Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Small Business Empowerment Strategy in the Agricultural Sector Through Digital Entrepreneurship Achmad, Adnan; Karto , Andriani; Asril, Akmil
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 4 No. 2 (2024): July - December 2024
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v4i2.3097

Abstract

This study looks at how digital entrepreneurship is being used by small enterprises in the agriculture industry to empower them. It focusses on how this is affecting market access, production efficiency, and bolstering competitiveness. The advent of digital transformation has presented small enterprises with novel prospects to surmount customary constraints, including restricted availability of markets, finance, and technology. This research employs a qualitative methodology and a case study approach to investigate how small agricultural firms might use digital technologies, like e-commerce platforms and the Internet of Things (IoT), to increase market access and productivity. In-depth interviews with small business owners, technology suppliers, and other stakeholders were used to gather data. Direct observation and document analysis were also used. The results of this study show that small enterprises' operational efficiency and revenue are greatly increased when digital entrepreneurship is implemented. Collaboration with a range of stakeholders, including the government and academic institutions, and sufficient digital literacy have shown to be crucial for the effective execution of this plan. This study also emphasises how crucial it is to create both domestic and global business networks in an effort to increase market penetration and boost the competitiveness of small enterprises in the agriculture industry. In order to increase the sustainability and competitiveness of small enterprises in the agriculture sector, this study makes recommendations based on its results for policy makers and industry participants to assist the widespread adoption of digital entrepreneurship.
Edukasi Pokdakan Sinar Tambak Melalui Teknologi Pakan Udang Windu (Penaeus monodon) Samad, Agus Putra Abdul; Jamil, Muhammad; Baihaqi, Baihaqi; Fairus, Fairus; Achmad, Adnan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.513

Abstract

Perkembangan teknologi budidaya perikanan terutama udang windu terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan produk itu dipasar domestik. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengedukasi anggota kelompok pembudidaya ikan melalui teknologi mesin pakan pelet udang ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan transfer teknologi melalui serangkaian tahapan antaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang tercatat melalui lembar post test memperlihatkan 54,4% anggota pokdakan cukup memahami materi formula dan pemilihan bahan baku pembuatan pakan pelet, 36,3% anggota kelompok mengetahui komposisi bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pakan pelet udang, 72,7% anggota mengetahui teknik penjemuran pakan pelet udang windu, 90,9% anggota pokdakan mengetahui bentuk dan warna pakan pelet yang disukai oleh udang windu, 50% anggota kelompok mengetahui kandungan protein, karbonhidrat, lemak, vitamin dan mineral pada pakan yang dihasilkan dan 59% anggota pokdakan mengetahui teknik pencatatan produk. Disimpulkan bahwa 62% pengetahuan anggota kelompok meningkat terutama dalam aspek tatacara pembuatan pakan pelet udang, jenis tumbuhan yang bisa dijadikan pakan alami serta teknik pengemasan produk
Pendampingan Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Di Kabupaten Aceh Tamiang Samad, Agus Putra Abdul; Junita, Afrah; Fairus, Fairus; Achmad, Adnan; Ridla, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.630

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan dikenal dengan istilah Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Tujuan dari P2L adalah meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan pendapatan masyarakat melalui kegiatan berbasis lahan pekarangan. Program ini merupakan inisiatif pemerintah dalam mengatasi ketidakpastian pangan. Kelompok Tani “Kembang Seroja” merupakan kelompok tani aktif yang berada didesa Matang Cincin Kecamatan Manyak Payed. Mata pencaharian dari anggota kelompok tani sebagian besar merupakan petani sawah yang penghasilan dari hasil panen hanya mampu memenuhi kebutuhan beras untuk di konsumsi sehari-hari. Sedangkan untuk sayur mayur dan lauk protein tidak terpenuhi. Berdasarkan hasil survey lapangan, mitra masing-masing memiliki pekarangan rumah yang berpotensi untuk P2L. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan secara langsung, ceramah, dan praktik. Kegiatan program P2L ini berjalan dengan baik. Mitra mampu meningkatkan produksi tanaman dan sayuran untuk kebutuhan keluarganya masing-masing. Tanaman/sayuran tersebut dikonsumsi sendiri dan sebagiannya dijual sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Mitra meyakini bahwa program P2L ini dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat, mendukung kesehatan keluarga, menambah gizi keluarga, serta berperan dalam mengurangi dan mencegah terjadinya stunting.
PELATIHAN KUKIS KELOR SEBAGAI UPAYA MITIGASI KELUARGA BERESIKO STANTING Mastuti, Rini; Fuad, Muhammad; Gustiana, Cut; Bahri, Syamsul; Achmad, Adnan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4793-4803

