Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Virgin Coconut Oil (Vco) dengan Tingkat Kejadian Ruam Popok Pada Pasien Diare Anak Noviana Nandari; Nurul Istiqomah; Rusiana Sri Haryanti
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 2 No. 2 (2024): Mei : Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v2i3.105

Abstract

Diarrhea is the second leading cause of death in children under five years of age. According to WHO (2017) worldwide there are approximately 1.7 billion cases of diarrhea in children each year. In Indonesia, the incidence of diarrhea in toddlers is 23.8%, down from the previous year of 28.9%, still not in accordance with the maximum target set at 20%. The incidence of diarrhea in Karanganyar Regency is 15.30%. Children with diarrhea are prone to diaper rash. One of the treatments for the diaper room is using non-pharmacological therapy by administering virgin coconut oil to maintain the moisture of the child's skin. The effectiveness of administering VCO oil in reducing the incidence of diaper rash in children with diarrhea. Pre-experimental design with one group pre-test post-test design, Sampling technique with total sampling and Data analysis using the Wilcoxon test. Obtaining a p value of 0.000 <0.05, the test decision is Ho is rejected, so it is concluded that there is an effect of administering VCO in reducing the incidence of diaper rash in children with diarrhea at the PKU Muhammadiyah Karanganyar Hospital. diaper rash levels after VCO administration decreased compared to diaper rash levels before VCO administration.
Pengaruh Baby Massage terhadap Berat Badan dan Perkembangan Balita Rusiana Sri Haryanti; Puspita Sari, Tria; Puspita Dewi, Wiwik
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 22 No. No 2 (2024): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa golden periode merupakan masa penting dalam perkembangan anak. Salah satu cara untuk merangsang perkembangan dengan pemijatan pada anak (baby massage). Baby massage merupakan pengungkapan rasa kasih sayang antara orang tua dengan anak lewat sentuhan pada kulit. Baby massage bermanfaat untuk mengurangi masalah pada anak, seperti susah tidur, berat badan kurang/ tidak meningkat, sakit persendian, gangguan dalam perkembangan dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh baby massage terhadap berat badan dan perkembangan balita. Metode pada penelitian ini menggunakan desain penelitian preexperimental, dengan rancangan penelitian one group pretest – posttest design. Pengambilan sample menggunakan teknik purposive dengan jumlah 50 responden. Pengukuran berat badan dilakukan menggunakan timbangan digital, sementara perkembangan balita dinilai menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Uji analisis Frieman, didapatkan hasil nilai p= nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan berat badan anak pada bulan ke 1 , ke 2 dan ke 3, dengan demikian terapi pijat anak berpengaruh terhadap peningkatan berat badan balita. Hasil uji mcNemar mendapatkan nilai p=- (karena tidak ada variansi data) yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan perkembangan anak Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh baby massage terhadap berat badan anak.
Analisis Pengetahuan Wanita Karir Tentang Makanan Pendamping ASI pada Bayi Usia 6 sampai 24 Bulan Haryanti, Rusiana Sri; Hidayah, Wiwin Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan pendamping ASI merupakan makanan peralihan dari ASIke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harusdilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya,sesuaidengan kemampuan pencernakan bayi/anak.Pada keadaan biasa,MP-ASI dibuat dari makanan pokok yang disiapkan secara khususuntuk bayi, dan diberikan 2 sampai 3 kali sehari sebelum anak usia12 bulan. Kemudian pemberian ditingkatkan 3 sampai 5 kali seharisebelum anak berusia 24 bulan.MP-ASI harus bergizi tinggi danmempunyai bentuk yang sesuai dengan umur bayi dan anak balita.Peran aktif orang tua terhadap perkembangan anak-anaknya sangatdiperlukan terutama pada saat mereka masih berada dibawah usialima tahun atau balita. Ibu berperan sebagai pendidik pertama danutama dalam keluarga sehingga ibu harus menyadari untukmengasuh anak secara baik sesuai dengan tahapan perkembangananak, termasuk dalam pemilihan makanan pendamping ASI.Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pengetahuan wanitakarir tentang makanan pendamping ASI.Penelitian ini menggunakandesain penelitian deskriptif. Populasinya adalah wanita karir yangmempunyai anak usia 6 sampai 24 bulan di Kelurahan Guli diambilsampel 57 orang dengan teknik simple random sampling. Instrumenpenelitian menggunakan kuesioner dan data yang diperolehdianalisis menggunakan analisis data univariat. Dari anaisis datapengetahuan wanita karir tentang MP-ASI adalah sebagian besarpada kategori cukup yaitu sebanyak 29 orang (51 %), dari 57responden di Kelurahan Guli.Kesimpulan dari penelitian ini adalahsebagian besar wanita karir pada kategori cukup.Kesimpulan daripenelitian ini adalah sebagian besar wanita karir pada kategoricukup.
