Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

EDUKASI PEMANFAATAN VIDEO “SURATI” DAN DEMONSTRASI KETRAMPILAN DALAM MEMILIH MAKANAN SUMBER SERAT BAGI LANSIA Wirawan, Susilo; Setyowati, Setyowati; Utami, Siti Budi; Tifauzah, Noor
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1359

Abstract

Angka harapan hidup penduduk Indonesia terus meningkat setiap tahun yang berpengaruh pula pada semakin meningkatnya persentase lansia di Indonesia dari tahun ke tahun. Data dari World Health Organization (WHO), menyarankan untuk makan sayur dan buah 5 porsi per hari atau minimal 400 gram per hari. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh dan menurunkan penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus type 2, obesitas dan beberapa jenis kanker. Diabetes melitus merupakan penyakit kedua terbanyak yang diderita oleh lansia di wilayah kerja Puskesmas Gamping I. Lansia dituntut untuk memahami sumber-sumber makanan dan jenis-jenis makanan yang sesuai bagi dirinya. Lansia dapat berperan secara aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit pada lansia. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan sasaran para lansia dengan berbagai penyakit degeneratif yang diderita merupakan perwujudan kontribusi pengabdi di dalam mengimplementasikan ilmu yang dikembangkan dan memberikan manfaat bagi  masyarakat.  Edukasi melalui media video “SURATI” yang dilanjutkan dengan pemilihan makanan sumber serat  yang sesuai bagi karakteristik lansia, merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa di Dusun Sembung Desa Balecatur Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Provinsi DIY. Kegiatan edukasi gizi yang dilakukan bagi sasaran   lansia telah berjalan sesuai dengan rencana. Peserta dapat lebih terampil di dalam melakukan kegiatan memilih makanan dan bahan makanan sumber serat tinggi. Terdapat kenaikan yang signifikan terhadap pengetahuan rata-rata peserta sebelum diberikan edukasi dengan rata-rata setelah diberikannya edukasi gizi.
Pengaruh Pengaruh Edukasi Secara Online Offline terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Baduta tentang PMBA Siswati, Tri; Utami, Siti Budi; Jati, Anisa Nur Wulan
JURNAL NUTRISIA Vol 25 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v25i1.267

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan sikap pada ibu dalam pemberian makan bayi dan anak yang tepat dan sesuai dapat menyebabkan masalah gizi kurang pada anak baduta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi PMBA secara online dan offline terhadap pengetahuan dan sikap ibu baduta. Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimental dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Penelitian dilakukan di Kabupaten Klaten pada bulan Januari - Februari tahun 2022 dengan jumlah ibu baduta tiap kelompok sebesar 50 orang. Setiap kelompok diberikan pretest kemudian dilakukan edukasi PMBA secara online pada kelompok perlakuan dan offline pada kelompok kontrol. Posttest 1 dan 2 dilakukan untuk mengetahui dampak intervensi terhadap pengetahuan dan sikap. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi online dan offline meningkatkan pengetahuan ibu tentang PMBA secara bermakna. Pengetahuan ibu baduta pada kelompok edukasi online adalah posttest 1 sebesar 6,77 dan posttest 2 9,43 dan edukasi offline posttest 1 5,22 dan posttest 2 3,89, dan secara statistik bermakna. Dilaporkan pula bahwa intervensi meningkatkan sikap positif responden pada kedua kelompok dan bermakna secara statisktik, yaitu pada kelompok edukasi online adalah posttest 1 sebesar 2,95 dan posttest 2 2,61 dan edukasi offline posttest 1 2,65 dan posttest 2 1,39. Sebagai kesimpulan bahwa edukasi secara offline lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang PMBA. Sementara edukasi secara online dan offline mempunyai keefektivitasan yang sama terhadap peningkatan sikap.
Perbedaan Lingkar Lengan Atas (LILA) berdasarkan Kategori Status Gizi pada Remaja Putri di Kabupaten Kulonprogo: The Differences in Mid Upper Arm Circumference (MUAC) based on Adolescent Girsl’s Nutrition Status Category in Kulonprogo Regency Siti Budi Utami; Muhammad Primiaji Rialihanto
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.579

