Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementasi Sistem Monitoring Kualitas Udara Pada Produksi Kayu Laban Berbasis Internet Of Things Studi Kasus: Pengolahan Kayu Laban Untuk Furniture Di Desa Karangjambe Zulfian, Lutfi; Zafia, Anggi; Desy Nur Utomo, Aulia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk merancang danmenerapkan sistem pengawasan kualitas udara pada prosesproduksi pengolahan kayu laban yang berbasis Internet OfThings (IoT) di Desa Karangjambe. Kualitas udara yangkurang baik di zona industri pengolahan kayu dapat memicudampak kesehatan yang serius bagi para pekerja, termasukgangguan pernapasan dan penyakit paru-paru. Oleh karena itu,diperlukan perangkat pemantau yang dapat memberikaninformasi secara langsung tentang tingkat kualitas udara.Sistem ini memanfaatkan sensor MQ-135 untuk mendeteksikonsentrasi asap dan karbon dioksida (CO2), sensor MQ-2untuk mendeteksi gas propane dan karbon monoksida (CO),serta sensor SHARP GP2Y1010AU0F untuk mendeteksikonsentrasi debu berukuran PM2.5 dan PM10, danmikrokontroler ESP32 untuk memproses data danmengirimkan informasi ke platform Internet Of Things (IoT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat yangdirancang dan dikembangkan mampu melakukan pengawasankualitas udara secara efisien, serta memberikan pemberitahuankepada pengguna saat terjadi peningkatan polutan. Denganimplementasi teknologi ini, diharapkan dapat meningkatkankesadaran akan pentingnya kualitas udara dan menciptakanlingkungan kerja yang lebih aman dan sehat. Sistempemantauan kualitas udara ini juga berkontribusi terhadappengembangan sistem berbasis Internet Of Things (IoT) yangdapat diadopsi di berbagai sektor industri lainnya.Kata kunci: Kualitas Udara, Internet Of Things, Sensor MQ-135, Sensor MQ-2, Sensor Sharp GP2Y1010AU0F,Mikrokontroler ESP32, Kesehatan.
Design of Monitoring System Gryllus Mitratus Cricket Cultivation Based Internet of Things Nur Utomo, Aulia Desy Aulia; Fajaruloh, Wahyu
Journal of INISTA Vol 6 No 2 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/inista.v6i2.1153

Abstract

Crickets have various types, one of which is Gryllus Mitratus. Gryllus Mitratus crickets in Penolih village are cultivated by 16 cricket breeders, with individuals having at least 6 boxes with a size of 200 x 120 x 65 cm and a cage foot height of 25 cm. Cricket cultivation in Penolih village, Kaligondang sub-district, Purbalingga district, is still not optimal due to several factors, such as temperature, humidity, and light intensity, which are not suitable for crickets and cause stress and death. The temperature that crickets can accept is 20 o C to 32 o C, humidity is 65% to 80%, and light intensity is 0 lux. A tool is needed to monitor temperature conditions using DHT11, humidity using BME280, and light intensity using BH1750, which is installed in the cricket cage to determine its value and be followed up by cricket breeders. These sensors will send the input data to NodeMCU to be sent to the cloud so that it can be displayed in the Android application. The research method used is waterfall, namely the development of a systematic and sequential information system. Based on testing for 7 days, the average temperature of the cricket cage was 28.26 o C, the humidity of the cricket cage was 74.72%, and the light intensity of the cricket cage was 5.1 lux.
Sistem Pemantauan Suhu, Kelembapan, Cahaya, dan pH Air pada Rumah Walet Berbasis Internet of Things Siagian, Claudia Angelita; Nur Utomo, Aulia Desy Aulia; Kresna A, Iqsyahiro
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i1.988

