Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Teknik Hand Tracking Menggunakan Metode Inverse Kinematics Pada Pembuatan Animasi 3D Slamet Pamujianto; M Suyanto; Amir Fatah Sofyan
JOINTECS (Journal of Information Technology and Computer Science) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.843 KB) | DOI: 10.31328/jointecs.v3i1.496

Abstract

Tahap produksi animasi 3D semakin berkembang. Banyak teknik – teknik baru yang terapkan pada setiap proses produksinya. Belum banyak produksi animasi yang menggunakan Teknik baru, sehingga memungkinkan rumah produksi dapat melakukan Teknik tersebut sebagai salah satu cara meningkatkan kualitas produksi animasi di dalam negeri. Salah satu Teknik yang sering digunakan dalam memproduksi animasi 3D adalah motion tracking. Teknik hand tracking merupakan salah satu dari Teknik motion tracking yang lebih berfokus pada organ tangan. Motion Tracking merupakan sebuah proses dalam mendapatkan tracker dari marker sebuah footage yang telah dipasangkan marker. Marker yang dihasilkan dari proses motion tracking dapat disebut sebagai tracer. Tracer dapat dihubungkan dengan objek 3D yang telah lengkap modeling dan rigging. Sehingga dapat menghasilkan animasi dari pergerakan tracer yang terhunbung dengan bone modeling 3d. Menggunakan pendekatan metode inverse kinematics dilakukan untuk memperbaiki pada saat animasi yang dihasilkan lebih terkontrol pergerakannya dan dengan menambahkan DOF (Degree Of Freedom) pada setiap ruang gerak model yang telah terhubungkan tracer dengan bone (tulang) riggingnya menghindari gerakan animasi keluar dari jalurnya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM USAHA PERIKANAN DENGAN PENDEKATAN BERBASIS ASET (ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT) Slamet Pamujianto; Supartini, Supartini; Astriawati, Ningrum; Handoyo Widyanto; Kusuma, Ade Chandra
Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): JTSE Vol.2 No.2 2024
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/jtse.v2i2.816

Abstract

The development of the fishery business in Sleman Regency is able to contribute to the production of fish consumption and fry in the Special Region of Yogyakarta. The level of fish consumption needs of the Sleman people has increased from year to year, thus providing opportunities for the people of Sleman to cultivate fish, especially freshwater fish. This opportunity was achieved by the Mina Kepis Fisheries group which gradually developed freshwater fish farming, both for nursery and community consumption. Without the encouragement and support of all parties, small businesses tend to be increasingly helpless, so they must be patient and diligent in coaching and mentoring. Developing a Small and Medium Business Cluster (SME) is indeed not an easy thing, because it is a human development that is loaded with different characters and full of personal interests. . The purpose of this community service is to provide assistance regarding community empowerment programs with the main goal of increasing community income and welfare through strengthening Microfinance Institutions (MFIs), developing entrepreneurial culture, mobilizing community participation and other productive economic business activities based on local and sustainable resources. The service method used is through the mentoring method with an Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The results of the service show that KPI Mina Kepis has received the support of the community and the government, as evidenced by receiving donations of funds and assistance from Bank Indonesia and assistance and training in fish farming, in collaboration with UGM so that KPI Mina Kepis gradually moves towards independence. The results achieved by KPI Mina Kepis to date have received encouraging achievements and the results of fish sales, both fish consumption and fish seeds, have increased, These results can help members' income and improve their well-being.
Pengaruh Fasilitas Moda Transportasi Darat Terhadap Kepuasan Penumpang Pamujianto, Slamet; Purnomo, Cahya; Astriawati, Ningrum; Pratiwi, Pratiwi; Sumardi, Sumardi
Jurnal Baruna Horizon Vol 7 No 2 (2024): JURNAL BARUNA HORIZON
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52310/jbhorizon.v7i2.149