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, dengan dampak jangka panjang yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Kabupaten Aceh Tamiang, angka stunting masih tinggi, mencapai 27,4% pada tahun 2023. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu-ibu dalam meningkatkan gizi anak balita dengan pemberian makanan pendamping berupa kukis kelor sebagai upaya mitigasi keluarga beresiko stanting. Mitra kegiatan pengabdian adalah KWT Citra Karsa yang beranggotakan 20 orang ibu-ibu rumah tangga. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta hingga 89% dalam mempraktikkan pembuatan kukis kelor. Produksi kukis sehat mencapai 4 toples/keluarga/bulan. Pendampingan lanjutan sangat dibutuhkan sehingga dampak dari kukis sehat menggunakan bahan kelor ini bisa dirasakan oleh masyarakat (keluarga) di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. 
Small Business Empowerment Strategy in the Agricultural Sector Through Digital Entrepreneurship Achmad, Adnan; Karto , Andriani; Asril, Akmil
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 4 No. 2 (2024): July - December 2024
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v4i2.3097

Abstract

This study looks at how digital entrepreneurship is being used by small enterprises in the agriculture industry to empower them. It focusses on how this is affecting market access, production efficiency, and bolstering competitiveness. The advent of digital transformation has presented small enterprises with novel prospects to surmount customary constraints, including restricted availability of markets, finance, and technology. This research employs a qualitative methodology and a case study approach to investigate how small agricultural firms might use digital technologies, like e-commerce platforms and the Internet of Things (IoT), to increase market access and productivity. In-depth interviews with small business owners, technology suppliers, and other stakeholders were used to gather data. Direct observation and document analysis were also used. The results of this study show that small enterprises' operational efficiency and revenue are greatly increased when digital entrepreneurship is implemented. Collaboration with a range of stakeholders, including the government and academic institutions, and sufficient digital literacy have shown to be crucial for the effective execution of this plan. This study also emphasises how crucial it is to create both domestic and global business networks in an effort to increase market penetration and boost the competitiveness of small enterprises in the agriculture industry. In order to increase the sustainability and competitiveness of small enterprises in the agriculture sector, this study makes recommendations based on its results for policy makers and industry participants to assist the widespread adoption of digital entrepreneurship.
PELATIHAN KUKIS KELOR SEBAGAI UPAYA MITIGASI KELUARGA BERESIKO STANTING Mastuti, Rini; Fuad, Muhammad; Gustiana, Cut; Bahri, Syamsul; Achmad, Adnan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4793-4803

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, dengan dampak jangka panjang yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Kabupaten Aceh Tamiang, angka stunting masih tinggi, mencapai 27,4% pada tahun 2023. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu-ibu dalam meningkatkan gizi anak balita dengan pemberian makanan pendamping berupa kukis kelor sebagai upaya mitigasi keluarga beresiko stanting. Mitra kegiatan pengabdian adalah KWT Citra Karsa yang beranggotakan 20 orang ibu-ibu rumah tangga. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta hingga 89% dalam mempraktikkan pembuatan kukis kelor. Produksi kukis sehat mencapai 4 toples/keluarga/bulan. Pendampingan lanjutan sangat dibutuhkan sehingga dampak dari kukis sehat menggunakan bahan kelor ini bisa dirasakan oleh masyarakat (keluarga) di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN PANEN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PADA KEBUN LAMA PT. PP. LONDON SUMATERA INDONESIA Wulandari, Dwi; Rozalina, Rozalina; Saragih, Faoeza H.; Adnan, Achmad
Partner Vol 30, No 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i2.7501

