Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Case Report: Hypertension in Pregnancy Widad, Alfaniah Aufa Shidqi Al; Susetyo, Budi; Hidayat, Fadil
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 10 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i10.1963

Abstract

Hypertensive disorders in pregnancy, such as preeclampsia, are a leading cause of maternal and perinatal morbidity and mortality. This case report details the management of a patient with severe preeclampsia, highlighting the challenge of a progressive hemoglobin drop without thrombocytopenia. The report aims to describe the clinical presentation, diagnostic approach, and management of a term pregnancy complicated by severe preeclampsia and a suspected concurrent urinary tract infection. A case study was conducted on a 23-year-old woman, G2P1A0, at 39 weeks’ gestation, who presented in the active phase of labor with hypertension and bleeding. Data were collected through clinical examination, laboratory tests, and monitoring of the implemented treatment regimen. The patient was diagnosed with severe preeclampsia based on hypertension (160/100 mmHg) and proteinuria (2+). Laboratory findings revealed a significant drop in hemoglobin (from 11.4 g/dL to 8.2 g/dL) with normal platelet counts, ruling out HELLP syndrome, alongside leukocytosis and nitrite positivity suggesting a urinary tract infection. Management with a combination of magnesium sulfate, nifedipine, oxytocin, and antibiotics successfully stabilized maternal hemodynamics. This case underscores the importance of vigilant monitoring for atypical presentations such as progressive anemia in preeclampsia and affirms the effectiveness of a combined MgSO₄–nifedipine regimen, alongside infection control and timely delivery, in managing severe preeclampsia at term.
Correlation of Cesarean Section and Curettage History with Placenta Previa at Limboto Regional Hospital Ayuwa, Amanda Auliya; Hidayat, Fadil
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 3 November 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i3.953

Abstract

Objective: To investigate the correlation of cesarean section and curettage history with placenta previa at Dr. M.M. Dunda Limboto Hospital.Methods: A cross-sectional analytical study was conducted from January to February 2025, involving 180 pregnant women with gestational age ≥28 weeks from records from 2022-2024. Data were collected through consecutive sampling from medical records. Chi-square analysis was performed using SPSS version 24.Result: Among women with a history of cesarean section, 8.3% (12/145) had placenta previa compared to 54.3% (19/35) without such a history (p<0.001; PR=0.152, 95% CI: 0.082-0.284). Similarly, only 2.9% (1/35) with a history of curettage had placenta previa compared to 20.7% (30/145) without a curettage history (p=0.012; PR=0.138, 95% CI: 0.019-0.978). These findings suggest apparent protective effects that contradict established literature.Conclusion: Although statistically significant associations were observed between surgical histories and placenta previa in unexpected directions, these probably reflect study artifacts rather than actual protective effects. Multivariate analysis will be crucial in future research to account for confounding variables.Hubungan Riwayat Sectio Caesarea dan Kuretase dengan Plasenta Previa di RSUD LimbotoAbstrak Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara riwayat kuretase dan sectio caesarea dengan kejadian plasenta previa di RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto.Metode: Penelitian analitik potong lintang dilakukan pada Januari – Februari 2025, melibatkan 180 ibu hamil dengan usia kehamilan ≥28 minggu dari rekam medis 2022 – 2024. Data dikumpulkan melalui consecutive sampling. Analisis Chi-square dilakukan menggunakan SPSS ver 24. : Pada kelompok dengan riwayat sectio caesarea, 8,3% (12/145) mengalami plasenta previa dibandingkan 54,3% (19/35) tanpa riwayat tersebut (p<0,001; PR=0,152, 95% CI: 0,082-0,284). Demikian pula, hanya 2,9% (1/35) dengan riwayat kuretase mengalami plasenta previa dibandingkan 20,7% (30/145) tanpa riwayat kuretase (p=0,012; PR=0,138, 95% CI: 0,019-0,978). Temuan ini menunjukkan efek protektif yang bertentangan dengan literatur medis.Kesimpulan: Meskipun ditemukan asosiasi signifikan antara riwayat bedah dan plasenta previa dalam arah yang tidak terduga, temuan ini kemungkinan merupakan artefak penelitian daripada efek protektif sejati. Analisis multivariat sangat penting untuk penelitian masa depan guna mengontrol faktor perancu.Kata kunci: kuretase; plasenta previa; sectio caesarea. 
Peningkatan Kesadaran Mengenai Anemia melalui Edukasi dan Skrining Hemoglobin serta Hematokrit di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta: Enhancing Anemia Awareness through Education and Screening of Hemoglobin and Hematocrit in Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Hidayat, Fadil; Santoso, Alexander Halim; Goh, Daniel; Waltoni, Bobby Marshel Ancheloti; Soebrata, Linginda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.118

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada kualitas hidup, produktivitas, serta risiko morbiditas dan mortalitas. Pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht) merupakan metode sederhana yang dapat digunakan untuk deteksi dini anemia di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap anemia sekaligus memperoleh gambaran status hematologi masyarakat perkotaan. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, pada bulan Juni 2025, dengan melibatkan 168 peserta. Pelaksanaan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA), meliputi edukasi mengenai anemia dan pemeriksaan Hb serta Ht melalui analisis laboratorium. Hasil: Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 11,2 g/dL dan hematokrit 32,8%, dengan distribusi nilai yang cukup luas. Berdasarkan klasifikasi, sebagian besar peserta termasuk dalam kategori anemia, sementara sisanya berada dalam kategori normal. Temuan ini menegaskan bahwa anemia merupakan masalah nyata di masyarakat perkotaan yang perlu mendapat perhatian khusus. Kesimpulan: Pemeriksaan Hb dan Ht sederhana dapat menjadi sarana efektif dalam skrining komunitas untuk mendeteksi kelompok berisiko, sekaligus menjadi dasar intervensi promotif dan preventif yang lebih terarah.