Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

TINDAK TUTUR LITERAL DAN TIDAK LITERAL DALAM UNGKAPAN PENOLAKAN ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI Nurjannah; Sahur Saerudin
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 6 No 2 (2023): Volume 6, Nomor 2, Desember 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v6i2.2460

Abstract

This study investigates literal and non-literal speech acts in rejection speech as well as the factors that influence these speech acts used by the public in cases of buying and selling that occur in the Kendari Jual Beli (KJB) Facebook group in Kendari City. The uniqueness of language in online buying and selling transactions in Kendari City is the basis for this research. When buyers and sellers carry out buying and selling transactions, there are various forms of rejection. Buyers use certain strategies to politely or subtly reject sellers' offers. In this way, misunderstandings can be avoided and a transaction agreement can be reached. Based on the research results, forms of rejection speech were found, namely literal and non-literal speech acts. Literal speech acts consist of direct and indirect literal speech acts. Non-literal speech acts are found in direct and indirect forms. Factors that influence the occurrence of rejection speech acts are the seller's slow response, the urgency of using the goods, the choice of payment method, mismatch with the description of the goods, the length of the goods delivery process, and weak controls in online buying and selling. Keywords: speech act, rejection, literal, non literal
TOPONIMI NAMA JALAN DI KELURAHAN LALOLARA KOTA KENDARI Sahur Saerudin; Nurjannah Nurjannah
Jurnal Dialect Volume 2 No. 1 Januari-Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS DHARMAWANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/dl.v2i1.5728

Abstract

Penamaan jalan di suatu daerah memiliki nilai historis dan makna yang berbeda berdasarkan pandangan masyarakat di sekitarnya.  Toponimi menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia sebagai bagian dari proses pembentukan identitas. Nama jalan atau wilayah merupakan warisan kebudayaan dalam bentuk data kebahasaan yang mengandung pengetahuan local yang perlu diwariskan pada generasi berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan penamaan jalan di Kelurahan Lalolara di Kota Kendari. Penelitian etnolinguistik ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berasal dari informan melalui teknik catat dan simak libat cakap yaitu peneliti terlibat langsung dalam wawancara dengan informan. Berdasarkan hasil penelitian, nama-nama jalan dan Lorong di Kelurahan Lalolara diklasifikasikan menjadi tiga aspek, yaitu ditinjau dari aspek perwujudan, aspek kemsyarakatan, dan aspek kebudayaan. Toponimi nama jalan ditinjau dari aspek perwujudan adalah Jalan Evolusi, Jalan Mata Air, Jalan Kawat, Lorong Pelangi, Lorong Beringin, Lorong Pelindung, dan Lorong Mata Air 1. Sedangkan ditinjau dari aspek kemasyarakatan, toponimi jalan di Kelurahan Lalolara terdiri dari Jalan Tridarma, Jalan Damai, Lorong Salangga, Lorong Kencana, Lorong Olala dan Jalan Mangkerey. Dari aspek kebudayaan, toponimi jalan di Kelurahan Lalolara terdiri dari Lorong Toritale dan Lorong Anawai. 
Istilah-Istilah Permainan Tradisional pada Masyarakat Bugis Sahur Saerudin
Social Science Research Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Inovasi Saintific Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak zaman sekarang dimanjakan dengan berbagai jenis permainan yang berasal dari genjet. Permainan tradisional yang selama ini menjadi hiburan masyarakat kini digantikan oleh permainan moderen. Kondisi ini berdampak pada hilangnya berbagai macam permainan tradisional yang ada di masyarakat. Kondisi ini menjadi pemicu hilangnya kosa kata bahasa Bugis dalam lingkup permainan tradisional. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mendeskripsikan istilah-istilah permainan tradisional pada masyarakat bugis.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa istilah-istilah yang ada dalam permainan tradisional masyarakat Bugis. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan berbagai istilah dalam permainan tradisional yang terdapat dalam permainan tradisional manggulanceng/congklak, permainan tradisional maggasing, permainan tradisional elang-elang, permainan tradisional talamba, permainan tradisional mappadendang, permainan tradisional gobak sodor, permainan tradisional macukke, dan permainan tradisional enggo-enggo. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa kekayaan kosa kata dalam permainan tradisional merupakan sesuatu yang khas yang tidak ditemukan dalam permainan moderen. Oleh karena itu, kekayaan tersebut perlu dilestarikan melalui infentarisasi istilah-istilah permainan tradisional dalam bentuk penelitian.
Pelatihan Penyusunan dan Submission Artikel pada Jurnal Nasional bagi Mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo Sahur Saerudin; Nurjannah Nurjannah; Arman Arman; Ela Martisa; Nuzul Hijrah Safitri; Nirmalasari Nirmalasari
BHAKTI BHINNEKA: Jurnal Bina Harmoni dan Karya untuk Transformasi Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan “Pelatihan Penyusunan dan Submission Artikel pada Jurnal Nasional bagi Mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo” berawal dari permasalahan kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang penyusunan dan submissioan pada jurnal nasional. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa Sastra Indonesia yang belum mampu Menyusun artikel ilmiah untuk diterbitkan pada jurnal nasional. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menyusun serta mengirimkan artikel ilmiah sesuai dengan standar jurnal nasional. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung penguatan budaya menulis dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa, khususnya di Program Studi Sastra Indonesia. Kegiatan pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar penulisan artikel ilmiah, meliputi struktur artikel, kaidah kebahasaan akademik, serta ketentuan teknis yang berlaku pada jurnal nasional. Selanjutnya, peserta diberikan penjelasan mengenai proses registrasi dan submission artikel melalui sistem jurnal berbasis daring. Pada sesi ini, pemateri memandu peserta secara langsung mulai dari pembuatan akun, pengisian metadata, hingga pengunggahan naskah artikel. Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan diskusi dan praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami materi secara komprehensif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh tambahan wawasan dan keterampilan praktis yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam menulis serta mempublikasikan karya ilmiah. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta, baik dari segi peningkatan pengetahuan maupun keterampilan akademik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih produktif dalam menghasilkan artikel ilmiah dan berkontribusi pada peningkatan kualitas publikasi akademik di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo.
GAYA BAHASA SINDIRAN DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM AZIZAH SALSHA (PENDEKATAN STILISTIKA) Wa Ode Halfian; Ratna Wati; Sahur Saerudin
Seshiski: Southeast Journal of Language and Literary Studies Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Issue 1 June 2025
Publisher : Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia, Komisariat Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53922/seshiski.v5i1.86

