Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kejadian dan Uji Hipersensitivitas Bakteri yang Berasosiasi dengan Penyakit Busuk Batang Jagung di Sumbawa Nusa Tenggara Barat Fitri, Elysa; Widiantini, Fitri; Yulia, Endah
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.48717

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas penting yang mendukung perekonomian nasional di Indonesia, khususnya bagi masyarakat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Keberadaan penyakit tanaman pada tanaman jagung dikhawatirkan menjadi ancaman terhadap produktivitas jagung di NTB. Salah satu penyakit yang dapat mengakibatkan kerugian hasil yang tinggi pada tanaman jagung adalah penyakit busuk batang yang dilaporkan disebabkan oleh patogen bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi kejadian penyakit dan menguji hipersensitivitas bakteri yang berasosiasi dengan penyakit busuk batang pada tanaman jagung di Kabupaten Sumbawa. Observasi di lapangan dilakukan di Kabupaten Sumbawa NTB sementara percobaan laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Karantina Tumbuhan Sumbawa dan Laboratorium Bioteknologi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, pada rentang waktu dari Februari hingga April 2023. Hasil survei lapangan menunjukkan bahwa gejala penyakit busuk batang ditemukan pada 13 lokasi pertanaman jagung di Kabupaten Sumbawa termasuk Kecamatan Moyo Hulu, Utan, Labangka, Labuhan Badas, Unter Iwes dan Potatano dengan kejadian penyakit yang masih rendah. Hasil uji Gram menunjukkan 13 isolat yang diperoleh adalah Gram negatif yang merupakan karakteristik umum bakteri patogen. Hasil uji hipersensitivitas pada daun tembakau menunjukkan gejala positif untuk 13 isolat bakteri tersebut.
Hubungan Self-Care dan Motivasi dengan Kualitas Hidup Pada Pasien : Gagal Jantung, Gagal Ginjal Kronis, Diabetes Melitus, dan Stroke di RS Anna Medika Nurhayati, Ela; Fitri, Elysa; Herman, Herman; Mugianto, Mugianto; Cusmarih, Cusmarih
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.16501

