Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran konseling spiritual dalam proses pemulihan pasien napza di rumah sakit jiwa Nurul Pazila; Azni; Siti Hazar Sitorus; Nurjanis; Silawati
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810712100

Abstract

Proses pemulihan pasien penyalahgunaan NAPZA tidak cukup ditangani secara medis-fisik semata, tetapi memerlukan penguatan dimensi mental dan spiritual untuk mencegah kekambuhan (relapse). Penelitian ini bertujuan menganalisis peran konseling spiritual dalam membangun resiliensi dan kesadaran diri pasien, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di Instalasi Rehabilitasi NAPZA Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Provinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan enam informan (satu konselor, satu pembimbing keagamaan/ustadz, dan empat residen: AD, NM, EK, ZP) yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik yang diverifikasi menggunakan daftar ceklis. Hasil penelitian menunjukkan enam peran konseling spiritual, yaitu pemulihan psikologis-fisik, restorasi identitas diri, penenangan kondisi psikologis, pembangunan kesadaran diri dan motivasi, penguatan resiliensi, serta pembentukan karakter dan perubahan perilaku. Faktor pendukung meliputi sinergi institusional dan sarana, kompetensi serta empati pembimbing, dan motivasi internal residen; sedangkan faktor penghambat meliputi kendala fisiologis pascaputus zat, resistensi psikologis (self-stigma), dan fluktuasi emosional. Disimpulkan bahwa konseling spiritual berperan sebagai mekanisme koping religius yang menstabilkan emosi dan memperkuat daya tahan mental residen.
Psikoedukasi Literasi Kesehatan Mental: Gangguan Psikologis Pada Mahasiswa LAILATUL IZZAH; Silawati; Raspan Hamdi; Eva Yuliza; Sepna Fanny
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i1.2848

Abstract

Lack of knowledge about Mental Health, Psychological Disorders, can lead to a lack of ability to identify specific mental health problems, the emergence of misconceptions and attitudes about mental health issues, and the lack of proper behavior when dancing abntuation. The dedication to the psychoeducational literacy theme Mental Health: Psychological Disorder aims to enable students to understand mental health issues: psychological disorders, have the right beliefs and perceptions about mental health problems: psychologic disorder, and change the way they seek help for mental health problem: psychical disorder. At UIN Suska Riau, our process consists of pre-tests, lectures on mental health (affective disorders), discussions and psychological consultations for students, and then post-test. Average pretest score of 1130 and an average posttest score of 1330 indicates that psycho-educational activities aimed at improving mental health literacy: Psychological disorders in students are achieved. An increase in the posttest value compared to the pretest value shows this.