Abstract

Sarang walet merupakan ekspor dengan nilai ekonomis yang tinggi. Tetapi, bentuk sarang walet yang dihasilkan juga mempengaruhi harga pembelian, seperti sarang yang terlalu kering maupun bentuk yang dinilai tidak sempurna oleh pembeli. Umumnya di dalam rumah walet terdapat kriteria pemeliharaan yang harus dipenuhi oleh pembudidaya sarang walet salah satunya adalah optimal nya sebuah sirkulasi udara. Suhu yang ideal atau stabil harus berkisar antara 26-29°C dengan kelembapan 80-90%. Kriteria lainnya ialah cahaya, umumnya walet tinggal di gua sehingga walet menyukai suasana tempat denga cahaya mendekati gelap atau nilai 0 lux. Kriteria selanjutnya adalah pH air, dalam rumah walet terdapat kolam yang digunakan untuk menekan kelembapan, selain itu kolam air ini bisa digunakan oleh burung walet mandi ataupun minum, dari hal ini tentu pH air yang normal sangat dibutuhkan. Dari permasalahan yang ada maka, penelitian ini bertujuan untuk memudahkan pembudidaya sarang walet dalam melakukan pemantauan suhu, kelembapan, cahaya, dan pH air di rumah walet menggunakan metode prototype, yang mana hasil monitoring dapat dipantau melalui website. Apabila suhu, kelembapan, cahaya, dan pH air tidak pada keadaan normal maka sistem akan memberikan notifikasi ke website pembudidaya sarang walet. Sistem ini menggunakan Internet of Things atau dikenal dengan IoT menggunakan NodeMCU ESP8266 agar dapat terhubung ke internet,selain itu penelitian ini juga menggunakan sensor DHT11 sebagai sensor yang digunakan untuk mengetahui besarnya suhu dan kelembapan pada rumah walet, sensor Light Dependent Resistor (LDR) untuk mengukur intensitas cahaya, dan modul pH air untuk mengukur tingkat asam atau basa dari air kolam di rumah walet, data dari sensor tersebut akan diteruskan ke web agar dapat dipantau oleh pembudidaya sarang walet. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, hasil pengujian selama 5 hari berturut-turut dengan jumlah sampel 1000 yang dilakukan pada siang hari dalam waktu 90 menit menghasilkan rata-rata 29,16 untuk suhu (normal), 78,6% untuk kelembaban (tidak normal), 0 atau gelap untuk cahaya (normal), dan ph 4,41(asam).
Analisis Penerapan Internet of Things (IoT) untuk Optimalisasi Efisiensi dan Produktivitas Budidaya Peternakan Telur Puyuh Suryapandu Berliana, Pradika; Desy Nur Utomo, Aulia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya puyuh di Indonesia memiliki potensiekonomi yang tinggi dalam penyediaan protein hewani. Namun,produktivitas peternakan puyuh kerap terhambat olehketerbatasan tenaga kerja dan sistem pemantauan lingkungankandang yang masih manual. Kondisi ini menyebabkan fluktuasisuhu, kualitas udara, dan kebersihan kandang tidak terjagasecara optimal, sehingga meningkatkan risiko stres dan penyakitpada puyuh, yang berujung pada penurunan produksi telur.Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) menawarkan solusidengan menyediakan sistem pemantauan otomatis yang mampumemantau kondisi kandang secara real-time, lebih akurat, danefisien. Penelitian ini mengembangkan sistem monitoringberbasis IoT yang memanfaatkan sensor suhu, kelembapan,kualitas udara, dan pH air minum, terintegrasi denganmikrokontroler serta sistem notifikasi digital. Data dikirimkansecara otomatis ke website dan aplikasi Telegram untukmendukung pemantauan jarak jauh. Sistem diuji di peternakanpuyuh milik Bapak Wisnoe Soesanto Adji, yang berada padakecamatan purwojati, kabupaten banyumas. Hasil pengujianmenunjukkan stabilitas pH air rata-rata 7,1, suhu rata-rata 29,51°C, kelembapan rata-rata 76,07%, dan kualitas udara dengannilai rata-rata 239,21. Setelah penerapan sistem, produksi telurmeningkat dari 2.061 butir menjadi 2.102 butir per siklus.Implementasi sistem ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi,akurasi pemantauan, dan produktivitas budidaya puyuh.Kata Kunci: Internet of Things(IoT), monitoring, peternakanpuyuh, efisiensi, produktivitas, otomatisasi
Perbandingan Penggunaan Mikrokontroler Esp8266 Dan Esp32 Secara Real-Time Untuk Sistem Monitoring Ruang Server Berbasis IOT (Studi Kasus: Dinkominfo Kab. Purbalingga) Maulana Fahrurrahman, Rafli; Desy Nur Utomo, Aulia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruangan server memiliki peranan yangsangat penting pada instansi ataupun lembaga yangmenggunakan teknologi informasi dan komunikasisebagai kegiatan sehari-hari, server tidak mungkin dinonaktifkan karena server harus selalu menyala untukmenunjang kebutuhan data. Akan tetapi server yangmenyala secara terus menerus mungkin dapatmenimbulkan terjadinya masalah seperti kenaikan suhu,kelembaban, dan masalah lainya, serta jarak ruangserver yang jauh dapat menjadi salah satu hambatan.Maka dari itu, dibutuhkan alat yang dapat memonitoringkondisi pada ruang server. Penelitian ini bertujuanmembangun alat yang dapat memonitoring kondisi padaruang server secara otomatis serta dapat diaksesdimanapun dan kapanpun sehingga pengguna tidakselalu harus selalu berada di ruang server untukmelakukan pemantauan. Jenis metode yang digunakanpada penelitian ini yaitu prototyping dengan metodepengujian blackbox. Hasil dari pengujian yang telahdilakukan menujukan bahwa kedua mikrokontrolerberfungsi dengan baik dalam memantau kondisi ruangserver. Namun, Esp8266 menujukan performa yang lebihbaik dalam hal troughput dan delay data, sehingga lebihefektif untuk aplikasi monitoring real-time dengan nilaitroughput esp8266 3,166kbps dan nilai delay Esp8266yaitu 91ms serta nilai troughput Esp32 2,239kbps dandelay 148ms.Kata kunci— Esp32, Internet of Things, Monitoring,NodeMCU Esp8266, Server
Enhancing layer farm MSMEs productivity through egg grading machines and stainless cage mats Yulinda Uswatun Kasanah; Syarif Hidayatuloh; Aulia Desy Nur Utomo
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 10 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v10i3.15134

