Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Efektifitas Pemberian Ekstrak Daun Kelor terhadap Kadar Kolesterol Darah pada Hewan Coba Mencit Ulfiah, Ayu; Arifin, Arina F; Pratiwi, Rezky; Gayatri, Sri Wahyuni; Nurmadilla, Nesyana
UMI Medical Journal Vol 5 No 1 (2020): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v5i1.86

Abstract

Latar Belakang: Kolesterol adalah metabolit yang mengandung lemak dan berfungsi sebagai prekursor untuk hormon steroid dan garam empedu serta merupakan komponen yang menstabilkan membran plasma. Kolesterol merupakan lemak yang penting, namun jika berlebihan dalam darah dapat membahayakan kesehatan. Di Indonesia, penyakit kardiovaskular terutama penyakit jantung koroner dan stroke menjadi perhatian karena kematian akibat kedua penyakit ini diperkirakan akan terus meningkat mencapai 23.3 juta pada tahun 2030. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dalam menurunkan kadar kolesterol darah pada hewan coba mencit (Mus musculus). Metode: Metode penelitian ini adalah pre and post test control group design. Subjek dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok 1 pemberian aquades sebagai kontrol negatif, kelompok 2 ekstrak daun kelor dosis 20.8 mg/kgBB, kelompok 3 ekstrak daun kelor dosis 41.6 mg/kgBB, dan kelompok 4 pemberian simvastatin sebagai kontrol positif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 26 sampel mencit yang dibagi menjadi 4 kelompok. Hasil: Didapatkan bahwa kelompok perlakuan yang diberi aquades tidak mengalami penurunan kolesterol (p>0.05) sedangkan ekstrak daun kelor dosis 20,8 mg/kgBB mengalami penurunan kolesterol sebesar 15.83 mg/dl (p<0.05), ekstrak daun kelor dosis 41,6 mg/kgBB mengalami penurunan kadar kolesterol sebesar 17.83 mg/dl (p<0.05), dan kelompok kontrol positif yang diberi suspensi simvastatin mengalami penurunan kadar kolesterol sebesar 19.67 mg/dl (p<0.05). Berdasarkan uji anova didapatkan p<0.05, uji post hoc test (LSD) didapatkan simvastatin terhadap dosis 20,8 mg/KgBB dengan p<0.05, simvastatin terhadap dosis 41.6 mg/KgBB dengan p>0.05. Kesimpulan: Pada masing-masing kelompok mencit hiperkolesterolemik yang dilakukan pemberian ekstrak daun kelor dengan dosis yang berbeda didapatkan pengaruh aquades dalam menurunkan kadar kolestrol darah pada hewan coba mencit (Mus musculus) tidak seefektif dengan pemberian simvastatin.
Isolation and Identification of Bacteria in the Mouth Before and After Ablution fitriah, Fitriah; Rachman, Mochammad Erwin; Gayatri, Sri Wahyuni; Dwimartyono, Fendy; Idrus, Hasta Handayani
Green Medical Journal Vol 3 No 3 December (2021): Green Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/gmj.v3i3.89

Abstract

Background: The oral is the gateway for the entry of various kinds of microorganisms into the body, with the prevalence of people having dental and oral problems in Indonesia increasing every year. The normal flora of the oral acts as a body defense, but it can cause disease due to predisposing factors, namely oral hygiene. Therefore, it is necessary to find an alternative in maintaining oral health. Islam is a religion that emphasizes personal hygiene, such as performing ablution. Content: The types of bacteria found in the oral before ablution was 33.33% Pseudomonas sp., 6.67% Lactobacillus sp., 3.33% Streptococcus sp. and 0.14% Staphylococcus sp. while the types of bacteria found in the oral after ablution were 26,8% Pseudomonas sp., 20% Lactobacillus sp., 5% Streptococcus sp. and 2% Staphylococcus sp. Conclusion: There was a change in the number of bacteria, namely an increase in gram-positive bacteria in the oral after ablution.
Peranan Multivitamin Pada Pasien Geriatri Dengan Pneumonia Safitri, Asrini; Nurmadilla, Nesyana; Gayatri, Sri Wahyuni
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.095 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.59

