Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Membangun Kemandirian Ekonomi Perempuan Suku Laut Melalui Home Industry Berbasis Sumber Daya dan Potensi Lokal di Pulau Lipan Kabupaten Lingga Wahyuni, Sri; Samnuzulsari, Tri; Suryaningsih, Suryaningsih; Igiasi, Teguh Setiandika; Niko, Nikodemus; Qurdiansyah, Adhitya
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 1 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.304

Abstract

Artikel ini membahas kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi perempuan Suku Laut di Pulau Lipan, Kabupaten Lingga. Kegiatan ini memanfaatkan industri rumahan berbasis sumber daya dan potensi lokal. Suku Laut, sebagai masyarakat pesisir yang rentan secara ekonomi, menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan memanfaatkan sumber daya alam dan keterampilan lokal, perempuan Suku Laut diharapkan dapat mengembangkan industri rumahan sebagai sarana untuk meningkatkan status ekonomi dan kemandirian mereka. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertempat di Pulau Lipan, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan demo masak. Sosialisasi berfokus pada pemanfaatan sumber daya lokal, sedangkan demonstrasi memasak melibatkan pembuatan empek-empek dari udang dan ikan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa membangun kemandirian ekonomi perempuan Suku Laut melalui industri rumah tangga berbasis sumber daya lokal merupakan langkah positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan melestarikan warisan budaya mereka. Peningkatan ini memberikan harapan baru bagi perempuan Suku Laut di Pulau Lipan untuk mengatasi tantangan ekonomi mereka melalui pengembangan potensi lokal.
Analisis Mobilitas Mayarakat Nomaden di Kepulauan Riau: Studi Orang Suku Laut Desa Berakit Kabupaten Bintan Suryaningsih, Suryaningsih; Samnuzulsari, Tri; Arieta, Siti; Kurmalasari, Tety
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6 No 4 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v6i4.2685

Abstract

The sea tribe people are one of the unique community groups that can be found in the Riau Islands. Currently, there are several sea tribe community groups that have begun to be placed in residential areas in regions in the Riau Islands. The uniqueness of the culture, traditions and lifestyle of the Sea Tribe people should be something that can be passed on to their future generations. As the lifestyle of the sea tribe people in Berakit Village has shifted to settling on land, their traditions, culture and customs are slowly disappearing. One of the distinctive features of the Sea Tribe people is wandering on a raft combing the islands along the Riau Islands coast. This study aims to highlight the mobility pattern of the Sea Tribe people in Berakit Village, Bintan Regency. Hence, this study was conducted on the sea tribe people to identify the mobility patterns that occur in Berakit Village, Bintan Regency. The purpose of this study is to understand the mobility pattern of the sea tribe in Berakit Village and the factors that influence it. The study method uses Qualitative Type. The results of the study indicate that the mobility pattern of the sea tribe in Berakit Village is influenced by various factors such as economy, social, politics, psychology, and place utility which means living on a raft on the sea has spiritual functions and values for them. This study also shows that the sea tribe's mobility is not entirely influenced by pressure or needs, but more on their cultural values and traditions. The study recommends that the local government needs to empower the sea tribe in cultural preservation and improving their quality of life. However, this intervention should be done by respecting and considering the cultural values of the sea tribe.
Child Marriage in Indonesia and Its Contributing Factors: A Literature Review Approach Samnuzulsari, Tri; Oktariyani, Selsi; Safitri, Agustika
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 8, No 1 (2025): Temali: Jurnal Pembangunan Sosial
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v8i1.36397

Abstract

This study aims to identify the underlying aspects of child marriage in Indonesia. The method employed in this study is a narrative literature review. The data sources were drawn from the Web of Science (WoS) database, consisting of journal articles discussing child marriage in Indonesia from 2008 to 2023. Among the 11 documents analyzed, the topic of child marriage was most frequently published between 2018 and 2023. The researchers also reviewed the research methodologies used, revealing that qualitative approaches were predominantly chosen to analyze this topic. The findings indicate six factors driving child marriage in Indonesia: socio-cultural, economic, educational, health, religious, and familial factors. This study contributes to understanding the causes of child marriage in Indonesia from a sociological perspective. Through this literature review, the study provides a solid foundation for examining the relationships among these factors in future research on child marriage.
Child Marriage in Indonesia and Its Contributing Factors: A Literature Review Approach Samnuzulsari, Tri; Oktariyani, Selsi; Safitri, Agustika
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Temali: Jurnal Pembangunan Sosial
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v8i1.36397

Abstract

This study aims to identify the underlying aspects of child marriage in Indonesia. The method employed in this study is a narrative literature review. The data sources were drawn from the Web of Science (WoS) database, consisting of journal articles discussing child marriage in Indonesia from 2008 to 2023. Among the 11 documents analyzed, the topic of child marriage was most frequently published between 2018 and 2023. The researchers also reviewed the research methodologies used, revealing that qualitative approaches were predominantly chosen to analyze this topic. The findings indicate six factors driving child marriage in Indonesia: socio-cultural, economic, educational, health, religious, and familial factors. This study contributes to understanding the causes of child marriage in Indonesia from a sociological perspective. Through this literature review, the study provides a solid foundation for examining the relationships among these factors in future research on child marriage.
Paid Plastic Shopping Bags Policy: What the Factors Drive the Implementation? Wayu Eko Yudiatmaja; Emmy Solina; Imam Yudhi Prastya; Yudithia Yudithia; Tri Samnuzulsari
Journal of Governance and Public Policy Vol. 9 No. 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jgpp.v9i1.11152

