Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Penyesuaian Diri Santri di Pondok Pesantren Novi; Muhimmatul Hasanah; Indah Fajrotuz Zahro
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 16 No. 1 (2021): April : Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.526 KB) | DOI: 10.55352/uq.v16i1.350

Abstract

This researcher aims to examine the effect of peer support on the adjustment of students at the Al-Adawiyyah Islamic boarding school for the daughter of Sunan Drajat. The approach used in this research is a quantitative approach with a simple linear regression type of research. The research sample was 65 in the al-adawwiyyah dormitory of the Sunan Drajat Islamic boarding school. The instrument of this study used a peer social support scale and a self-adjustment scale. The data analysis technique used statistics and hypothesis testing using a simple linear regression test. It begins with the assumption test, the Kolmogrov-Smirnov normality test and the linearity test. Based on the table of the results of the regression coefficient test, it can be seen that the value of t = 0.163, in addition to the Sig column or the independent significance variables and constants, the significance level is below 0.05. It can be obtained from the results of the R Square value or the value of the coefficient of determination of 0.553 or 55.3%. This means that peer social support has a significant effect on self- adjustment. In knowing how much the variables of peer social support affect the adjustment variable in the al-adawiyyah boarding school students of the Sunan Drajat Islamic boarding school. The subject level is in the medium category, as many as 5 students with a percentage of 8%. Meanwhile, the subject in the high category was 60 students with a percentage of 92%. In the peer social support scale, none of them fall into the low category. Through this norm, it can be seen that the subjects in this study were students who had significantly high peer social support, but the subjects tended to have peer social support.
Optimalisasi Kecerdasan Bahasa Anak Usia Dini melalui Metode Bermain Peran Indah Fajrotuz Zahro; Nurul Azizah Ria Kusrini
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 1 No 1 (2018): Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.108 KB) | DOI: 10.31538/aulada.v1i1.212

Abstract

Language is one of the important aspects for early childhood development. Language functions as a means of communication as well as being an important means for the lives of children. It is dangerous to be a means for children to be able to interact with each other, share their experiences, and be able to improve intellectually, namely in order to develop their language knowledge and skills. For early childhood it is a period of development that must be fostered and developed so that they can make full use of their language skills. If the guidance, direction, and handling are not appropriate or even not obtained by the child causes language development that is not in accordance with what is expected by parents at home or by educators at school. The methods that can be done to stimulate and optimize children's language intelligence, including the method of question and answer, storytelling, tourist visits and play play (dramatic play). The role playing method consists of playing the role of macro and micro by going through the stages of playing an artificial role, playing with the object, pretending to be related to actions and circumstances, perseverance and oral communication. Based on data analysis and discussion, information can be obtained that the method of playing drama (play dramatically) / role playing is carried out in several stages, namely identifying figures, determining story settings, interpreting stories and values ​​contained, reflection and observation. The application of this technique is expected to provide optimization of early childhood language intelligence.
MERDEKA BERMAIN DENGAN TEKNIK ISLAMIC STORYTELLING FINGERDOLL UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA RA AL-MANSYUR Indah Fajrotuz Zahro
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 4 No 1 (2022): Inovasi Sistem Pembelajaran dan Pendidikan Anak
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.54 KB) | DOI: 10.31538/aulada.v4i1.2587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah merdeka bermain dengan teknik Islamic storytelling fingerdoll dapat meningkatkan perilaku prososial siswa AlMansyur. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan adalah one group pretest posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 siswa jenjang RA B yang diberikan treatment merdeka bermain dengan teknik Islamic storytelling fingerdoll. Sebelum dan setelah treatment, subjek diberikan skala prososial dengan 20 item pernyataan yang disusun dengan bahasa singkat dengan jenis skala guttman dengan 2 alternatif jawaban. Berdasarkan uji validitas dengan rumus product moment diketahui bahwa 20 item valid dengan reliabilitas nilai koefesien alpha cronbach sebesar 0,451 yang berarti cukup reliabel dan dapat dipergunakan sebagai alat pengukuran dalam penelitian. Pada nilai uji mann whitney U test dapat diketahui nilai U = 0,000 dan nilai uji Z yaitu -2,619 dan nilai sig.(2-tailed) adalah 0,009, yang berarti bahwa nilai signifikan untuk data prososial adalah 0,009 < 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa teknik Islamic storytelling finger doll dapat meningkatkan perilaku prososial pada anak RA Al-Mansyur.
KESIAPAN BELAJAR ANAK MEMASUKI SEKOLAH DASAR Indah Fajrotuz Zahro; Abd. Hafid; Eva Nur Fadilah
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 4 No 2 (2022): Sistem Pembelajaran dan Pendidikan Anak
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.93 KB) | DOI: 10.31538/aulada.v4i2.3277

