Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DI SD NURUL HIKMAH BABAT Indah Fajrotuz Zahro; Dania Masrotun Navisa
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i1.6627

Abstract

Peran orang tua dalam memotivasi belajar anaknya yaitu; orang tua mempunyai tugas untuk menyayangi anak-anaknya. menjaga ketentraman dan ketenangan lingkungan rumah serta menyiapkan ketenangan jiwa anak-anak. saling menghormati antara orang tua dan anak, serta orang tua harus menjaga hak-hak hukum mereka terkait dengan diri mereka dan orang lain. Peran orang tua dalam pendidikan akan menentukan keberhasilan bagi pendidikan anak-anaknya yaitu pendidik, pendorong/motivator dan fasilitator.
Bimbingan Kelompok Sosiodrama untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Siswa Kelas X OTKP SMKN Ngraho Bojonegoro Rizky Amalia; Indah Fajrotuz Zahro
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1672.325 KB) | DOI: 10.53915/jbki.v2i1.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok teknik sosiodrama untuk meningkatkan perilaku prososial siswa Kelas X OTKP SMKN Ngraho Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental, dengan desain eksperimen pre-post test one group desain, yaitu eksperimen yang dilakukan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa X OTKP SMKN Ngraho Bojonegoro. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yakni dengan mengambil sampel dari siswa X OTKP yang memiliki perilaku prososial rendah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala perilaku prososial yang berupa skala likert sebanyak 32 item pernyataan dengan 4 alternatif pilihan jawaban. Sebelum diberikan kepada sampel penelitian, instrumen diujicobakan lalu diuji validitas dengan menggunakan SPSS rumus Product Moment selanjutnya diuji reliabilitas dengan menggunakan SPSS rumus Alpha Cronbach. Setelah diuji validitas dan reliabilitas dilakukan penelitian dengan menyebarkan instrumen kepada sampel penelitian sebagai pretes yang selanjutnya diketahui siswa yang termasuk dalam kategori perilaku prososial tinggi, sedang dan rendah. Selanjutnya dilakukan bimbingan kelompok teknik sosiodrama sebagai treatment sebanyak 6 kali. Berdasarkan perhitungan skor rata-rata pretes sebesar 53,25 dan rata-rata postes sebesar 93,13. Sehingga dapat dikatakan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dapat meningkatan perilaku prososial pada siswa kelas X OTKP SMKN Ngraho Bojonegoro.
Pembinaan Akhlak Melalui Pendekatan Behavior Abd Hafid; Indah Fajrotuz Zahro; Rosichul Anami Al-Husain
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.931 KB) | DOI: 10.53915/jbki.v2i2.234

Abstract

Sekolah merupakan pusat perubahan; baik perubahan secara fikiran dan maupun perubahan tingkah laku. Salah satu faktor utama melestarikan hidup islami ialah memasukkan nilai-nilai islam dalam sistem pendidikan. Masuknya pendekatan behavioristik dalam program pendidikan dirasa perlu untuk membantu membina akhlak siswa agar meraka lebih baik dalam belajar dan kepribadiannya. Termasuk pembinaan akhlak siswa. Pendekatan behavior memiliki berbagai macam teknik menangani masalah seperti token ekonomi, overcorrection dan lain sebagainya. Sebagai pendekatan yang telah banyak digunakan, tentunya pendekatan konseling behavioral memberi banyak keuntungan pada konseli atau klien yang ditangani, sehingga keunggulan dari pendekatan ini tidak perlu diragukan lagi. Akan tetapi, beberapa penelitian menyebutkan bahwa pendekatan konseling behavioral bukanlah tanpa kekurangan. Ibarat dua sisi mata pisau, disatu sisi dapat membantu pekerjaan seseorang, namun juga dapat melukai orang yang menggunakannya. Penelitian ini menggunakan metodelogi penelitian pendekatan kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang diamati. Sedangkan pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi.
SELF MANAGEMENT MAHASISWA AKHIR STAI ATTANWIR YANG SUDAH MENIKAH DALAM MENYELESAIKAN TUGAS AKHIR Siti Puji Utami; Indah Fajrotuz Zahro
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i1.9048