Abstract

Moda transportasi darat merupakan salah satu komponen penting dalam sistem transportasi yang memainkan peran vital dalam mobilitas manusia dan distribusi barang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fasilitas: (1) keselamatan perjalanan, (2) kebersihan dalam bus, dan (3) keamanan perjalanan terhadap kepuasan penumpang secara bersama - sama dan manakah yang berpengaruh dominan terhadap kepuasan penumpang bus Trans Jogja trayek 14. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan dilakukan pada pelajar MAN 2 Sleman dengan populasi 500 Siswa, pengukuran sampel menggunakan Rumus Solvin sebanyak 100 orang. Pengambilan data primer menggunakan kuisioner, analisis data digunakan Regresi Linear Berganda. Hasil dari penelitian ini nilai Adjusted R Square diperoleh bahwa Keselamatan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan penumpang, dengan nilai sebesar 21,9%, Kebersihan berpengaruh signifikan sebesar 11,9% dan Keamanan berpengaruh signifikan sebesar 3,4%, kemudian dari hasil R2 keseluruhan diperoleh sebesar 0,337 yang berarti variabel keselamatan, kebersihan, kemanan memiliki pengaruh terhadap kepuasan penumpang sebesar 33,7% sisanya 66,3% dipengaruhi faktor lain diluar penelitian ini. Kesimpulan bahwa seluruh variabel berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan penumpang dan variabel yang paling berpengaruh dominan yaitu variabel keselamatan
Penerapan Strategi Marketing Mix 7P pada Divisi Transportasi Angkutan Barang PT. KAI DAOP 6 Yogyakarta Pamujianto, Slamet; Pratama, Himawan Aditya; Simatupang, Sovi Hotria
Prospek: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/pjmb.v7i1.100914

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi bauran pemasaran divisi angkutan barang PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta dalam meningkatkan penjualan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian adalah pimpinan dan beberapa pejabat divisi angkutan barang sebanyak 6 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan dengan penerapan strategi bauran pemasaran pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta pada divisi angkutan barang telah berhasil meningkatkan penjualan jasa angkutan barang. Strategi ini melibatkan berbagai aspek, seperti produk yang berkualitas, harga yang terjangkau dan kompetitif, saluran distribusi yang efisien, promosi yang efektif, pelayanan yang baik, proses yang efisien, dan bukti fisik yang menarik. Dengan pendekatan yang komprehensif tersebut, divisi angkutan barang mampu meraih keunggulan kompetitif di pasar angkutan barang.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Promosi Penjualan Terhadap Volume Penjualan Suretybond PT. Parolamas Cabang Jayapura Slamet Pamujianto; Ningrum Astriawati; Handoyo Widyanto; Fatrodin Fatrodin; Sumardi Sumardi
Jurnal Riset dan Inovasi Manajemen Vol. 1 No. 4 (2023): November: Jurnal Riset dan Inovasi Manajemen
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jrim-widyakarya.v1i4.1458

Abstract

Surety bond insurance issuance services are an important sector in the construction and service industry, because they involve insurance institutions on the quality and success of projects to clients. This study aims to determine the effect of service quality and sales promotion on Suretybond sales volume at PT. Parolamas Jayapura branch quality of service and sales promotion to the sales volume of suretybond PT. Parolamas Jayapura branch. The sample taken in this study was 100 respondents with random sample. The data analysis technique in this study uses multiple linear regression analysis with simultaneous regression test (F-test) and partial regression test (t-test). The results showed that there was a positive influence of service quality and sales promotion on the sales volume of suretybond PT. Parolamas Jayapura Branch. Quality of service and promotion is able to explain Sales volume by 81.1%, while for 18.9% sales volume is influenced by variables other than service quality and sales Promotion.
PENGGERAKAN PARTISIPASI WARGA PRINGWULUNG MELALUI PENDAMPINGAN PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW Slamet Pamujianto; Wegig Pratama; Himawan Aditha Pratama; Ade Chandra Kusuma; Saptana Tri Prasetiawan
Servis : Jurnal Pengabdian dan Layanan kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/servis.v4i2.226

