Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Internalization of Islamic Educational Values through the Merariq Mukminah Mukminah; Hirlan Hirlan
Journal La Edusci Vol. 7 No. 2 (2026): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v7i2.2871

Abstract

The marriage tradition of the Sasak Merariq is ideally a vehicle for Islamic character education, based on the philosophy of "Customs with the joint of Syara', Syara' with the joint of Kitabullah" (Customs are based on Islamic Law, Islamic Law is based on the Book of Allah). However, contemporary practices reveal a significant erosion of meaning due to modernization, pragmatism, and external stigma. This research aims to fill the literary gap, going beyond previous research that only describes the Merariq ritual or identifies its values, by deconstructing the psychological and sociological mechanisms of internalizing the value of Islamic education in it. Using a qualitative approach with a case study design in Central Lombok, this study collected data through in-depth interviews, participant observations, and documentation. Key findings reveal that the internalization of values does not occur through indoctrination but through risk-based pedagogy and social drama. Processions such as selarian (eloquence) and selabar (deliberation) function as a structured experiential learning curriculum where values such as syaja'ah (courage), amanah (responsibility), solidarity, and consultation are tested and lived in practice. The study also confirms the challenges posed by commercialization and the pressures of modernist and puritan views. As a solution, this study recommends revitalizing meaning through cultural literacy, expanding the role of key actors such as negotiators to cultural educators, thus transforming Merariq back into a functional and relevant medium for character education.
Analisis Kesulitan Belajar Berhitung Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SDN 1 Anyar Mukminah Mukminah; Hirlan Hirlan; Sriyani Sriyani
Jurnal Pacu Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : PGSD UNU NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problematika yang sering dihadapi oleh setiap siswa adalah masifnya kesulitan belajar yang dihadapi oleh anak-anak di sekolah tingkat dasar. Sehingga perlu adanya penelitian untuk mengkaji hal tersebut. Maka penelitian ini bertujuan mengkaji kesulitan siswa dalam belajar menghitung matematika. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan tentang kesulitan siswa dalam belajar matematika. Hasil penelitian diperoleh bahwa kesulitan belajar berhitung yang dialami siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN Anyar adalah diantaranya siswa kesulitan dalam memahami konsep matematika kesulitan dalam perhitungan seperti kesulitan dalam perhitungan dengan tanda hitung (x dan +), kesulitan cara menghitung pembagian, kesulitan dalam mengerjakan bentuk pecahan persen, kesulitan dalam menghitung penjumlahan pecahan. Maka hal yang penting dan harus dilakukan adalah memberikan pengalaman belajar secara konkret dan melakukan beberapa pengajaran remedial seperti: 1) pelatihan penguasaan tugas dan keterampilan; 2) pelatihan penguasaan proses; 3) pelatihan perilaku. Bimbingan belajar merupakan proses pemberian bantuan kepada siswa dalam usaha mencegahdan mengatasi kesulitan belajar
Pergeseran Nilai Edukasi dalam Tradisi Nyongkolan: Antara Ekspresi Budaya dan Komodifikasi Konten Digital Hirlan, Hirlan; Mukminah, Mukminah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6793