Abstract

Nutritional disorders in adolescence will lead to adult health problem. Early detection of malnutrition in adolescents is important to prevent the risk of worsening nutritional status. MUAC can be used as an alternative nutritional status screening tool in adolescent girls that is easier and cheaper than BMI for Age Z-Score (BAZ). The aims of the study were to examine the correlation between MUAC and BAZ,  & assess the difference of MUAC between nutritional status categories in adolescent girls. This study was a quantitative study by processing secondary data from Basic Data for Nutrition Program Planning, Department of Nutrition Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, 2023. There were 213 data of adolescent girls (13-18 years) analyzed. Data Body Weight, Height and Age were processed using the WHO AnthroPlus application to obtain the BAZ and categorized into 3 thinnes, normal, and overweight. Spearman Rank Correlation Test was used to test the correlation of BAZ and MUAC. Kruskal Wallis Test was used to test the difference of MUAC between nutritional status categories. The Results showed there was correlation between MUAC and BAZ (rs; 0.749; p = <0.001) and there was differences in MUAC among nutritional status categories; thinness (Median=19,7; IQR=1,5, normal (Median=19,7; IQR=1,5), and overweight (Median= 27,1; IQR=4,0), (p <0.001). The correlation between MUAC and Z-Score BAZ, as well as differences in MUAC ​​among the category of nutritional status in this study, can be used as a basis for evaluation and research development in determining the MUAC cut off for each category of nutritional status for adolescent girls in Indonesia.   ABSTRAK Gangguan gizi pada masa remaja akan berdampak pada masalah kesehatan di masa depan. Deteksi dini malnutrisi pada remaja penting dilakukan untuk mencegah risiko memburuknya status gizi. LILA dapat digunakan sebagai alternatif alat skrining status gizi pada remaja putri yang lebih mudah dan murah dibandingkan IMT/U. Penelitian ini bertujuan menguji korelasi antara LILA dan nilai Z-Score IMT/U serta menilai perbedaan LILA berdasarkan kategori status gizi pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mengolah data sekunder (Data Dasar Perencanaan Program Gizi, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta tahun 2023). Sebanyak  213 data remaja putri berusia 13 -18 tahun dianalisis. Data Berat Badan (BB), Tinggi badan (TB) dan usia diolah menggunakan aplikasi WHO AnthroPlus untuk mendapatkan nilai Z-Score IMT menurut Usia (IMT/U) dan dikategorikan menjadi 3 yaitu gizi kurang, gizi baik, dan gizi lebih. Data diolah dengan  menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 27. Spearman Rank Correlation Test digunakan untuk menguji korelasi Z-Score IMT/U, LILA dan Usia, serta Kruskal Wallis Test digunakan untuk menguji perbedaan LILA antar kategori status gizi.  Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi antara LILA dan Z-Score IMT/U (rs; 0,749; p= <0,001) serta ada perbedaan LILA antar kategori status gizi; gizi kurang (Median =19,7; IQR=1,5), gizi baik (Median=19,7; IQR=1,5), dan gizi lebih (Median= 27,1; IQR=4,0), nilai p<0,001. Adanya korelasi antara LILA dan nilai Z-Score IMT/U serta perbedaan nilai LILA pada setiap kategori status gizi dalam penelitian ini, dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengembangan dalam menentukan cut off LILA pada setiap kategori status gizi remaja putri di Indonesia.
Enhancing Adolescent Nutrition Knowledge Through Digital Innovation: Evaluating the Effectiveness of E-Pocket Books in Reducing Obesity Hastuti, Puput Tri; Utami, Siti Budi; Rialihanto, Muhammad Primiaji; Susilo, Joko; Attawet, Jutharat; Siswati, Tri
Health Dynamics Vol 2, No 8 (2025): August 2025
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd20803