Abstract

Masyarakat di Pedukuhan Pringwulung, khususnya RW 40, menghadapi tantangan berupa degradasi interaksi sosial dan rendahnya partisipasi dalam kegiatan kolektif akibat penetrasi gaya hidup individualis urban serta potensi gesekan sentimen keagamaan. Pengabdian ini bertujuan untuk merekonstruksi modal sosial dan meningkatkan partisipasi aktif warga melalui pendampingan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dikelola secara partisipatif. Metode yang diterapkan adalah Participatory Action Research (PAR) yang mencakup siklus teknis To Know (pemetaan), To Understand (analisis pohon masalah), To Plan (matriks rencana kerja), To Act (aksi kolektif), dan To Change (refleksi kritis). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat kehadiran warga dalam kegiatan kolektif dibandingkan periode sebelumnya. Keberhasilan konkret ditandai dengan terbentuknya kepanitiaan partisipatif yang mensinergikan berbagai unsur masyarakat, meliputi pengurus Yayasan An-Nur, remaja masjid, kelompok pengajian perempuan, hingga perangkat RT/RW. Proses ini berhasil mentransformasi posisi warga dari objek menjadi subjek penggerak (agency) dengan rasa memiliki (sense of ownership) yang tinggi, yang dibuktikan melalui pembagian tugas terorganisir (enrolment) dan aksi gotong royong lintas gender dalam persiapan teknis hingga manajemen acara. Pengabdian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam menyediakan instrumen teknologi sosial untuk memulihkan relasi antarmanusia serta memperkuat kohesi sosial menuju tata kehidupan masyarakat yang lebih harmonis dan berkelanjutan.
Digitalisasi Tata Kelola Pelabuhan dengan menganalisis Efektivitas Sistem Inaportnet dalam Proses Clearance In dan Clearance Out pada Pelabuhan Kawasan Perdagangan Bebas. Nova Adelia Putri Aryanti; Slamet Pamujianto; Slamet Pamujianto; Vivid Dekanawati; Handoyo Widiyanto; Natal NT Nainggolan
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.195

Abstract

Implementasi sistem informasi digital dalam sektor maritim ditujukan untuk mereduksi birokrasi serta meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem Inaportnet dan Simlala dalam proses Clearance In dan Clearance Out kapal asing, dengan studi kasus pada MV. Seacon Yokohama di Pelabuhan Sarana Citra Nusa (SCN) Kabil, Batam. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif selama empat bulan, wawancara mendalam dengan praktisi keagenan kapal, serta dokumentasi sistemik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun digitalisasi telah mengintegrasikan berbagai dokumen administrasi melalui sistem satu pintu, efisiensi operasional masih terkendala oleh ketergantungan pada verifikasi manual serta instabilitas infrastruktur jaringan. Ditemukan pula fenomena "birokrasi digital paralel," di mana koordinasi informal melalui platform pesan instan tetap diperlukan untuk mempercepat persetujuan otoritas. Penelitian ini berkontribusi dalam memetakan tantangan transisi digital di kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) dan merekomendasikan perlunya integrasi sistem yang lebih otonom serta penguatan infrastruktur teknologi guna meminimalkan dwelling time.   The implementation of digital information systems in the maritime sector aims to reduce bureaucracy and enhance port operational efficiency. This study evaluates the efficacy of the Inaportnet and Simlala systems in the Clearance In and Clearance Out processes for foreign vessels, focusing on the case of MV. Seacon Yokohama at Sarana Citra Nusa (SCN) Kabil Port, Batam. Employing a descriptive qualitative method with a case study approach, data were gathered through four months of participatory observation, in-depth interviews with ship agency practitioners, and systemic documentation. The findings indicate that while digitalization has integrated various administrative documents into a single-window system, operational efficiency remains hindered by a reliance on manual verification and network infrastructure instability. A unique phenomenon of "parallel digital bureaucracy" was identified, where informal coordination via instant messaging platforms is still required to expedite authority approvals. This research contributes to the understanding of digital transition challenges in Free Trade Zone (FTZ) ports and recommends the necessity for more autonomous system integration and strengthened technological infrastructure to minimize dwelling time.
Digitalisasi Tata Kelola Pelabuhan dengan menganalisis Efektivitas Sistem Inaportnet dalam Proses Clearance In dan Clearance Out pada Pelabuhan Kawasan Perdagangan Bebas. Nova Adelia Putri Aryanti; Slamet Pamujianto; Slamet Pamujianto; Vivid Dekanawati; Handoyo Widiyanto; Natal NT Nainggolan
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.195