KETRAMPILAN KADER POSYANDU BALITA TENTANG STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) Sari, Tria Puspita; Haryanti, Rusiana Sri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan balita berlangsung sangat cepat sebagai landasan perkembangan berikutnya yang menentukan masa depan anak. Sekitar 5-10% anak di bawah 5 tahun diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Sebagian besar balita dapat mengalami masalah perkembangan apabila tidak dilakukan pemeriksaan dengan instrument standar. Pemantauan tumbuh kembang anak usia dini merupakan bagian dari tugas kader posyandu.. Pemantauan tumbuh kembang balita merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas anak dan merupakan salah satu program dari Kemenkes RI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketrampilan kader posyandu balita tentang Stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) Desain penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif , dengan pengambilan sample total sampling dari kader posyandu balita Margi sehat 1 dan 2 RW 04 Kadipiro Surakarta yang berjumlah 21 responden. Instrument penelitian berupa ceklist dan analisis yang digunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan 21 kader (100%) mempunyai ketrampilan kurang. Ketrampilan kader tentang SDIDTK dinyatakan kurang karena kader tidak melakukan pemantauan tumbuh kembang secara lengkap, yaitu hanya melakukan sebatas pengukuran berat badan dan tinggi badan. Pengukuran SDIDTK yang dilakukan oleh kader sesuai standar penilaian tumbuh kembang yaitu pengukuran BB, TB, Lingkar kepala, KPSP,TDD dan TDL. Kesimpulan ketrampilan kader tentang SDIDTK dinyatakan kurang sehingga diharapkan adanya pelatihan dan pendampingan kader dalam pemantauan SDIDTK.
Motivasi Remaja Putri terhadap Sadari, Breast Examination, Vaginal Examination dan Gizi Remaja dalam Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi Sari, Tria Puspita; Haryanti, Rusiana Sri; Zulfatunnisa, Nevia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman remaja khususnya remaja putri tentang kesehatan reproduksi merupakan bekal dalam berprilaku sehat, namun tidak semua remaja putri memperoleh informasi yang cukup dan benar tentang kesehatan reproduksi. Bagi remaja putri kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk diketahui antara lain Sadari, breast examination, vaginal examination dan gizi bagi Remaja. Hal tersebut sangatlah penting dilakukan remaja putri karena mengingat banyaknya kejadian remaja yang terkena kanker payudara dan masalah kesehatan reproduksi lainnya seperti keputihan, dismenorhea dan anemia. Remaja dengan usia 15-20 tahun memiliki kecenderungan terkena kanker payudara. Oleh karena itu dengan melakukan sadari akan menurunkan tingkat kematian akibat kanker payudara sampai 20% . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motivasi remaja putri terhadap sadari, breast examination, vaginal examination dan gizi remaja dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi. Desain penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif, sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta sejumlah 30 siswa. Teknik sampling menggunakan total sampling, Instrument penelitian berupa kuesioner tertutup dan analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan 33% siswi di SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta mempunyai motivasi sedang, dan 67 % mempunyai motivasi kuat dalam melakukan pemeliharaan kesehatan reproduksi. Meskipun sebagian besar mempunyai motivasi yang cukup tinggi dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi, hasil survey diperoleh masih banyak siswi yang belum menerapkan sadari, breast examination dan vaginal examination di kehidupan sehari-hari. Kesimpulan sebagian besar siswi SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta mempunyai motivasi tinggi dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi. Untuk meningkatkan motivasi remaja putri dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi, perlu adanya dukungan dari orang tua dan pihak sekolah, sehingga dari hasil tersebut diharapkan adanya penyuluhan atau peer education tentang pemeliharaan kesehatan reproduksi pada remaja putri khususnya dalam menerapkan teknik sadari, breast examination, vaginal examination dan gizi pada remaja.
