Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pencegahan dan Penanggulangan Kecacingan Melalui Kolaborasi Lintas Sektor di Sekolah Dasar: Worm Prevention and Control Through Cross-Sector Collaboration in Elementary Schools Demsa Simbolon; Yenni Okfrianti; Deri Kermelita; Darwis Darwis; Leli Mulyati; Rustam Aji Rochmat; Nur Elly; Sahidan Sahidan
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1346

Abstract

Infeksi kecacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada anak usia sekolah, terutama di wilayah dengan sanitasi yang belum memadai. Meskipun program pemberian obat pencegahan massal (POPM) telah dilaksanakan dengan cakupan tinggi, kasus kecacingan masih ditemukan, menunjukkan adanya kesenjangan pada aspek perilaku dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini, pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan kecacingan di SD 86 Tanjung Beringin, Kabupaten Rejang Lebong. Metode yang digunakan adalah intervensi terintegrasi berbasis sekolah dengan melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, pemerintah daerah, dan institusi akademik. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 dan meliputi koordinasi dan advokasi lintas sektor, skrining kecacingan melalui pemeriksaan feses, pemeriksaan kadar hemoglobin, pengukuran status gizi (antropometri dan LILA), pemberian obat cacing, edukasi PHBS, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan prevalensi kecacingan sebesar 36,6% pada siswa, disertai masalah gizi berupa gizi kurang (26,4%), stunting (19,1%), dan anemia (6,4%). Skrining berhasil mengidentifikasi siswa berisiko yang memerlukan tindak lanjut. Selain itu, terjadi penguatan kapasitas guru dan UKS dalam edukasi kesehatan serta peningkatan komitmen lintas sektor dalam mendukung perbaikan sanitasi dan keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu berbasis sekolah yang mengombinasikan deteksi dini, edukasi, dan advokasi lintas sektor berpotensi meningkatkan efektivitas pencegahan kecacingan dalam mendukung pencapaian target Kabupaten Rejang Lebong Zero Kecacingan
Shallot vs. Dadap Serep leaf compresses: Non-pharmacological approaches to fever management in toddlers with ARIs Leli Mulyati; Hendra Septiansah; Sri Haryani; Vhebyta Camilla; Priyo Sasmito
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 12 (2026): Volume 8 Number 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i12.1908

Abstract

Background: Fever is one of the most common symptoms of Acute Respiratory Infections (ARIs) in toddlers, and non-pharmacological interventions such as traditional compresses are widely used in community settings. Shallot (Allium cepa L) compresses and dadap serep (Erythrina subumbrans) leaf compresses are two conventional methods believed to have antipyretic effects, yet direct comparative evidence remains limited. Purpose: To compare the effectiveness of shallot compresses and dadap serep leaf compresses in reducing fever among toddlers diagnosed with ARIs. Method: A quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group was employed. A total of 34 toddlers aged 12–59 months were selected using purposive sampling and evenly divided into two groups: shallot compress (n = 17) and dadap serep compress (n = 17). Body temperature was measured before and 15 minutes after the intervention. Data were analyzed using paired t-tests, independent t-tests, and N-Gain scores. Results: Both interventions significantly reduced body temperature (p < 0.001). The dadap serep group showed a slightly higher absolute temperature reduction (0.60°C) compared to the shallot group (0.50°C). However, the shallot compress demonstrated a higher N-Gain score, indicating greater proportional effectiveness. Conclusion: Shallot and dadap serep leaf compresses are both effective, low-cost, and accessible non-pharmacological interventions for reducing fever in toddlers with ARIs. Shallot compresses provide more stable proportional effectiveness, while dadap serep compresses offer a slightly greater immediate reduction. Both methods hold value for home-based fever management and primary healthcare settings.