Abstract

Poultry and egg farming SMEs must be empowered to enhance egg and chicken production through the development of egg-sorting equipment and tools aimed at reducing egg defects. This initiative seeks to improve the performance of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the poultry sector. The implementation of sorting tools significantly alleviates the operational burden on livestock in MSMEs by accelerating the sorting process, which in turn facilitates faster product shipments. Over the long term, this can lead to a decrease in the number of sorting employees required and helps minimize egg breakage during harvesting. Moreover, the introduction of curved stainless steel cage bottoms significantly enhances egg production capacity. This innovation leads to an average reduction of 54 percent in the number of defective eggs during harvesting. Furthermore, sorting time sees an impressive average decrease of 28 percent. Currently, the average sorting time for an egg is 31.42 seconds, but with the implementation of the Automatic Egg Sorter Tool, this time is reduced to 22.6 seconds per egg, reflecting a marked improvement in efficiency.
Sistem Irigasi Tetes Berbasis IoT dan Pengendalian Hama untuk Produktivitas Optimal di Lahan Kering (INOTANI) Aulia Desy Nur Utomo; Anggi Zafia; Muhammad Raafi'u Firmansyah; Anisah Syifa Mustika Riyanto; Ibnu Rizal Mutaqim; Muhammad Aulia Muzzaki Nugraha
Indonesian Journal of Community Service and Innovation Vol. 5 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/ijcosin.v5i3.9866

Abstract

Program INOTANI: Sistem Irigasi Tetes Berbasis IoT dan Pengendalian Hama untuk Produktivitas Optimal di Lahan Kering Desa Sudagaran, Banyumas, Jawa Tengah, merupakan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh para petani di daerah tersebut. Desa Sudagaran terletak di wilayah yang terkena dampak perubahan iklim, yang ditandai dengan musim kemarau panjang dan curah hujan yang tidak teratur. Hal ini mengakibatkan lahan pertanian mengalami kekeringan, yang mempengaruhi produktivitas tanaman. Selain itu, serangan hama seperti bakteri dan virus juga memperburuk kondisi pertanian. INOTANI hadir untuk menjawab permasalahan tersebut dengan memanfaatkan teknologi sistem irigasi tetes berbasis Internet of Things (IoT). Dengan demikian, petani dapat mengoptimalkan penggunaan air dengan jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Teknologi ini juga menggunakan energi bersih dari panel surya untuk menjalankan pompa air dan sistem irigasi, yang dapat mengurangi biaya operasional dan ketergantungan pada sumber daya energi konvensional. Program ini diimplementasikan melalui kemitraan antara masyarakat, kelompok tani "Sida Waras" dan "Sida Makmur", perangkat desa, serta mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan dan pelatihan sistem.
Design and Development of a Hydroponic Growing Media Monitoring System for The Growth of Melon Plants from Flowering to Harvest Based on The Internet of Things (IoT): Case Study: Lara’s Melon Hydroponic, Pasir Kulon, Karanglewas District, Banyumas Danang Dasa; Aulia Desy Nur Utomo
Jurnal E-Komtek Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/e-komtek.v10i1.3174

