnant women in avoid to eat certain foods and restriction to do particular activities. To assess the true picture we need to conduct larger studies in the community with interview method. These findings would be an important information for nurses in developing health education in maternal periods, and considering women’s culture and beliefs in nursing care plan.
EFEKTIFITAS DAN KEPUASAN PASIEN PADA PELAYANAN KEPERAWATAN MATERNITAS DI RSHS BANDUNG Laili Rahayuwati; Ermiati Ermiati; Mira Trisyani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.803 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i1.10414

Abstract

Meskipun secara global ada perubahan dalam tren epidemiologi dari penyakit menular ke penyakit kronis, prevalensi dan insiden penyakit menular serta MMR (Maternal Mortality Rate) atau AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) di Indonesia masih tinggi. Tingginya angka kematian yang terjadi selama persalinan, diakibatkan faktor langsung seperti komplikasi kebidanan, perdarahan, dan eklampsia; atau faktor tidak langsung, seperti kekurangan gizi, penyakit menular dan tidak menular. Pada tahun 2000, Fakultas Keperawatan Unpad bekerja sama dengan RSHS membangun sebuah model dari ruang perawatan, yang berafiliasi dengan ruang ginekologi kebidanan. Model dibangun dengan tujuan untuk 1) meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan; 2) untuk mengembangkan pengalaman mahasiswa dengan pasien; 3) menyediakan pendidik perawat berkualitas untuk menunjang siswa; 4) mendorong mahasiswa untuk meningkatkan hasil praktek klinis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi dan gambaran tentang efektifitas dan tingkat kepuasan pasien pada pelayanan keperawatan maternitas. Hasil penelitian menunjukkan: di satu sisi, ada beberapa kekhawatiran berkaitan dengan efektivitas perawatan persalinan, yaitu: 1) rasio bidan dan pasien tidak ideal; 2) ada satu konsultan ginekolog obstetri dan satu dokter untuk setiap kamar. Delapan puluh persen lebih terapi delegasi untuk bidan dilakukan melalui komunikasi langsung, bukan melalui catatan medis. Di sisi lain, tingkat kepuasan pasien yang menerima perawatan bersalin adalah 58%, dan 42% tidak puas. Kesimpulan Penelitian ini merekomendasikan untuk mengambil perencanaan strategis yang komprehensif untuk meningkatkan pelayanan keperawatan dan kebidanan yang melibatkan semua pihak terkait di pemerintah, masyarakat sipil, pelayanan, pendidikan, dan organisasi profesiKata kunci: asuhan keperawatan maternitas, efektifitas, kepuasan pasien
THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION USING VIDEO AND LEAFLET ON THE PREGNANT WOMEN'S KNOWLEDGE ABOUT PREECLAMPSIA Ermiati Ermiati; Arien Dwi Puteri; Mira Trisyani Koeryaman
Journal of Nursing Care Vol 4, No 1 (2021): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v4i1.19206

Abstract

There are many causes of maternal mortality, and one of them is preeclampsia, especially in Indonesia. Pregnant women could prevent maternal mortality caused by preeclampsia with understanding the signs and the dangers of preeclampsia. This research aimed to assess the effect health education using video and leaflets on pregnant women's knowledge about preeclampsia. This study was a quasi-experimental study with pretest and posttest without a control group. The respondent did a pretest about preeclampsia and given an intervention and the posttest. The sampling method was quota sampling with 74 respondents. This research provided collected data through questionnaires of knowledge about preeclampsia and education through video or leaflets. The result of the normality test showed normal distribution. Knowledge value of preeclampsia presented in mean and SD (Standard Deviation). The paired average comparison test used a paired sample t-test; meanwhile, the comparison test average unpaired used Independent Sample t-test. The results showed that video and leaflet affected improving pregnant mothers' knowledge about preeclampsia with a p-value of 0.000 <0.05. The work can be seen from the mean before and after being given video education. It has increased from 67,784 to 86,703 and leaflet education, which also increased from 71,135 to 89,514. Videos and leaflets also have the same level of effectiveness in improving maternal knowledge about preeclampsia, with a p-value of 0.854> 0.05. There was an increased level of expertise after the education by video and leaflet on pregnant women about preeclampsia. Besides, the two media also have the same level of effectiveness in improving maternal knowledge about preeclampsia. A suggestion for further research is to use another learning media such as pamphlet, poster, PowerPoint, or flip chart.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KELUHAN TENTANG MENSTRUASI DIANTARA REMAJA PUTERI Tetti Solehati; Mira Trisyani; Cecep Eli Kosasih
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 4 No. 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.547 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v4i2.110

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan hal yang biasa terjadi pada perempuan yang sudah memasuki masa remaja remaja. Sebagian remaja memiliki keluhan-keluhan saat menstruasi terjadi. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan keluhan remaja puteri mengenai menstruasi. Metode: Desain penelitian deskriptif kuantitatif.. Jumlah sampel sebanyak 100 santriwati. Penelitian dilakukan di pondok pesantren Al-Musaddadiyah Garut pada tahun 2017. Instrumen yang digunakan terdiri dari data keluhan saat menstruasi, pengetahuan, dan sikap yang dibuat berdasarkan referensi terkait dan telah dilakukan uji konten dan uji reabilitas serta uji validitas. Data dianalisis dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari setengah responden sebanyak 69 orang (69%) mengalami keluhan pegal dan sebagian responden sebanyak 56 orang (56 %) mengalami dismenorhoe saat menstruasi.Pada variabel pengetahuan dan sikap tentang perawatan saat menstruasi ditemukan bahwa semua responden sebanyak 100 orang (100%) berpengetahuan buruk dan sebagian besar responden sebanyak 78 orang (78%) memiliki sikap tidak mendukung terhadap perawatan saat menstruasi . Kesimpulan: para remaja cenderung mengalami keluhan saat menstruasi, serta memiliki pengetahuan buruk dan sikap tidak mendukung tentang perawatan saat menstruasi.
TINGKAT USABILITAS DAN KEPUASAN EVERNOTE SEBAGAI PLATFORM E-LEARNING UNTUK MATA KULIAH ILMU DASAR KEPERAWATAN DI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Ryan Hara Permana; Irfan Ardiansah; Dian Adiningsih; Mira Trisyani
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 4 No. 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.667 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v4i2.114

Abstract

Evernote adalah aplikasi yang dapat digunakan sebagai platform e-learning alternatif untuk pendidikan tinggi. Namun, belum diketahui tingkat usabilitas dan kepuasannya pada pendidikan keperawatan di Indonesia. Penelitian ini menginvestigasi tingkat usabilitas dan kepuasan Evernote sebagai platform e-learning. Metode yang digunakan adalah survei menggunakan kuesioner dengan teknik purposive sampling. Responden adalah 139 mahasiswa Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran yang mengikuti online course Ilmu Dasar Keperawatan versi trial. Data tendensi sentral (mean) dianalisis untuk setiap item dan setiap kategori. ‘Rerata usabilitas’ dan kepuasan terhadap ‘desain’ dinilai cukup baik (69,2% dan 77%), namun kategori ‘reliabitas sistem’, dan ‘hasil dan penggunaan di masa depan’ masih dinilai rendah (56,5% dan 56,4%). Ini menunjukkan bahwa aplikasi Evernote diminati oleh mahasiswa namun mereka belum dapat melihat kemanfaatannya dalam belajar karena penelitian dilakukan pada mata kuliah online versi trial. Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan implementasi Evernote pada mata kuliah yang terintegrasi dengan kurikulum, dan didukung dengan tahap persiapan yang komprehensif.