Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Kualitas Tidur dengan Derajat Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Sintuk Tahun 2021 Gita Helvia Sari; Yuliza Birman; Aryaldy Zulkarnaini
In Proses
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.624 KB)

Abstract

Pendahuluan: Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas. Salah satu permasalahan yang sangat mendasar pada lansia merupakan permasalahan kesehatan akibat proses degeneratif yang menyebabkan waktu tidur efisien semakin berkurang sehingga tidak mencapai kualitas tidur yang baik serta akan menimbulkan berbagai macam keluhan tidur. Kualitas tidur yang buruk akan menyebabkan tekanan darah tinggi karena seiring terganggunya siklus NREM dan REM terjadi peningkatan norepinefrin melalui saraf sehingga pembuluh darah mengalami vasokontriksi yang menyebabkan tekanan darah meningkat atau hipertensi.Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan derajat hipertensi pada lansia di Puskesmas Sintuk Tahun 2021. Metode: Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sintuk, Kabupaten Padang Pariaman tahun 2021. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2021 – Mei 2021.Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Dengan 64 sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur tekanan darah dan kueisoner PSQI.Analisis data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase dan analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan pengolahan data menggunakan komputerisasi program spss versi 21.0. Hasil: terbanyak adalah 60-74 tahun berjumlah 54 orang (84,4%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan berjumlah 48 orang (75%), memiliki genetik (riwayat keturunan) hipertensi berjumlah 49 orang (76,7%), derajat hipertensi terbanyak adalah hipertensi sistolik terisolasi berjumlah 25 orang (39,1%), kualitas tidur terbanyak adalah kualitas tidur buruk berjumlah 53 orang (82,8%) dan terdapat hubungan kualitas tidur dengan derajat hipertensi pada lansia di Puskesmas Sintuk Tahun 2021 P= 0,000 < 0,05 Kesimpulan: Terdapat hubungan kualitas tidur dengan derajat hipertensi pada lansia di Puskesmas Sintuk tahun 2021
Kejadian Hiperurisemia pada Lansia di Panti Jompo dan Hubungannya dengan Aktivitas Fisik: Penelitian Erdanela Setiawati; Aryaldy Zulkarnaini; Sella Tri Cahyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6943

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas fisik mencakup setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan pengeluaran energi, seperti rutinitas harian seperti berjalan, menyapu, berkebun dan aktivitas terstruktur seperti senam, berkebun intens, dan olahraga ringan. Hiperurisemia atau tingginya kadar-asam-urat-darah dapat menimbulkan penyakit Gout-Arthritis (radang sendi) yang diakibatkan oleh akumulasi kristal monosodium-urate (MSU) atau purin di area sendi. Secara klinis, Gout-Arthritis ditandai dengan serangan akut berupa nyeri hebat (gout), kemerahan, panas, dan pembengkakan. Banyak faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik antara lain kondisi kesehatan seperti penyakit kronis (asam urat), obesitas, tingkat kebugaran, dan cedera. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisemia pada  lansia di panti jompo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional-analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Desember 2025 di panti jompo (PSTW) Kasih-Sayang-Ibu Batusangkar, Jumlah sampel sebanyak 52 lansia. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International-Physical-Activity-Questionnaire (IPAQ) versi-pendek. Hiperurisemia ditentukan dengan mengukur kadar-asam-urat darah menggunakan alat GCU-meter digital. Analisis univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 26.0. Hasil: Mayoritas lansia memiliki aktifitas fisik kategori rendah sebanyak 27 orang (51,9%) dan tidak hiperurisemia atau memiliki kadar-asam-urat normal sebanyak 35 orang (67,3%). Ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisemia pada lansia di panti jompo dengan nilai p =0.030. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisemia pada lansia di PSTW Kasih-Sayang-Ibu Batusangkar.
KADAR KATEKIN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GAMBIR (UNCARIA GAMBIR ROXB.) DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR 10 TAHUN TERAKHIR (2015-2025) Ade Teti Vani; Irwan Triansyah; Nadia Purnama Dewi; Dessy Abdullah; Aryaldy Zulkarnaini
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1862