Abstract

This study aims to determine the self-management of final students at STAI Attanwir who are married in completing their final assignment. This study uses a phenomenological qualitative research method. The population in this study were STAI Attanwir students who were married as many as 27 students and with the simple random sampling technique, 15 students were determined as the primary data source. While secondary data sources were obtained from 4 students, journals and documentation. This researcher uses structured interview methods, non-participant observation, and documentation. Data analysis techniques developed by Miles & Huberman. While the validity of the data in this study uses triangulation. The research results obtained show that there are four factors that influence the self-management of STAI Attanwir students who are married in completing their final assignment, namely healthy factors, skills, action and identity. The most influential factor in self-management in completing the final assignment is identity, where by knowing their role as a student, students will complete their final assignment by dividing the roles they play daily. While there are four aspects that influence the self-management of STAI Attanwir students who are married in completing their final assignment, namely self motivation, self organization, self control, and self development. The aspect that most influences is self-development. Where students realize that self-development can support the career that they are currently or will have after graduating from college, in addition to the usefulness of the knowledge they gain in lectures for their role as wives and mothers.
Penerapan Pendekatan Behavioral dengan Teknik Modeling untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Tunagrahita SDLB Negeri Sumbang Bojonegoro Abd. Hafid; , Indah Fajrotuz Zahro; Devi Anjar Kasih
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2023): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v14i1.341

Abstract

Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki IQ dibawah rata-rata, oleh sebab itu anak tunagrahita sulit berkembang dan lemah dalam segi intelektual anak tunagrahita juga mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari saja mereka sangat bergantung kepada orang lain. Dilihat dari segi lainnya ank tunagrahita adalah anak yang bisa dibimbing dan diubah sedikit demi sedikit menjadi lebih mandiri. Oleh sebab itu dibutuhkannya guru atau pendamping untuk melakukan bimbingan kemandirian dengan teknik behaviour. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemandirian anak tunagrahita di SLB Negeri Sumbang Bojonegoro. Untuk mengetahui apa saja hambatan saat pelaksanaan bimbingan, dan untuk mengetahui bagaimana hasil setelah dilakukannya bimbingan dengan pendekatan behavioral. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif merupakan suatu proses kegiatan penelitian yang menggambarkan secara keseluruhan dari data-data yang ada, tanpa menggunakan rumusan-rumusan statistika atau pengukuran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada fase perlakuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan kemandirian di SLB Negeri Sumbang Bojonegoro.
Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Penyesuaian Diri Santri di Pondok Pesantren Novi; Muhimmatul Hasanah; Indah Fajrotuz Zahro
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 16 No. 1 (2021): April : Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.526 KB) | DOI: 10.55352/uq.v16i1.350

Abstract

This researcher aims to examine the effect of peer support on the adjustment of students at the Al-Adawiyyah Islamic boarding school for the daughter of Sunan Drajat. The approach used in this research is a quantitative approach with a simple linear regression type of research. The research sample was 65 in the al-adawwiyyah dormitory of the Sunan Drajat Islamic boarding school. The instrument of this study used a peer social support scale and a self-adjustment scale. The data analysis technique used statistics and hypothesis testing using a simple linear regression test. It begins with the assumption test, the Kolmogrov-Smirnov normality test and the linearity test. Based on the table of the results of the regression coefficient test, it can be seen that the value of t = 0.163, in addition to the Sig column or the independent significance variables and constants, the significance level is below 0.05. It can be obtained from the results of the R Square value or the value of the coefficient of determination of 0.553 or 55.3%. This means that peer social support has a significant effect on self- adjustment. In knowing how much the variables of peer social support affect the adjustment variable in the al-adawiyyah boarding school students of the Sunan Drajat Islamic boarding school. The subject level is in the medium category, as many as 5 students with a percentage of 8%. Meanwhile, the subject in the high category was 60 students with a percentage of 92%. In the peer social support scale, none of them fall into the low category. Through this norm, it can be seen that the subjects in this study were students who had significantly high peer social support, but the subjects tended to have peer social support.
Optimalisasi Kecerdasan Bahasa Anak Usia Dini melalui Metode Bermain Peran Indah Fajrotuz Zahro; Nurul Azizah Ria Kusrini
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 1 No 1 (2018): Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.108 KB) | DOI: 10.31538/aulada.v1i1.212

