Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EFEKTIVITAS EDUKASI MEDIA LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN EFIKASI DIRI IBU PRIMIPARA DALAM PERAWATAN BAYI BARU LAHIR 48 JAM DI UPTD RSUD RAJA MUSA SUNGAI GUNTUNG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Anngun Hartiningsih; Fatma Nadia; Wira Ekdeni Aifa; Yesi Septina Wati
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1184

Abstract

Primiparous mothers are in a critical phase that often triggers anxiety due to a lack of mental readiness in caring for newborns after delivery. This study aimed to find out the effectiveness of leaflet media education in increasing the self-efficacy of primiparous mothers in newborn care at UPTD RSUD Raja Musa Sungai Guntung, Indragiri Hilir Regency. This research is experimental with a pre-experiment design using a one group pretest-posttest plan. The population consisted of 25 primiparous mothers who had already given birth at UPTD RSUD Raja Musa, using total sampling technique. Data were collected using a questionnaire on the self-efficacy of primiparous mothers regarding newborn care. The results of the univariate analysis showed that before being given education with the leaflet, the majority of respondents had low maternal self-efficacy at 52%, and after being given education with the leaflet, 60% had good knowledge. The Wilcoxon Signed Rank Test obtained a Z value of -4.377 and an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000, which is smaller than 0.05 (p = 0.000 < 0.05), indicating that using the leaflet is effective for primiparous mothers' self-efficacy in newborn care within 48 hours. Therefore, it is hoped that health workers at UPTD RSUD Raja Musa can use the leaflet as one of the standard educational media provided to primiparous mothers starting from the postpartum care period.   Ibu Primipara merupakan fase kritis yang sering memicu kecemasan akibat ketidaksiapan mental dalam merawat bayi baru lahir setelah persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi media leaflet dalam meningkatan efikasi diri ibu prmipara dalam perawatan bayi baru lahir di UPTD RSUD Raja Musa Sungai Guntung Kabupaten Indragiri Hilir. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen dengan desain pre experiment dengan rancangan one group with pretest-posttest. Populasi berjmlah 25 orang ibu prmipara yang sudah melakukan persalinan di UPTD RSUD Raja Musa, dengan menggunakan Teknik total sampling. Data dikumpul menggunakan kuesioner tentang Efikasi diri Ibu primipara tentang perawatan bayi baru lahir. Hasil analisis univariat mayoritas responden sebelum diberikan edukasi dengan leaflet efikasi diri ibu yang kurang sebanyak 52% dan sudah diberikan edukasi dengan leaflet memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 60%. %. Uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Z = -4,377 dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p = 0,000 < 0,05) yang menunjukkan penggunaan media Leaflet efektif terhadap Efikasi diri ibu primipara dalam perawatan bayi baru lahir 48 jam. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan UPTD RSUD Raja Musa dapat menjadikan media leaflet sebagai salah satu media edukasi standar yang diberikan kepada ibu primipara sejak masa perawatan postpartum.
EFEKTIVITAS KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA N 03 LANGGAM KECAMATAN LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN Fitri Yani; Fajar Sari Tanberika; Fatma Nadia; Nurhidaya Fitri
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1185

Abstract

Dysmenorrhea is pain experienced during menstruation caused by increased prostaglandin production, which leads to excessive uterine contractions. Dysmenorrhea pain can interfere with the academic activities, concentration, and quality of life of adolescent girls. One non-pharmacological measure to alleviate this pain is the application of warm compresses. This study aimed to determine the effect of warm compresses on reducing dysmenorrhea pain intensity among adolescent girls at SMA Negeri 03 Langgam. A quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was employed. The study sample consisted of 40 respondents selected via total sampling. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale before and after the application of warm compresses. Data analysis was conducted using the paired-sample t-test with a significance level of α = 0.05. The results showed that the mean pain intensity was 3.23 ± 1.143 before the warm compress application and decreased to 0.28 ± 0.554 afterward. Statistical analysis yielded a t-value of 24.898 (p < 0.001), indicating a significant effect of warm compresses on reducing dysmenorrhea pain intensity; thus, it can be concluded that warm compresses are effective in reducing dysmenorrhea pain intensity among adolescent girls. Warm compresses are recommended as a safe, simple, cost-effective, and self-administered non-pharmacological therapy to help alleviate menstrual pain.   Dismenore merupakan nyeri yang dirasakan saat menstruasi akibat peningkatan produksi prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus berlebihan. Nyeri dismenore dapat mengganggu aktivitas belajar, konsentrasi, serta kualitas hidup remaja putri. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri adalah pemberian kompres hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 03 Langgam. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 40 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum pemberian kompres hangat adalah 3,23 ± 1,143, sedangkan setelah pemberian kompres hangat menurun menjadi 0,28 ± 0,554. Hasil uji statistik  menunjukkan nilai t = 24,898 dengan p < 0,001, yang menunjukkan ada pengaruh signifikan pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri, dapat disimpulkan pemberian kompres hangat efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Kompres hangat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis yang aman, mudah, murah, dan dapat dilakukan sendiri untuk membantu mengurangi nyeri menstruasi.