Abstract

This study aims to describe the type of satirical language style in the comment column of Azizah Salsha's Instagram account. This study uses the theory of Gorys Keraf, with a qualitative descriptive research method. The data of this research is in the form of comments from netizens in the comment column of Azizah Salsha's Instagram. The collection of research data was carried out using reading techniques and documentation. The results of the study showed that the types of satirical language styles of netizens in the comment column of Azizah Salsha's Instagram account on September 2 - September 9, 2024, found 3 (three) types of sarcastic language styles, namely irony, cynicism, and sarcasm. The results of the analysis contained 38 (thirty-eight) data, namely 1 (one) style of irony language, 17 (seventeen) styles of cynicism language, and 20 (twenty) styles of sarcasm language.
PELANGGARAN MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA DI LINGKUNGAN SMP NEGERI 10 KENDARI Sahur Saerudin
Seshiski: Southeast Journal of Language and Literary Studies Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia, Komisariat Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53922/seshiski.v5i2.98

Abstract

Language not only functions as a means of conveying information, but also reflects social attitudes, cultural values, and norms of politeness in human interactions. In the context of education, especially in elementary schools, polite language is an important aspect because it plays a role in shaping the character and social skills of students. This study aims to describe the forms of violations of linguistic politeness maxims and the factors behind them in verbal interactions at SMP Negeri 10 Kendari. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The research data consists of verbal statements obtained from interactions between teachers and students, students and students, and students and other school officials. Data analysis was conducted using a pragmatic approach based on Leech's politeness principle theory, specifically the maxims of wisdom, praise, and sympathy. The results show that violations of politeness in language still frequently occur in everyday communication in the school environment. Violations of the maxim of wisdom are evident in students' speech when they complain or make demands to teachers and canteen staff in an impolite manner. Violations of the maxim of praise are evident in the use of harsh, demeaning, and insulting words among students, such as ridicule and sarcasm, which can threaten the self-esteem of the addressee. Meanwhile, violations of the maxim of sympathy are seen in students' lack of empathy towards friends who are experiencing difficulties, which are instead responded to with ridicule. These violations have the potential to trigger conflict and damage social harmony in schools. Therefore, this study recommends the need to continuously instill the value of polite language through teacher role modeling and habituation in the learning process in order to create a polite, harmonious, and character-building school environment
Prototipe kata “Senjata” pada Masyarakat Kota Kendari: Tinjauan Semantik Kognitif Sahur Saerudin; Nurjannah Nurjannah
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i2.4799

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena kebahasaan mengenai semantik prototipe pada kata senjata. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh subjektivitas masyarakat Kendari dalam dalam mengungkapkan kata senjata berdasarkan konsep yang ada dalam benaknya. Metode penelitian ini melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan melalui tahap pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Data didapatkan melalui kuisoner yang memuat sepuluh variabel tentang konsep senjata. Data tersebut kemudian dianalisis dengan memanfaatkan kajian semantik prototipe. Data yang telah dianalisis selanjutnya disajikan dengan menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil analisis data, penulis menemukan beberapa prototipe yang dapat digunakan untuk mengkategorikan sesuatu sebagai senjata. pengkategorian itu dibagi menjadi dua variabel yaitu variabel alat dan variabel fungsi. Fungsi yang dimaksud disini terbagi dua yaitu untuk melindungi dan untuk melukai. Jawaban responden menujukan bahwa variabel untuk melindung yang paling berpengaruh dalam pengkategorian senjata. Dengan demikian, sesuatu dikategorikan sebagai senjata apabila fungsinya untuk melidungi diri dari segala sesuatu yang dapat membahayakan diri.
IMPLICIT SENSER AND PHENOMENON IN MENTAL PROCESS FOUND IN HORSE GIRL MOVIE Nurjannah; Sahur Saerudin
J-Shelves of Indragiri (JSI) Vol 6 No 2 (2024): J-Shelves of Indragiri (JSI)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/jsi.v6i2.2863

Abstract

Investigating mental process is highly significant because it provides a framework for understanding how language represents human experiences involving the cognitive and emotional activities of the mind. The research aims to describe the implicit senser and phenomenon as a clause structure in mental process found in the main character in the Horse Girl movie. The researchers used descriptive qualitative as the research method. The data are taken from the utterances of the main character in the movie. The data collection techniques are carried out by downloading, watching, reading, identifying, classifying data and encoding data containing mental process. The data analysis techniques are carried out by presenting, describing, interpreting, and concluding the results of this researcher based on Halliday's theory of Systemic Functional Linguistics. The researchers found that the data showed language choices in mental process reflecting the speaker's perspective and subjectivity which encoded the main character’s perception and cognition. Based on the result of the research, the senser and the phenomenon are expressed implicitly which convey the main character's emotional or psychological state without explicitly stating it through dialogue.