Abstract

Pneumonia dapat menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada geriatri. Proses penuaan sistem organ (di antaranya system respirasi, sistem imun, sistem pencernaan) dan faktor komorbid banyak berperan pada peningkatan frekuensi dan keparahan pneumonia pasien geriatri. Karakteristik dominan pneumonia pada pasien geriatric adalah presentasi klinisnya yang khas, yaitu jatuh dan bingung, sedangkan gejala klasik pneumonia sering tidak didapatkan. Pneumonia adalah inflamasi jaringan paru yang paling sering disebabkan oleh infeksi dan didefinisikan sebagai adanya infiltrate paru pada foto thoraks. Penyakit pneumonia sering kali diderita sebagian besar kelompok usia lanjut dan kelompok populasi dengan penyakit kronik, sebagai akibat dari kerusakan sistem imunitas tubuh. Bayi dan anak-anak juga rentan terhadap pneumonia karena respon imunitas mereka yang masih belum berkembang dengan baik. Gizi merupakan elemen kesehatan penting bagi populasi lanjut usia (lansia) dan mempengaruhi proses menua. Prevalensi malnutrisi meningkat pada populasi ini. Pneumonia merupakan salah satu penyakit kronik pada lansia yang berhubungan dengan malnutrisi. Hubungan antara malnutrisi dan penyakit paru sudah lama diketahui. Malnutrisi mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur, elastisitas, dan fungsi paru, kekuatan dan ketahanan otot pernafasan, mekanisme pertahanan imunitas paru, dan pengaturan nafas. Sebaliknya, penyakit paru akan meningkatkan kebutuhan energi dan dapat mempengaruhi asupan diet menjadi menurun. Intervensi gizi pada pasien pneumonia ditujukan untuk mengendalikan anoreksia, memperbaiki fungsi paru, dan mengendalikan penurunan berat badan. Kebutuhan akan zat gizi diperhitungkan sesuai dengan hasil asesmen gizi.
Pengaruh Intensitas Olah Raga Terhadap Siklus Haid Atlet Gayatri, Sri Wahyuni; Safitri, Asrini
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 1 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1419.337 KB) | DOI: 10.33096/whj.v0i0.64

Abstract

Exercise and moderate physical activity have many benefits for people of all ages. Physical activity or sport has a bad impact if it is done excessively, especially for women. Excessive exercise can cause hypothalamic dysfunction which causes disturbances in GnRH secretion. This causes delayed menarche and menstrual cycle disorders. The main factor causing GnRH suppression in female athletes is excessive energy use that exceeds energy intake in athletes. In addition, professional athletes tend to have lower body weight which can cause menstrual dysfunction. The purpose of the study was to determine the effect of exercise intensity on the menstrual cycle of athletes. The type of research conducted is categorical analytic with the cohort method. There is no significant relationship between the type of sport that athletes engage in with the incidence of irregular menstrual cycles with the correlation value obtained p = 0.298. There is a relationship between the frequency of exercise on the incidence of irregular menstrual cycles with a correlation value of p = 0.03. There is a relationship between the duration of exercise on the incidence of irregular menstrual cycles with a correlation value of p = 0.03. The conclusion that there is a relationship between the frequency and duration of exercise on the menstrual cycle of athletes.
Gambaran Karakteristik Penderita Otitis Eksterna Gayatri, Sri Wahyuni; Sanna, A. Tenri; Arfah, Arni Isnaini; Surdam, Zulfiyah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.344 KB) | DOI: 10.33096/whj.v3i2.86

Abstract

Latar belakang: Otitis eksterna adalah suatu inflamasi dari saluran telinga bagian luar, terbagi atas otitis eksterna akut (otitis eksterna sirkumkripta, otitis eksterna difusa) dan otitis eksterna kronik. Kejadian otitis eksterna disebabkan berbagai faktor predisposisi tertentu, seperti perubahan pH kanalis dari asam menjadi basa dan trauma ringan akibat membersihkan telinga secara berlebihan. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik penderita otitis eksterna. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah Literature Review dengan desain Narrative Review. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, berupa studi observasi dari beberapa literatur terkait karakteristik otitis eksterna. Referensi yang digunakan diperoleh melalui internet, baik berupa hasil penelitian ilmiah ataupun textbook. Hasil penelitian: Pada penelitian ini digunakan 9 jurnal yang ditelaah dengan karakteristik usia, jenis kelamin, etiologi, faktor risiko, gejala klinis dan jenis otitis eksterna. Hasil yang didapatkan yaitu, penderita otitis eksterna terbanyak pada kisaran usia 11-25 tahun, jenis kelamin perempuan, etiologi dengan Staphylococcus aureus, faktor risiko oleh trauma, kejadian dengan gejala nyeri atau otalgia, dan pada jenis otitis eksterna difusa. Kesimpulan: Otitis eksterna dapat terjadi pada semua orang dengan kejadian dipengaruhi oleh kebiasaan ataupun kondisi anatomis telinga sebagai faktor risiko.
Pengaruh Lama Penyimpanan Asi Di Freezer Terhadap Kadar Karbohidrat, Protein Dan Lemak Yang Terkandung Dalam Asi Gayatri, Sri Wahyuni; Muchsin, Achmad Harun; Ananda, Fadli; Nurmadilla, Nesyana
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.476 KB) | DOI: 10.33096/whj.v3i2.87