Abstract

Hydroponic melon (Cucumis melo L.) cultivation requires precise environmental parameter monitoring to achieve optimal results. This study aims to design an Internet of Things (IoT)-based monitoring system to monitor temperature, humidity, pH, and TDS in real-time via a website. The system was developed using the Prototype method with Arduino Uno and NodeMCU ESP8266 as the main controllers. The testing phase included system functionality testing, sensor calibration, and User Acceptance Testing (UAT). Technical testing results showed that the average accuracy of the DHT11 temperature sensor reached 96.61%, the pH sensor 99.67%, and the TDS sensor 64.67%. Meanwhile, the UAT results indicated a system feasibility level of 89.33%, categorized as "Very Feasible." System implementation over 8 weeks demonstrated an improvement in harvest quality, where monitored plants had an average fruit weight of 1.398 kg and a sweetness level of 13.25 °Brix, outperforming unmonitored plants which recorded an average of 1.379 kg and 12.75 °Brix. In conclusion, this system effectively provides measurable data, is feasible for user implementation, and contributes to improving harvest quality.
Flood early warning monitoring system and water depth limit in the Curug Dhuwur river tourist area, Bumisari Village Fajar Setiawan; Aulia Desy Nur Utomo; Anggi Zafia
Journal of Intelligent Decision Support System (IDSS) Vol 9 No 2 (2026): June: Intelligent Decision Support System (IDSS)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/idss.v9i2.350

Abstract

Waterfall tourist attractions are generally located in mountainous areas or at the foothills of mountains, far from residential settlements. Due to their geographical location, tourism managers face difficulties in monitoring environmental conditions and tourist activities. At Curug Dhuwur Waterfall, unpredictable weather changes can cause sudden fluctuations in water quality and water levels, posing safety risks to tourists due to unexpected changes in water flow. Previous studies have mainly focused on monitoring water levels and water quality without integrating tourist activity monitoring into a single system. Therefore, this study aims to design and implement an Internet of Things (IoT)-based early warning and tourist swimming activity monitoring system capable of monitoring water levels and tourist activities in real time to improve visitor safety and support disaster mitigation efforts. The system was developed using the prototyping method and consists of a NodeMCU ESP8266, an ultrasonic sensor, a turbidity sensor, and a laser receiver integrated with a website and Telegram platform. System functionality was evaluated using black-box testing, while user satisfaction was assessed using the System Usability Scale (SUS). The results indicate that the proposed IoT-based system can assist tourism managers in monitoring water conditions and visitor activities more effectively, with an ultrasonic sensor measurement accuracy of 98.33%. The SUS evaluation produced a score within Grade Scale D and the High Acceptability Range, indicating that the system is acceptable for use by tourism managers. In addition, the system successfully delivered monitoring information and warning notifications through both the website and Telegram platform according to the detected conditions. The implementation of the IoT-based monitoring system enables tourism managers to respond more quickly to potential flood hazards and unsafe swimming activities, thereby improving visitor safety and supporting disaster mitigation efforts.
PENGARUH IMPLEMENTASI ALGORITMA DECISION TREE TERHADAP AKURASI SISTEM PENAKARAN AIR MENGGUNAKAN SENSOR WATER FLOW YF-S401 Feri Yasin; Aulia Desy Nur Utomo; Bita Parga Zen
Kurawal - Jurnal Teknologi, Informasi dan Industri Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kurawal Volume 8, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/kurawal.v8i2.1231

Abstract

This study discusses the development of a microcontroller-based water dispensing system by comparing two approaches: the conventional method and the decision tree algorithm. The system was tested on various volume variations and analyzed in terms of error and accuracy. The results show that the conventional method produced an average error of 20.5%, particularly high at smaller volumes. In contrast, the decision tree algorithm achieved an average error of only 2.0% and consistently maintained accuracy above 98%. Therefore, the decision tree algorithm proves to be superior in improving the accuracy and reliability of the automatic water dispensing system.