Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Application of Behaviorism Theory Through Scout Extracurriculars in Forming Elementary School Student Discipline Yuliana Yuliana; Eva Imania Eliasa
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.4468

Abstract

This study examines how behaviorist tactics, particularly classical conditioning, in scout extracurricular activities affect student conduct in a Palembang primary school. From April to May 2023, this qualitative study included observation data, interviews, and documentation. Students in grades 5 and 6 were selected for the study because they were more mature and had extensive learning experiences. Wider than poorer pupils. This is essential because behaviorist theory is seen to shape student character more at this time. Student scout extracurricular engagement is the topic of this study. Behavioralism-aligned activities that emphasize personal growth and service were selected. Careful information gathering, inference, presentation, and verification are done in this study. Final findings are analyzed using different methods. The study shows that extracurricular activities, particularly scouting, help improve primary school children's impulse control. These results may assist educators, mentors, and extracurricular coaches teach their kids character and self-control for success in and out of school. This study may also inform classroom behaviorism research.
Pengembangan dan Validasi Instrumen Motivasi Belajar Matematika Siswa SD Berbasis Item Response Theory Yuliana Yuliana; Syukrul Hamdi; Risky Setiawan; Siswantoyo Siswantoyo; Edy Istiyono; Farida Agus Setiawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.442

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam memahami konsep dan memecahkan masalah. Namun, ketersediaan instrumen yang memiliki karakteristik psikometrik yang kuat untuk mengukur motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen motivasi belajar Matematika siswa sekolah dasar menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT). Jenis penelitian yang digunakan  adalah  penelitian dan pengembangan (R & D) dengan model pengembangan 4-D yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Sampel penelitian sebanyak 734 siswa kelas IV, V, dan VI berasal dari dua puluh satu sekolah dasar yang tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Belitung Timur. Sampel uji coba sebanyak 352 siswa dan sampel pengukuran sebanyak 382 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi uji validitas konten meggunakan indeks Aiken’s V, validitas konstruk melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA), dan analisis butir menggunakan Graded Response Model (GRM) dalam kerangka IRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki validitas konten yang sangat baik dengan indeks Aiken’s V antara 0,92 hingga 1,00 dengan sembilan orang ahli validator berasal dari dua orang dosen dan tujuh orang pengawas SD Kabupaten Belitung Timur. Validitas konstruk pada CFA menunjukkan 20 dari 25 butir pernyataan yang diuji memenuhi kriteria kelayakan model dengan indeks kecocokan yang baik (Chi-Square 0,000, CFI 0,991, TLI 0,989, RMSEA 0,044, dan SRMR 0,057). Hasil Graded Response Model menunjukkan bahwa parameter ambang kategori respons berfungsi secara berurutan dan sebagian besar butir memiliki daya diskriminasi yang memadai.  Hasil pengukuran menunjukkan bahwa 72,7% siswa berada pada tingkat motivasi sedang, 14,2% siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, dan hanya 13,1% siswa yang memiliki motivasi rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki karakteristik psikometrik yang baik sehingga valid, reliabel, dan layak digunakan sebagai alat ukur motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar. Instrumen ini juga dapat dimanfaatkan oleh pendidik sebagai dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif sesuai dengan karakteristik motivasi belajar siswa.