Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN DAN PEMBUATAN PAKAN TERNAK SAPI DARI AMPAS TAHU DI KABUPATEN MAROS Wijaya.M , Mohammad; Danial, Muhammad; Jusniar; Hardin
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Edisi Desember
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/abdi.v1i1.1120

Abstract

Tahu merupakan salah satu pangan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi dan kandungan protein sangat baik untuk kesehatan. Kelompok perajin industri pengolahan tahu memiliki potensi dan peluang usaha yang baik, di antaranya khususnya industri makanan, bakso, warung makan untuk kawasan Makassar dan Gowa membutuhkan produk tahu olahan tanpa bahan pengawet sintetik.. Untuk itu pengrajin tahu berusaha mengejar target omset untuk menghasilkan produk olahan tahu yang alami dan tanpa bahan pengawet sintetik. Limbah industri tahu terdiri ampas tahu dan cairan tahu yang masih berlimpah dan perlu upaya sentuhan teknologi tepat guna dan melibatkan masyarakat khususnya yang tinggal disekitar lokasi industri pengolahan tahu Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah Langkah Pertama. rendam kedelai selama 2-3 jam, kedelai yang sudah direndam kemudian digiling hingga halus dan jangan lupa diberi air agar hasilnya tidak mengental, langkah Ketiga, setelah halus kemudian adonan direbus hingga mendidih selama + 1 jam, Kemudian disaring dengan manual menggunakan kain saring Langkah. Kelima. Lalu diberi asam asetat ini berfungsi untuk membantu proses penggumpalan pada sari kedelai. Langkah Keenam. Proses penggumpalan sari kedelai Langkah Ketujuh. Proses mencetak tahu, memerlukan alat berupa saringan tahu yang berupa kain tipis dan kemudian di press. Selanjutnya setelah di press adonan tahu dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan dan produk samping berupa air tahu murni. Bahan baku berupa limbah kayu jati dilakukan dengan teknologi pirolisis untuk menampung produk asap cair. Luaran berupa Produk pakan ternak untuk sapi local Sehingga mampu meningkatkan /kesejakteraan masyarakat pengrajin dengan membentuk unit usaha UKM (Mitra) yang dikoordinir oleh masyarakat dan pemerintah setempat.
PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL AJAR BAGI GURU-GURU MGMP MATEMATIKA KABUPATEN GOWA Jusniar; Syamsidah; Adminira Ruslan, Zuhrah
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Edisi Juni
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/abdi.v2i2.8116

Abstract

Modul ajar merupakan perangkat pembelajaran yang harus dikembangnkan oleh guru-guru pada implementasi Kurikulum Merdeka. Dosen UNM sebagai mira kerjasama dengan guru-guru merasa perlu untuk berkontribusi dalam perubahan ini. Wujud tersebut dilakukan dengan melaksanakan Pengabdian kepada masyarakat (PKM) sebagai darama ketiga bagi dosen, melalui pelatihan penyusunan modul ajar berbasis kurikulum merdeka bagi guru-guru MGMP Matematika Kab Gowa. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan profesionalisme guru-guru. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 5 Gowa Sulawesi Selatan dengan peserta pelatihan yaitu guru-guru Matematika se kabupaten Gowa sebanyak 30 orang. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen pengabdi dari jurusan Kimia FMIPA UNM melalui LP2M. Beberapa hal menjadi pembahasan dalam kegiatan ini diantaranya yaitu gambaran umum Kurikulum merdeka dan modul ajar serta model-model pembelajaran., kedua, Penguatan karakter pancasila dan jenis-jenis model pembelajaran, ketiga, pembelajaran berdiferensiasi; keempat, keragaman dan karakteristik peserta didik. Hasil PKM secara umum direspon “sangat baik” oleh 30 peserta dari hasil jajak persepsi melalui angket yang diberikan oleh tim pengabdi. Mereka berharap kegiatan-kegiatan sejenis ini berkelanjutan untuk lebih meningkatkan profesionalisme guru-guru. Selama pelatihan berlangsung peserta mengikutiya secara antusias terlihat dari keterlibatan peserta secara aktif dalam tahapan diskusi dan berlatih menyusun modul ajar dan lampirannya sesuai dengan materi pelajaran masing-masing.
CENTURY 21 SKILL GURU-GURU SMK YPPP WONOMULYO DENGAN PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS CASE METHOD DAN PBL Jusniar; Alimin; Putri, Suriati Eka; Zubair, Sakinah; Syamsidah
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Edisi Juni
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/abdi.v1i2.2430