Abstract

Several regional governments in Indonesia have implemented paid plastic shopping bags policy to reduce micro-plastic waste. However, there are only a few studies to evaluate this program. To fill the research gap, the researchers seek to implement the regulation by investigating policy effectiveness factors. The ultimate purpose of this paper is to illuminate what factors affect the policy. The researchers studied the implementation of paid plastic bags in Depok City, West Java, Indonesia, by employing a survey to achieve the objective. One hundred and thirty-four respondents had participated in this research and shared their responses on the policy. A partial least square structural equation modeling (PLS-SEM) was applied to analyze the data. The results showed three factors contributed to policy implementation: knowledge, awareness, and compliance. The current research extends Grindle’s theory by examining individual determinants as predictors of policy implementation. This study also adds the researchers’ knowledge into how society responds to Indonesia’s paid plastic shopping bags policy and contributes to the government designing a suitable strategy to implement the program effectively.
Adaptasi Masyarakat Permukiman Pelantar dalam Menghadapi Kesulitan Air Bersih di Kelurahan Tanjung Unggat Samnuzulsari, Tri; Rahmawati, Nanik; Hadi, Afril
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 2 (2017): Oktober, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v1i2.1685

Abstract

Kesulitan yang dialami masyarakat permukiman pesisir yang berada di atas pelantar di Kelurahan Tanjung Unggat, terjadi karena berbagai faktor seperti kondisi tempat tinggal masyarakat merupakan daerah dengan topografis tanah yang tidak bisa untuk mendapatkan sumber mata air bersih yang baik, faktor perubahan cuaca dan ditambah lagi dengan kondisi perekonomian masyarakat pesisir yang cenderung berpenghasilan rendah dan tidak menentu. Dengan kesulitan yang terjadi tersebut, masyarakat berusaha melakukan berbagai tindakan adaptasi (penyesuian) secara kolektif untuk mengatasi permasalahan air bersih yang telah sejak lama terjadi hingga sampai saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk modal sosial yang timbul dari proses adapatasi yang di lakukan masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel (purposive sampling) menetapkan 10 orang masyarakat dari 2 Rukun Tetangga (RT) sebagai informan penelitian. Teknik analisis data dianalisi secara kualitatif, berdasarkan dukungan teori yang berkaitan dengan objek penelitian dan hasil wawancara serta observasi yang kemudian akan ditarik suatu kesimpulan hasil penelitian. Adapun hasil temuan dalam penelitian ini adalah menggambarkan sumber dan kapasitas penggunaan air bersih masyarakat permukiman pelantar di Kelurahan Tanjung Unggat yang cukup jauh dari permukiman serta air tersebut tidak dapat di nikmati secara berlebihan. Sehingga dengan upaya berdaptasi masyarakat mencoba mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Tindakan adapatasi timbul karena adanya modal sosial yang sangat kuat di dalam masyarakat permukiman pelantar di Kelurahan Tanjung Unggat yang berupa jaringan (kerjasama) membangun sarana air bersih, kepercayaan antar sesama dalam menjaga dan merawat fasilitas yang ada, dan nilai (etos kerja) yang timbul dari kesulitan yang terjadi, serta norma sebagai dasar ketaatan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan tujuan keberhasilan pembangunan.
Dinamika Kehidupan Keluarga Anak Autis yang Bersekolah di SLB Mutiara Tanjungpinang Yanti Safitri, Netri; Samnuzulsari, Tri
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v2i2.1691

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk melihat dinamika yang terjadi pada keluarga anak autis yang bersekolah di SLB Mutiara Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan bentuk penelitian menurut aspek metode yang digunakan adalah deskriptif. Lokasi penelitian di SLB Mutiara Tanjungpinang. Informan penelitian yaitu orang tua dari anak autis yang bersekolah di SLB Mutiara Tanjungpinang, guru yang mengajar siswa di SLB Mutiara Tanjungpinang dan tetangga dari keluarga anak autis. Teknik yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat aspek yang menjadi dinamika keluarga anak autis yang bersekolah di SLB Mutiara Tanjungpinang. Meliputi pendidikan orang tua, penerimaan keluarga, penerimaan masyarakat serta upaya yang ditempuh orang tua dalam melakukan pengobatan anak autis. Pendidikan orang tua ternyata tidak mempengaruhi upaya orang tua dalam mengetahui gejala awal autis. Proses mengasuh, perilaku anak autis yang sulit dikontrol, ketergantungan hidup yang tinggi, menjadi bagian dinamika dalam keluarga.Begitu halnya dengan penerimaan anak autis ditengah masyarakat. Dalam hal ini orang tua akan membatasi anak dari lingkungan demi keselamatan anak serta menjaga anak dari penolakan dari segelintir orang.
Membangun Kemandirian Ekonomi Perempuan Suku Laut Melalui Home Industry Berbasis Sumber Daya dan Potensi Lokal di Pulau Lipan Kabupaten Lingga Wahyuni, Sri; Samnuzulsari, Tri; Suryaningsih, Suryaningsih; Igiasi, Teguh Setiandika; Niko, Nikodemus; Qurdiansyah, Adhitya
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 1 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.304