Abstract

Latar Belakang: Asi eksklusif adalah air susu ibu yang wajib diberikan atau disusukan pada bayi yang baru lahir sampai bayi menginjak usia 6 bulan. ASI mengandung komposisi nutrisi yang mendukung pertumbuhan bayi yang optimal dan pengembangannya. Selain nutrisi, ASI juga mengandung beberapa protein bioaktif yang dapat berkontribusi untuk pengembangan sistem kekebalan tubuh bayi dan memainkan peran penting dalam efek perlindungan terhadap jenis alergi tertentu, penyakit auto-imun dan gangguan metabolism. Tujuan; Untuk melihat pengaruh lama penyimpanan ASI di freezer terhadap kadar karbohidrat protein, dan lemak yang terkandung dalam ASI. Metode; Literatur Review dengan desan Narative Review Hasil; Dari 6 jurnal yang didapatkan diperoleh bahwa terdapat penurunan kadar karbohidrat, protein dan lemak yang terkandung dalam ASI selama proses penyimpanan di freezer. Kesimpulan; terdapat pengaruh antara lama penyimpanan dengan kadar Karbohidrat, Protein dan Lemak dalam ASI.
Peranan Virgin Coconunt Oil pada Pelayanan Gizi Klinik Safitri, Asrini; Nurmadilla, Nesyana; Gayatri, Sri Wahyuni
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.639 KB) | DOI: 10.33096/whj.v3i2.92

Abstract

Medium Chain Triglyceride (MCT) merupakan jenis asam lemak yang mempunyai ikatan kimia lebih pendek daripada jenis asam lemak lain. Terdiri dari 6 – 10 rantai karbon. MCT merupakan asam lemak unik yang mempunyai rantai karbon dengan panjang dari C6-C12 yang bersifat jenuh (asam kaproat, kaprilat, kaprat, dan laurat). MCT diperoleh melalui proses esterifikasi gliserol dengan asam lemak yang mempunyai rantai karbon C6 dan C12 yang diturunkan dari minyak berkadar laurat tinggi, terutama minyak kelapa. Sumber MCT yang ketersediaanya berlimpah di Indonesia adalah minyak kelapa (Virgin Coconut Oil). Minyak kelapa yang mengandung 92,1% lemak jenuh, setelah dikonsumsi sesampainya didalam saluran pencernaan, karena ukuran molekulnya yang kecil (medium size), segera dapat diserap melalui dinding usus, tanpa harus mengalami proses hidrolisis dan enzimatis, dan langsung dipasok kedalam aliran darah dan dibawa kedalam organ liver untuk dimetabolisasi. Didalam liver minyak kelapa ini diproses untuk memproduksi energi saja dan bukan kolesterol dan jaringan adiposa. Energi yang dihasilkan digunakan untuk meningkatkan pembakaran seluler dari ujung rambut sampai ujung kaki dan mengaktifkan fungsi semua kelenjar endokrin, organ tubuh, dan jaringan tubuh. Dalam pelaksanaan klinis MCT dalam hal ini VCO dapat digunakan untuk indikasi klinis seperti malabsorpsi, pasien HIV dan kaheksia,program penurunan berat badan dan aktivitas fisik seperti olahragawan.
Perbandingan Kolesterol-LDL Penderita Obesitas Dengan Dan Tidak Hipertensi Di RS. Ibnu Sina Makassar Suleha, Andi; Murfat, Zulfitriani; Gayatri, Sri Wahyuni; Ardiansar, Abdul Mubdi
Wal'afiat Hospital Journal Vol 4 No 2 (2023): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v4i2.111