Abstract

This study aims to determine the description of the learning readiness of RA Al Ulum group B students entering elementary school. Researchers used descriptive qualitative research methods with data collection techniques in the form of observations and interviews with primary data sources 19 students and secondary data from teachers and documentation. Based on the results of the study, the readiness of early childhood learning to enter elementary school can be based on the criteria that children must be able to work together and no longer depend a lot on their mother in activities, children are able to make observations, children must be able to realize the interests of others, curiosity, energy who are abundant in social feelings, can think abstractly, have an interest in doing their learning tasks, and are attentive. Based on the results of observations and interviews with research subjects, information was obtained that students of RA Al Ulum Kabalan had the criteria for the maturity of children entering elementary school with the highest category is on the criteria of sufficient student energy, followed by the criteria of curiosity, interest in students' hobbies, awareness of the interests of others, observation skills, social feelings, attachment to parents/caregivers, abstract thinking skills and attention. Children's learning readiness can be done by providing guidance services individually/ groups to support various factors in learning readiness which are not only carried out by teachers in the school environment, but by collaborating with parents to play their roles as teachers, facilitators, motivators and mentors. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kesiapan belajar siswa RA Al Ulum kelompok B memasuki sekolah dasar. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dengan sumber data primer 19 siswa dan data sekunder dari guru dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian Kesiapan belajar anak usia dini memasuki sekolah dasar dapat berdasarkan kriteria anak harus sudah dapat bekerja sama dan tidak lagi banyak tergantung dengan ibunya dalam kegiatan, anak mampu melakukan pengamatan, anak harus sudah mampu menyadari akan kepentingan orang lain, rasa ingin tahu, energi yang melimpah perasaan kesosialan, dapat berpikir abstrak, memiliki minat dalam melakukan tugas belajarnya, dan perhatian. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara subjek penelitian diperoleh infomasi bahwa siswa RA Al Ulum Kabalan memiliki kriteria kematangan anak memasuki sekolah dasar dengan kategori paling tinggi ada pada kriteria energi siswa yang berkecukupan, diikuti dengan kriteria rasa ingin tahu, minat pada kegemaran siswa, kesadaran akan kepentingan orang lain, kemampuan pengamatan, perasaan kesosialan, kelekatan dengan orang tua/ pengasuh, kemampuan berpikir abstrak dan perhatian. Kesiapan belajar anak dapat dilakukan dengan memberikan layanan bimbingan secara individu atau kelompok untuk menunjang berbagai faktor dalam kesiapan belajar yang tidak hanya dilakukan oleh guru di lingkungan sekolah, tetapi dengan bekerjasama dengan orang tua untuk memainkan perannya sebagai guru, fasilitator, motivator dan pembimbing.
Kesiapan Belajar Siswa Mengikuti SNMPTN dalam Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19 Indah Fajrotuz Zahro; Risa Adelia
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.754 KB) | DOI: 10.53915/jbki.v1i1.117