Abstract

Background: Balanced nutrition education is an essential effort in preventing obesity, especially in adolescents who are vulnerable to nutritional problems due to unhealthy diets and a lack of knowledge. This study aims to determine the effectiveness of Android-based e-pocket books in improving the understanding of balanced nutrition among adolescents in Yogyakarta. Methods: This study employed an experimental design with control groups, utilizing pre-tests and post-tests. Conducted from February to March 2023 in a high school in Yogyakarta, Indonesia, the research established a minimum sample size of 27 students per group through the Lemeshow formula and multistage sampling. Inclusion criteria required students to have Android phones, to consent to participate, to attend the study, and to complete data collection. The treatment group received education via e-pocket-book media, while the control group used e-leaflets. Knowledge was measured at three points: before the intervention, immediately after (post-test 1), and nine days later (post-test 2). Data analysis was performed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests with SPSS software. Results: The knowledge score of the treatment group increased from 76.3 (pre-test) to 93.8 (post-test 1) and 91.3 (post-test 2). The control group increased from 73.8 (pre-test) to 82.5 (post-test 1) and 81.3 (post-test 2). The increase in knowledge was more significant in the treatment group, showing that e-pocket-books were more effective than e-leaflets. Conclusion: Android-based e-pocket-books improve adolescents' knowledge of balanced nutrition more than e-leaflets. Digital technology in nutrition education has great potential to be applied in schools. Further research is needed to evaluate the long-term impact on nutritional behavior.
Assesmen Gizi Lansia Sebagai Upaya Untuk Mengidentifikasi Lansia Yang Beresiko Kekurangan Gizi Siti Budi Utami; Setyowati; Maryana
Jurnal Kesehatan Pengabdian Masyarakat (JKPM) Vol. 3 No. 1 (2022): 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jkpm.v3i1.1368

Abstract

Increasing life expectancy is one of the successes of national development in the health sector. To improve the elderly well- being, we need an integrated and cross-sectoral program, such us a community service program. The purpose of this community service is to identify the elderly who are at risk of malnutrition. The activity was carried out by assessing the nutritional status of the elderly using Body Mass Index and nutritional assessment using Mini-Nutritional Assessment Short-Form. In addition, the elderly were given nutrition education. This program involved 35 respondents. The results showed that most of the elderly had normal nutritional status. However, the assessment also found respondents were at risk of malnutrition and obesity. Therefore, assessment of the elderly needs to be carried out periodically, so that malnutrition in elderly can be prevented.
Analisis Kebijakan RAD Membangun Generasi Unggul melalui 8000 HPK di Kota Yogyakarta Siswati, Tri; Tjaronosari, Tjaronosari; Susilo, Joko; Sujiyatini, Sujiyatini; Wuryaningsih, Dewanti Evita Julian Wulandari; Utami, Siti Budi
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 2 (2024): June
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.94906

Abstract

Sasaran percepatan penurunan stunting meliputi periode kehamilan hingga remaja, dimana setiap periode kehidupan mempunyai peluang untuk memperbaiki kegagalan pertumbuhan masa lampau. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan hasil evaluasi implementasi kebijakan Rencana Aksi Daerah (RAD) membangun generasi unggul melalui 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) tahun 2021-2025 Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mix method, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan desain cross sectional meliputi analisis situasi kesehatan dan faktor yang berkaitan serta capaian program. Sumber data diperoleh dari dokumen laporan data rutin dan web resmi lainnya. Data dianalisis dengan cara deskriptif dengan menyajikan proporsi, trend, narasi, tabel dan gambar. Sedangkan penelitian kualitatif dilakukan dengan desain rapid assessment procedures (RAP) melalui FGD dan in depth interview serta dianalisis secara manual berdasarkan tema dan sub-sub tema. Instrumen penelitian ini adalah panduan wawancara, panduan FGD dan recorder. Hasil penelitian menyatakan bahwa prevalensi stunting di Kota Yogyakarta telah mengalami penurunan. Hingga akhir tahun 2023, evaluasi penanggulangan stunting dilakukan dengan menggunakan indikator sesuai Perpres tahun 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, namun evaluasi dengan indikator yang tertera dalam RAD 8000 HPK belum dilaksanakan secara menyeluruh. Beberapa faktor yang mendukung penurunan prevalensi stunting adalah komitmen pimpinan daerah, tata kelola stunting yang baik, capaian program yang tinggi/diatas target, indeks pembangunan manusia (IPM) dan rata-rata lama sekolah (RLS) yang tinggi. Sedangkan faktor penghambat penurunan stunting adalah kesenjangan ekonomi, pengetahuan, partisipasi masyarakat ke Posyandu, perilaku buang sampah sembarangan dan akses layanan jaminan kesehatan bagi penduduk non KTP Kota Yogyakarta.
EDUKASI PEMANFAATAN VIDEO “SURATI” DAN DEMONSTRASI KETRAMPILAN DALAM MEMILIH MAKANAN SUMBER SERAT BAGI LANSIA Wirawan, Susilo; Setyowati, Setyowati; Utami, Siti Budi; Tifauzah, Noor
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1359