Abstract

Language is one of the important aspects for early childhood development. Language functions as a means of communication as well as being an important means for the lives of children. It is dangerous to be a means for children to be able to interact with each other, share their experiences, and be able to improve intellectually, namely in order to develop their language knowledge and skills. For early childhood it is a period of development that must be fostered and developed so that they can make full use of their language skills. If the guidance, direction, and handling are not appropriate or even not obtained by the child causes language development that is not in accordance with what is expected by parents at home or by educators at school. The methods that can be done to stimulate and optimize children's language intelligence, including the method of question and answer, storytelling, tourist visits and play play (dramatic play). The role playing method consists of playing the role of macro and micro by going through the stages of playing an artificial role, playing with the object, pretending to be related to actions and circumstances, perseverance and oral communication. Based on data analysis and discussion, information can be obtained that the method of playing drama (play dramatically) / role playing is carried out in several stages, namely identifying figures, determining story settings, interpreting stories and values ​​contained, reflection and observation. The application of this technique is expected to provide optimization of early childhood language intelligence.
MERDEKA BERMAIN DENGAN TEKNIK ISLAMIC STORYTELLING FINGERDOLL UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA RA AL-MANSYUR Indah Fajrotuz Zahro
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 4 No 1 (2022): Inovasi Sistem Pembelajaran dan Pendidikan Anak
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.54 KB) | DOI: 10.31538/aulada.v4i1.2587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah merdeka bermain dengan teknik Islamic storytelling fingerdoll dapat meningkatkan perilaku prososial siswa AlMansyur. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan adalah one group pretest posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 siswa jenjang RA B yang diberikan treatment merdeka bermain dengan teknik Islamic storytelling fingerdoll. Sebelum dan setelah treatment, subjek diberikan skala prososial dengan 20 item pernyataan yang disusun dengan bahasa singkat dengan jenis skala guttman dengan 2 alternatif jawaban. Berdasarkan uji validitas dengan rumus product moment diketahui bahwa 20 item valid dengan reliabilitas nilai koefesien alpha cronbach sebesar 0,451 yang berarti cukup reliabel dan dapat dipergunakan sebagai alat pengukuran dalam penelitian. Pada nilai uji mann whitney U test dapat diketahui nilai U = 0,000 dan nilai uji Z yaitu -2,619 dan nilai sig.(2-tailed) adalah 0,009, yang berarti bahwa nilai signifikan untuk data prososial adalah 0,009 < 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa teknik Islamic storytelling finger doll dapat meningkatkan perilaku prososial pada anak RA Al-Mansyur.
KESIAPAN BELAJAR ANAK MEMASUKI SEKOLAH DASAR Indah Fajrotuz Zahro; Abd. Hafid; Eva Nur Fadilah
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 4 No 2 (2022): Sistem Pembelajaran dan Pendidikan Anak
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.93 KB) | DOI: 10.31538/aulada.v4i2.3277