Abstract

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan jalur masuk perguruan tinggi negeri dengan menelusuri prestasi akademik calon mahasiswa dan merupakan ajang paling kompetitif dan penuh tantangan bagi para siswa lulusan SMA. Pada masa pandemi ini hampir 75% siswa belajar dari rumah dan 25% di sekolah mulai pukul 08.00 sampai 11.40 yang menjadikan siswa terkadang kurang menguasai materi pembelajaran. Berdasarkan data pra lapangan diketahui bahwa terdapat beberapa siswa yang kebingungan memilih program studi untuk memasuki perguruan tinggi serta banyak anak yang tidak mempunyai catatan mengenai pelajaran dikarenakan pembelajaran melalui daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan belajar siswa mengikuti SNMPTN dalam pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19. Kesiapan siswa pada penelitian ini adalah adalah kesiapan fisik dan psikologis siswa, kesiapan materiil dan kesiapan keterampilan pengetahuan/ informasi PTN. Adapun populasi penelitian adalah siswa kelas XII SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro yang mendaftar SNMPTN sejumlah 44 siswa dengan teknik sampling berupa sampel total dimana melibatkan 44 siswa yang masuk dalam populasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan instrumen pengumpul data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti ujian masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN memiliki skor 362 dengan persentase rata-rata 73,11 %, berada pada kategori siap. Guru BK berperan untuk mempersiapkan dan membantu siswa untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN secara optimal. Hal ini ditunjukkan oleh adanya penanganan masalah siswa dengan memberikan layanan konseling serta berperan aktif dalam membantu mengoptimalkan potensi siswa melalui berbagai layanan konseling sehingga siswa memiliki gambaran tentang arah masa depannya.
Locus of Control Narapidana Kasus Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bojonegoro Indah Fajrotuz Zahro; Nur Rohman; Renaldi Dwi Setiawan
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jbki.v3i2.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Locus of Control (LoC) narapidana dengan kasus narkotika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah 2 narapidana kasus narkotika berinisial AM dan YS. Sementara data sekunder yakni 2 rekan sesama narapidana. Peneliti menggunakan teknik pengumpul data berupa observasi, wawancara terstrukur dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di area Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bojonegoro dengan fokus penelitian pada LoC narapidana kasus narkotika. Teknik analisis data menggunakan teknik dari Miles and Huberman, sementara teknik keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi. Pada hasil penelitian diketahui bahwa aspek LoC narapidana adalah potensi perilaku, pengharapan, nilai penguatan dan situasi psikologis. Subjek sendiri juga paham akan resiko yang dihadapi. Subjek menyadari kurangnya pendekatan spiritualitas menjadi faktor terbesar subjek berulang kali mengkonsumsi narkotika dan keluar masuk penjara.
Pemanfaatan Pelepah Pisang Menjadi Produk Inovatif sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Ekonomi Keluarga di Desa Jamberejo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Nur Laila Rahmawati; Indah Fajrotuz Zahro; Asnawi; Nurul Fitriandari; Eryul Mufidah
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2019): May 2019
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/engagement.v3i1.47

Abstract

The economic challenge in the era of ASEAN Economic Community (MEA) is economic competition in the ASEAN countries. Consequently, efforts to improve Small and Medium Enterprises (SMEs) must be sustainable and should be done by synergizing among the social community, higher education, and the business community. To implement it, Jamberejo village of Kedungadem Sub-district, Bojonegoro developed assets that the social community has, that is banana bark which was able to be used as crafts that have economic value. By using Participatory Action Research (PAR) method, 57 women and higher education were invited to make crafts from banana bark to be used as a home industry business. Based on 6 samples of product, the business got a profit of Rp. 2,100,000. Return of Investment (ROI) is about 2.2 months. Then the average income level of the Jamberejo people has increased by 42.9% or equivalent to Rp. 900,000 per month. It happened after they got a mentoring program for the innovation of banana bark
DESKRIPSI TINGKAT MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 5 MI ISLAMIYAH ATTANWIR SUMBERREJO BOJONEGORO Indah Fajrotuz Zahro; Nur Sa’adatud Darroini
Jurnal At-Taujih Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jbkid.v3i2.2582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi tingkat motivasi belajar siswa kelas 5 MI Islamiyah Attanwir Sumberrejo Bojonegoro. Populasi adalah 30 siswa kelas 5, dengan teknik total sampling semua menjadi sampel penelitian. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Skala motivasi belajar berupa skala guttman sejumlah 32 pernyataan yang terbagi item favorable dan unfavorable dengan alternatif jawaban Ya dan Tidak yang disusun dari konsep Schunk & Pintrich yakni aspek perhatian dan minat, semangat siswa untuk melakukan tugas, tanggung jawab, reaksi siswa terhadap stimulus guru, rasa senang melakukan tugas dari guru. Peneliti menggunakan skala tryout terpakai. Uji validitas dengan teknik product moment dan uji reabilitas menggunakan teknik alpha cronbach dengan aplikasi SPSS 22.0. Dari uji validitas diperoleh 14 item valid sementara hasil uji reliabilitas sebesar 0,769 termasuk reliabilitas kuat. Rentangan kelompok tingkat motivasi belajar adalah kelompok tinggi berjumlah 6 siswa, sedang berjumlah 20, rendah berjumlah 4 siswa. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada guru dan orangtua untuk bersinergi meningkatkan motivasi belajar siswa. Kata kunci: Anak, Motivasi Belajar
Pengembangan Konseling Sebaya Berbasis Kepesantrenan untuk Meningkatkan Self Disclosure Mahasiswa Bki Stai Attanwir Bojonegoro Evi Maslukhah; Fajrotuz Zahro, Indah
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2023): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v5i2.1452

