Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perbaikan Alur Proses Cutting Produksi Sling Bag Menggunakan Metode Business Process Improvement Putri, Dwi Oktavioni; Sutari , Wiyono; Nugrahaini, Yunita
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan alur proses dan perancangan StandardOperating Procedure (SOP) pada proses cutting material kainyang dibahas pada penelitian ini memiliki permasalahan yangterjadi yaitu terdapat ketidaksesuaian ukuran material kainyang dihasilkan pada proses cutting sehingga membuat produkSling Bag cacat. Hal tersebut terjadi dari beberapa faktor, yaitufaktor metode, manusia, dan lingkungan. Pada perbaikan alurproses dan perancangan Standard Operating Procedure (SOP)dilakukan menggunakan metode Business Process Improvement(BPI). pada penelitian ini metode BPI dapat membantumenyederhanakan proses cutting material kain agar lebihefisien, efektif, dan adaptif sesuai dengan pedoman poinpemeriksaan proses cutting pada LPPM UPNVJ 2012 yangdijadikan pedoman perusahaan. Sehingga hasil perbaikan alurproses cutting material didapatkan total aktivitas sebanyak 17dengan 11 aktivitas RVA dan 6 aktivitas BVA. Sedangkan padaproses cutting material kain sebelum dilakukan perbaikanmemiliki total 16 aktivitas dengan 11 aktivitas RVA, 3 aktivitasBVA dan 2 aktivitas NVA. Didapatkan efisiensi waktu siklusmeningkat sebesar 10,67%. Hal tersebut menjelaskan bahwasemakin tinggi tingkat efisiensi yang dicapai makan semakincepat dalam mencapai target perusahaan dengan perbaikanaktivitas inspeksi untuk meminimasi kesalahan ukuranmaterial kain pada proses cutting material. Kata kunci— Alur Proses, Business Process Improvement, 5Why’s, Quality Control, SOP.
Perancangan Sistem Reporting Pengolahan dan Pembuangan Limbah Menggunakan Metode Process Design CV Oshwing Washing Sihaloho, Miranda Cahaya Rembulan Br; Wiyono, Wiyono; Nugrahaini, Yunita
Journal of Production, Enterprise, and Industrial Applications Vol. 1 No. 1 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jpeia.v1i1.6407

Abstract

Pengolahan limbah cair tentunya sangat penting bagi perusahaan laundry untuk meminimalisir limbah cair yang dihasilkan. Tata cara pengolahan limbah cair juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001. CV Oshwin Washing merupakan perusahaan laundry yang pengolahan limbahnya masih belum mengikuti aturan pemerintah yang berlaku. Dengan begitu dilakukanlan gap analysis terhadap kondisi aktual dengan kriteria dari aturan pemerintan yang ada. Dari hasil gap analysis dibutuhkan suatu perancangan sistem reporting yang dapat digunakan untuk memenuhi aturan pemerintah. Selain hasil dari gap analysis, dibutuhkan juga metode yang cocok digunakan untuk mengolah hasil gap analysis. Proses Desain merupakan metode yang cocok digunakan karena metode dapat digunakan secara flexible dalam melakukan perancangan proses bisnis. Hasil perancangan ini berupa rancangan proses bisnis sistem reporting pada pengolahan limbah cair yang didalamnya terdapat formulir reporting, penambahan job decription dan penjadwalan reporting. Perancangan ini dapat berdampak bagi perusahaan agar dapat mengolah limbahnya dengan baik dan juga dengan reporting yang ada dapat digunakan untuk memenuhi syarat dari aturan pemerintah yang ada.
Usulan Rancangan Alat Bantu Sensor Alarm untuk Meminimasi Defect pada Proses Sanding Plywood di PT.XYZ dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) Irsyad, Amanullah; Lubis, Marina Yustiana; Nugrahaini, Yunita
Journal of Production, Enterprise, and Industrial Applications Vol. 1 No. 1 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jpeia.v1i1.6462

Abstract

Berdasarkan data produksi plywood 11.6mm periode Febuari 2022 – Arpil 2022, didapatkan produk cacat melebihi angka batas toleransi defect yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 5%. Proses sanding, merupakan tahapan proses pada produksi plywood dengan jumlah defect yang cukup tinggi. Berdasarkan CTQ proses, terdapat persyaratan proses yang tidak terpenuhi pada tahap proses sanding yaitu penggunaan amplas tidak sesuai dan melewati batas pemakaian. Analisis permasalahan dilakukan menggunakan metode 5 Why’s dan FMEA, dan didapatkan bahwa terjadi masalah operator tidak mengetahui kapan waktu penggantian amplas. Berdasarkan permasalah tersebut dilakukan perancangan alat bantu sensor alarm untuk meminimasi defect yang terjadi pada proses sanding. Metode yang digunakan untuk merancangan alat bantu sensor alarm adalah metode quality function deployment (QFD). Spesifikasi alat bantu sensor alarm berdasarkan alternatif konsep yang terpilih adalah Arduino Uno R3, pilot lamp, alarm 95 db, press button, LCD 16 x 2, dan sensor proximity infrared Arduino. Alat tersebut diharapkan dapat membantu operator dalam mengetahui waktu penggantian amplas pada mesin sander, sehingga dapat meminimasi atau menghilangkan defect cacat sander dan core kasar pada proses sanding produk plywood 11.6 mm