Abstract

ABSTRACT Noncommunicable Diseases Country Profiles, shows that the death rate due to NCDs reaches 71% of all deaths in the world or about 41 million people every year. The proportion of deaths in young adults (age 30-69 years) is higher due to the NCD factor, which is around 75%, which shows that the incidence of this disease is not only a problem in the older population of NCDs which has an increased prevalence based on the results of Riskesdas research in 2013 and 2018 in Indonesia, namely asthma, cancer, stroke, chronic kidneys, diabetes mellitus, and central obesity. Self care or self-care is a practical activity of a person in maintaining his health and maintaining his life. , motivation in patients undergoing terminal disease treatment plays an important role because it aims to relieve symptoms and achieve a good quality of life. A person's health condition can be affected by quality of life. Poor quality of life can worsen the condition of a disease, as well as a disease can worsen the quality of life of the sufferer.This study is a quantitative research with a correlation analysis design. The sampling method in this study uses a random sampling technique, with samples of patients with heart failure, chronic kidney failure, diabetes mellitus, and stroke who are treated at Anna Medika Hospital Bekasi. The results concluded that there was a significant relationship between self-care and quality of life in patients with heart failure (p: 0.000), there was a significant relationship between motivation and quality of life in patients with heart failure (p: 0.000), there was a significant relationship between self-care and quality of life in patients with chronic kidney failure (p: 0.001), there was a significant relationship between motivation and quality of life in patients with kidney failure Chronic (P: 0.003), there was a significant relationship between self-care and quality of life in patients with diabetes mellitus (P: 0.001), there was a significant relationship between motivation and quality of life in patients with diabetes mellitus (P: 0.024), there was a significant relationship between self-care and quality of life in stroke patients (P: 0.000), there was a significant relationship between motivation and quality of life in stroke patients (P: 0.016). It is hoped that with the results of this study, patients with heart failure, chronic kidney failure, diabetes mellitus, and stroke, can apply self-care regularly and have strong motivation so that it will improve their quality of life. Keywords: Self-Care, Motivation, Quality of Life, Heart Failure, Chronic Kidney Failure, Diabetes Mellitus, Stroke ABSTRAK Noncommunicable Diseases Country Profiles, menunjukkan bahwa angka kematian akibat PTM mencapai 71% dari semua kematian di dunia atau sekitar 41 juta orang setiap tahun. Proporsi kematian pada orang dewasa muda (usia 30-69 tahun) lebih tinggi karena faktor PTM yakni sekitar 75% yang menunjukkan bahwa kejadian penyakit ini tidak hanya menjadi masalah pada populasi yang lebih tua PTM yang mengalami peningkatan prevalensi berdasarkan hasil penelitian Riskesdas tahun 2013 dan 2018 di Indonesia yaitu asma, kanker, stroke, ginjal kronis, diabetes mellitus, dan obesitas sentral. self care atau perawatan diri merupakan aktivitas yang praktis dari seseorang dalam memelihara kesehatannya serta mempertahankan kehidupannya. , motivasi pada pasien yang menjalani pengobatan penyakit terminal  memegang peranan penting karena bertujuan untuk meredakan gejala dan mencapai kualitas hidup yang baik. Kondisi kesehatan seseorang dapat dipengaruhi oleh kualitas hidup. Kualitas hidup yang buruk bisa memperburuk kondisi suatu penyakit, begitu juga suatu penyakit dapat memperburuk kualitas hidup penderita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi. Metode sampling pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling, dengan sampel pasien gagal jantung, gagal ginjal kronik, diabetes mellitus, dan stroke yang berobat ke RS Anna Medika Bekasi. Hasil penelitian menyimpulkan adanya hubungan signifikan antara self care dengan kualitas hidup pada pasien gagal jantung (p: 0,000), ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kualitas hidup pasien gagal jantung (p: 0,000), ada hubungan signifikan antara self care dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik (p: 0,001), ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik (p: 0,003), ada hubungan signifikan antara self care dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus (p: 0,001), ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus (p: 0,024), ada hubungan signifikan antara self care dengan kualitas hidup pada pasien stroke (p: 0,000), ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kualitaspada  hidup pasien stroke (p: 0,016). Adanya hubungan self care dan motivasi terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung, gagal ginjal kronik, diabetes melitus, dan stroke di RS Anna Medika Tahun 2024. Diharapkan dengan hasil penelitian ini pasien dengan penyakit gagal jantung, gagal ginjal kronik, diabetes melitus, dan stroke, dapat menerapkan self care dengan rutin serta memiliki motivasi yang kuat sehingga akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Kata Kunci: Self Care, Motivasi, Kualitas Hidup, Gagal Jantung, Gagal Ginjal Kronik, Diabetes Mellitus, Stroke
Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gangguan Sistem Pernafasan; Tuberkulosis Dengan Masalah Keperawatan Defisit Nutrisi Noviyanti, Lusi; Fitri, Elysa
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 9 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v9i1.170

Abstract

Pendahuluan: TB Paru merupakan salah satu penyakit menular kronis yang masih menjadi masalah utama kesehatan dunia dan menjadi isu global juga menjadi penyebab utama kematian. Penyakit tuberkulosis di Indonesia menepati peringkat ketiga setelah India dan Cina, dengan 11 kematian per jam. Masih ada belum ternotifikasi baik yang belum terjangkau, belum terdeteksi, maupun yang tidak terlaporkan. Tujuan: memberikan asuhan keperawatan pada pasien gangguan sistem pernafasan dengan masalah keperawatan defisit nutrisi. Metodelogi : Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Sampel yang diambil yaitu 2 (dua) pasien Tuberkulosis paru dengan masalah keperawatan yang sama yaitu defisit nutrisi yang dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi. menggunakan teknik wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik serta dokumentasi, dilaksanakan selama 3 hari. Hasil : Data yang ditemukan pada kedua pasien sudah sesuai untuk mengengkat masalah keperawatan Keperawatan Defisit Nutrisi Pada pasien 1 terdapat kendala dalam komunikasi dikarenakan ayah dari pasien tidak mengerti bahasa Indonesia sedangkan pasien 2 tidak terdapat kendala apapun. Kesimpulan: masalah keperawatan deficit nutrisi pada kedua pasien disimpulkan teratasi sebagian, peningkatan berat badan tidak dapat di evaluasi karena asuhan keperawatan hanya diberikan selama 3 hari