Abstract

This study aims to determine the description of the learning readiness of RA Al Ulum group B students entering elementary school. Researchers used descriptive qualitative research methods with data collection techniques in the form of observations and interviews with primary data sources 19 students and secondary data from teachers and documentation. Based on the results of the study, the readiness of early childhood learning to enter elementary school can be based on the criteria that children must be able to work together and no longer depend a lot on their mother in activities, children are able to make observations, children must be able to realize the interests of others, curiosity, energy who are abundant in social feelings, can think abstractly, have an interest in doing their learning tasks, and are attentive. Based on the results of observations and interviews with research subjects, information was obtained that students of RA Al Ulum Kabalan had the criteria for the maturity of children entering elementary school with the highest category is on the criteria of sufficient student energy, followed by the criteria of curiosity, interest in students' hobbies, awareness of the interests of others, observation skills, social feelings, attachment to parents/caregivers, abstract thinking skills and attention. Children's learning readiness can be done by providing guidance services individually/ groups to support various factors in learning readiness which are not only carried out by teachers in the school environment, but by collaborating with parents to play their roles as teachers, facilitators, motivators and mentors. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kesiapan belajar siswa RA Al Ulum kelompok B memasuki sekolah dasar. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dengan sumber data primer 19 siswa dan data sekunder dari guru dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian Kesiapan belajar anak usia dini memasuki sekolah dasar dapat berdasarkan kriteria anak harus sudah dapat bekerja sama dan tidak lagi banyak tergantung dengan ibunya dalam kegiatan, anak mampu melakukan pengamatan, anak harus sudah mampu menyadari akan kepentingan orang lain, rasa ingin tahu, energi yang melimpah perasaan kesosialan, dapat berpikir abstrak, memiliki minat dalam melakukan tugas belajarnya, dan perhatian. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara subjek penelitian diperoleh infomasi bahwa siswa RA Al Ulum Kabalan memiliki kriteria kematangan anak memasuki sekolah dasar dengan kategori paling tinggi ada pada kriteria energi siswa yang berkecukupan, diikuti dengan kriteria rasa ingin tahu, minat pada kegemaran siswa, kesadaran akan kepentingan orang lain, kemampuan pengamatan, perasaan kesosialan, kelekatan dengan orang tua/ pengasuh, kemampuan berpikir abstrak dan perhatian. Kesiapan belajar anak dapat dilakukan dengan memberikan layanan bimbingan secara individu atau kelompok untuk menunjang berbagai faktor dalam kesiapan belajar yang tidak hanya dilakukan oleh guru di lingkungan sekolah, tetapi dengan bekerjasama dengan orang tua untuk memainkan perannya sebagai guru, fasilitator, motivator dan pembimbing.
Kesiapan Belajar Siswa Mengikuti SNMPTN dalam Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19 Indah Fajrotuz Zahro; Risa Adelia
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.754 KB) | DOI: 10.53915/jbki.v1i1.117

Abstract

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan jalur masuk perguruan tinggi negeri dengan menelusuri prestasi akademik calon mahasiswa dan merupakan ajang paling kompetitif dan penuh tantangan bagi para siswa lulusan SMA. Pada masa pandemi ini hampir 75% siswa belajar dari rumah dan 25% di sekolah mulai pukul 08.00 sampai 11.40 yang menjadikan siswa terkadang kurang menguasai materi pembelajaran. Berdasarkan data pra lapangan diketahui bahwa terdapat beberapa siswa yang kebingungan memilih program studi untuk memasuki perguruan tinggi serta banyak anak yang tidak mempunyai catatan mengenai pelajaran dikarenakan pembelajaran melalui daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan belajar siswa mengikuti SNMPTN dalam pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19. Kesiapan siswa pada penelitian ini adalah adalah kesiapan fisik dan psikologis siswa, kesiapan materiil dan kesiapan keterampilan pengetahuan/ informasi PTN. Adapun populasi penelitian adalah siswa kelas XII SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro yang mendaftar SNMPTN sejumlah 44 siswa dengan teknik sampling berupa sampel total dimana melibatkan 44 siswa yang masuk dalam populasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan instrumen pengumpul data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti ujian masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN memiliki skor 362 dengan persentase rata-rata 73,11 %, berada pada kategori siap. Guru BK berperan untuk mempersiapkan dan membantu siswa untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN secara optimal. Hal ini ditunjukkan oleh adanya penanganan masalah siswa dengan memberikan layanan konseling serta berperan aktif dalam membantu mengoptimalkan potensi siswa melalui berbagai layanan konseling sehingga siswa memiliki gambaran tentang arah masa depannya.