Abstract

Tradisi Nyongkolan di Lombok, yang secara substansial berfungsi sebagai i’lanun nikah ‎dalam Islam, kini bertransformasi menjadi panggung konten digital. Penelitian ini bertujuan ‎menganalisis pergeseran nilai edukasi Islam akibat komodifikasi digital yang mengubah esensi ‎pendidikan moral menjadi sekadar hiburan visual demi viralitas. Fenomena ini menciptakan ‎ketegangan antara pelestarian budaya murni dengan tuntutan pasar media sosial yang ‎seringkali dangkal.‎ Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi digital, penelitian dilaksanakan di Lombok ‎Timur dan Tengah. Data dihimpun melalui observasi partisipatif, dokumentasi konten viral, ‎serta wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh adat, konten kreator, dan generasi ‎muda. Analisis data mengikuti model interaktif untuk menjamin keabsahan temuan melalui ‎triangulasi sumber.‎ Hasil penelitian menunjukkan degradasi akhlakul karimah dan adab al-ijtima’ yang signifikan. ‎Dominasi musik kecimol dengan lirik tidak pantas melanggar prinsip hifzhul lisan. ‎Komodifikasi digital memicu perilaku riya’ dan narsisme berlebihan demi engagement media ‎sosial, yang merusak sakralitas pernikahan sebagai mitsaqan ghalizha. Pelanggaran konsep ‎muru’ah juga ditemukan pada modifikasi busana adat yang mengabaikan kaidah menutup ‎aurat. Akibatnya, filosofi Sasak mengalami keretakan akibat rendahnya literasi digital ‎masyarakat.‎ Penelitian menyimpulkan pentingnya pendidikan Islam sebagai filter kritis melalui penguatan ‎literasi budaya. Diperlukan regulasi etis dan sinergi kolektif untuk merevitalisasi nilai edukasi ‎agar tradisi tidak hanya menjadi komoditas. Integrasi kearifan lokal dalam kurikulum ‎pendidikan formal krusial untuk membentengi identitas Muslim Sasak. Transformasi digital ‎harus diarahkan menjadi sarana dakwah kultural yang tetap menjaga harmoni, kesalehan ‎sosial, serta keluhuran nilai ketuhanan yang diberkahi bagi keberlangsungan eksistensi ‎generasi masa depan.‎.
Integration of Local Wisdom in IPAS Learning for Islamic Awareness, Environment, and Sasak Culture Mukminah Mukminah; Hirlan Hirlan
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 3: July 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i3.20911

Abstract

This study examined how Sasak local wisdom was integrated into Natural and Social Sciences (IPAS) learning and how this integration supported students’ awareness of Islamic values, environmental responsibility, and Sasak cultural preservation. A qualitative case study was conducted at a public elementary school implementing the Merdeka Curriculum in Central Lombok, Indonesia. The case involved one principal, two classroom teachers, and 24 fifth-grade students. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with the principal, teachers, and selected students, and document analysis. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicated that Sasak local wisdom had not been integrated systematically into IPAS learning. Teachers experienced difficulties in mapping IPAS learning outcomes onto local cultural practices, relied mainly on textbooks and general examples, and had limited access to relevant learning resources and sustained professional support. Nevertheless, locally grounded practices such as besiru and awig-awig were perceived as making learning more contextual and supporting the internalization of religious, social, cultural, and ecological values. Based on these findings, the study proposes a contextual implementation framework that connects scientific concepts, social phenomena, Islamic values, and Sasak local wisdom through inquiry-based learning, project-based learning, ethnopedagogy, reflection, and holistic assessment. The framework may guide adaptation in elementary schools with similar cultural contexts, although further validation is required before broader implementation.
Pemberdayaan Remaja Putri Lintas Agama ‎melalui Peningkatan ‎Kreativitas dan ‎Keterampilan Life-Skills Menuju ‎Transformasi Sosial ‎Ekonomi Mukminah Mukminah; Hirlan Hirlan; Ashar Banyu Lazuardi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Maret 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i2.180

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya akses keterampilan praktis bagi remaja putri di wilayah marginal serta adanya sekat primordialisme agama yang sering kali membatasi kolaborasi produktif. Fokus utama kegiatan ini adalah sosialisasi dan pendampingan intensif untuk meningkatkan kreativitas serta keterampilan life-skills remaja putri lintas agama sebagai upaya transformasi sosial-ekonomi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang diintegrasikan dengan Participatory Action Research (PAR), melibatkan 40 peserta dari latar belakang agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Tahapan pengabdian meliputi pemetaan aset (discovery), pembangunan visi (dream), perancangan aksi (design), hingga tahap keberlanjutan (destiny). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis peserta, khususnya dalam literasi digital dan kriya ekonomi kreatif berbasis limbah. Secara sosiologis, program ini berhasil memicu perubahan perilaku berupa peningkatan kepercayaan diri dan munculnya pemimpin lokal muda. Selain itu, terbentuknya komunitas "Griya Kreatif Bhinneka" menjadi pranata sosial baru yang memperkuat kohesi sosial dan moderasi beragama melalui kolaborasi ekonomi produktif. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan ekonomi kreatif yang inklusif merupakan strategi efektif untuk meruntuhkan prasangka antarumat beragama sekaligus membangun kemandirian komunitas di tingkat akar rumput