Abstract

Implementasi sistem informasi digital dalam sektor maritim ditujukan untuk mereduksi birokrasi serta meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem Inaportnet dan Simlala dalam proses Clearance In dan Clearance Out kapal asing, dengan studi kasus pada MV. Seacon Yokohama di Pelabuhan Sarana Citra Nusa (SCN) Kabil, Batam. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif selama empat bulan, wawancara mendalam dengan praktisi keagenan kapal, serta dokumentasi sistemik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun digitalisasi telah mengintegrasikan berbagai dokumen administrasi melalui sistem satu pintu, efisiensi operasional masih terkendala oleh ketergantungan pada verifikasi manual serta instabilitas infrastruktur jaringan. Ditemukan pula fenomena "birokrasi digital paralel," di mana koordinasi informal melalui platform pesan instan tetap diperlukan untuk mempercepat persetujuan otoritas. Penelitian ini berkontribusi dalam memetakan tantangan transisi digital di kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) dan merekomendasikan perlunya integrasi sistem yang lebih otonom serta penguatan infrastruktur teknologi guna meminimalkan dwelling time.   The implementation of digital information systems in the maritime sector aims to reduce bureaucracy and enhance port operational efficiency. This study evaluates the efficacy of the Inaportnet and Simlala systems in the Clearance In and Clearance Out processes for foreign vessels, focusing on the case of MV. Seacon Yokohama at Sarana Citra Nusa (SCN) Kabil Port, Batam. Employing a descriptive qualitative method with a case study approach, data were gathered through four months of participatory observation, in-depth interviews with ship agency practitioners, and systemic documentation. The findings indicate that while digitalization has integrated various administrative documents into a single-window system, operational efficiency remains hindered by a reliance on manual verification and network infrastructure instability. A unique phenomenon of "parallel digital bureaucracy" was identified, where informal coordination via instant messaging platforms is still required to expedite authority approvals. This research contributes to the understanding of digital transition challenges in Free Trade Zone (FTZ) ports and recommends the necessity for more autonomous system integration and strengthened technological infrastructure to minimize dwelling time.
Analisis Manajemen Resiko Menggunakan Metode COSO ERM Dalam Kegiatan Bongkar Muat Barang (Studi Kasus: Kegiatan Bongkar Muat Barang di PT. Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Panjang) Slamet Pamujianto; Faqih Muzakki; Himawan Aditya Pratama; Umar Abdul Aziz; Handoyo Widiyanto
Jurnal Baruna Horizon Vol 8 No 2 (2025): JURNAL BARUNA HORIZON
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52310/jbhorizon.v8i2.312

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the implementation of risk management based on the Committee of Sponsoring Organizations Enterprise Risk Management (COSO ERM) in loading and unloading activities at PT. Pelabuhan Tanjung Priok, Panjang Branch. The method used was descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results indicate that the application of COSO ERM assists in the identification and management of operational risks. During cement unloading, risks include accidents and being struck by cement bags. During oil palm kernel meal loading, risks identified include truck overturning due to overloading, damage to hatch ladders, and the potential for workers to be struck by oil palm kernel meal nets. The study's conclusions confirm that COSO ERM can be an effective framework for managing loading and unloading risks, although improvements are needed in supervision, work facilities, and the presentation of safety procedures.