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan. kompensasi finansial, kemampuan dan motivasi kerja karyawan panen pada PT.PP. London Sumatera Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Desa Bahlias, Kabupaten Simalungun, Kecamatan Bandar. Teknik Random Sampling dengan jumlah 40 sampel karyawan digunakan dalam penelitian untuk data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda yaitu Y = -0,809 + 0,364X1 + 0,422X2 + 3,015X3 – 2,586X4, menggunakan Uji Asumsi Klasik (Uji Normalitas nilai sig sebesar 0,200 nilai tersebut lebih besar dari 0,05, Uji Multikolinieritas dan Uji Heterokedasitas) dan Uji Hipotesis (dari keempat variabel bebas maka Uji F seluruhnya berpengaruh karna nilai sig lebih kecil dari 0,05, Uji t berpengaruh secara simultan karna nilai sig 0,00, Uji R2/Uji Adjusted R Square nilainya 0,982). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak dan parsial adanya pengaruh variabel independen (Kepemimpinan, Kompensasi Finansial, Kemampuan Kerja, Motivasi Kerja)  terhadap variabel dependen (Kinerja Karyawan Panen).Kata kunci: Kepemimpinan, Kompensasi Finansial, Kemampuan kerja, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan.
PENCIPTAAN KEMANDIRIAN PAKAN PELET MELALUI INTRODUKSI MESIN PAKAN CARONG ACEH TAMIANG Muhammad Jamil; Agus Putra AS; Baihaqi Baihaqi; Imam Imam; Adnan Achmad; Hanisah Hanisah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29300

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan dan dan meningkatkan kemampuan 18 anggota gapokkan sepakat dalam menciptakan pakan pelet menggunakan bahan baku lokal melalui mesin pakan pelet carong .Metode yang digunakan adalah participatory action research dan transfer teknologi melalui tahapan kegiatan diantaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi melalui penilaian pada lembar evaluasi hasil post test Seluruh tahapan kegiatan yang dilakukan tercatat melalui lembar post test dimana 13 anggota kelompok (72 %) mengetahui tatacara penggunaan mesin pelet, 15 anggota kelompok (83%) sangat mengetahui jenis bahan baku pembuatan pakan pelet, 4 angota kelompok (22%) mengetahui metode perhitungan formulasi pakan dan 15 anggota kelompok (83%) mengetahui teknik penjemuran pakan. Disimpulkan bahwa 5 anggota kelompok ( 27,7%) mengetahui tentang materi pencatatan buku agenda, 11 anggota kelompok (61%) mengetahui materi pencatatan inventaris kelompok dan 44,4% anggota kelompok mengetahui materi pencatatan produksi. Hal ini memperlihatkan bahwa introduksi mesin pakan pelet carong membantu gapokkan sepakat dalam penyediaan pakan pelet sekaligus menciptakan kemandirian pakan bagi kelompok.Abstract: This community service (PKM) aims to create feed independence for the gapokkan sepakat through the carong pellet feed machine. The method used is participatory action research and technology transfer through various stages of activities, including coordination, socialization, activity implementation, and monitoring and evaluation. All stages of the activities were documented using post-test sheets, where 13 group members (72%) knew how to use the pellet machine, 15 group members (83%) were highly familiar with the types of raw materials for making pellet feed, 4 group members (22%) understood the feed formulation calculation method, and 15 group members (83%) knew the feed drying technique. It was concluded that 5 group members (27.7%) were knowledgeable about agenda book recording materials, 11 group members (61%) understood inventory recordkeeping materials, and 44.4% of group members were familiar with production recording materials. This shows that the introduction of the carong pellet feed machine helps the gapokkan sepakat in providing pellet feed while also fostering feed independence for the group.
INTRODUKSI TEKNOLOGI ATBM DALAM MENGHASILKAN ANEKA PRODUK TENUN LIDI SAWIT PADA REMAJA PUTRI ACEH TAMIANG Jamil, Muhammad; Suwardi, Adi Bejo; Baihaqi, Baihaqi; Achmad, Adnan; Sutrisno, Imam Hadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32969