Abstract

Artikel ini membahas kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi perempuan Suku Laut di Pulau Lipan, Kabupaten Lingga. Kegiatan ini memanfaatkan industri rumahan berbasis sumber daya dan potensi lokal. Suku Laut, sebagai masyarakat pesisir yang rentan secara ekonomi, menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan memanfaatkan sumber daya alam dan keterampilan lokal, perempuan Suku Laut diharapkan dapat mengembangkan industri rumahan sebagai sarana untuk meningkatkan status ekonomi dan kemandirian mereka. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertempat di Pulau Lipan, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan demo masak. Sosialisasi berfokus pada pemanfaatan sumber daya lokal, sedangkan demonstrasi memasak melibatkan pembuatan empek-empek dari udang dan ikan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa membangun kemandirian ekonomi perempuan Suku Laut melalui industri rumah tangga berbasis sumber daya lokal merupakan langkah positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan melestarikan warisan budaya mereka. Peningkatan ini memberikan harapan baru bagi perempuan Suku Laut di Pulau Lipan untuk mengatasi tantangan ekonomi mereka melalui pengembangan potensi lokal.
Hubungan Pola Asuh Dan Jenis Pekerjaan Ibu Terhadap Kenakalan Remaja Di Kecamatan Tanjungpinang Timur Zuhdian, Diov Hafizh; Wahyuni, Sri; Samnuzulsari, Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14395

Abstract

The role of mother in the household is one of the important factors because the mother has the responsibility to manage the household and educate the child at hoe. a mother who works with various types of work certainly has different activities, but with this busy function of the mother in the parenting pattern of the child must be appropriate so that it can monitor the occurrence of delinquency of teenagers. The theory used to look at parenting (X1) according to Stewart and Koch's theory is authoritarian, permissive, and democratic while to discuss the work type variable (X2) using Mathis (adamy) theory and to discuss juvenile delinquency (Y) refers to Santrock's theory (2007). The purpose of this study was to find out the relationship of variables X1 to Y, X2 to Y and X1, X2 to Y. This type of study is quantitative with a correlation approach and a statistical test of SPSS version 25. Data processing uses the test of moment products. The results of the study showed that from the partial test there was a significant relationship between parenting patterns against delinquency of adolescents in East Tanjungpinang District, namely THitung 0.462 > TTabel 0.167 means that it has a strong relationship.The relationship between maternal work type and adolescent delinquency in East Tanjungpinang District was tested partially did not have a correlation because the count of 0.152 < tTable 0.167 While the results of the study simultaneously were calculated as 0.8057 >Table 0.167 means there was a significant relationship between parenting, and the type of mother work to teenage delinquency in East Tanjungpinang District. Then from the Determinant Coefficient Test (R2) processed according to the Pearson Produc formula, the moment obtained by 90%, namely the parenting variable, the parent's work type variable and the delinquency of adolescents have a high contribution from the parenting variable (authoritarian, permissive, democratic) with the interpretation value criteria (R) between 0.800-1.00 means the parenting variable is more dominant against juvenile delinquency by 90%, and the remaining 10% is influenced by other factors not studied in this study. Working mothers should pay more attention and supervision to teenagers so that they are evaded from mischievous behavior. Keyword : Parenting, Employment Type, Juvenile Delinquency
Ancestral Heritage in Traditional Medicine Among Coastal Communities in Indonesia: Spiritual Practices and Modern Integration Ahsan, Zikri Raudhatul; Samnuzulsari, Tri; Niko, Nikodemus
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 6 No. 3 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijss.v6i3.1670

Abstract

This study examines the ancestral heritage in traditional medicine practices among coastal communities in Indonesia through a literature review approach. Rooted in local knowledge and spiritual beliefs passed down through generations, these practices involve the use of natural resources, particularly medicinal plants, alongside rituals and prayers that balance the spiritual and physical realms. Using a literature review method, this study identifies, analyzes, and synthesizes relevant research to gain a deeper understanding of traditional medicine, with data sourced from leading academic databases such as Scopus, focusing on English-language publications from 1988 to 2024. The findings reveal that traditional medicine extends beyond physical healing, emphasizing harmony between humans, nature, and spiritual forces. Despite the influence of modern medical practices, traditional healing remains integral to healthcare, offering alternative approaches to various health concerns. The study underscores the importance of preserving traditional knowledge through systematic documentation and scientific inquiry while highlighting the potential for integrating traditional and modern medicine to develop a more holistic healthcare approach. By deepening the understanding of the cultural and health values inherent in traditional healing, this study promotes its sustainability amid globalization.