Gambaran Loving Touch Baby Massage terhadap Pola Tidur Batita Haryanti, Rusiana Sri; Sari, Tria Puspita; Dewi, Wiwik Puspita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur nyenyak sangat penting bagi pertumbuhan bayi, karena saat tidur pertumbuhan otak bayi mencapai puncaknya. Saat tidur pertumbuhan otak mencapai puncaknya dan hormon pertumbuhan diproduksi tiga kali lebih banyak dibandingkan pada saat bangun, Namun kenyataannya dalam suatu penelitian ditemukan 51,3% bayi mengalami gangguan tidur, 42% bayi tidur malam dan tidur siangnya. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tidur balita adalah dengan pijat bayi. Pijat bayi yang dilakukan untuk mengurangi masalah pada anak, seperti susah tidur, berat badan kurang/ tidak meningkat, sakit persendian, gangguan dalam perkembangan dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola tidur balita setelah dilakukan baby massage (pijat bayi). Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel 50 balita di baby smile Karanganyar dengan kriteria tertentu yang sudah di tentukan oleh peneliti. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian didapatkan hasil 16% balita tidak mengalami riwayat gangguan tidur dan 84% balita mengalami riyawat ganggguan tidur berupa lama tidur berkurang, bayi terbangun semalam lebih dari 3 kali dengan waktu lebih dari satu jam untuk tidur kembali, dan tidur tidak nyenyak. Setelah dilakukan loving touch baby massage, 96 % balita dengan gangguan pola tidur mengalami perubahan pola tidur yang lebih baik dan 4 % balita mengalami pola tidur yang tetap. Kesimpulan penelitian ini adalah Pola tidur balita setelah dilakukan loving touch baby massage,mengalami perubahan yang lebih baik yaitu frekuensi tidurnya teratur, tidur lebih lama dan kualitas tidurnya lebih nyenyak.
Studi Korelasi Pengetahuan Gizi dan Praktek Gizi Seimbang Dengan Status Gizi Remaja Putri Wijayanti Wijayanti; Rusiana Sri Haryanti
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 2 No. 1 (2024): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v2i1.217

Abstract

Adolescent girls with good nutritional status are one of the efforts to prevent stunting. Indonesia is faced with three burdens of nutritional problems, namely the high prevalence of stunting, wasting, obesity and anemia. Good nutritional status can be realized if balanced nutrition practices are carried out properly. The practice of balanced nutrition is a response to balanced nutrition knowledge in consuming balanced foods and behaving in a healthy life The purpose of the .to determine the correlation of nutritional knowledge and and practice of balanced nutrition with the nutritional status of adolescent girls. survey research with Cross Sectional approach. The research was conducted at MAN 1 Surakarta, January – June 2023. The number of samples seemed to be 30 people. Sampling using purposive sampling. Data collection using questionnaires, Height measurement (TB) with Microtoise staturmeter and Weight measurement (BB) with manual weight scale. The statistical test was performed univariately, bivariately with Chi Square test (ɑ = 0.05). A significant relationship between the level of nutritional knowledge and balanced nutrition practices (r: 0.434), a significant relationship between the level of nutritional knowledge and nutritional status (r: 0.596), a significant relationship between balanced nutrition practices and nutritional status (r: 0.486). There is a significant relationship between the level of nutritional knowledge, balanced nutrition practices and nutritional status with moderate closeness