Abstract

Obesitas merupakan kondisi adanya lemak berlebih dalam tubuh yang dapat menyebabkan abnormalitas profil lipid sebagai pemicu penyakit kardiovaskuler yang kebanyakan terjadi di negara-negara berkembang. Hipertensi merupakan penyebab pertama kematian di dunia. Dislipidemia ditandai dengan kenaikan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL dan penurunan kadar kolesterol HDL. Untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol low-density lipoprotein (K-LDL) penderita obesitas dengan dan tidak hipertensi di RS. Ibnu Sina Makassar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasional dengan metode case control. Analisis data menggunakan Mann Whitney U Test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 orang yang terbagi menjadi kelompok obesitas tidak hipertensi dan obesitas dengan hipertensi masing-masing 16 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan sampel semunya perempuan (100%) terbanyak dari kalangan usia 39-59 tahun(56,3%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga(62,5%). Kadar K-LDL terbanyak kategori tinggi(81.3%). Rerata kadar K-LDL pasien obesitas dengan hipertensi(132,25±77 mg/dl) lebih tinggi dari obesitas tidak hipertensi (110,31±17.33 mg/dl). Dari hasil analisis didapatkan p-value yaitu 0.003. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar K-LDL pada penderita obesitas dengan dan tidak hipertensi di RS.Ibnu Sina Makassar.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Kader Kesehatan di Wilayah Kelurahan Maccini Gayatri, Sri Wahyuni; Harahap, Wirawan; Arfah, Arni Isnaini
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 5 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jpki.v5i1.321

Abstract

Tindakan dasar penyelamatan nyawa adalah upaya pertama untuk menyelamatkan nyawa ketika seseorang terserang penyakit yang mengancam nyawa. Pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) merupakan salah satu tindakan yang harus segera dilakukan ketika menemukan korban yang memerlukan pelatihan, seperti pasien serangan jantung. Tujuan utama dari program ini adalah agar para pengelola kesehatan setempat khususnya kader kesehatan di wilayah Kelurahan Maccini dan di Puskesmas Maccini Sawah dapat mendeteksi kondisi henti jantung yang terjadi di masyarakat sekitar dan memberikan tindakan bantuan hidup dasar sejak dini. Kami akan melakukan kegiatan rujukan secepat dan setepat mungkin. Metode pelaksanaannya meliputi pemberian materi bahan ajar, bermain peran, observasi, dan evaluasi. Kegiatan tersebut melibatkan 23 kader kesehatan dan dilaksanakan secara bergilir selama tiga hari. Dengan diperkenalkannya pengabdian masyarakat ini, diharapkan angka harapan hidup warga yang mengalami henti napas atau jantung di luar rumah sakit akan meningkat seiring dengan meningkatnya kemampuan petugas dalam memberikan bantuan hidup dasar.
A Systematic Review: Early Warning System for Hospital Wards Sasmito, Priyo; Aljufri, Salim; Mulyati, Leli; Rasmita, Dina; Syafridawita, Yetti; Deviana, Elina; Komariah, Elis; Gayatri, Sri Wahyuni; Arifani, Nisa
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 2 (2024): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i2.782

Abstract

Most of the unexpected events occur in the hospital wards. An Early Warning System (EWS) is a system created to identify worsening patients outside the Intensive Care Unit (ICU). EWS is one of the requirements that must be met to get hospital accreditation. Hospitals have to choose the appropriate EWS to get optimal outcomes. This study aims to describe some of the EWS in the wards that have been researched and developed, as well as their performance in predicting severe adverse events (SAE). This study is a literature review design, conducting a systematic review by selecting relevant articles on Pub Med and Science Direct using the keyword "Early Warning Systems" in the 2018-2023 period. Out of 269 articles, only 12 articles that met the criteria. The selected articles are then systematically reviewed and analyzed. Based on the extraction results of 12 articles, 9 EWS were grouped into National Early Warning Score (NEWS) and its variants, Modified Early Warning Score (MEWS) and its variants, and EWS integrated with Electronic Medical Record (EMR). In choosing an EWS, hospitals must consider the complexity of the cases being managed and the capabilities of existing resources. The recommended EWS in hospital wards with limited resources is weighted EWS or EWS with combinations, such as NEWS and MEWS with variants. Meanwhile, hospitals that have used EMR can choose EWS integrated with EMR to increase their predictive value for SAE, as well as improve protocol compliance.