Abstract

Indonesia is the world’s largest producer of gambier (Uncaria gambir Roxb.), which is rich in catechin, a major bioactive compound with strong antioxidant activity. Variations in catechin content and antioxidant activity of Indonesian gambier are influenced by geographical origin, plant characteristics, and processing and extraction methods. This study aims to comprehensively review the catechin content and antioxidant activity of Indonesian gambier based on scientific publications from the last decade (2015–2025). A narrative literature review method was applied by collecting relevant articles from Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, and Garuda databases. Selected studies were original research articles reporting quantitative data on catechin levels and/or antioxidant activity of gambier originating from Indonesia. The results indicate that Indonesian gambier, particularly from West Sumatra, exhibits high catechin content and strong antioxidant activity, although considerable variation exists among regions and extraction techniques. Advanced extraction and purification methods, including solvent optimization and ultrasonic-assisted extraction, were shown to enhance catechin concentration and antioxidant capacity. Indonesian gambier has significant potential as a natural antioxidant source, highlighting the need for quality standardization and further development of processing technologies to support value-added utilization and downstream product development.
DIABETES GESTASIONAL SEBAGAI PREDIKTOR DINI PENYAKIT KARDIOMETABOLIK JANGKA PANJANG: TINJAUAN LITERATUR Wisda Widiastuti; Dessy Abdullah; Aryaldy Zulkarnaini; Arief Rinaldy; Desi Aliefia; Gangga Mahatma
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1864

Abstract

Gestational diabetes mellitus (GDM) has long been regarded as a transient metabolic disorder limited to pregnancy. However, growing scientific evidence indicates that GDM represents an early marker of long-term metabolic vulnerability in women. This literature review aims to synthesize current evidence on the association between GDM and the risk of type 2 diabetes mellitus, cardiovascular disease, and other metabolic disorders after pregnancy, as well as its implications for postpartum care and interdisciplinary collaboration. A literature search was conducted using the PubMed, Scopus, and Web of Science databases, focusing on articles published over the past ten years. The review findings show that women with a history of GDM have a significantly increased risk of developing type 2 diabetes mellitus, as well as a higher risk of cardiovascular disease compared with women without a history of GDM, even among those who do not progress to overt diabetes. The underlying mechanisms include persistent insulin resistance, pancreatic β-cell dysfunction, chronic low-grade inflammation, the role of the placenta, and the potential contribution of the gut microbiota. In conclusion, GDM should be understood as an early predictor of long-term cardiometabolic disease. Structured and collaborative postpartum care involving obstetrics and internal medicine is essential to reduce the future burden of disease.
EDUKASI ISI PIRINGKU BERBASIS TEKNOLOGI DI NAGARI PADANG GANTIANG KABUPATEN SOLOK SELATAN Ade Teti Vani; Irwan Triansyah; Nadia Purnama Dewi; Debie Anggraini; Yuri Haiga; Aryaldy Zulkarnaini; Yanti Fitri Yasa
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 7 (2025): Nusantara Hasana Journal, December 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i7.1882

Abstract

Nutritional problems remain a major challenge in community health development, particularly in rural areas. The Indonesian government has introduced the “Isi Piringku” concept as a visual guideline for balanced nutrition; however, its implementation requires more innovative educational approaches. This community service activity aimed to improve knowledge and awareness of balanced nutrition through technology-based “Isi Piringku” education as an effort to prevent nutritional problems in Nagari Padang Gantiang. The community service program was conducted in Nagari Padang Gantiang, Sangir Jujuan District, South Solok Regency, over a 21-day period. Participants included housewives, posyandu cadres, elementary school teachers, and village officials. Educational methods involved technology-based counseling using educational videos, interactive discussions, and question-and-answer sessions. The program resulted in improved participants’ understanding of the “Isi Piringku” concept, particularly the application of the 3J principles (timing, quantity, and type of food) in complementary feeding practices. Educational videos effectively facilitated comprehension of balanced nutrition messages. In addition, the activity fostered community commitment to developing a nutrition-aware village program through the establishment of a healthy garden to support complementary feeding practices. Technology-based “Isi Piringku” education is effective in enhancing community nutrition knowledge and awareness. The integration of digital media and participatory community activities can support stunting prevention efforts and promote the development of a healthy and nutrition-conscious village