Abstract

Angka harapan hidup penduduk Indonesia terus meningkat setiap tahun yang berpengaruh pula pada semakin meningkatnya persentase lansia di Indonesia dari tahun ke tahun. Data dari World Health Organization (WHO), menyarankan untuk makan sayur dan buah 5 porsi per hari atau minimal 400 gram per hari. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh dan menurunkan penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus type 2, obesitas dan beberapa jenis kanker. Diabetes melitus merupakan penyakit kedua terbanyak yang diderita oleh lansia di wilayah kerja Puskesmas Gamping I. Lansia dituntut untuk memahami sumber-sumber makanan dan jenis-jenis makanan yang sesuai bagi dirinya. Lansia dapat berperan secara aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit pada lansia. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan sasaran para lansia dengan berbagai penyakit degeneratif yang diderita merupakan perwujudan kontribusi pengabdi di dalam mengimplementasikan ilmu yang dikembangkan dan memberikan manfaat bagi  masyarakat.  Edukasi melalui media video “SURATI” yang dilanjutkan dengan pemilihan makanan sumber serat  yang sesuai bagi karakteristik lansia, merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa di Dusun Sembung Desa Balecatur Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Provinsi DIY. Kegiatan edukasi gizi yang dilakukan bagi sasaran   lansia telah berjalan sesuai dengan rencana. Peserta dapat lebih terampil di dalam melakukan kegiatan memilih makanan dan bahan makanan sumber serat tinggi. Terdapat kenaikan yang signifikan terhadap pengetahuan rata-rata peserta sebelum diberikan edukasi dengan rata-rata setelah diberikannya edukasi gizi.
The Effectiveness of Training Anthropometry using Cards to Increase Adolescents' Knowledge and Skill Oktavia, Vivi; Utami, Siti Budi; Sitasari, Almira; Siswati, Tri
Ficco Public Health Journal Vol. 2 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Ficco Scientific Corner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15307784

Abstract

Background: Adolescents in Indonesia face the triple burden of malnutrition due to low nutritional literacy. This study evaluates the impact of Learning Cards (in bahasa: Kartu Belajar or Kejar) in improving anthropometric knowledge and skills among adolescents. Methods: This was a pre-experimental, single-group pre-test post-test design was conducted in Giripanggung Village, Tepus, Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia in 2023. Fifty adolescents, aged 11-19 years, participated in a three-day offline training covering weight, height, and mid-upper arm circumference measurements. Data were collected at three points (pre-test, post-test 1, and post-test 2) and analyzed using tests. Results: Adolescents' knowledge significantly improved from a pre-test mean score of 54.7 ± 11.8 to 79.7 ± 11.9 in post-test 1 (p < 0.05). While post-test 2 showed a slight decline (77.6 ± 12.5), knowledge remained significantly higher than baseline (p < 0.05). Anthropometric skills also increased substantially, with weight measurement scores rising from 51.3 ± 21.5 (pre-test) to 85.3 ± 13.7 (post-test 1, p < 0.05). Although post-test 2 showed a decline (75.2 ± 15.4), the scores remained higher than the pre-test (p < 0.05). Conclusions: Training using Kejar effectively enhances adolescents' knowledge and skills in anthropometry. These findings suggest that expanding the use of Kejar media to other communities could Improve adolescent nutrition literacy at a national level.
Implementation of an e-pocket book to improve knowledge and perceive anemia in adolescents Wijaya, Lisa Ratna; Utami, Siti Budi; Rialihanto, Muhammad Primiaji; Siswati, Tri
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 1, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.1(1).10-18