Abstract

Penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Case method dan Problem Based Learning (PBL) diharapkan menanamkan skill abad – 21 baik kepada guru ataupun siswa. Keterampilan abad 21 atau Century skill yakni 4C (Communication, Collaboration, Crtical dan Creative thinking) akan berguna dalam perkembangan kehidupan siswa dan bagi pendidik untuk menghasilkan generasi yang kompetitif dan kolaboratif. Hal ini merupakan salah satu implikasi dari Kurikulum 2013 maupun kurikulum merdeka serta penyiapan generasi emas di masa depan dengan penerapan model-model pembelajaran inovatif seperti Case method dan PBL. PKM ini bertujuan memberikan tambahan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan bagi guru-guru dalam hal penyusunan RPP berbasis Case method dan PBL. Metode PKM yang diterapkan berupa pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan RPP berbasis Case Method dan PBL dengan waktu empat pekan. Kegiatan ini diawali dengan penetapan indikator-indikator pencapaian kompetensi atau materi yang akan dirancang sesuai model Case Method dan PBL. Hasil PKM secara umum direspon “sangat baik” oleh 12 peserta dari hasil jajak persepsi melalui angket. Mereka berharap kegiatan-kegiatan sejenis ini berkelanjutan untuk lebih meningkatkan profesionalisme guru-guru. Kegiatan pelatihan ini menghasilkan guru-guru yang mengerti dan memahami cara menyusun RPP berbasis Case Method dan PBL yang sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan khususnya para guru di SMK YPPP Wonomulyo Sulawesi Barat [Abstrak berisi: (1) kajian latar belakang kegiatan pengabdian dan tujuan utama kegiatan, tanpa referensi, tanpa singkatan/akronim, dan tanpa footnote; (2) metode pelaksanaan kegiatan; (3) hasil analisis kegiatan dan rangkuman hasil temuan dari kegiatan yang telah dilaksanakan, termasuk jumlah peserta di setiap kelompok, hasil utama untuk setiap kelompok, dan manfaat yang telah diperoleh dari hasil kegiatan; dan (4) kesimpulan dinyatakan dalam 1- 2 kalimat yang menekankan pada aspek baru dan penting dari penelitian atau kegiatan dalam aspek keterlibatan masyarakat pada kegiatan yang dilaksanakan.
Pelatihan Penyusunan Micro-module Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Guru MGMP Kimia Kabupaten Pangkep Jusniar; Ashari, Ayu; Hastuti Agussalim
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal PkM PATIKALA (On Progress)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i4.5101

Abstract

Community service activities in the form of training in preparation of micro-modules This training was conducted to improve the competence of MGMP Chemistry teachers in Pangkep Regency in designing innovative, systematic, and curriculum-aligned teaching materials, thereby supporting conceptual understanding and student engagement. The training was conducted in three stages: the preparation stage, participant data collection, and the evaluation stage. booklet creation guide micro-module, the implementation stage, which includes the presentation of material, direct practice of makingmicro-moduleThe group and evaluation stages used a teacher competency questionnaire with a Likert scale of 1-5. Furthermore, data analysis used descriptive statistics to assess teacher competency. The activity was attended by 25 Chemistry teachers from various schools in Pangkep Regency and demonstrated an overall increase in teacher competency, providing benefits in the form of improved technical skills, pedagogical creativity, and readiness for implementation. micro-module in class and motivation to take further training. The conclusion is that the training on compiling micro-modules improves overall teacher competency, encourages the development of innovative teaching materials, and strengthens teachers' active involvement in learning, so continuous training is highly recommended to strengthen pedagogical skills and adaptation to 21st-century education