Abstract

Self disclosure merupakan salah satu hal yang penting dalam suatu interaksi dengan orang lain khususnya mahasiswa, dimana mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan self disclosure mahasiswa adalah dengan dilakukannya konseling sebaya, sebab masa perkembangan sosial pada masa remaja, umumnya lebih banyak melibatkan kelompok sebayanya dibanding dengan orang tuanya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan dan mendeskripsikan kelayakan model layanan konseling sebaya berbasis kepesantrenan guna meningkatkan self disclosure bagi mahasiswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE dengan langkah analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Hasli uji validitas ahli dianalisis menggunakan prosentase, sedangkan uji keefektifan dianalisis menggunakan mann whitney U test dibantu IBM SPSS 22.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul konseling sebaya berbasis kepesantrenan untuk meningkatkan self disclosure mahasiswa dinyatakan sangat layak, hal ini diketahui berdasarkan prosentase penilaian tiga ahli sebesar 83% sebelum revisi, dan setelah direvisi terjadi kenaikkan hasil prosentase sebesar 100%. Nilai U yang diperoleh pada tabel sebesar 11,5 dan nilai W sejumlah 66,5, apabila nilai tersebut dikonversikan ke nilai Z maka hasil yang didapat adalah -2,924. Nilai sig atau P value sebesar 0,002 < 0,05. Apabila nilai P value lebih rendang dari batas kritis 0,05 maka berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Kata kunci : Konseling Sebaya, Kepesantrenan, Self Disclosure.
Memelihara Kestabilan Emosional dengan Terapi Emotional Freedom Technique (EFT) di Masa Pandemi Covid–19 Indah Fajrotuz Zahro; M. Abid Amrullah
TAAWUN Vol. 1 No. 02 (2021): TA'AWUN AUGUST 2021
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v1i02.196

Abstract

The pandemic of covid-19 has impacted many sectors. Millions of people victims this virus and disturb mental health. All of them becase declining income, social distancing and methods that always change. It’s need preventive efford and curative to save healty and emotional. Emotional freedom technique (EFT) is felt appropriately for stabilizing emotions and became simple methods to all generation. Focus on negative emotional problem that sould be addressed by describing problems and typing meridian. the purpose from This activities are for protect emotional stability by Emotional freedom technique. The method used by qualitative phenomology. The subject or client from this EFT is the youth of palembon village, kanor district in the bojonegoro regency. This activity is in the forum of workshop by nine youth of palembon in resident’s house at 9-10 of april 2021. From this workshop, subject get education about EFT and how to applicated it. In the first day, the workshop start from 09.00 AM until 02.00 PM. And in the second day, start from 09.00 AM. Until 12.00 AM. In the third day, any perform devotion to the subject with individual model to put more emphasis on aspects of decency and secrecy, that is on 12 – 13 of April 2021. The problem that arised in the post-crucial of the pandemic is boredom complained regarding education and employment. Use EFT make persons more relaxed and less nervous to do something. The result from this devotion is satisfying results. One use therpy of EFT in the a group and 3 times by personal make the client’s cycle of negative emotional problems has declined significantly.