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Anemia remaja adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dengan menggunakan e-pocket book berbasis Android dan poster.Metode: Penelitian ini merupakan quasy eksperimental dengan desain pre-test post-test with desain control group design. Penelitian dilakukan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia, pada bulan Februari hingga April 2023. Kelompok perlakuan diberi edukasi gizi menggunakan e-pocket book, sedangkan kelompok kontrol diberi poster. Hasil yang diukur adalah pengetahuan dan persepsi sebelum intervensi, 3 hari setelah (post-test 1), dan 14 hari setelah intervensi (post-test 2). Subyek ditentukan dengan rumus Lemeshow, dengan kriteria inklusi bersedia menjadi responden, hadir saat penelitian dilakukan, memiliki data yang lengkap, dan khususnya kelompok perlakuan memiliki Android. Berdasarkan kriteria tersebut subyek sebanyak 49 remaja per kelompok. Analisis dilakukan dengan uji Mann-Whitney untuk sampel yang tidak berdistribusi normal dan independent t-test untuk sampel yang berdistribusi normal. Data diolah dengan SPSS.Hasil: Skor pengetahuan dan persepsi kelompok intervensi pada awal, post-test 1, dan 2 lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Ada perbedaan yang signifikan secara statistik skor pengetahuan antara post-test 1 dan 2 dan pretest. Namun, dalam hal persepsi, perbedaan signifikan hanya terdapat pada post-test 1.Kesimpulan: Media e-pocket book dan poster meningkatkan pengetahuan dan persepsi tentang anemia. Namun, e-pocket book ternyata lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja terhadap anemia dibandingkan poster. Edukasi baik menggunakan e-pooket book maupun poster memperbaiki persepsi remaja tentang anemia hanya dalam jangka pendek.KATA KUNCI: e-pocket book; poster; pengetahuan; persepsi; anemia; remaja                                             ABSTRACTBackground: The prevalence of anemia among adolescents is a serious public health problem.Objectives: This study aims to determine the effectiveness of education using an e-pocket book based on an Android poster.Methods:  A quasi-experimental study using a pre-test and post-test with a control group design. The study was conducted in Magelang Regency, Central Java, Indonesia, from February to April 2023. The treatment group focused on nutrition education using an e-pocket book, while the control group focused on posters. Outcomes measured were knowledge and perception before the intervention, 3 days after (follow-up 1), and 14 days after (follow-up 2) the intervention. Subjects were determined by the Lemeshow formula, with inclusion criteria being a willingness to be respondents, present when the study was conducted, having complete data, and specifically the treatment group having android, which amounted to 49 persons per group. The analysis was conducted with the Mann-Whitney test for non-normally distributed samples and an independent T-test for normally distributed samples. We apply SPSS.Results: Score knowledge and perception of the intervention group at baseline, follow-up 1, and 2 were higher than in the control group. There was a statistically significant difference in the knowledge scores between follow-ups 1 and 2 and the pretest. Education using both e-pooket books and posters improves adolescents' perceptions of anemia significantly only in post-test1.Conclusions: Media e-pocket books and posters increase knowledge and perceptions about anemia. Education using both e-pooket books and posters improves adolescents' perceptions of anemia only in the short term. KEYWORDS:  e-pocket book; poster; knowledge; perceive; anemia; adolescent 
Standardized Nutritional Care with a High-Energy, High-Protein Diet in Rectosigmoid Cancer Patients Undergoing Chemotherapy: Case Reports Rahmat, Noviyanti Safitri; Siswati, Tri; Suryani, Isti; Utami, Siti Budi; Setyowati, Setyowati; Nurhidayat, Nurhidayat; Wirawan, Susilo
Health Dynamics Vol 3, No 1 (2026): January 2026 (In progress)
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd30102

Abstract

Rectosigmoid cancer patients undergoing chemotherapy are at high risk of malnutrition due to metabolic alterations and treatment-related gastrointestinal side effects. Evidence on the implementation of standardized nutritional care in primary healthcare settings remains limited. This study aims to evaluate the provision of standardized nutritional care with a diet high in energy and protein and its impact on the intake, nutritional status, and clinical condition of rectosigmoid cancer patients undergoing chemotherapy. The case was a 50-year-old male with stage III rectosigmoid cancer undergoing chemotherapy, who presented with undernourished status, diarrhea, reduced appetite, dysphagia-related discomfort, and anemia. Nutritional assessment identified inadequate oral intake and increased energy and protein requirements. Standardized nutritional care was implemented using the Nutrition Care Process (NCP) framework, including an individualized high-energy, high-protein (HEHP) diet and nutrition education for the patient and family. Dietary intake was monitored over three consecutive days using 24-hour food recalls. The patient demonstrated improved tolerance to oral intake, increased protein consumption, stabilization of body weight, and no worsening of gastrointestinal symptoms during the intervention period. This case illustrates that standardized nutritional care using a high-energy, high-protein diet can support dietary intake and help maintain nutritional status in rectosigmoid cancer patients undergoing chemotherapy, even in a primary healthcare setting. Early and individualized nutritional intervention may play an important role in preventing further nutritional deterioration and supporting comprehensive cancer care.