Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KETRAMPILAN KADER POSYANDU BALITA TENTANG STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) Sari, Tria Puspita; Haryanti, Rusiana Sri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan balita berlangsung sangat cepat sebagai landasan perkembangan berikutnya yang menentukan masa depan anak. Sekitar 5-10% anak di bawah 5 tahun diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Sebagian besar balita dapat mengalami masalah perkembangan apabila tidak dilakukan pemeriksaan dengan instrument standar. Pemantauan tumbuh kembang anak usia dini merupakan bagian dari tugas kader posyandu.. Pemantauan tumbuh kembang balita merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas anak dan merupakan salah satu program dari Kemenkes RI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketrampilan kader posyandu balita tentang Stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) Desain penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif , dengan pengambilan sample total sampling dari kader posyandu balita Margi sehat 1 dan 2 RW 04 Kadipiro Surakarta yang berjumlah 21 responden. Instrument penelitian berupa ceklist dan analisis yang digunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan 21 kader (100%) mempunyai ketrampilan kurang. Ketrampilan kader tentang SDIDTK dinyatakan kurang karena kader tidak melakukan pemantauan tumbuh kembang secara lengkap, yaitu hanya melakukan sebatas pengukuran berat badan dan tinggi badan. Pengukuran SDIDTK yang dilakukan oleh kader sesuai standar penilaian tumbuh kembang yaitu pengukuran BB, TB, Lingkar kepala, KPSP,TDD dan TDL. Kesimpulan ketrampilan kader tentang SDIDTK dinyatakan kurang sehingga diharapkan adanya pelatihan dan pendampingan kader dalam pemantauan SDIDTK.
Motivasi Remaja Putri terhadap Sadari, Breast Examination, Vaginal Examination dan Gizi Remaja dalam Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi Sari, Tria Puspita; Haryanti, Rusiana Sri; Zulfatunnisa, Nevia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman remaja khususnya remaja putri tentang kesehatan reproduksi merupakan bekal dalam berprilaku sehat, namun tidak semua remaja putri memperoleh informasi yang cukup dan benar tentang kesehatan reproduksi. Bagi remaja putri kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk diketahui antara lain Sadari, breast examination, vaginal examination dan gizi bagi Remaja. Hal tersebut sangatlah penting dilakukan remaja putri karena mengingat banyaknya kejadian remaja yang terkena kanker payudara dan masalah kesehatan reproduksi lainnya seperti keputihan, dismenorhea dan anemia. Remaja dengan usia 15-20 tahun memiliki kecenderungan terkena kanker payudara. Oleh karena itu dengan melakukan sadari akan menurunkan tingkat kematian akibat kanker payudara sampai 20% . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motivasi remaja putri terhadap sadari, breast examination, vaginal examination dan gizi remaja dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi. Desain penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif, sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta sejumlah 30 siswa. Teknik sampling menggunakan total sampling, Instrument penelitian berupa kuesioner tertutup dan analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan 33% siswi di SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta mempunyai motivasi sedang, dan 67 % mempunyai motivasi kuat dalam melakukan pemeliharaan kesehatan reproduksi. Meskipun sebagian besar mempunyai motivasi yang cukup tinggi dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi, hasil survey diperoleh masih banyak siswi yang belum menerapkan sadari, breast examination dan vaginal examination di kehidupan sehari-hari. Kesimpulan sebagian besar siswi SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta mempunyai motivasi tinggi dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi. Untuk meningkatkan motivasi remaja putri dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi, perlu adanya dukungan dari orang tua dan pihak sekolah, sehingga dari hasil tersebut diharapkan adanya penyuluhan atau peer education tentang pemeliharaan kesehatan reproduksi pada remaja putri khususnya dalam menerapkan teknik sadari, breast examination, vaginal examination dan gizi pada remaja.
Gambaran Loving Touch Baby Massage terhadap Pola Tidur Batita Haryanti, Rusiana Sri; Sari, Tria Puspita; Dewi, Wiwik Puspita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur nyenyak sangat penting bagi pertumbuhan bayi, karena saat tidur pertumbuhan otak bayi mencapai puncaknya. Saat tidur pertumbuhan otak mencapai puncaknya dan hormon pertumbuhan diproduksi tiga kali lebih banyak dibandingkan pada saat bangun, Namun kenyataannya dalam suatu penelitian ditemukan 51,3% bayi mengalami gangguan tidur, 42% bayi tidur malam dan tidur siangnya. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tidur balita adalah dengan pijat bayi. Pijat bayi yang dilakukan untuk mengurangi masalah pada anak, seperti susah tidur, berat badan kurang/ tidak meningkat, sakit persendian, gangguan dalam perkembangan dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola tidur balita setelah dilakukan baby massage (pijat bayi). Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel 50 balita di baby smile Karanganyar dengan kriteria tertentu yang sudah di tentukan oleh peneliti. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian didapatkan hasil 16% balita tidak mengalami riwayat gangguan tidur dan 84% balita mengalami riyawat ganggguan tidur berupa lama tidur berkurang, bayi terbangun semalam lebih dari 3 kali dengan waktu lebih dari satu jam untuk tidur kembali, dan tidur tidak nyenyak. Setelah dilakukan loving touch baby massage, 96 % balita dengan gangguan pola tidur mengalami perubahan pola tidur yang lebih baik dan 4 % balita mengalami pola tidur yang tetap. Kesimpulan penelitian ini adalah Pola tidur balita setelah dilakukan loving touch baby massage,mengalami perubahan yang lebih baik yaitu frekuensi tidurnya teratur, tidur lebih lama dan kualitas tidurnya lebih nyenyak.
Studi Korelasi Pengetahuan Gizi dan Praktek Gizi Seimbang Dengan Status Gizi Remaja Putri Wijayanti Wijayanti; Rusiana Sri Haryanti
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 2 No. 1 (2024): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v2i1.217

Abstract

Adolescent girls with good nutritional status are one of the efforts to prevent stunting. Indonesia is faced with three burdens of nutritional problems, namely the high prevalence of stunting, wasting, obesity and anemia. Good nutritional status can be realized if balanced nutrition practices are carried out properly. The practice of balanced nutrition is a response to balanced nutrition knowledge in consuming balanced foods and behaving in a healthy life The purpose of the .to determine the correlation of nutritional knowledge and and practice of balanced nutrition with the nutritional status of adolescent girls. survey research with Cross Sectional approach. The research was conducted at MAN 1 Surakarta, January – June 2023. The number of samples seemed to be 30 people. Sampling using purposive sampling. Data collection using questionnaires, Height measurement (TB) with Microtoise staturmeter and Weight measurement (BB) with manual weight scale. The statistical test was performed univariately, bivariately with Chi Square test (ɑ = 0.05). A significant relationship between the level of nutritional knowledge and balanced nutrition practices (r: 0.434), a significant relationship between the level of nutritional knowledge and nutritional status (r: 0.596), a significant relationship between balanced nutrition practices and nutritional status (r: 0.486). There is a significant relationship between the level of nutritional knowledge, balanced nutrition practices and nutritional status with moderate closeness