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan aneka produk tenun limbah lidi sawit bagi remaja putri kampung paya bedi melalui introduksi alat tenun bukan mesin. Kegiatan ini dipilih karena tersedianya limbah lidi sawit di desa itu yang belum dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah participatory action research dan transfer teknologi melalui tahapan kegiatan diantaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang dilakukan tercatat melalui lembar posttest dimana 10 anggota kelompok (67%) sangat mengetahui tatacara penggunaan alat tenun, 7 anggota kelompok (46%) cukup memahami teknik memenun secara silang menyilang dan 10 anggota kelompok (66,6 %) mengetahui tatacara pembuatan aneka pola tenun lidi sawit. Disimpulkan bahwa 8 anggota kelompok (53%) memahami seluruh tahapan kegiatan antaranya 25% anggota kelompok sangat mengetahui jenis peralatan kerja yang digunakan, 42% anggota kelompok paham dengan proses awal pembuatan produk dan 47% anggota kelompok memahami teknik pembersihan permukaan produk. Hal ini memperlihatkan bahwa introduksi alat tenun bukan mesin kepada remaja putri mampu meningkatkan kuantitas produk yang dihasilkan.Abstract: This Community Service Program (PKM) aims to introduce various woven products made from oil palm midrib waste to young women in Paya Bedi village through the introduction of non-mechanical weaving tools. This activity was chosen due to the availability of oil palm midrib waste in the village, which has not been optimally utilized to increase community income. The method used is participatory action research and technology transfer through several stages, including coordination, socialization, implementation, as well as monitoring and evaluation. All stages of the activity were recorded through post-test sheets, where 10 group members (67%) were highly knowledgeable about how to use the weaving tool, 7 members (46%) had sufficient understanding of the cross-weaving technique, and 10 members (66.6%) knew the procedure for creating various weaving patterns using oil palm midribs. It is concluded that 8 group members (53%) understood all stages of the activity, including 25% of members who were highly familiar with the types of tools used, 42% who understood the initial production process, and 47% who understood the product surface cleaning techniques. This shows that the introduction of non-mechanical weaving tools to young women is capable of increasing the quantity of products produced.
Analysis of the Economic Impact and Life Cycle Costs of Precision Agriculture Implementation in Food Crop Cultivation Achmad, Adnan; Hanisah, Hanisah; Anzitha, Silvia
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 1 (2026): January - June 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i1.6576

Abstract

To improve the efficiency of agriculture and food crops, the use of modern technology is necessary. Precision Land Management consists of a suite of high-tech tools including sensors, drones, and Geographic Information Systems (GIS) to monitor land and crop conditions in real time. This allows for optimized utilization of inputs such as water, fertilizer, and pesticides. This paper aims to analyze the economic impact of implementing precision agriculture, focusing on its Life Cycle Cost. This includes not only the initial investment, but also current operations, maintenance, and future savings (although there may be some uncertainty regarding the actual costs). This study used Life Cycle Costing (LCC) and Cost-Benefit Analysis (CBA). The results show that the implementation of precision agriculture reduces resource consumption. For example, sensors have reduced water use in West Java by 30%, and variable fertilizer application based on Sumatra has reduced fertilizer consumption by 40%. However, the main obstacle is the high initial investment costs, which are a burden for smallholder farmers. Therefore, policies that support the adoption of precision agriculture technologies through various means such as fiscal incentives and training are urgently needed, and it is also important to ensure that such tools can be freely used by farmers throughout Indonesia.